Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp92,6 Juta untuk Korban Bencana

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyerahkan bantuan keuangan kepada 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana sepanjang Januari hingga Februari 2025. Total bantuan yang disalurkan mencapai . Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam acara yang digelar di Aula Oproom Dinas PMK Sleman, Senin (10/3/2025).

Harda menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Pemkab Sleman dengan DPRD Sleman. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara optimal untuk meringankan beban para korban bencana.

“Saya harap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan produktif, sehingga dapat membantu pemulihan kehidupan para penerima bantuan,” ujar Harda.

Kepala BPBD Sleman, Makwan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana. Bantuan diberikan kepada korban bencana tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran yang terjadi di 16 padukuhan, 12 kalurahan, dan 9 kapanewon, yaitu Minggir, Ngemplak, Sleman, Tempel, Seyegan, Moyudan, Berbah, Mlati, dan Gamping.

Makwan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih terjadi di Sleman, terutama saat peralihan musim atau pancaroba.

“Bulan Maret ini masih terjadi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sleman. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana,” ungkapnya.

Dari total bantuan yang diberikan, nominal terbesar senilai diberikan kepada Dalijo, warga Jongke Kidul, Sendangadi. Rumahnya mengalami kerusakan paling parah akibat kebakaran pada 16 Februari lalu. Setelah melalui proses verifikasi oleh BPBD Sleman, diputuskan bahwa Dalijo berhak menerima bantuan tersebut untuk mendukung pemulihan tempat tinggalnya.

Dengan penyaluran bantuan ini, Pemkab Sleman berharap dapat meringankan beban korban bencana serta mempercepat proses pemulihan mereka. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Sleman.




Condongcatur Bertadabbur dan Bersholawat: Perkuat Spiritualitas di Bulan Ramadhan

Sleman – Dalam rangka meningkatkan spiritualitas dan mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1446 H, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkolaborasi dengan Yayasan Hayfala Istimewa Yogyakarta menggelar acara Condongcatur Bertadabbur dan Bersholawat. Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Minggu (9/3/2025), dengan dukungan dari Fandiego Travel, DRW Skincare, dan Bank BPD DIY.

Kegiatan ini dihadiri oleh habaib, asatidz, kyai, serta tokoh masyarakat. Hadir pula jajaran pemerintah, seperti Panewu Depok beserta Muspika Kapanewon Depok dan Lurah Condongcatur beserta pamong kalurahan. Sebagian besar peserta merupakan anggota majelis taklim, kelompok hadroh, serta para pecinta sholawat yang memenuhi gedung acara. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube oleh Shollu Media dan Vertizone TV, sehingga dapat menjangkau lebih banyak jamaah secara daring.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini.

“Alhamdulillah, atas izin Allah, kita bisa berkumpul dalam acara Condongcatur Bertadabbur dan Bersholawat. Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga acara ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Habib Ja’far Al Jufri dari Yayasan Hayfala Istimewa Yogyakarta mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya tadabbur kisah Al-Qur’an sebagai sarana membentuk karakter dan meningkatkan keimanan.

“Kehadiran para ulama, habaib, dan tokoh agama memberikan energi spiritual yang luar biasa. Harapannya, tadabbur kisah Al-Qur’an dapat menyentuh hati, mempengaruhi jiwa, dan menjadi petunjuk dalam menghadapi permasalahan hidup. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga sumber solusi bagi umat manusia,” jelasnya.

Acara ini menjadi puncak dari rangkaian Safari Ramadhan Hayfala, sebuah program dakwah yang digagas oleh Habib Ja’far Al Jufri. Kegiatan ini mencakup berbagai agenda, seperti Ramadhan Bareng Nabi Yusuf, kelas daring yang diikuti hampir 200 peserta untuk mentadabburi kisah Nabi Yusuf selama 10 hari pertama Ramadhan. Selain itu, ada program Sidak (Syiar Dakwah Kaliurang) yang mengunjungi masjid-masjid pelosok, serta Ifthar Santri dan Tadabbur Camp.

Habib Ja’far berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin yang mempererat ukhuwah Islamiyah di Condongcatur. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama dalam mendukung saudara-saudara di Palestina.

“Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan dan kebaikan, agar Condongcatur semakin berkah dan harmonis,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Bimtek Sablon Kain di Griya Inspirasi Candi Dukuh, Bekali Pemuda dengan Keterampilan Wirausaha

Sleman – Sebanyak 20 pemuda di Sardonoharjo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sablon Media Kain yang diselenggarakan di Griya Inspirasi Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (10/3/2025). Kegiatan yang berlangsung dari 10 hingga 17 Maret 2025 ini diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman sebagai bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sleman, Yani Fathurahman.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur Gandi Kurniawan dari Recklezz Screen Printing untuk membimbing peserta dalam teknik sablon kaos dan tas kain. Bimtek ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan wirausaha, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha mandiri di bidang sablon.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa industri sablon memiliki potensi besar untuk berkembang. Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar bisa menjadi ahli di bidang ini.

Senada dengan itu, perwakilan Disperindag Sleman, Priyo Sulaksono, menegaskan bahwa dinas siap membantu peserta dalam menghadapi kendala teknis maupun pengembangan usaha. Bahkan, Panewu Ngaglik, Agung Endarta, menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Sleman memiliki program penguatan modal yang dapat dimanfaatkan peserta untuk memulai usaha.

