CSR Berkah Ramadhan: Pakuwon Mall Jogja Bersama Condongcatur Bagikan Sembako untuk Warga

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan semangat berbagi, Pakuwon Mall Jogja menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Berkah Ramadhan, Jumat (14/3/2025).

Acara ini berlangsung dengan penuh kebersamaan, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk manajemen Pakuwon Mall Jogja, Jajaran Pemerintah Condongcatur, Lurah, Dukuh Kaliwaru, Dukuh Sanggrahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Condongcatur yang turut serta dalam memastikan kelancaran serta keamanan jalannya acara serta warga penerima manfaat

General Manager Pakuwon Mall Jogja, Vicky Ratih dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menciptakan manfaat sosial, khususnya di bulan penuh berkah ini

“Pakuwon Mall Jogja kedepan berkomitmen untuk terus melaksanakan program serupa guna mempererat hubungan antara dunia usaha dan masyarakat” ucapnya

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mewakili Pemerintah Kalurahan Condongcatur memberikan apresiasi atas inisiatif Pakuwon Mall Jogja dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan

“Dengan adanya kegiatan CSR Berkah Ramadhan dari Pakuwon Mall Jogja ini diharapkan semakin banyak dunia usaha yang terinspirasi untuk berbagi dan mendukung kesejahteraan sosial di wilayahnya masing masing khususnya di Kabupaten Sleman” tuturnya

Puncak kegiatan adalah penyerahan sembako secara simbolis kepada perwakilan warga, yang diwakili oleh beberapa Ketua RW sekitar lokasi Pakuwon Mall Jogja. (Wasana / Kim Depok)




Pemkab Sleman Evaluasi Kinerja Kapanewon Ngaglik Tahun 2024  

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar evaluasi kinerja Kapanewon Ngaglik pada Jumat (14/03/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menilai efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Kapanewon Ngaglik selama tahun 2024, dan mengukur peningkatan kinerja dalam berbagai aspek, termasuk pelayanan publik, pelaksanaan kebijakan daerah, serta sinergi dengan berbagai pihak.

Acara ini dibuka dengan sambutan sekaligus paparan dari Panewu Anom Ngaglik, Bambang Entri, yang mewakili Kapanewon dalam menjelaskan struktur organisasi, kondisi geografis, serta berbagai permasalahan yang dihadapi selama tahun 2024 dan upaya penyelesaiannya.

“Tantangan utama yang dihadapi Kapanewon Ngaglik, termasuk dalam bidang infrastruktur, pelayanan publik, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan sektor swasta. Kemudian program-program unggulan yang telah dijalankan serta inovasi dalam pelayanan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Tim Bagian Pemerintahan Kabupaten Sleman, yang diwakili oleh Hana Melita Ekasari pada kesempatan itu turut memberikan paparan mengenai indikator evaluasi yang digunakan dalam proses monitoring ini. Evaluasi tidak hanya berfokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga pada efektivitas pelayanan publik, dan implementasi kebijakan kepala daerah yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.

“Asesmen dan survei sebelumnya telah dilakukan untuk melihat perkembangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga evaluasi ini menjadi ajang penilaian apakah terjadi peningkatan dalam berbagai sektor,” jelas Hana.

Adapun kriteria penilaian yang dilakukan ialah kualitas pelayanan publik, efisiensi dalam penanganan administrasi kependudukan, sinergi kapanewon dengan kalurahan, hubungan dengan sektor swasta dan masyarakat, partisipasi aktif masyarakat dalam program pemeritah, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah.

Penilaian tersebut dilakukan oleh tim juri independen yang berasal dari akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kehadiran akademisi dari kedua perguruan tinggi ternama ini diharapkan dapat memberikan perspektif objektif serta masukan yang konstruktif dalam upaya peningkatan kinerja Kapanewon Ngaglik ke depan.

Dengan begitu, evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Pemerintah Kapanewon Ngaglik. Selain itu, hasil dari monitoring ini akan menjadi bahan rekomendasi untuk penyusunan program kerja ke depan, sehingga Pemerintahan Kapanewon Ngaglik semakin responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (Eka Sastra Kurniawan -KIM DSN)




Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Sleman Dorong Akses Pendidikan yang Lebih Baik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penanggulangan kemiskinan di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, pada Kamis (13/3).

Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Sepeda Mas (Sekretariat Pemberdayaan Masyarakat) Sleman ini, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa pendidikan menjadi faktor utama dalam memutus rantai kemiskinan. Ia menyoroti pentingnya akses pendidikan yang baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat memperoleh keterampilan dan pekerjaan yang layak di masa depan.

“Kita punya program beasiswa Sleman Pintar yang terus kita evaluasi hasilnya. Dengan pendidikan yang baik, anak-anak Sleman bisa terampil, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Danang.

Selain menyoroti pendidikan, monev ini juga bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan di kapanewon-kapanewon, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi serta mendapatkan informasi mengenai program-program pemerintah yang dapat diakses.

“Forum ini penting karena selain pemerintah bisa melihat langsung progres program yang dijalankan, masyarakat juga bisa menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Mustadi.

