Lestarikan Budaya, Padukuhan Papringan Gelar Merti Dusun dan Pertunjukan Wayang Kulit

Sleman – Dalam rangka memperingati Merti Dusun, Padukuhan Papringan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, menggelar serangkaian kegiatan budaya. Acara ini dimulai dengan kirab, nyadran, dan puncaknya ditutup dengan pagelaran wayang kulit, Sabtu (22/2/2025).

Pagelaran wayang yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Panewu Depok beserta jajaran, Penjabat (Pj) Lurah Caturtunggal, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas wilayah, dukuh beserta perangkat padukuhan, dan lembaga masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Papringan.

Dalam kesempatan itu, Panewu Depok, Wawan Widiantara memberikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga tradisi dan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap masuknya pengaruh negatif yang dapat merusak nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Papringan,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang menampilkan dalang Ki Yusuf Anshor Ganendra K, dengan lakon “Timbuling Kalimasad.” Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kebajikan dan filosofi kehidupan kepada para penonton. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya warga yang hadir untuk menyaksikan wayangan hingga acara selesai.

Kegiatan Merti Dusun di Padukuhan Papringan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya tradisional. Diharapkan acara semacam ini dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. (Oktaviana/KIMDepok)




Songsong Ramadhan, Masjid Al-Fath Nglahar Gelar Pengajian Makmurkan Masjid dan  Jamaah

Sleman – Jelang Ramadhan 1446 H, takmir Masjid Al-Fatah Nglahar Sumbersari, Moyudan, menggelar pengajian bertajuk ‘Songsong Ramadhan’, Minggu pagi (23/2/2025). Pengajian kali ini mengundang Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Ustaz Anwaruddin Hisyam selaku penceramah.

Pada kesempatan itu, Ustaz Anwar menuturkan bahwa sejatinya sejak zaman dahulu, masyarakat sudah terbiasa hidup sederhana. Hal itu pun banyak dilakukan selama bulan Ramadhan.

“Mari kita hidupkan masjid dan fungsikan masjid untuk segala aktivitas kebaikan bukan hanya amalan ibadah mahdhoh tapi juga ibadah sosial yang bermanfaat bagi seluruh jamaah,” paparnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mendidik anak usia dini untuk belajar Qur’an, memahami, melaksanakan sampai usia lanjut. Mengingatnya, tidak ada kata berhenti untuk mengaji dan memperdalam Al qur’an.   Ustaz Anwar pun memotivasi para jamaah dengan menceritakan pengalamannya mendirikan dan mengasuh tempat mengaji untuk lanjut usia. 

“Santri-santrinya kebanyakan di atas 50 tahun yang baru belajar Iqra’.  Setelah usia tua baru bisa membaca Al Quran dan mengkhatamkannya,” ungkapnya.

Sementara, Ketua takmir Masjid Al-Fatah, Muhammad Wazid membeberkan bahwa tujuan pengajian kali iniadalah untuk memakmurkan masjid, dan memakmurkan warga. 

“Kegiatan ini bagian dari upaya memakmurkan masjid, makmur pula warga jama’ah.  Maka ada bazar UMKM dan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Adanya bazar UMKM diharapkan masjid bisa dijadikan untuk kegiatan ekonomi umat, banyak kegiatan sehingga menjadi Makmur dan tentu saja juga turut memakmurkan warga jama’ah. 

Wazid berharap seluruh jamaah untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan selama Ramadan mulai dari salat tarawih, sholat shubuh, tadarus, kajian, buka bersama dan lainnya.  Selain itu ia memohon kesediaan seluruh jamaah untuk berinfak dan membiayai seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan. Di samping itu, takmir masjid juga menyelenggarakan bazar, pasar murah UMKM, dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga jamaah. 

“Dengan pemeriksaan kesehatan, warga jama’ah tahu kondisi masing-masing sehingga bisa menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat bugar.  Ini penting apalagi saat memasuki bulan Ramadan,” ujarnya.  (Edy – KIM Moyudan)




Sebanyak 500 Siswa Ikuti Acara Jalan Santai Milad SMK Muhammadyah Seyegan

Sleman – Sebanyak 500 peserta turut memeriahkan acara jalan santai dalam Gebyar Milad SMK Muhammadyah Seyegan, yang diselenggarakan di lingkungan komplek sekolah pada Sabtu (22/2/2025). Acara tersebut merupakan upaya sekolah untuk menampilkan berbagai prestasi para peserta didik kepada masyarakat sekitar, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar anggota sekolah.

Kegiatan itu dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi DIY, Arif Kurniawan, PCM Seyegan, PCA Seyegan, Panewu Seyegan, Polsek Seyegan, Lurah Margoagung, dan Dukuh Krapyak.

