Kalurahan Condongcatur Adakan Sosialisasi Penerimaan Pamong

Sleman – Bertempat di Ruang Wacanaloka, Kalurahan Condongcatur, pada Sabtu (1/2/2025) dilaksanakan sosialisasi penerimaan pamong kalurahan. Acara ini dihadiri oleh Bapak Lurah Kalurahan Condongcatur, lembaga-lembaga kalurahan, pamong kalurahan, RT, RW, PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur, mengharapkan kepada semua yang hadir untuk ikut mensosialisasikan kepada warga masyarakat bahwa di Kalurahan Condongcatur akan diadakan penerimaan untuk pengisian pamong kalurahan yang kosong.

“Adapun pamong yang kosong adalah Jogoboyo, Dukuh Ngropoh, dan Dukuh Kayen,” ungkapnya.

Dengan melalui tahapan yang disusun oleh panitia, diharapkan warga dapat berpartisipasi secara aktif.

“Diharapkan proses ini dapat menjaring warga yang kompeten untuk menjadikan Condongcatur lebih baik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Siswantoro, selaku ketua panitia, juga mengharapkan partisipasi warga Condongcatur untuk mendukung dan mensosialisasikan informasi ini kepada masyarakat.

“Monggo, siapkan putra-putri terbaik dari Condongcatur untuk mengikuti penerimaan calon pamong kalurahan,” ujarnya.

Adapun syarat-syaratnya akan ditempel di kantor kalurahan dan formulir dapat diambil di kantor kalurahan.

Calon peserta dapat datang langsung ke kalurahan untuk mengambil formulir dan melengkapi syarat administrasi. Setelah lolos administrasi, peserta akan mengikuti beberapa ujian yang akan diselenggarakan oleh panitia dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pemerintah Kalurahan Condongcatur telah bekerja sama dengan UNY guna pelaksanaan ujian calon pamong kalurahan, ujar Wahyu, selaku Pj Jogoboyo.

Diharapkan penerimaan ini dilakukan secara transparan, clean and clear, agar dapat memperoleh calon pamong terbaik yang mampu memajukan Condongcatur. (Lidya/KIM Depok)




Cara KWT Lestari Wujudkan Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan di Perkotaan

Sleman – KWT Lestari Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, berupaya mewujudkan ketahanan pangan. Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan lahan karena wilayah ini sudah menjadi kawasan semi perkotaan. Dalam lingkungan seperti ini, terdapat tantangan tersendiri untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Bercocok tanam di perkotaan memang sulit karena keterbatasan lahan pertanian. Salah satu manfaatnya adalah ketahanan pangan serta aktivitas fisik yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Sri Asmoroning, Ketua KWT Lestari Gempol, Minggu (2/2/2025).

“Padukuhan Gempol merupakan padukuhan yang sudah berkembang menjadi wilayah semi perkotaan. Dalam kegiatannya, KWT Lestari menghadapi tantangan tersendiri dalam mengajak ibu-ibu untuk bergabung,” tuturnya.

Dalam kiprahnya, KWT Lestari Gempol menjalankan kegiatan berkebun dengan menanam berbagai jenis sayuran.

“Selain itu, setiap anggota diwajibkan memiliki tanaman sayuran atau tanaman obat keluarga (toga) di rumah masing-masing,” imbuh Ari Susanti, Dukuh Gempol.

Dengan jumlah anggota yang ada, KWT Lestari mampu menyumbang pemenuhan kebutuhan sayuran bagi warga masyarakat Gempol. Hasil panen dijual kepada masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, pemasaran hasil panen KWT Lestari juga dilakukan dalam berbagai pertemuan warga, seperti Pertemuan Dasawisma, PKK RT, PKK RW, PKK Padukuhan Gempol, serta berbagai kegiatan warga lainnya.

Menurut Sri Asmoroning, KWT Lestari diharapkan dapat mencapai kemandirian pangan, khususnya di Kalurahan Condongcatur dan Kapanewon Depok pada umumnya. Jika hal ini terwujud, maka menjadi kebanggaan tersendiri, tandas Sri Asmoroning. (Tri Suhartati, KIM Depok)




Program Barter Ekologi Mahasiswa Instiper Yogyakarta Bagikan Bibit Buah Kepada Masyarakat

Sleman – PSM Kasturi yang berada di Kampung Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, mengadakan Giat Barter Ekologi yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta kepada 25 nasabah PSM Kasturi, Minggu (2/2/2024).

Menurut salah satu pengurus PSM Kasturi, Ani Sumiarti, kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat memotivasi nasabah untuk aktif menyetorkan sampahnya ke PSM Kasturi.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang sangat bagus dan patut dipertahankan,” tandasnya.

