Kegiatan Perpisahan dan Penarikan Mahasiswa KKN RPL UNY di Padukuhan Pringwulung

Sleman – Setelah dua bulan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kalurahan Condongcatur yaitu di Padukuhan Pringwulung, Manukan dan Padukuhan Kayen, sebanyak 24 mahasiswa dari berbagai jurusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi ditarik dalam sebuah acara yang berlangsung di Ruang Wacanaloka, Rabu (19/3/2025).

Acara penarikan mahasiswa KKN (RPL) Rekognisi Pembelajaran Lampau dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN Padukuhan Pringwulung, Eka Ary Wibawa, dan DPL Tim KKN Padukuhan Manukan dan Kayen, Dr. Nur Rohmah Muktiani, Lurah, Carik, Dukuh Pringwulung, Dukuh Manukan, Dukuh Kayen, dan beberapa tokoh masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan, Eka Ary Wibawa mewakili UNY menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas diizinkanya mahasiswa UNY melakukan KKN RPL di Wilayah Kalurahan Condongcatur.

“24 mahasiswa kami melakukan KKN pengabdian pada masyarakat di tiga lokasi penempatan meliputi Padukuhan Pringwulung, Manukan dan Padukuhan Kayen. Maka per tanggal 19 Maret 2025 hari ini secara resmi dilakukan penarikan mahasiswa KKN RPL UNY. Mohon ijin apabila kami telah merepotkan Bapak/Ibu selama kegiatan KKN UNY di wilayah panjengan semua,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eka Ary menjelaskan Mahasiswa KKN ini menghasilkan berbagai karya, di antaranya booklet dan video dokumentasi program-program kerja kegiatan yang telah dilaksanakan di masing-masing padukuhan. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dan referensi bagi masyarakat setempat dalam pengembangan wilayah ke depan.

“Mohon maaf apabila mahasiswa kami terdapat kekurangan maupun kekhilafan selama bergaul, berbaur dan bersosialisasi dimasyarakat, atas program kerja yang mungkin belum maksimal,” pungkasnya.

Dalam sambutannya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan harapanya agar program KKN ini dapat berkelanjutan dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi adik-adik mahasiswa selama dua bulan ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan di lapangan bisa menjadi bekal untuk masa depan dan semoga program seperti ini terus berlanjut demi kemajuan Kalurahan Condongcatur,” ujarnya.

Ditambahkan Lurah Condongcatur, dengan berakhirnya masa KKN, para mahasiswa diharapkan tetap menjaga silaturahmi dengan masyarakat dan terus berkontribusi dalam berbagai aspek pembangunan, baik di lingkungan akademik maupun di kehidupan bermasyarakat.  (Wasana / Kim Depok)




Condongcatur Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Program Spesial Ramadhan

Sleman – Dalam semangat kolaborasi dan pemberdayaan UMKM, Ruang 412, DRW Corp bersama Kalurahan Condongcatur mengadakan program spesial Ramadhan yang menghadirkan Presentasi UMKM se-Condongcatur bertemnpat di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Selasa (18/3/2025).

Founder DRW Skincare, Wahyu Triasmara dalam sambutanya menyampaikan DRW Peduli UMKM Belajar, Berbagi, Bersinergi. Kegiatan ini diproyeksikan sebagai wadah utama berisi pengalaman para penggiat UMKM dalam menyajikan produk secara menarik dan efektif kepada audiens. Kelas ini pun bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam mempresentasikan produk, membangun daya tarik bisnis, serta menciptakan koneksi yang kuat dengan pelanggan potensial.

“Melalui presentasi UMKM ini, ibu-ibu semua dan UMKM yang ada bisa berkembang secara signifikan. Kita di sini juga menunjukan bahwa UMKM adalah tonggak perekonomian Indonesia. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan keterampilan komunikasi bisnis mereka, meningkatkan daya saing produk di pasar, serta memperluas jaringan dan kolaborasi dengan komunitas bisnis lainnya serta bisa dilirik dan dilihat oleh kementrian EKRAF bahwa bisnis kecil-kecil di daerah memiliki potensi yang sama,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, Kalurahan Condongcatur memfasilitasi para peserta forum UMKM yang diajak untuk memahami bagaimana mengemas informasi produk dengan cara yang mudah dipahami, menarik, dan mampu menciptakan urgensi bagi audiens untuk mengambil tindakan.

“Teknik-teknik ini sangat penting, terutama diera digital saat ini. Di mana visual dan komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam menarik perhatian pasar,” jelasnya.