Kepala SMK Muhammadyah Seyegan, M. Solichin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur bahwa acara tersebut dapat berjalan lancar.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-sama untuk merayakan milad SMK Muhammadiyah Seyegan dengan penuh semangat dan kebersamaan,” ungkapnya.

“Jalan santai sebagai salah satu rangkaian acara milad SMK Muhammadiyah Seyegan dengan harapan kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara kita semua,” sambung Solichin.

Pada kesempatan itu, terdapat berbagai stand pameran dari SMK Muhammadiyah Seyegan, seperti servis motor ringan gratis dari teknisi siswa TBSM SMK Muhammadiyah Seyegan, konsultasi pembuatan web dengan teknisi siswa RPL SMK Muhammadiyah Seyegan, dan stand Market Day (siswa-siswi SMK Muhammadiyah Seyegan).

Anggota DPRD Provinsi DIY, Arif Kurniawan pun memberi motivasi agar siswa lebih giat belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Kompetisi ke depan semakin ketat maka harus membekali diri dengan keterampilan. Milad SMK Muhammadiyah Seyegan sebagai momentum mempersiapkan SDM handal. Dengan rangkaian kegiatan Milad SMK Muhammadiyah seperti jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, baksos diharapkan masyarakat sekitar lebih mengenal lebih dekat,” ujarnya. (Arief Hartanto / Kim Turi)




Madrasah Amil LAZISNU Sleman Perkuat Pengelolaan ZIS yang Transparan dan Profesional

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sleman menggelar Madrasah Amil Angkatan I sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai III Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Minggu (23/2/2025).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman, KH. Muhammad Syakir Ali, didampingi Ketua Tanfidziyah, H. Sidik Pramono, serta Ketua LAZISNU Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin. Sebanyak 85 peserta dari Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Ketua LAZISNU Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin, menekankan pentingnya peran amil dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat secara tepat sasaran. Ia berharap, melalui Madrasah Amil, para pengurus UPZIS di setiap kapanewon dapat memahami tata kelola ZIS yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Hani mengungkapkan enam komponen penting yang harus dimiliki seorang amil agar pekerjaannya lebih bermakna, yaitu pemahaman diri, makna hidup, perubahan sikap, komitmen, kegiatan yang terarah, serta dukungan sosial.

“Seorang amil harus memiliki keyakinan yang kuat, berlandaskan akidah Islam yang lurus, serta menjalankan tugasnya dengan ikhlas,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Ketua LAZISNU Daerah Istimewa Yogyakarta, Mamba’ul Bahri, membahas kebijakan mutu manajemen dalam pengelolaan zakat yang harus memenuhi prinsip modern, akuntabel, transparan, amanah, serta profesional. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana umat.

“Ke depan, pelatihan dan pembinaan bagi para amil harus terus dilakukan hingga tingkat ranting agar kita semakin siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Selain pemaparan teori, peserta juga mengikuti sesi diskusi mengenai sistem pencatatan dana zakat secara akuntabel serta tata cara pelaporan yang sesuai dengan standar nasional. Dengan pendekatan ini, diharapkan LAZISNU Sleman semakin dipercaya oleh masyarakat dalam mengelola dana keumatan.

Tidak hanya meningkatkan kapasitas amil, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara LAZISNU dengan berbagai pihak terkait. Sinergi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat diharapkan dapat mendorong gerakan zakat yang lebih efektif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

Ke depan, LAZISNU Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan ZIS yang modern dan transparan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah optimalisasi platform digital guna mempermudah transaksi ZIS serta meningkatkan transparansi dalam pelaporan dana yang telah dihimpun dan disalurkan.

Dengan adanya Madrasah Amil ini, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman semakin profesional dan berdaya guna, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan optimalisasi zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat sangat bergantung pada peran amil yang amanah dan profesional. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Hadiri Kirab Budaya dan Nyadran, Wabup Sleman Dorong Pelestarian Tradisi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri kegiatan kirab budaya dan tradisi Nyadran yang diselenggarakan oleh warga Padukuhan Beran Kidul pada Minggu (23/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Danang mengapresiasi semangat warga dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal. Menurutnya, kirab budaya dan Nyadran merupakan salah satu bentuk nguri-uri kabudayan (melestarikan kebudayaan) di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian budaya, tetapi juga momen mempererat silaturahmi antarwarga untuk menciptakan kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” ujar Danang.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Padukuhan Beran Kidul, terutama karena diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan Ramadan.

Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Budaya dan Nyadran Padukuhan Beran Kidul, Tulus Tumadi, menjelaskan bahwa selain kirab budaya dan Nyadran, warga juga menggelar berbagai kegiatan lain, seperti merti dusun (syukuran desa) dan bersih-bersih makam.

Tulus berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan. (Humas Sleman)