“Teknis pendistribusian bibit tanaman buah dalam kegiatan ini adalah nasabah yang datang menyetorkan sampah akan mendapatkan satu bibit tanaman. Harapannya, kegiatan ini dapat memotivasi warga yang belum tergabung menjadi nasabah PSM Kasturi untuk ikut bergabung,” ungkap Ani.

Menurut Nabila Aulia Dewi, perwakilan mahasiswa, kegiatan Barter Ekologi ini bertujuan untuk ketahanan pangan masyarakat. Nabila, yang merupakan mahasiswa jurusan Hutan Tanaman Industri (HTI), memaparkan bahwa kegiatan Barter Ekologi ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta kepada masyarakat, yaitu dengan membagikan bibit tanaman jambu biji dan sirsak. Ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan hidup, terutama pangan.

Rifqi Alfariza, mahasiswa jurusan HTI, menambahkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada tanaman yang mengandung karbohidrat, tetapi kebutuhan akan buah-buahan juga harus dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat agar terwujud kemandirian pangan di Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Kegiatan Barter Ekologi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin PSM Kasturi yang menerima setoran sampah dari warga setiap minggu.

Ketua PSM Kasturi, Sri Asmoroning, menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini telah berlangsung selama 10 tahun, dengan jumlah nasabah yang semakin bertambah setiap harinya. Saat ini, terdapat 25 nasabah aktif di PSM Kasturi.

Asmoroning menyambut baik adanya Program Barter Ekologi bersama mahasiswa Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta. Ia berharap, semoga program ini dapat berkembang, dimulai dari PSM Kasturi di Padukuhan Gempol, hingga ke seluruh Kalurahan Condongcatur, demi terwujudnya kemandirian pangan. (Tri Suhartati, KIM Depok)




Yayasan Rabu Biru Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Yayasan Rabu Biru menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Kelurahan Jogotirto pada hari Sabtu, 1 Februari 2025, bertempat di Posyandu Aster 1, Dusun Karongan, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY.

Koordinator pelaksana kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis Yayasan Rabu Biru, Rofiqul Amin, menyampaikan bahwa Yayasan Rabu Biru yang diketuai oleh Henny Daeng Parani serta Dewan Pembina Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024-2029, memiliki dua program besar dalam pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Jogotirto, yaitu pertanian dan kesehatan masyarakat.

Menurut Rofiq, setelah berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan Jogotirto, Yayasan Rabu Biru mempersiapkan pemeriksaan kesehatan untuk lansia dan pra-lansia sebanyak seribu orang.

“Angka seribu orang dipilih dengan pertimbangan bahwa jumlah tersebut merupakan sepuluh persen dari total lansia dan pra-lansia di Kelurahan Jogotirto, yang berjumlah sekitar sepuluh ribu orang,” ucap Rofiq.

Penempatan titik pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kelurahan Jogotirto juga mempertimbangkan sebaran penduduk.

“Tiga titik pelayanan dengan jarak berjauhan diharapkan cukup mewakili luasnya wilayah Jogotirto,” tambahnya.

Ketiga titik pelayanan tersebut adalah Padukuhan Morobangun dengan tiga kali pelayanan untuk 400 orang, Padukuhan Karongan dengan dua kali pelayanan untuk 350 orang, serta Padukuhan Bulus dengan satu kali pelayanan untuk 250 orang. Selain melayani lansia dan pra-lansia, pemeriksaan juga mencakup ibu hamil serta remaja putra dan putri.

“Dalam pemeriksaan kesehatan ini, Yayasan Rabu Biru bekerja sama dengan Puskesmas Berbah, dengan penanggung jawab dr. Evi Diana, serta bidan Valentina Wijiani untuk pemeriksaan ibu hamil,” ujar Rofiq.

Alasan melibatkan Puskesmas Berbah dalam pemeriksaan ini, selain karena Jogotirto merupakan desa dalam wilayah kerja Puskesmas Berbah, juga agar jika ditemukan pasien yang memerlukan penanganan lanjutan dapat langsung dirujuk ke Puskesmas Berbah.

“Dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat, Yayasan Rabu Biru melibatkan para kader posyandu dan Karang Taruna untuk membantu kelancaran kegiatan. Nantinya, setelah pemeriksaan selesai, setiap peserta akan mendapatkan snack dan makan siang bergizi,” jelas Rofiq.

Rofiq juga menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan untuk remaja berusia 13 hingga 22 tahun dilakukan dengan skrining berupa pengisian kuesioner.

“Target pemeriksaan adalah 50 anak per sesi, sehingga dalam tujuh kali pertemuan total peserta mencapai 350 orang. Pemeriksaan mencakup gula darah sewaktu, hipertensi, dan anemia. Selain itu, dilakukan edukasi mengenai perilaku hidup sehat bagi remaja.”