Presentasi UMKM ini menghadirkan 12 UMKM yang berlatar belakang kriya, fashion, dan kuliner yang merupakan tiga dari tujuh belas subsektor EKRAF yang direkomendasikan kementrian. Acara ini juga dihadiri para panelis yang ahli dalam bidangnya seperti Founder DRW Skincare, Dr. Wahyu Triasmara, Founder Semesta Network, Muhammad Hafidullah, dan Pelaksana Teknis Kalurahan Condongcatur, Wanda Wira.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyambut baik kegiatan ini karena mendukung UMKM di Condongcatur untuk terus berbenah, berkembang dan berkarya menghasilkan produk yang terbaik sesuai standar di pasaran.

“Harapanya acara ini dapat terlaksanan berkelanjutan dan memiliki dampak sosial yang lebih luas, artinya dapat di implementasikan di daerah dan kalurahan lain,” ungkapnya. (Wasana / Kim Depok)




KB Tunas Bangsa Bagikan 16 Paket Sembako kepada Kaum Dhuafa

Sleman – Guna memberikan pendidikan agar anak memiliki jiwa sosial dan empati kepada sesame, Kelompok Bermain (KB) Tunas Bangsa Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman menggelar bakti sosial, Rabu (19/3/2025).

Kepala PAUD dan KB Tunas Bangsa Riningsih menuturkan bahwa dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, KB Tunas Bangsa memberikan 16 paket sembako untuk para dhuafa di sekitar KB Tunas Bangsa.

“Kami libatkan langsung anak didik, untuk bisa memberikan pendidikan secara langsung agar anak memiliki jiwa sosial, peduli, dan empati kepada sesame,” ungkap Riningsih.

Didampingi para guru, anak-anak memberikan paket sembako kepada para dhuafa. Dengan begitu, diharapkan anak-anak dapat melakukan komunikasi dan berinteraksi secara langsung kepada warga sejak dini.

“Hal tersebut sangat penting agar nanti kalau anak sudah tumbuh dewasa tidak canggung untuk berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitar,” imbuh Riningsih.

“Alhamdulillah pada setiap menjelang lebaran kami selalu membagikan paket sembako untuk para dhuafa di sekitar,” tandasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Perlunya Pendampingan Tumbuh Kembang Remaja Demi Masa Depan Gemilang

Sleman – Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Dalam fase ini, remaja mulai mencari jati diri dan membangun pemahaman tentang dunia di sekitarnya. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar sangat menentukan bagaimana remaja menjalani proses pendewasaan. Komunikasi yang baik antara remaja dan orang tua menjadi salah satu kunci utama dalam pendampingan.

Untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai tantangan yang dihadapi remaja dan peran orang tua serta lingkungan dalam mendukung pertumbuhannya, komunitas pengajian Sehat Rohani dan Jasmani (Seroja) Banyuraden menggelar pengajian membahas pendampingan tumbuh kembang remaja yang berlangsung di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Gamping, Sleman, Selasa (18/3/2025).

Pengajian menjelang buka puasa menghadirkan dr. Bambang Edy Susyanto sebagai penceramah. Menurutnya, selain dari keluarga, pendidikan di sekolah juga memiliki peran yang sangat penting. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan wawasan yang luas kepada remaja. Program bimbingan konseling di sekolah menjadi salah satu sarana efektif untuk membantu remaja dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.

Ia menambahkan, tak hanya faktor internal, lingkungan sosial juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang remaja. Interaksi dengan teman sebaya dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Karenanya, penting bagi remaja untuk dikelilingi oleh lingkungan yang suportif dan memiliki nilai-nilai positif.

“Remaja adalah aset bangsa. Jika mereka dibimbing dengan baik, maka masa depan bangsa pun akan cerah,” tutur Bambang.

Selain pembahasan mengenai aspek keagamaan, majelis ini juga membahas aspek psikologis bahwa masa remaja adalah fase pencarian jati diri yang penuh dengan dinamika. Orang tua diharapkan dapat menjadi teman bagi anak-anak mereka agar komunikasi tetap terjalin dengan baik.

“Kunci dalam mendampingi remaja adalah memahami kebutuhan emosionalnya tanpa menghakimi,” jelasnya.

Di sisi lain, para jama’ah mengaku mendapatkan wawasan baru. Mereka merasa acara seperti ini sangat bermanfaat bagi orang tua untuk lebih memahami pola pikir anak remaja. Sehingga menjadi lebih mengerti bagaimana menghadapi anak-anak dengan lebih sabar dan bijak.

