Kajian Ramadhan Momentum IGABA Bina Guru PAUD Cabang Berbah

Sleman – Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Berbah bersama Majelis PAUD DASMEN Aisyiyah cabang Berbah dan Pengurus Harian PCA Berbah mengadakan Kajian Ramadhan 1446 H, yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Krikilan, Tegaltirto Berbah, Sleman.  Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, sejak tangal 10 hingga 12 Maret 2025.

Ketua Majelis PAUD Dasmen Aisyiyah Berbah, Hj. Esti Jumanah menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan dibulan Ramadhan sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan guru PAUD (KB-TK ABA) cabang Berbah.

“Dalam kegiatan ini guru diharapkan bisa untuk mengikuti materi-materi yang disampaikan,” ucap Esti.

Adapun materi yang dipaparkan, antara lain hafalan surat-surat pendek, praktek wudhu, salat berjamaah. Materi kajian tersebut akan disampaikan oleh Wakil Ketua MTP PDA Sleman, Sri Sumiyarsi.

“Diharapkan semua guru bisa mengikuti dari awal sampai akhir kegiatan selama tiga hari,” tambah Esti.

Wakil Ketua PCA Berbah, Yuliani Murtiningsih mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Sri Sumiyarsi atas waktu yang diberikan untuk menjadi narasumber dalam kajian kali ini.

 “Kajian ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan selama tiga hari berturut-turut dengan tema yang berbeda-beda,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga disampaikan pemberian tali asih untuk Guru Tetap Yayasan (GTY) non sertifikasi. “Semoga kegiatan ini terus berjalan dan semakin banyak ilmu yang didapatkan,” pungkas Yuliani.

Wakil ketua MTP PDA Sleman, Sri Sumiyarsi sebagai narasumber menyampaikan agar guru PAUD (KB-TK ABA) dapat mempraktekkan dengan benar dan konsisten dalam ilmu yang didapat. Terlebih dalam penyampaiannya kepada peserta didik karena sebagai dasar utama.

“Namun haruslah yang sesuai dengan tuntunan Himpunan Putusan Tarjeh (HPT) yang telah dianjurkan oleh PP Muhammadiyah,” pesan Sri Sumiarsi. (Kusnadi / KIM Berbah)




RA Sholihin Gandeng Lazisnu Sleman Tanamkan Cinta Sedekah Sejak Dini

Sleman – Kantor Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman menjadi saksi kegiatan edukatif anak usia dini bertajuk ‘Cinta Sedekah Sejak Dini’ yang berlangsung pada Selasa (11/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh belasan anak usia dini dari lembaga pendidikan Islam Raudhatul Athfal (RA) Sholihin Sleman. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, acara ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial dan kebiasaan berbagi sejak dini.

Dalam sambutannya, Ketua Lazisnu Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin menyampaikan pentingnya mengenalkan konsep sedekah kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak adalah generasi penerus, jika sejak kecil sudah terbiasa bersedekah, maka di masa depan mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang dermawan dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ini dirancang dengan metode yang menarik dan sesuai dengan usia anak-anak. Para siswa RA Sholihin diajak mendengarkan kisah inspiratif tentang keutamaan sedekah dalam Islam, termasuk kisah Rasulullah yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan.

“Dengan cara ini, anak-anak lebih mudah memahami bahwa berbagi merupakan perbuatan yang mulia dan membawa berkah,” tutur Hani.

Lebih lanjut, anak-anak diajak untuk langsung mempraktikkan sedekah dengan cara memasukkan uang ke dalam kotak amal yang telah disediakan, serta menyetorkan sedekahnya di loket kepada petugas penerimaan zakat, infaq dan sedekah. Hal ini bertujuan untuk membangun kebiasaan berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun nominalnya kecil, kebiasaan ini akan terus tertanam dalam jiwa mereka hingga dewasa.

Untuk menambah keseruan acara, Luthfy Avian Ananda selaku Sekretaris Lazisnu Sleman mempraktikkan permainan edukatif yang berkaitan dengan konsep berbagi dan kepedulian sosial. Salah satu permainan yang paling disukai anak-anak adalah ‘Kotak Misteri Kebaikan’ di mana mereka mengambil kartu berisi tantangan kebaikan, seperti berbagi makanan dengan teman atau membantu orang tua di rumah.

