Resmi Terima SK, Ketua Rijalul Ansor Sleman Siap Jalankan Berbagai Program Keumatan

Sleman – Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Sleman menjadi momen penting dalam penguatan kelembagaan dan kepemimpinan dalam tubuh organisasi di tingkat daerah. Acara ini menandai pengesahan kepengurusan baru yang akan bertugas dalam mengembangkan peran Rijalul Ansor sebagai wadah kaderisasi dan penguatan spiritual bagi anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Sleman.

Acara yang berlangsung di Kantor Sekretariat Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman, Rabu (19/3/2025) dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman,  Najib Yuliantoro didampingi Sekretarisnya, Taufiq Arif Mulyadi beserta pengurus harian lainnya. Penyerahan Surat Keputusan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memastikan kader-kadernya memiliki kepemimpinan yang solid dan berorientasi pada pengembangan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

Dalam sambutannya, H.M. Najib Yuliantoro yang akrab dipanggil Gus Najib menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi ini bukan sekadar amanah struktural, tetapi juga tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan kepengurusan Rijalul Ansor yang baru dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat kebersamaan.

“Rijalul Ansor memiliki peran penting dalam mencetak kader-kader yang berakhlak baik, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Usai menyerahkan Surat Keputusan, Gus Najib berharap dengan adanya kepengurusan yang sah, Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Sleman dapat lebih mudah menjalin kerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga lainnya dalam menjalankan berbagai program keumatan. Rijalul Ansor, sebagai bagian dari Gerakan Pemuda Ansor, memiliki tugas utama dalam membina para pemuda agar menjadi generasi yang religius, nasionalis, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat.

Ketua terpilih Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Sleman masa khidmat 2025-2029, Gus Muhammad Abdurahman Mu’afa menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, serta penguatan dakwah berbasis media digital guna menjangkau lebih banyak generasi muda.

Penyerahan Surat Keputusan yang disaksikan oleh Penasehat GP Ansor Kabupaten Sleman, Dr. H. Ariyanto Nugroho juga menjadi ajang silaturahmi antar kader untuk mempererat hubungan serta menyatukan visi dalam menjalankan program kerja ke depan. Dalam suasana penuh kebersamaan, seluruh peserta yang hadir menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru dan berharap agar program-program yang dirancang dapat berjalan dengan baik serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan telah diserahkannya SK kepengurusan yang baru, diharapkan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Sleman semakin solid dan mampu menjalankan program-programnya dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat, akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan organisasi ini dalam menjalankan visi dan misinya.

GP Ansor, melalui Rijalul Ansor, memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak moral dan akidah. Karenanya, kepemimpinan baru diharapkan mampu merumuskan strategi yang relevan untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut.

Ke depan, Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Sleman berencana untuk lebih aktif dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan. Lewat pendekatan yang lebih inovatif, diharapkan organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun karakter pemuda yang berlandaskan nilai-nilai Islam moderat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Kapanewon Seyegan Genjot Graduasi KPM PKH

Sleman – Pemerintah Kapanewon Seyegan terus mendorong program Graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2025 sebagai upaya untuk menekan angka kemiskinan. Graduasi di sini berarti berakhirnya kepesertaan sebagai KPM PKH.

“Graduasi bertujuan untuk mendorong KPM agar secara sadar dan mandiri mundur dari program, karena mereka sudah mampu secara ekonomi. Dengan demikian, bantuan dapat dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” ujar Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu dalam acara Graduasi PKM PKH Maret 2025 di Ruang Rapat Kantor Kapenewon Seyegan, Sleman, Kamis (20/3/2025).

Subagyo Rahayu menyebutkan bahwa dari 40 KPM yang diundang pada acara ini, ada 35 keluarga yang langsung graduasi, sedangkan ada 5 keluarga yang masih dalam proses diskusi dengan keluarga.

Sebagai bentuk komitmen, kegiatan graduasi diwarnai dengan penandatanganan surat pernyataan lulus dari KPM PKH oleh warga yang secara mandiri memilih keluar dari program. Penandatanganan ini menjadi simbol kesadaran dan kesiapan mereka untuk mandiri secara ekonomi.

Graduasi KPM PKH bisa terjadi melalui dua cara, yakni secara alami dan secara mandiri. Graduasi alami terjadi ketika penerima manfaat meninggal dunia atau sudah tidak memenuhi syarat kepesertaan. Sementara itu, graduasi mandiri dilakukan atas kesadaran sendiri bahwa kondisi ekonomi mereka sudah lebih baik sehingga tidak lagi memerlukan bantuan PKH.

Saat ini, jumlah penerima KPM PKH di Kapanewon Seyegan mencapai keluarga. Di tahun 2023, ada 25 keluarga graduasi dari target 30 keluarga yang diundang. Untuk tahun 2024, ada 47 keluarga graduasi dari target 60 keluarga yang diundang. Mulai tahun 2025, Kapanewon Seyegan menargetkan 80 orang yang bisa graduasi.

“Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Seyegan, yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 11,97 persen, menempati peringkat kedua tertinggi di Kabupaten Sleman, jauh di atas angka kemiskinan tingkat kabupaten yang berada di 7,46 persen,” tegas Subagyo.

Subagyo menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang telah lulus dari KPM PKH. Setelah graduasi, mereka akan dipetakan untuk mendapatkan bantuan lain guna memastikan taraf hidup tetap terjaga. Dukungan yang diberikan di antaranya seperti bantuan usaha melalui Badan Usaha Milik Kalurahan Mandiri (Bumkalma), sertifikasi halal dari KUA, hingga pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Sleman, Feri Istanto, menegaskan bahwa program graduasi ini penting agar bantuan sosial bisa diberikan secara lebih merata.

