Panen Karya SMP Negeri 2 Berbah Tampilkan Pentas Seni dan Kreatifitas Siswa

Sleman – SMP Negeri 2 Berbah menggelar panen karya dan pentas seni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di lapangan sekolah setempat, Rabu (26/2/2025). Acara ini dihadiri oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Supraptiningsih, Anggota DPRD Sleman, Mbah Wanto, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Sleman, Supriyatna, APAanewu Berbah, Tri Akhmeriyadi, Kepala SMPN 2 Berbah Noor Rohmah Hidayati, Korwil Berbah, Supriyati Basuki Rahayu, Komite Sekolah, Joko Purwanto, kepolisian, Koramil Berbah, guru, siswa, wali murid SMPN 2 Berbah, dan masyarakat setempat.

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Supraptiningsih yang mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, pada kesempatan itu menuturkan bahwa kegiatan panen karya dan pentas seni SMP Negeri 2 Berbah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam seluruh satuan pendidikan.

“Tentu bukan barang mudah kita melaksanakan kegiatan ini. Kita harus berkoordinasi dengan baik, komunikasi yang baik dan terlebih dari itu kita sudah mempraktekkan   kolaborasi yang baik. Bapak ibu bisa hadir dalam kegiatan ini juga tidak mudah. Itu semua karena adanya koordinasi yang baik komunikasi yang baik serta kolaborasi yang baik,” ucap Supratiningsih.

“Kegiatan ini merupakan wadah untuk berbagai macam event yang ada. Terlebih kita sudah memasuki semester genap tahun ajaran 2024 – 2025. Masa akhir ini adalah masa-masa di mana kelas 9 sementara melakukan penilaian penilaian untuk mengakhiri di tingkat SMP. Kita yakin bahwa mereka sudah berusaha berkarya secara maksimal, sudah menciptakan kreatifitas karya,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Mbah Wanto menyampaikan sebagai wakil rakyat di Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat, salah satu yang menjadi perhatiannya ialah pendidikan. Sebab, pendidikan merupakan modal kuat untuk melaksanakan pembangunan. Mbah Wanto menambahkan, dalam pendidikan yang harus diutamakan adalah pendidikan adab.

“Sebaiknya ada komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua murid untuk melakukan tindakan bersama melakukan pendidikan adab bagi murid,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala sekolah SMPN 2, Berbah Noor Rohmah Hidayati menyampaikan bahwa panen karya dan pentas seni adalah penerapan Program P5 adalah belajar sepanjang hayat. Para siswa dilatih untuk memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai nilai Pancasila yaitu berketuhanan. Bersatu dalam berkeragaman, demokrasi, mampu bekerja sama, bergotong-royong, berjiwa kreatif dan inovatif sehingga para siswa mampu menemukan solusi dari setiap kesulitan dan permasalahan yang dihadapinya.

“Harapanya pada saatnya nanti bisa diterapkan saat terjun di kehidupan bermasyarakat,” pesan Noor. (Kusnadi / KIM Berbah)




Permudah Masyarakat Membayar Pajak, Pemkal Condongcatur Realisasikan Program PBB PANUTAN

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur membuat sebuah terobosan “PBB PANUTAN” dalam layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB)-P2 secara masal di Pendopo Kalurahan Condongcatur, masyarakat yang hadir dapat mengurus pembayaran PBB bertempat di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu (26/2/2025).

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengatakan masyarakat yang hadir dan melakukan telah melakukan pembayaran PBB PANUTAN, dapat menikmati hidangan Bakso dan Teh Manis Gratis sebahai upaya untuk meningkatkan partisipasi warga dalam membayar PBB-P2.

“Kami menyiapkan 200 mangkuk Bakso sekaligus sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat dan menciptakan suasana lebih ramah. Selain itu bisa mendukung UMKM lokal serta menjadi insentif sederhana agar warga lebih semangat memenuhi kewajiban pajaknya meski saat ini ada pemangkasan anggaran,” jelasnya.

