Dekatkan Layanan, Lazisnu Sleman Buka Stand di Pusat Perbelanjaan

Sleman – Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi kepada sesama, lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman membuka stand penerimaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Masjid Al Husna Pakuwon Mall Yogyakarta, Selasa (4/3/2025).

Sekretaris Lazisnu Kabupaten Sleman, Luthfy Avian Ananda didampingi relawan NU Care-Lazisnu mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Dengan adanya stand di pusat perbelanjaan, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah dengan lebih mudah dan nyaman.

“Dengan adanya stand ini, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berzakat kapan saja, bahkan saat mereka sedang beraktivitas di mal,” ungkap Luthfy.

Ia pun mengatakan, sering kali kesibukan membuat sebagian orang lupa atau menunda menyalurkan zakat dan sedekah mereka. Harapannya, keberadaan stand Lazisnu Sleman di pusat perbelanjaan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin beramal tanpa harus datang ke kantor atau lembaga khusus.

Stand penerimaan ZIS ini pun mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung Masjid Al Husna Pakuwon Mall Yogyakarta. Banyak jamaah dan pengunjung yang antusias berpartisipasi dengan menyalurkan donasi mereka langsung ke petugas Lazisnu yang telah siaga.

Relawan NU Care-Lazisnu juga memberikan edukasi terkait manfaat zakat dan tata cara penyalurannya sesuai syariat Islam. Mereka pun mendiseminasikan  pelbagai program sosial yang sedang dijalankan, di antaranya bantuan pendidikan untuk anak yatim, santunan fakir miskin, dan program ekonomi berbasis pemberdayaan umat.

“Masyarakat yang ingin berkontribusi juga diberikan kesempatan untuk bergabung sebagai donatur tetap,” imbuh Luthfy.

Salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya mengaku senang dengan adanya stand ini karena bisa langsung berdonasi setelah menunaikan salat.  Apresiasi diberikan kepada para relawan karena tidak hanya bertugas menerima donasi, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya berzakat, dan bagaimana dana yang terkumpul akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang filantropi Islam, Lazisnu Sleman terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan zakat yang mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai lokasi strategis lainnya agar semakin banyak orang yang terdorong untuk berzakat dan berbagi.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dikembangkan oleh Lazisnu Sleman diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Seyegan Gelar Rakor Bahas Optimalisasi Dana Desa untuk Swasembada Pangan

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan di aula lantai II, Selasa (4/3/2025). Narasumber dalam rakor kali ini ialah perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, dan Tenaga Ahli (TA) Pendamping Desa.  Rakor ini dihadiri oleh pamong dari lima kalurahan di wilayah Seyegan, BPKal, Bumkal, Bumkalma, dan pendamping desa.

Plh Panewu Seyegan, Ageng Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menelaah SE Bupati Sleman tentang Ketahanan Pangan, dalam pelaksanaannya diperlukan adanya penyatuan persepsi untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaannya. Dasar yang dipakai adalah Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Dalam Mendukung Swasembada Pangan.

“Kita harus mengikuti aturan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan dasar Kepmendesa PDT tersebut,” jelas Ageng.

Sementara, perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Ratnaningsih menyampaikan bahwa menerjemahkan amanat dari Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 itu tidaklah sederhana.

“Logika yang dipakai adalah kebutuhan wilayah, sehingga masing-masing mempunyai perencanaan tersendiri,” ujarnya. 

Ratna pun menyampaikan bahwa penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan adalah upaya yang didasarkan pada Peraturan Menteri Desa, dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025. Di mana, fokus penggunaan dana desa untuk program ketahanan pangan dialokasikan paling rendah sebesar 20%, dan melibatkan Badan Usaha Milik Desa, Badan Usaha Milik Desa bersama, atau kelembagaan ekonomi masyarakat di desa.

“Menuju swasembada pangan memang sulit diwujudkan, karena impor beras masih dilakukan. Namun semua memang harus merujuk pada tema ketahanan pangan,” jelas Ratna.

Ia juga menuturkan bahwa semua kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan harus bermitra dengan Bumkal atau Bumkalma. Untuk itu, masing-masing kalurahan harus bisa mengidentifikasi potensi yang dimiliki. Kemudian menganalisa komoditi unggulan, dan jaring aspirasi dari pemangku kepentingan.

