Hadiri Harlah Ke-102 NU, Kustini Apresiasi Kontribusi NU Jaga Keharmonisan Bangsa

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, turut hadir pada resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Sleman pada hari Sabtu (1/2), bertempat di masjid agung Wahidin Sudirohusodo Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Kustini mengucapkan selamat harlah ke-102 NU kepada seluruh warga Nahdliyyin. Ia mengapresiasi kontribusi NU dalam menjaga kesatuan, persatuan, dan mencerdaskan bangsa.

Di usianya yang telah mencapai satu abad ini, lanjut Kustini, NU terbukti konsisten dan terus berkomitmen menjaga keharmonisan bangsa, menjaga kemajemukan serta kemanusiaan.

“Semoga kontribusi NU kepada nusa dan bangsa bisa menjadi teladan yg baik bagi kita semua,” ucapnya.

Sementara Sidik Pramono, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Sleman, berharap peringatan harlah ke-102 Kabupaten Sleman

dapat memberikan semangat baru di dalam organisasi NU. Ia juga berkomitmen bahwa NU akan konsisten untuk berkontribusi nyata kepada negeri sebagai perekat kemajemukan bangsa.

“Negeri ini perlu dijaga. Di sini ada berbagai agama, suku bangsa, dan kemajemukan itu semua ada di Kabupaten Sleman,” ucapnya.

Untuk itu, menurutnya NU harus bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai pihak. Hal ini sesuai dengan tema harlah ke-102 NU, “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”.

Pada acara tersebut juga sekaligus diluncurkan inovasi milik PCNU Kabupaten Sleman, yakni Sebarkas (Sedekah Barang Bekas) NU, dan NU Shop Home Care. (Humas Sleman)




Resmi Menjabat, Ketua DMI Ngaglik Beberkan Strateginya Dalam Mengembangkan Organisasi

Sleman – Sukamta resmi menjabat sebagai Ketua DMI Kapanewon Ngaglik, Sleman periode 2025-2030, setelah dilantik di Gedung IPHI Ngaglik, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (1/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sukamta menggarisbawahi bahwa dirinya akan berusaha menunaikan kewajibannya pada DMI Ngaglik, sesuai dengan petunjuk agama melalui kitab suci dan sunah rasul.

“Mudah mudahan kita dapat melaksanakan tugas terbaik seusai profesi kita dan tugas tambahan kita di Organisasi DMI ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di kegiatan DMI ini kelak menjadi bekal terbaik saat menghadap Allah SWT,” harapnya.

Sukamta juga mengajak pengurus untuk mengembangkan organisasi dengan 3 hal yaitu kesungguhan, kebersamaan dan keikhlasan.

“Agar semua berjalan baik maka ketiga hal tersebut harus dibungkus dengan tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain,” tegasnya.

Sementara itu, Bambang Etri Marteja, Panewu Anom Ngaglik berharap DMI Ngaglik agar selalu mengikuti perkembangan zaman namun  tetap di jalur dinul Islam yang baik.

Bambang juga menekankan agar tetap menjaga kebersamaan di tengah banyaknya ormas Islam yang berada di tengah masyarakat.

“Tekankan toleran di dan kerukunan dan  fokuskan mesjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Buka Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Tegaskan Komitmen Pemkab Sleman Dukung Program PMI

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka sekaligus memberikan arahan dalam acara Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Jumat (31/1) di Ballroom Prambanan Ramada by Wyndham Hotel. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo

Dalam sambutannya, Kustini berharap dengan adanya Musyawarah Kerja ini dapat  menyusun langkah-langkah strategis yang lebih efektif, efisien dan inovatif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya ingin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus mendukung program-program PMI. Kita semua memahami bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah, PMI, pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat sangatlah penting,” ujar Kustini

Lebih lanjut, Kustini berharap PMI Sleman dapat senantiasa berada digarda terdepan dalam membantu masyarakat. Mulai dari pelayanan donor darah, penanganan kecelakaan lalu lintas, penanggulangan bencana, hingga edukasi masyarakat tentang kesehatan dan kebencanaan.

Sementara itu, Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini menyampaikan PMI Sleman terus berkomitmen dan konsisten untuk melaksanakan program-program. Sampai akhir tahun 2024 bulan Desember pendonor darah melalui PMI Sleman sebanyak 5796 orang.

Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo dalam sambutannya juga berharap melalui Musyawarah Kerja ini bisa menghasilkan program yang berkualitas dan realisasi standar organisasi serta terintegritas. PMI adalah sebuah organisasi kepercayaan masyarakat yang bekerja secara profesional, prinsip kemanusian kemandirian kesukarelaan. Oleh karenanya GBPH Prabukusumo berharap PMI Sleman dapat terus bekerja dengan baik dan efektif.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman turut menyerahkan penghargaan sertifikat bagi 5 Kapanewon terbaik dalam mengumpulkan kantong darah. Jumlahnya antara lain Cangkringan 796 kantong, Kalasan 245 kantong, Berbah 165 kantong, Moyudan 152 kantong serta Godean 136 kantong. (Humas Sleman)




Potong Tumpeng Simbol Syukur dan Kebersamaan Dalam Harlah ke-102 NU

Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai kalangan berkumpul dalam malam tirakat dan renungan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping. Sebagai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dalam mengawal ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia yang berlangsung di Aula Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (30/1/2025).

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, Silahudin Djamil menegaskan bahwa tumpeng bukan sekadar hidangan, tetapi juga sarana meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

“Pemotongan tumpeng ini menjadi pengingat perjuangan NU telah berusia lebih dari satu abad, tetapi tanggung jawab kita masih panjang demi menjaga dan mengembangkan warisan para ulama,” ujarnya penuh semangat.

Tumpeng kuning berukuran besar diletakkan di tengah aula, dikelilingi para kiai, santri, dan warga Nahdliyin yang larut dalam suasana sakral. KH. Ahmad Mabarun selaku Rois Syuriah MWCNU Gamping didaulat untuk melakukan pemotongan tumpeng pertama, yang kemudian diberikan kepada pengurus harian Nahdlatul Ulama Gamping sebagai bentuk penghormatan kepada generasi penerus untuk berjuang membangun dan menjaga marwah organisasi.

Selain menjadi simbol syukur, pemotongan tumpeng juga menggambarkan filosofi kehidupan NU yang selalu mengedepankan gotong royong dan kebersamaan. Usai dipotong, tumpeng tersebut dibagikan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, menciptakan suasana hangat penuh persaudaraan. Lurah Balecatur, Komandan Koramil 17/Gamping, Kepolisian Sektor Gamping, Para Kyai, santri, hingga masyarakat umum menikmati hidangan sederhana ini sambil berbincang santai tentang perjalanan Nahdlatul Ulama dan harapan ke depannya.

Acara ini semakin terasa syahdu dengan lantunan shalawat dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Syukron Amin. Doa dipanjatkan untuk kejayaan Nahdlatul Ulama, keselamatan bangsa, serta kesejahteraan umat Islam di Indonesia. Para hadirin yang duduk bersila di lantai aula dengan khusyuk mengamini setiap doa, mencerminkan rasa kebersamaan yang begitu erat dalam tubuh organisasi ini.

Sementara, Andri Septiyanto selaku Lurah Balecatur mengungkapkan, momentum harlah ke-102 ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh warga Nahdliyin di Kapanewon Gamping guna menekankan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama di tengah tantangan zaman.

“Kita harus tetap berpegang teguh pada ajaran para masyayikh, memperkuat persatuan, dan terus mengabdi kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan,” pesannya.

Akhirnya, dengan semangat Hubbul Wathan Minal Iman, cinta tanah air merupakan bagian dari iman dan Nahdlatul Ulama akan terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Perjalanan NU di usia 102 tahun bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan baru. Dengan kebersamaan, keikhlasan, dan semangat perjuangan, Nahdlatul Ulama akan terus tumbuh sebagai pilar Islam moderat yang menjaga kedamaian di Nusantara. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Bumkal Merapi Sejahtera Merdikorejo

Merdikorejo – Pemerintah Kalurahan Merdikorejo bersama Dinas PMK DIY mengadakan kegiatan Rakor tentang Kewirausahaan Desa yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kalurahan Merdikorejo pada hari Jumat Tanggal 31 Januari 2025 pukul WIB sampai selesai.

Rapat Koordinasi Kegiatan Kewirausahaan Desa ini adalah tindak lanjut dari Pemerintah Kalurahan Merdikorejo dalam pelaksanaan kegiatan regenerasi BumKal untuk menyusun tahapan perencanaan dalam melegalkan BumKal.

Kegiatan ini dihadiri oleh Setyo dari Dinas PMK Daerah Istimewa Yogyakarta, Agus Prasetyo selaku Lurah Merdikorejo, Suharji selaku Ulu-ulu Merdikorejo beserta pengurus inti Bumkal Merapi Sejahtera Kalurahan Merdikorejo.

“Tujuan dari Regenerasi Pembentukan Bumkal ini supaya dapat meningkatkan pengelolaan dan pengembangan segala potensi di Merdikorejo seperti Produk UMKM dan Desa Wisata,” ujar Agus Prasetyo.

“Harapannya dengan Bumkal ini dapat meningkatkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan seluruh warga masyarakat di Kalurahan Merdikorejo,” pungkasnya. (Dony_kimtempel)