Safari Tarawih di Kertodadi, Pemkal Pakembinangun Ingatkan Keamanan dan Moral Anak Muda

Sleman – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Pakembinangun menggelar Safari Tarawih di Masjid Nurul Iman Kertodadi, Pakembinangun, pada Senin (17/3/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perangkat kalurahan yang turut menunaikan salat Isya dan Tarawih bersama warga.

Salat Isya dan Tarawih dipimpin oleh Marzuki, selaku Kamituwo Pakembinangun. Usai salat Witir, acara dilanjutkan dengan penyambutan tim Safari Tarawih oleh takmir masjid, dengan pembawa acara dua mahasiswi yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kertodadi.

Dalam sambutannya, Penjabat (PJ) Lurah Pakembinangun, Djoko Mulyono, menyampaikan pesan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengingatkan warga agar memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum berangkat tarawih.

“Pastikan tidak ada kompor menyala, pintu terkunci rapat, dan lingkungan aman dari potensi pencurian maupun kebakaran,” ujarnya.

Djoko juga menyoroti maraknya aksi kejahatan remaja seperti klithih dan perang sarung yang belakangan terjadi di sekitar Kalurahan Pakembinangun. Ia mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak, terutama pada malam hari.

“Jangan biarkan anak-anak keluar tanpa izin, apalagi larut malam. Energi mereka harus disalurkan ke kegiatan positif agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” lanjutnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkal Pakembinangun juga memberikan bantuan stimulan untuk pembangunan Masjid Nurul Iman Kertodadi, yang diterima langsung oleh pengurus takmir, Nuzul Nur Afandi.

Acara ditutup dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Marzuki. Ia mengulas pentingnya akidah, syariah, dan akhlak sebagai landasan utama dalam menjalankan amal saleh.

Safari Tarawih ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat, serta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan pembinaan generasi muda. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Peringatan Hari Kedaulatan Negara, Momentum Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Bangsa

Sleman – Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara menjadi momen refleksi untuk menanamkan semangat patriotisme dan memperkuat kepribadian bangsa. Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar upacara peringatan di halaman kantor setempat pada Senin (17/3/2025), sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Upacara dipimpin oleh Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, yang menegaskan bahwa Hari Penegakan Kedaulatan Negara merupakan pengingat akan Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa ini membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia tetap tegak berdiri meski mendapat tekanan dari penjajah.

“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, serta membangun semangat kerja yang lebih profesional dan humanis,” ujar AKP Bowo dalam amanatnya.

Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera dari pamong Kalurahan Nogotirto, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian kegiatan juga mencakup pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta sejarah singkat Hari Penegakan Kedaulatan Negara, guna memperkuat nilai kebangsaan dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Dalam kesempatan yang sama, AKP Bowo menyoroti peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang kini memasuki usia ke-75. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum.

Ditegaskan pula bahwa kedaulatan negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia. Di era globalisasi, ancaman terhadap kedaulatan tidak hanya berbentuk penjajahan fisik, tetapi juga digital, ekonomi, dan budaya. Oleh karena itu, semangat perjuangan para pahlawan harus tetap hidup dalam berbagai aspek kehidupan.

“Semoga nilai-nilai perjuangan ini terus menginspirasi masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan bermartabat. Dengan persatuan dan gotong royong, bangsa ini dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup AKP Bowo. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Pemkab Sleman Dorong Kalurahan Optimalkan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan guna mendukung swasembada pangan di tingkat desa. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan yang digelar di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan, Senin (17/3/2025).

Rakor tersebut dihadiri oleh lurah dari lima kalurahan di Seyegan, didampingi ulu-ulu, pengurus Bumkalma Margo Manunggal Seyegan, Dewan Pengawas Bumkalma, pendamping desa, serta Ketua KIM Seyegan. Rakor dipimpin oleh Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, yang mewakili Panewu Seyegan.

Dalam sambutannya, Rini menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan program ketahanan pangan di kalurahan, sesuai dengan Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan. Panduan ini mengarahkan penggunaan Dana Desa untuk mendukung swasembada pangan melalui berbagai inisiatif ekonomi berbasis masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah program baru yang harus segera dipelajari dan diimplementasikan. Oleh karena itu, koordinasi seperti ini sangat penting untuk memastikan kesiapan semua pihak,” ujar Rini.

Ketua Dewan Pengawas Bumkalma Seyegan sekaligus Lurah Margodadi, Jalmo Susilodiprojo, menyatakan bahwa kalurahan di wilayahnya siap mengalokasikan 20% dari Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai penyertaan modal ke Bumkalma, yang bertugas mengelola dan mengembangkan usaha berbasis pangan.

Direktur Bumkalma Seyegan, Tri Kusuma Wardani, menjelaskan bahwa alokasi dana ketahanan pangan ini akan difokuskan pada tiga aspek utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bumkalma akan membangun dan mengelola dapur yang menyediakan bahan pangan berkualitas.