“Peran BP4 dalam mendampingi kalurahan sangat diharapkan dalam kegiatan mapping potensi sesuai kebutuhan wilayah,” tandas Ratna.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari menambahkan bahwa refocusing 20% Dana Desa diwujudkan dalam penyertaan modal ke Bumkal/Bumkalma dengan mekanisme membentuk unit ketahanan pangan dari hulu ke hilir.

“Sekaligus menempatkan Bumkal/Bumkalma sebagai mitra bisnis yang profit oriented dengan skema bisnis yang jelas,” kata Siska.

Tenaga Ahli Pendamping Desa, Tutik Tri Handayani pun menyoroti usulan RKP dari Seyegan yang banyak mengusulkan tentang infrastruktur (irigasi). Dengan kondisi yang ada perlu dilakukan penentuan tema yang mendukung ketahanan pangan.

“Tentang analisa usaha, contoh komponen di RAB yang bisa dimasukkan sebagai komponen seperti biaya modal, alat, dan juga bisa dibaca arus kasnya,” pungkasnya. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)




Gerak Cepat TRC BPBD Sleman dan Pammat Polda DIY Evakuasi Pohon Tumbang

Sleman – TRC BPBD Kabupaten Sleman bersama Pammat Polda DIY berhasil mengevakuasi pohon tumbang di Perum Pesona Merapi, Dusun Ngebel Gede, Sardonoharjo, Ngaglik, Selasa (4/3/2025). Proses evakuasi yang dilakukan pukul – WIB tersebut merupakan kolaborasi pemerintah setempat dengan Destana (Desa Tangguh Bencana) dan KSB (Kampung Siaga Bencana) Sardonoharjo.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil dalam kejadian ini. Namun proses pengerjaannya begitu sulit, hingga memerlukan bantuan peralatan yang lebih lengkap dari Pammat (Pengamanan dan Penyelamatan) Polda DIY. Di mana, proses evakuasi dilangsungkan dengan metode pemotongan batang pohon dan pembersihan area.

Menurut assessor kegiatan, Eka Sastra evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan. “Tidak ditemukan kebutuhan mendesak terkait kejadian ini. Kolaborasi antara berbagai pihak menunjukkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat yang baik dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Sleman,” ujarnya. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Ngaglik)




Bakti Sosial Penanaman Pohon Sebagai Upaya Bersama Menjaga Mata Air Lembah Merapi

Sleman – Dalam upaya menjaga kelestarian sumber mata air di di kawasan Merapi, Paguyuban Cakar Merapi bersama Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman menggelar kegiatan bakti sosial penanaman pohon di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Girikerto, Turi, Sleman, Senin (3/3/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus upaya penghijauan di kawasan lereng Merapi.

Bakti Sosial dihadiri oleh Panewu Anom Turi, Azwar Effendi, Kepala Kepolisian Sektor Turi, AKP. Adhy Irawan, Komandan Koramil 03/Turi, Kapten Artileri Medan Wahyu Kuncoro, dan Lurah Girikerto, H. Sudibya. Selain itu, puluhan relawan dari berbagai komunitas, dan masyarakat sekitar pun turut serta mengikuti acara tersebut. Mereka bersama-sama menanam puluhan bibit pohon seperti trembesi, mahoni, dan beringin. Pohon tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelestarian alam.

Koordinator Umum Paguyuban Cakar Merapi, Sutopo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi tanam pohon, tetapi juga komitmen menjaga keseimbangan ekosistem. “Dengan adanya penanaman pohon ini diharapkan kawasan sekitar Lembah Merapi bisa tetap hijau dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Konservasi Komunitas Banyu Bening Sleman, Kamaludin menambahkan bahwa penanaman pohon berperan dalam konservasi sumber daya air. Menurutnya, akar pohon akan membantu menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko longsor. Hal ini sangat penting untuk daerah dengan kontur tanah yang cenderung rawan erosi.

Ia pun menyampaikan refleksi mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam. Kamaludin menekankan, bahwa krisis konservasi yang dihadapi saat ini harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

“Jangan pernah berpikir bahwa alam membutuhkan kita. Justru kitalah yang bergantung pada alam,” kata Kamaludin.