Melalui monev ini, Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus memperbaiki strategi dalam penanggulangan kemiskinan, dengan menekankan pada aspek pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta kemudahan akses terhadap berbagai program sosial.




Jelang Lebaran, Kapanewon Seyegan Gelar Operasi Pasar di Sejumlah Tempat

Sleman – Tim gabungan yang dibentuk Kapanewon Seyegan melakukan operasi pasar pada Kamis (13/3/2025). Tim yang terdiri dari Polsek, Koramil, Polisi Pamong Praja, Ulu Ulu dari lima kalurahan puskesmas dan leading sector, melaksanakan pemeriksaan produk makanan dan bahan pokok yang kadaluarsa di lima lokasi berbeda.

Sebelum terjun ke lokasi, tim gabungan tersebut mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati.

“Tim dibagi dalam lima wilayah yang berbeda yaitu Seyegan Barat, Timur, Utara, dan Selatan ditambah dengan lokasi pasar Ngino yang letaknya di wilayah Kalurahan Margoagung,” jelas Rini saat menunjuk Ulu Ulu dari lima kalurahan yang menjadi penunjuk jalan di masing-masing lokasi.

Sedangkan teknis operasi pasar disampaikan oleh Retno selaku perwakilan Puskesmas Seyegan. Pada kesempatan itu, Retno menuturkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diamati pada makanan-makanan yang ada ditoko dan pasar, seperti nama toko, alamat, nama pangan dan temuannya.

Adapun temuan yang dimaksud meliputi: 1) Wadah makanan apakah berkarat, sobek, atau penyok; 2) label registrasi memuat jenis produk, kode produksi, komposisi, dan netto; 3) Nama Perusahaan, tanggal kadaluarsa dan izin edar; 4) Kondisi fisik makanan seperti bau ketengikan, warna, lender, kerenyahan, dan jamu kapang.

“Dalam pelaksanaannya, form atau blangko pemantauan yang sudah dibuat nanti menjadi tanggung jawab staf puskesmas dan selesai pengamatan form ditanda tangani oleh pemilik toko,” kata Retno.

Dari hasil operasi pasar yang dilakukan, tim gabungan memperoleh beberapa temuan, seperti roti atau kue dengan bungkus plastik yang rusak oleh gigitan tikus. Kemudian minuman dengan kemasan atau kaleng yang sudah penyok.

Tim juga menemukan makanan curah untuk lebaran yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa dan nomor IPRT. Barang temuan tersebut lantas disita oleh tim gabungan untuk dijadikan barang bukti.

“Tujuan operasi pasar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mendapatkan barang barang kebutuhan pokok, terutama untuk mengetahui kondisi kondisi barang, tanggal kadaluarsa, kandungan bahan berbahaya, dan kualitas daging yang ada di pasaran,” jelas Rini. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tumbuhkan Solidaritas Masyarakat, Lazisnu Sleman Bantu Korban Bencana Alam

Sleman – Untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan gotong royong dimasyarakat agar saling membantu, dan meringankan beban warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa pohon pasca angin kencang dan hujan lebat, maka pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman memberikan bantuan sosial, Kamis (13/3/2025).

Bencana alam tersebut mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, salah satunya milik Subardi, warga Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik. Menurut keterangan Subardi, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa atap rumahnya hingga mengalami kerusakan parah.

Menanggapi kejadian tersebut, pengurus Lazisnu Kabupaten Sleman segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan. Bentuk penyaluran zakat mal melalui program peduli bencana, Lazisnu Sleman memberi bantuan berupa uang tunai dan bahan bangunan yang diterima langsung oleh Subardi guna membantu proses perbaikan rumahnya. Selain itu, relawan NU Care-Lazisnu bersama warga masyarakat setempat juga ikut bergotong-royong membersihkan puing-puing serta sisa pohon yang tumbang.

Ketua Lazisnu Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin didampingi Sekretarisnya, Luthfy Avian Ananda mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap warga yang tertimpa musibah. Ia berharap santunan yang diberikan dapat meringankan beban korban dan mempercepat proses pemulihan rumah yang rusak. Pihaknya selalu berusaha hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat seperti ini.

Selain memberikan santunan kepada pemilik rumah, Hani juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. Sekaligus mengimbau warga untuk memangkas pohon yang terlalu tinggi atau rawan tumbang agar kejadian serupa bisa diminimalisir di kemudian hari.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian yang dialami cukup besar,” ujarnya.

Warga sekitar turut mengapresiasi kepedulian Nahdlatul Ulama yang tanggap dalam membantu korban bencana. Mereka pun mendoakan agar Lazisnu Sleman semakin maju dan dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan langkah mitigasi bencana. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Ke depan, Lazisnu Sleman berkomitmen untuk terus hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Lembaga ini pun mengajak masyarakat yang mampu untuk berdonasi agar lebih banyak warga terdampak bencana yang dapat memperoleh bantuan.

Dengan adanya aksi sosial seperti ini, diharapkan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah kunci dalam menghadapi berbagai musibah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)