Sebagai pelengkap, Bambang membagikan kuesioner yang harus dijawab oleh peserta pengajian agar dapat dilakukan evaluasi dan mengukur sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan dalam pengajian. Kuesioner itu pun membantu pemateri untuk mengetahui apakah penyampaian materi sudah efektif atau perlu ditingkatkan.

“Kami ingin para remaja tumbuh dengan baik, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritualnya,” ujarnya.

Doa bersama pun dipanjatkan untuk memohon keberkahan dan kemudahan dalam mendidik generasi muda menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan sukses di masa depan. Harapannya, remaja dan orang tua dapat terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang mereka. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




DLH Sleman Tinjau dan Dampingi Kerberlanjutan Program PROKLIM di Berbah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan tinjau lokasi dan pendampingan Program Kampung Iklim di Padukuhan Kranggan 2, Selasa (18/3/2025), bertempat di rumah Dukuh Sukamto Kotengan Jogotirto, Berbah.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman, Eni Yuliani menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan dan pendampingan PROKLIM berdasarkan Surat Keputusan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia LHK RI Nomor 893 Tahun 2924 tanggal 29 Juli tahun 2024 tentang Penerima Penghargaan Kampung Iklim tahun 2024. Berdasarkan surat keputusan tersebut, Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi memperoleh penghargaan Trophy Proklim Utama dari Mentri KLHK RI.

“Maka dalam keberlanjutan Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang sudah dilaksanakan, Padukuhan Sangurejo dipersiapkan menjadi PROKLIM Lestari pada tahun 2026 dengan beberapa kewajiban melakukan pembinaan minimal 10 lokasi PROKLIM,” jelas Eni.

Berkaitan dengan perihal tersebut DLH Kabupaten Sleman akan melaksanakan peninjauan melalui pendamping PROKLIM Sangurejo sebagai bentuk kewajiban pembinaan terhadap proklim di sepuluh lokasi.

“Yang akan mendapatkan pendampingan adalah padukuhan yang akan maju evaluasi PROKLIM tingkat Kabupaten Sleman tahun 2025 maupun yang akan melakukan input data melalui Sistem Registrasi Nasional (SRN),” ungkapnya.

“Peninjauan dan pendampingan PROKLIM dilaksanakan mulai hari Rabu, 12 Maret sampai dengan Kamis, 20 Maret 2025 pada hari kerja. Adapun pelaksanaan dari jam WIB sampai jam WIB dan jam WIB sampai selesai,” tandas Eni.

Ia menjelaskan, proses pendampingan dilakukan di dua lokasi dalam satu hari. DLH Kabupaten Sleman juga akan menghadirkan perwakilan dari masing-masing PROKLIM.

“Untuk Kapanewon Berbah lokasi yang mendapatkan pendampingan padukuhan Berbah dan padukuhan Kranggan 2,” pungkas Eni.

Sementara, Pembina PROKLIM dari Sangurejo, Agus Kurniawan menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pencapaian sampai saat ini, dirinya dan warga setempat melakukan semua tahapan dengan berbagai rintangan dengan ikhlas. Kerja keras tersebut akhirnya berhasil menuntun Padukuhan Sangurejo mendapatkan trofi PROKLIM dari Kementrian LHK.

“Ketika kelompok kita mendapatkan pengakuan dari pemerintah atas apa yang kita lakukan, niscaya kepercayaan dari pihak ketiga akan datang dengan sendirinya seperti CSR dari Perusahaan,” ujarnya.

Agus juga menjelaskan tentang pelaporan data PROKLIM baik data perubahan iklim, bencana alam akibat perubahan iklim, penyakit akibat perubahan iklim, hingga mitigasi bencana. Data-data tersebut harus dimasukkan sistem SRN.

“Sekecil apapun perubahan atau tambahan mitigasi bencana yang dilakukan harus dicatat dan dilaporkan melalui SRN,” jelasnya.

Ahli Muda Pengendali Dampak Lingkungan DLH Sleman, Dewi Setyowati mengingatkan tentang pelengkapan profil PROKLIM yang sudah ada. Dewi menegaskan semua kegiatan harus dilengkapi dengan dokumentasi.

“Sebaiknya ada narasi yang menguatkan foto kegiatan yang dilaporkan. Narasi tersebut akan lebih memberi nilai tambah,” ujarnya. (Kusnadi / KIM Berbah)