“Bumkalma akan berperan dalam menghidupkan ekonomi masyarakat dengan mengelola dapur sebagai penyedia bahan pangan yang mendukung program MBG,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Bumkalma telah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan asumsi setiap kalurahan menyertakan modal sebesar Rp200 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk persiapan produksi, pengadaan sarana dan infrastruktur, termasuk pembangunan gudang, transportasi, serta fasilitas penyimpanan dingin (cool storage). Rencananya, di Seyegan akan dibangun tiga dapur sebagai pusat pengolahan pangan.

Tri Kusuma juga meminta masukan dari para lurah terkait besaran penyertaan modal, yang nantinya akan ditentukan melalui Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus). Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) di masing-masing wilayah agar program ini dapat memberdayakan lebih banyak masyarakat.

“Bumkalma berharap pemetaan potensi segera dilakukan agar setiap kalurahan memiliki fokus tematik dalam program ketahanan pangan, baik di sektor pertanian maupun perikanan,” tambahnya.

Rakor ini menghasilkan berbagai masukan dari pihak kapanewon, pendamping desa, dan perwakilan kalurahan yang semakin memperkuat peran Bumkalma sebagai pengelola penyertaan modal. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pembangunan Sleman Digenjot: Infrastruktur Maju, Lingkungan Terjaga

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan merata. Hal ini ia sampaikan dalam program Gelar Parlemen yang disiarkan langsung di TVRI Yogyakarta pada Senin (17/3/2025). Dalam diskusi tersebut, Danang didampingi Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda untuk membahas berbagai program prioritas di bawah visi Sleman Maju, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban.

Danang menekankan bahwa pembangunan di Sleman membutuhkan inovasi, keberanian, dan kepemimpinan yang progresif. Ia berkomitmen untuk merealisasikan perubahan nyata yang belum terlaksana di periode sebelumnya.

“Sleman memiliki potensi besar, tetapi juga tantangan yang tidak kecil. Kami ingin membawa perubahan nyata dalam pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Salah satu program prioritas yang tengah berjalan adalah pembangunan jalan kabupaten sepanjang 600 km. Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, menyatakan bahwa program ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan akan dikawal ketat untuk memastikan realisasinya.

“Janji ‘Sleman Dalane Alus, Dalane Padang’ mulai kami wujudkan. Kami sudah membahas anggarannya dan menentukan jalan mana yang akan dibangun setiap tahunnya,” ungkap Gustan.

Selain infrastruktur, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Menurut Danang, Sleman menghasilkan sekitar 300 ton sampah per hari. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kalasan, Minggir, dan Turi.

“Tiga TPST ini akan membantu mengurangi volume sampah. Selain itu, tahun ini kami telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di Sleman tengah untuk pengolahan sampah non-organik,” jelasnya.

Pemerintah Sleman juga menjalankan berbagai program sosial dan pelayanan publik, seperti Sleman Bergas Waras Cerdas (peningkatan kesehatan dan pendidikan), Sleman Gesit Lan Ngayomi (pemerintahan yang cepat tanggap), serta Sleman Rahayu (kesejahteraan dan keselamatan warga).

Danang berharap semua program ini dapat direalisasikan dengan baik agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sleman.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Dengan kerja sama semua pihak, saya optimistis Sleman akan terus maju dan berkembang,” pungkasnya.




Stadion Maguwoharjo Resmi Rampung, Siap Gelar Laga PSS Sleman 17 April

Sleman – Renovasi Stadion Maguwoharjo akhirnya rampung dan diresmikan secara daring oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (17/3). Peresmian ini berlangsung serentak dengan 17 stadion lain di berbagai daerah, yang terpusat di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Jonny Zainuri Echsan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya renovasi stadion yang telah berlangsung sejak 2023. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas ini agar tetap dalam kondisi terbaik dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk olahraga dan pengembangan prestasi atlet Sleman.

“Ini aset kita bersama. Mari kita jaga agar apa yang telah dibangun oleh pemerintah pusat bisa kita manfaatkan dengan baik. Jangan hanya bangga memiliki stadion baru, tetapi juga harus ikut merawatnya,” ujar Harda.

Lebih lanjut, Harda memastikan bahwa Stadion Maguwoharjo siap digunakan untuk pertandingan kandang PSS Sleman melawan Dewa United pada 17 April 2025. Ia mengajak suporter PSS Sleman untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan mereka.

“Alhamdulillah, stadion ini siap digunakan untuk pertandingan home PSS pada 17 April. Saya harap para suporter datang langsung ke stadion untuk mendukung tim. PSS harus bertahan di Liga 1, dan saya yakin itu bisa terwujud,” katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X juga mengapresiasi hasil renovasi yang telah dilakukan. Menurutnya, fasilitas di Stadion Maguwoharjo kini telah memenuhi standar, termasuk dalam hal pencahayaan, kursi penonton, dan kualitas rumput lapangan.

“Secara umum, stadion ini sudah bagus dan sesuai standar. Lampu, kursi, dan rumput sudah memenuhi ketentuan,” ungkap Sri Sultan.

Dengan peresmian ini, Stadion Maguwoharjo kembali siap menjadi pusat aktivitas olahraga dan mendukung perkembangan sepak bola di Sleman, khususnya bagi PSS Sleman dan para penggemarnya.