Reno menambahkan, SPPT PBB-P2 tahun 2025 telah didistribusikan ke masing-masing padukuhan pada awal Februari 2025. Masyarakat dapat membayar PBB melalui dukuh setempat. Sejumlah bank pun ditunjuk juga melalui berbagai layanan pembayaran ecommerce yang disediakan

“Layanan hari ini pembayaran PBB PANUTAN di kalurahan selain bisa menikmati bakso, juga memudahkan masyarakat. Pembayaran pajak tak dikenakan biaya administrasi (admin) sebagaimana membayar PBB melalui bank atau aplikasi pembayaran elektronik lainnya,” ujar Reno.

Danarta Condongcatur, Fernandya Riski Hartantri menuturkan, jumlah wajib pajak (WP) di Condongcatur tahun 2025 sebanyak lembar SPPT senilai Rp. . Kemudian dalam pelayanan PBB panutan (layanan pembayaran PBB – P2) di Kalurahan Condongcatur, yang melakukan pelayanan ada sekitar 217 WP. PBB juga dapat dibayarkan di Bank BPD DIY, Bank Mandiri, BNI, BRI, Aplikasi GoJek, Tokopedia, Link Aja, Qris, DANA dan Indomaret.

“Pelayanan pembayaran pada program Pekan PBB di padukuhan (sesuai jadwal) akan dilaksanakan setelah Lebaran. Pembayaran PBB-P2 paling lambat 31 Juli 2025. Keterlambatan setelah tanggal jatuh tempo akan dikenakan denda 1% setiap bulannya,” jelas Riski. (Wasana / Kim Depok)




Carik se-Kabupaten Sleman Gelar Pertemuan, Bahas Inovasi dan Sinergi Antar Kalurahan

Sleman – Para Carik se-Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Carik Sembada mengadakan pertemuan di Secluded by Karma, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (26/02/2025). Acara ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk bertukar informasi terkait kondisi dan perkembangan di masing-masing Kalurahan.

Sebagai tuan rumah, Carik Sariharjo, Galih Wicaksana menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pertemuan seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik antar Carik dalam mengelola pemerintahan Kalurahan secara lebih efektif dan efisien.

“Kegiatan seperti ini baik untuk membangun komunikasi yang lebih bai kantar carik, agar pelayanan publik di kalurahan semakin optimal,” ungkapnya.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Paguyuban Carik Sembada, Johan Enri Kurniawan yang dalam sambutannya menyoroti peran strategis Carik dalam mendorong inovasi dan sinergi di tingkat kalurahan.

“Carik adalah motor penggerak administrasi pemerintahan yang tidak hanya bertugas membantu lurah, tetapi juga memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar Johan.

Lebih lanjut, para peserta menyampaikan bahwa forum ini menjadi kesempatan berharga bagi para carik se-Kabupaten Sleman untuk berbagi pengalaman, menggali solusi atas berbagai tantangan, dan memperkuat koordinasi demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Sleman. Pertemuan semacam ini dapat terus berlanjut secara rutin guna meningkatkan kapasitas dan inovasi di setiap Kalurahan. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Ngaglik)




Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg, Pemkab Sleman Gelar Sidak

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui tim gabungan dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, PT Pertamina Patra Niaga Yogyakarta, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Yogyakarta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Tim Kerja Pembinaan BUMD dan BLUD, Tim Kerja Perekonomian, serta Tim Kerja Sumber Daya Alam Kabupaten Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan gas elpiji 3 kg di sejumlah restoran dan laundry (binatu) sepanjang Jalan Godean dan Jalan Kabupaten, Sleman pada Rabu (26/2/2025).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Haris Martapa menyampaikan bahwa sidak ini merupakan langkah menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Minyak dan Gas Nomor B-2461/ tentang larangan penggunaan tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi untuk pelaku usaha non-mikro. Surat edaran ini mengatur bahwa hotel, restoran, binatu, usaha batik, peternakan, pertanian, usaha tani tembakau, dan usaha las dilarang menggunakan gas elpiji 3 kg.