Sementara, Kepala Sekolah RA Sholihin, Siti Aisyah bersama wali murid dan guru yang turut hadir dalam acara ini sangat mengapresiasi inisiatif Lazisnu Kabupaten Sleman dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif semacam ini.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar anak-anak semakin terbiasa dengan nilai-nilai kebaikan sejak dini,” ujar Aisyah.

Selain menanamkan kebiasaan sedekah, kegiatan edukatif ini pun mengajarkan kepada anak-anak bahwa berbagi tidak hanya dalam bentuk materi, namun juga dalam bentuk tenaga, perhatian, dan kasih sayang. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan edukasi, Lazisnu Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus membentuk generasi muda yang memiliki jiwa sosial tinggi dan cinta terhadap sesama. Semoga para siswa RA Sholihin dapat mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari dan menjadikan sedekah sebagai bagian dari kehidupannya, serta semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat sejak usia dini. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Stadion Maguwoharjo Siap Kembali Jadi Kandang PSS Sleman

Sleman – PSS Sleman dipastikan dapat kembali berlaga di Stadion Maguwoharjo setelah melalui proses renovasi. Kepastian ini diperoleh setelah Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melakukan koordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY, Rabu (12/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Stadion Maguwoharjo dapat segera digunakan kembali oleh Super Elja untuk menjalani tiga laga kandang terakhir di musim ini. Harda menegaskan bahwa koordinasi dengan BPPW DIY sebagai pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR telah menghasilkan titik terang terkait pemanfaatan stadion yang direnovasi sejak 27 Desember 2023.

“Tujuan utama kami berkoordinasi adalah memastikan PSS Sleman dapat kembali bermain di kandang sendiri. Dengan kepastian ini, saya berharap performa tim semakin meningkat di sisa laga musim ini sehingga tetap kompetitif di Liga 1,” ujar Harda.

Harda menyampaikan bahwa BPPW DIY berkomitmen menyelesaikan seluruh sarana prasarana pendukung yang masih dalam tahap pengerjaan. Setelah rampung, stadion akan segera diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman untuk dikelola lebih lanjut.

“Saya optimistis tiga laga kandang terakhir PSS Sleman musim ini bisa dimainkan di Stadion Maguwoharjo,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPPW DIY, Jonny Zainuri Echsan, menegaskan pihaknya akan mempercepat penyelesaian pengerjaan stadion agar segera bisa digunakan oleh PSS Sleman.

“Setelah proses ini selesai, stadion akan kami serahkan kepada Pemkab Sleman. Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik agar tetap layak digunakan,” ujar Jonny.

Dengan kepastian ini, PSS Sleman dan para pendukungnya dapat kembali merasakan atmosfer pertandingan di kandang sendiri. Stadion Maguwoharjo diharapkan tidak hanya menjadi markas bagi Super Elja, tetapi juga mendukung perkembangan sepak bola di Sleman secara keseluruhan.




Lazisnu Sleman Gelar Ngaji Literasi Fiqih Beri Panduan Berzakat dan Berpuasa Sesuai Syariat Islam

Sleman – Untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan benar mengenai ketentuan fiqih terkait puasa, zakat, fidyah, dan kafarat sesuai dengan syariat Islam, Direktorat Kepesantrenan Eksternal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan bertajuk Ngaji Literasi yang berlangsung di Gedung Amphitheater Lt. II Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Rabu (12/3/2025).

Kegiatan yang dipandu Mohammad Alfuniam selaku moderator, menghadirkan KH. Mohammad Hasyim, salah satu ulama terkemuka yang juga menjabat sebagai Syuriah PCNU Kabupaten Sleman sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam kajian fiqih ini, Ketua Lazisnu Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin didampingi Luthfy Avian Ananda selaku Sekretaris.

Dalam diskusinya, dihadapan puluhan mahasiswa dan relawan NU Care-Lazisnu, KH. Mohammad Hasyim menjelaskan bahwa zakat, fidyah, dan kafarat merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang berkaitan dengan aspek ibadah dan sosial. Ia menekankan bahwa pemahaman yang benar mengenai ketentuan fiqih ini akan membantu umat Islam dalam menunaikan kewajiban mereka secara tepat sesuai dengan syariat.