Penanaman pohon dilakukan dengan penuh semangat berkat bantuan dari komunitas lingkungan hidup R-KomPAS, dan Jaringan Keluarga Tangan Rakyat Untuk Bumi (Jaka Tarub). Para relawan membagi tugas, mulai dari menggali lubang tanam, menanam bibit, hingga menyiram dan memberi pupuk awal agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Mereka juga memberikan edukasi tentang cara merawat pohon agar bisa bertahan hidup dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, masyarakat setempat turut mengapresiasi kegiatan ini, termasuk Dukuh Girikerto, Samijo. Pada kesempatan itu, Samijo mengungkapkan bahwa kegiatan penghijauan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan warga.

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam bisa tumbuh subur dan bermanfaat, baik untuk udara yang lebih bersih maupun ketersediaan air tanah,” ujar Samijo.

Selain penanaman pohon, acara tersebut juga diisi dengan sesi diskusi tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan, khususnya di kawasan lereng Merapi. Para relawan diajak untuk lebih memahami dampak deforestasi dan berbagai peran individu dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Samijo pun menyampaikan apresiasi terhadap komunitas Cakar Merapi sekaligus menekankan bahwa konservasi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang harus terus dilakukan. “Mari kita jaga alam, mari kita rawat warisan ini untuk anak cucu kita,” ajaknya.  (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




MAN 4 Sleman Gelar Raker Bahas Persiapan Program Unggulan Berorientasi Pelayanan dan Prestasi

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Madrasah (Raker) Tahun 2025, selama tiga hari di Aula MAN 4 Sleman. Raker tersebut diikuti seluruh guru dan pegawai serta perwakilan pengurus komite.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan pentingnya sinergi dalam tim kerja madrasah guna meningkatkan mutu layanan pendidikan. “Raker merupakan momentum strategis untuk menyusun rencana kerja yang berorientasi pada peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik,” ujarnya, Senin (3/3/2025).

Hadir pula dalam kegiatan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Sidik Promono yang menyampaikan kebijakan umum dan reformasi birokrasi di lingkungan madrasah. Dalam sambutannya, Sidik menekankan pentingnya penguatan zona integritas, implementasi moderasi beragama, dan inovasi dalam pembelajaran berbasis teknologi.

“Kita harus terus berbenah dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Madrasah harus mampu menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pusat moderasi beragama yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Raker kali ini membahas berbagai program strategis termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan karakter siswa, hingga inovasi layanan berbasis teknologi. Melalui raker ini, MAN 4 Sleman diharapkan dapat terus berkembang, memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan. 

Dalam raker seluruh guru dan pegawai terbagi menjadi tujuh komisi yakni Kurikulum, Kesiswaan & Bimbingan Konseling (BK), Sarana Prasarana (Sarpras), Humas, Kerumahtanggaan, Keagamaan Pembiasaan dan Tahfidz, serta Pengembangan Ketrampilan.  Semua komisi mempresentasikan hasil sidang untuk dicermati dan dikritisi oleh seluruh peserta untuk perbaikan.

Pengawas Madrasah Kemenag Sleman, Daryono pada kesempatan itu menyampaikan program unggulan Bidang Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kemenag DIY yang harus didukung seluruh madrasah.  Program unggulan tersebut di antaranya cyber madrasah, pemanfaatan teknologi digital, dan penerapan pedagogy modern.  Pentingnya budaya mutu meliputi target tujuh madrasah masuk 1000 sekolah atau madrasah terbaik versi LTMPT.  Pelayanan harus bermutu untuk meningkatkan prestasi lembaga, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), dan prestasi para peserta didik.  “Prestasi serendah-rendahnya tingkat kabupaten atau kota madya,” tegasnya.

Program unggulan selanjutnya adalah penguatan moderasi beragama pada stakeholder madrasah.  “Semua madrasah diharapkan menjadi piloting project Zona Integitas (ZI) dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), melalui Gerakan Gemoy (Gesit, Elegan Mudah nol rupiah di Dikmad Yogyakarta),” sambung Daryono. (Edy – KIM Moyudan)