Yani Fathurahman, anggota DPRD Sleman yang turut membuka acara, menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus seimbang dengan pembangunan fisik. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi titik awal bagi pemuda Sardonoharjo untuk beralih dari pekerja menjadi pengusaha sukses.

Dengan adanya bimtek ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan keterampilan dan menciptakan peluang usaha di bidang sablon, yang memiliki prospek menjanjikan di wilayah Yogyakarta. (Andy Ahmad/KIM DSN Sardonoharjo Ngaglik)




Kajian Ramadhan PCA Berbah: Membangun Keluarga Sakinah Bersama BIKKSA

Sleman – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah bersama Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah (BIKKSA) menggelar Kajian Ramadhan 1446 H dengan tema Membentuk Keluarga Sakinah. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogotirto, Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY, Minggu (9/3/2025).

Kajian dimulai pukul WIB, setelah sesi pentasyarufan Lazismu PCM Berbah. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars Aisyiyah. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota PCA Berbah, serta perwakilan PRM se-Kapanewon Berbah.

Hadir sebagai pembicara, Siti Nurhayati, yang juga Ketua PCA Depok, menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis semata, tetapi lebih dari itu, merupakan pemenuhan kebutuhan psikologis untuk membangun keluarga sakinah.

“Keluarga sakinah adalah keluarga yang harmonis, dilandasi kasih sayang, saling menghargai, serta membawa kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujar Siti Nurhayati.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam kehidupan berumah tangga, perbedaan pendapat, masalah ekonomi, hingga kesenjangan sosial sering kali menjadi pemicu konflik. Jika tidak ditangani dengan baik, konflik tersebut dapat mengancam keharmonisan rumah tangga.

“Dalam kondisi seperti ini, keberadaan BIKKSA menjadi solusi untuk membantu keluarga yang menghadapi permasalahan rumah tangga. Namun, masih banyak masyarakat yang merasa malu untuk berkonsultasi dengan BIKKSA,” tambahnya.

Menurut Siti Nurhayati, sebuah keluarga sakinah harus dibangun di atas lima asas utama. Asas karomah, atau kemuliaan, menekankan bahwa setiap anggota keluarga harus saling menghormati dan menjaga martabat satu sama lain. Asas hubungan kekeluargaan mengajarkan pentingnya ikatan yang kuat antara suami, istri, dan anak-anak, serta keluarga besar sebagai bagian dari sistem pendukung.

Selain itu, asas keadilan menjadi prinsip penting dalam rumah tangga, di mana setiap anggota keluarga harus mendapatkan hak dan kewajiban yang seimbang sesuai perannya. Asas mawaddah wa rahmah, atau kasih sayang, mengajarkan bahwa cinta dan kepedulian menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis.

Terakhir, asas pemenuhan kebutuhan hidup menegaskan bahwa keluarga harus mampu mencukupi kebutuhan lahir dan batin, baik dalam aspek ekonomi, pendidikan, maupun spiritual, agar tercipta kesejahteraan dan ketenangan dalam rumah tangga. Dengan menerapkan kelima asas ini, diharapkan sebuah keluarga dapat menjadi tempat yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan.

Wakil Ketua I PCA Berbah, Yuyun Purwaningsih, menyampaikan terima kasih kepada Siti Nurhayati atas tausiyah yang disampaikan. Ia juga mengapresiasi PRA Jogotirto yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas untuk pelaksanaan kajian.

“Kajian Ramadhan PCA Berbah sudah berlangsung lama, tetapi sempat terhenti karena pandemi COVID-19. Semoga kajian ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi umat,” harapnya.

Kajian Ramadhan 1446 H ini ditutup pada pukul WIB dengan pembagian doorprize bagi jamaah yang hadir. (Kusnadi/KIM Berbah)




IPHI Peduli Salurkan Bantuan untuk Subardi, Warga Terdampak Pohon Tumbang

Ngaglik – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ranting Kalurahan Sukoharjo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan dana bagi Subardi, warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di halaman rumah Subardi, disaksikan oleh pengurus dan anggota IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo, Minggu (9/3/2025).

Bantuan ini berasal dari donasi yang dikumpulkan melalui Pengajian Rutin Ahad Pagi. Sekretaris IPHI Ranting Sukoharjo, Sutaryo, menjelaskan bahwa jamaah haji dan umrah secara sukarela berdonasi setelah mengetahui kondisi rumah Subardi yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon keluwih.

“Kami membuka donasi selama lima hari dan berhasil mengumpulkan dari 27 jamaah yang dengan ikhlas membantu,” ujar Sutaryo.

Sementara itu, Suripto menambahkan bahwa aksi penggalangan dana seperti ini telah menjadi bagian dari tradisi kepedulian sosial IPHI. Selain membantu pembangunan gedung IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo, organisasi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu warga yang tertimpa musibah.

“Kami tidak melihat besar atau kecilnya bantuan, yang terpenting adalah kebersamaan dalam menghadapi musibah. Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” ungkapnya.

Subardi dan keluarganya menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur.

“Kami sangat berterima kasih kepada para Haji Sukoharjo atas kepeduliannya. Bantuan ini akan kami gunakan untuk memperbaiki rumah kami. Semoga menjadi amal jariah yang diterima oleh Allah SWT. Aamiin,” tuturnya.

Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh rombongan IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga yang terdampak musibah. Semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai wujud nyata solidaritas dan kebersamaan. (KIM Ngaglik – SRP)