Terkait zakat, KH. Mohammad Hasyim menjelaskan tentang berbagai jenis zakat yang wajib ditunaikan, seperti zakat fitrah dan zakat mal. Dirinya menyoroti bahwa zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu kesejahteraan umat. Selain itu, Ia pun mengingatkan pentingnya menyalurkan zakat kepada mustahik yang berhak sesuai dengan delapan golongan penerima zakat yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Dengan pemahaman yang baik, umat Islam dapat menunaikan kewajiban ibadahnya sesuai dengan syariat Islam,” tandasnya.

Kajian sore menjelang berbuka puasa ini juga mengulas perihal fidyah sebagai kompensasi bagi mereka yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena uzur syar’i, seperti menderita penyakit kronis atau menahun yang tidak memungkinkan untuk berpuasa dan tidak ada harapan sembuh atau usia lanjut, dan wanita hamil atau menyusui karena khawatir akan kesehatan bayi atau dirinya sendiri.

Menurut KH. Hasyim, fidyah harus dibayarkan dalam bentuk makanan pokok dan tidak boleh diganti dengan uang, sesuai dengan tuntunan fiqih. Adapun besaran fidyah yang harus dibayarkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa adalah 1 mud atau sekitar 0,6 kg makanan pokok per hari puasa yang ditinggalkan. Jika seseorang tidak berpuasa selama 30 hari, maka harus membayar fidyah sebanyak 30 mud atau sekitar 18 kg beras, yang diberikan kepada fakir miskin.

“Fidyah bisa diberikan sekaligus atau bertahap, tergantung kemampuan,” lanjutnya.

Diskusi dalam Ngaji Literasi ini semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab. Para peserta yang hadir, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum, aktif bertanya mengenai berbagai kasus praktis terkait zakat, fidyah, dan kafarat. KH. Mohammad Hasyim memberikan jawaban yang jelas dan aplikatif, sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

Selain itu, kajian fiqih ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan wawasan keislaman di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengadakan kajian-kajian keislaman yang bersifat edukatif dan aplikatif agar umat Islam semakin paham dan mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik.

“Tiap individu selalulah belajar dan menggali ilmu agama, agar setiap ibadah yang dilakukan memiliki landasan yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam,” pesan KH. Hasyim menutup penjelasannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




TPID Sleman Gelar Pasar Murah di Seyegan

Sleman – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman mulai tanggal 6 – 21 Maret 2025 menggelar kegiatan Pasar Murah Barang Kebutuhan Pokok di 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman. Pasar murah ini berlangsung pada Rabu (12/3/2025) di dua kalurahan, yaitu Margokaton dan Margoluwih.

Kegiatan tersebut dimotori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, dengan menggandeng sejumlah distributor bahan pokok di Sleman, seperti Bulog, Gapoktan Sidomulyo Godean, Pinsar Petelur Nasional (PPN), dan Saliman.

Perwakilan Disperindag Sleman, Fitria Nurhayati menuturkan pasar murah di wilayah Seyegan merupakan putaran ke-5 dengan jadwal tiga lokasi per hari.

“Hanya di beberapa tempat pemilihan lokasi pasar murahnya kurang tepat, sehingga jumlah pengunjungnya berkurang,” jelas Fitria ketika ditanya tentang kendala di lokasi.

Fitria juga menambahkan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah adalah ongkos distribusi dengan memberikan subsidi Rp 2000 per kilogram atau per liter untuk masing-masing bahan pokok. Mengingat, kegiatan ini masyarakat yang kurang mampu.

“Yang jelas yang beli di pasar murah, tidak ada yang bermobil,” tambah Fitria.

Selanjutnya ditemui di Kalurahan Margoluwih, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Murah Barang Kebutuhan pokok Masyarakat ini memang murni diperuntukkan untuk distributor bahan pokok yang telah bekerja sama dengan Disperindag. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak menggandeng UMKM setempat.

“Ada event tersendiri yang sudah kita persiapkan untuk memasarkan produk UMKM Seyegan dalam bentuk Pasar Lebaran pada tanggal 20 Maret mendatang,” jelas Rini. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)