“Untuk remaja putri, karena pengaruh menstruasi, mereka bisa mengalami kekurangan darah. Jika terjadi berulang kali dan tidak tertangani, bisa menyebabkan anemia. Oleh karena itu, diberikan suplemen penambah darah,” pungkas Rofiq.

Penanggung jawab kegiatan dari Puskesmas Berbah, dr. Evi Diana, menyampaikan bahwa Puskesmas Berbah diajak bekerja sama oleh Yayasan Rabu Biru dalam rangka pemeriksaan kesehatan bagi lansia, pra-lansia, ibu hamil, dan remaja.

“Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan fisik seperti tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar perut, serta pemeriksaan tensi darah, suhu tubuh, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Setelah itu, dilakukan konsultasi dengan dokter serta pemberian obat,” jelas dr. Evi.

“Kegiatan pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit degeneratif melalui pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya kuratif atau pengobatan,” tambahnya.

Sementara itu, bidan Valentina Wijiani menjelaskan bahwa ibu hamil juga akan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai prosedur. Nantinya, mereka juga akan mendapatkan snack serta makan siang bergizi.

“Selain itu, ibu hamil akan mendapatkan multivitamin serta telur omega-3 sebanyak 10 butir,” kata Valen.

“Telur omega-3 merupakan program bantuan dari Yayasan Rabu Biru, sedangkan multivitamin berasal dari Puskesmas Berbah,” tambahnya.

Petugas pelaksana kegiatan tingkat Kelurahan Jogotirto, Siti Fatonah, yang juga merupakan Kader Posyandu Ceria Morobangun, merasakan manfaat dari kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini. Ia melihat antusiasme warga yang tinggi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

“Sebagai koordinator lokal, saya selalu hadir dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan. Koordinator lokal beserta tim entry data bertugas membantu pencatatan data yang nantinya akan dilaporkan kepada Puskesmas Berbah,” ujar Fatonah.

“Harapannya, kegiatan Yayasan Rabu Biru yang bermanfaat bagi masyarakat ini dapat terus berlanjut dan semakin luas manfaatnya,” tutup Fatonah.




Beri Penghormatan Atas Dedikasi dan Pengabdian, Pemkal Banyuraden Gelar Pisah Sambut Bhabinkamtibmas

Guna memberikan penghormatan kepada Bhabinkamtibmas yang lama atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman menggelar acara pisah sambut yang berlangsung pada Jumat (31/1/2025).

Suasana haru dan penuh kehangatan saat Aiptu Ifanudin yang kini dimutasi ke Kepolisian Resort Bantul untuk menjalankan tugas barunya, secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Bhabinkamtibmas kepada Bripka Suyanto yang siap melanjutkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Banyuraden.

Prosesi pisah sambut berlangsung di Ruang Rapat Banyuraden disaksikan oleh Panewu Gamping Tamzis Sarwana, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Lurah Banyuraden, Sudarisman, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Sudarisman selaku Lurah Banyuraden mewakili seluruh perangkat kalurahan dan masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Aiptu Ifanudin atas dedikasi, pengabdian, serta kerja kerasnya selama bertugas di Kalurahan Banyuraden. Menurutnya, Selama bertugas Aiptu Ifanudin yang telah banyak membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta mendukung berbagai program kemasyarakatan.

“Semoga segala usaha dan kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan yang terbaik, serta sukses di tempat tugas yang baru,” ucapnya.

Selain itu, Sudarisman menyambut dengan tangan terbuka dan siap bekerjasama dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. Pihaknya berharap sinergi antara pihak kepolisian, pemerintah kalurahan, dan warga dapat terus terjalin dengan baik.

Lebih lanjut, Aiptu Ifanudin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Banyuraden yang telah mendukung tugasnya selama ini. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut meskipun dirinya kini bertugas di tempat lain.

Sementara itu, Bripka Suyanto sebagai Bhabinkamtibmas yang baru menyatakan kesiapan dirinya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dirinya berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menjalin hubungan yang baik dengan Masyarakat Banyuraden.

“Saya akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan serta berusaha untuk terus meningkatkan sinergi dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Mohon dukungan dari semua pihak agar saya dapat menjalankan tugas ini dengan baik,” ujarnya.

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo yang turut hadir dalam acara tersebut juga memberikan arahan agar Bhabinkamtibmas yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan tugasnya. Ia menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam menciptakan keamanan di wilayah ampuannya.

Ia pun berpesan agar kebersamaan yang sudah terjalin dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Semoga Bhabinkamtibmas yang baru bisa cepat beradaptasi dan semakin mempererat hubungan dengan masyarakat, serta membawa inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)