“Sidak kali ini menyasar restoran besar dan laundry yang ada di Jalan Godean dan Jalan Kabupaten yang terindikasi menggunakan gas elpiji 3 kg. Untuk restoran dan binatu yang ditemukan masih menggunakan gas elpiji 3 kg akan ditukar dengan gas elpiji 5,5 kg,” kata Haris.

Dari 12 restoran dan 2 binatu yang disidak ditemukan 58 tabung gas elpiji 3 kg yang kemudian ditukar dengan 29 tabung gas elpiji 5,5 kg.

Selain itu di kesempatan yang sama, Pemkab Sleman juga memastikan stok gas elpiji 3 kg di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Murni Makmur Sejahtera Ambarketawang dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Pantauan ini untuk memastikan sudah tidak ada lagi antrian untuk pemenuhan pasokan di pangkalan dan agen di wilayah Kabupaten Sleman.

“Pantauan ke SPBE ini untuk melihat kondisi lapangan bahwa pemenuhan gas di pangkalan dan agen sudah terpenuhi. Dan memastikan bahwa stok gas elpiji 3 kg aman sampai akhir puasa,” kata Haris.

Haris menerangkan bahwa beberapa hari sebelumnya terjadi kelangkaan stok gas elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di Kabupaten Sleman dipengaruhi beberapa hal, salah satunya faktor cuaca yang menyebabkan terkendalanya kapal tanker pengangkut elpiji tidak bisa merapat ke dermaga,” kata Haris.

Kondisi ini sudah berangsur membaik sejak kapal tanker pengangkut gas milik Pertamina saat ini sudah bisa merapat ke dermaga.

“Berdasarkan pantauan pada hari Senin (24/2/2025) kemarin setelah kapal tanker berhasil merapat, suplai gas elpiji 3 kg di SPBE, pangkalan, dan agen mulai tercukupi,” kata Haris.

Haris menambahkan bahwa Pemkab Sleman telah mengirimkan permintaan penambahan alokasi gas elpiji 3 kg untuk Kabupaten Sleman. “Pemkab Sleman telah mengirimkan penambahan alokasi fakultatif gas elpiji 3 kg tahun 2025 sebesar tabung ke Pertamina,” tutup Haris. Alokasi ini meningkat 14% dari tahun 2024 sebesar tabung.




Perkuat Implementasi Pendidikan Pancasila, DPRD DIY Lakukan Sosialisasi ke Banyuraden

Sleman – Warga Patran mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Acara ini diinisiasi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Yuni Satia Rahayu yang peduli terhadap pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan. Sosialisasi yang berlangsung di Patran, Banyuraden, Sleman, Senin (24/2/2025) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, dan memperkuat rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa Perda ini disusun untuk memperkuat implementasi pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di tingkat dusun. Warga diajak untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan, yang harus terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya, dengan memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Oleh karena itu, program pendidikan kebangsaan perlu diterapkan tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sosialisasi ini pun dihadiri oleh Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, Jagabaya Banyuraden, Sidig Wijanarko, Dukuh Banyumeneng, Dimas Alfandi Saputra, dan warga Dusun Patran. Perserta nampak antusias, dan aktif bertanya mengenai bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Saat sesi diskusi yang berlangsung, beberapa warga juga menyoroti tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama di era digital. Yuni pun mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Literasi digital menjadi aspek penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan di era modern,” tegasnya.

Selain memberikan pemahaman tentang isi peraturan daerah, Yuni juga mengajak warga untuk lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung penguatan nilai kebangsaan, seperti kerja bakti, diskusi kebangsaan, dan pengajian. Kegiatan terebut dapat menjadi sarana untuk mempererat persatuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila.

Salah satu hal yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak agar tumbuh dengan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Pendidikan karakter berbasis Pancasila harus dimulai dari rumah dan didukung oleh lingkungan sekitar,” terang Yuni.

Kegiatan sosialisasi ini pun diakhiri dengan pesan dari anggota DPRD DIY agar warga Dusun Patran terus menjaga semangat persatuan dan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)