“Pemerintah ingin membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tetapi anggaran yang tersedia terbatas. Dengan adanya graduasi, mereka yang sudah mampu dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat lain yang masih membutuhkan bantuan,” ujar Feri Istanto.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir setelah lulus dari PKH karena masih ada berbagai bantuan sosial lain yang dapat diakses, termasuk Jaring Pengaman Sosial (JPS). Selain itu, jika ada kesulitan dalam pembiayaan sekolah, warga bisa mengajukan bantuan ke Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Salah satu warga yang telah graduasi dari KPM PKH, Supraptimah, warga Planggok, Margokaton, Seyegan, membagikan pengalamannya. Sejak tahun 2021, ia menerima bantuan PKH karena penghasilannya sebagai guru PAUD hanya sebesar Rp250 ribu per bulan, sementara ia harus menghidupi tiga anak yang masih bersekolah.

Namun, kondisi ekonominya membaik setelah gajinya meningkat menjadi Rp1,3 juta dan suaminya yang bekerja di bidang usaha rongsokan memiliki gerobak untuk usahanya. Kesadaran untuk mundur dari PKH muncul setelah ia melihat kondisi tetangganya yang lebih membutuhkan tetapi tidak mendapatkan bantuan karena kuota telah habis.

“Saya juga masih mendapatkan bantuan JPS dari Pemkab Sleman, sehingga anak-anak tetap bisa sekolah. Saya ingin mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk graduasi dari PKH, karena jika memang masih membutuhkan, pemerintah tetap menyediakan bantuan yang bisa diakses,” tutupnya.




TMMD Sengkuyung Tahap I 2025 Ditutup, Infrastruktur yang Dibangun Diharapkan Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Sleman – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 resmi ditutup pada Kamis (20/3) di Lapangan Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0732/Sleman serta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Infrastruktur yang telah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Selomartani,” ujar Danang.

Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Mohammad Zainollah, menjelaskan bahwa program TMMD kali ini mencakup pembangunan fisik dan penyuluhan nonfisik. Sasaran fisik meliputi pembangunan talud sepanjang meter serta renovasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH). Sementara itu, program nonfisik terdiri dari penyuluhan wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pencegahan kejahatan jalanan, serta edukasi tentang pencegahan stunting dan penyakit tidak menular.

Kegiatan ini berlangsung selama 30 hari, mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2025, dengan melibatkan satu satuan setingkat peleton (SST) TNI dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini didukung anggaran dari APBD DIY sebesar Rp75 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp450 juta, sehingga total anggaran mencapai Rp525 juta. Selain itu, masyarakat turut berkontribusi dengan tenaga kerja harian sebanyak 20 orang serta logistik senilai Rp30 juta.

Dengan selesainya program ini, diharapkan infrastruktur yang telah dibangun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah, TNI, dan warga dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.




Diseminasi Konten Positif Bantu Masyarakat Peroleh Informasi Program CKG yang Benar dan Akurat

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini bertujuan untuk memberikan akses pemeriksaan kesehatan yang mudah dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Keberhasilan program cek kesehatan gratis tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Dengan menyebarkan informasi secara luas, baik melalui percakapan sehari-hari maupun berbagi konten positif di media sosial, masyarakat dapat berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif.

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan akurat mengenai jadwal, lokasi, dan manfaat dari layanan kesehatan gratis yang tersedia di Daerah Istimewa Yogyakarta maka Dinas Kominfo DIY menggelar pelatihan e-business diseminasi konten positif menyukseskan program cek kesehatan gratis yang berlangsung di Aula Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/3/2025).

Sebanyak 30 peserta dari berbagai komunitas digandeng Dinas Kominfo DIY dalam penyebaran informasi konten positif. Adapun komunitas yang dimaksud antara lain Masyarakat Digital Jogja, Paguyuban Akun Informasi Jogjakarta, Forum Komunitas Difabel, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Keluarga dengan Cerebral Palsy, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Ikatan Pemuda Nadhatul Ulama, Ikatan Pemuda Muhammadiyah, Duta Kesehatan, Karang Taruna, Kelompok Informasi Masyarakat, dan media massa.

Mereka mendapatkan materi sosialisasi program pemeriksaan kesehatan gratis dari Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Siti Nurhayah Isfandiari bersama Ahli Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, dr. Braghmandita Widya Indraswari.

Materi tersebut menjadi bahan pembuatan konten-konten yang akan disebarluaskan kepada masyarakat. Konten yang akan dipublikasikan ialah informasi mengenai jadwal pemeriksaan, manfaat kesehatan preventif, dan kisah sukses masyarakat yang telah merasakan dampak positif dari program CKG.

“Dengan adanya konten positif yang tersebar luas, diharapkan masyarakat lebih sadar dan termotivasi untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari pemerintah,” terang Isfandiari.

Lebih lanjut, beragam jenis pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan yaitu PKG Ulang Tahun untuk usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas yang dimulai pada Februari 2025, PKG Sekolah  bagi usia 7 sampai 17 tahun yang dimulai di tahun ajaran baru bulan Juli 2025, serta PKG khusus ibu hamil dan balita.

Secara detil, Isfandiari menyebutkan skrining bayi baru lahir pada pelayanan kesehatan gratis mencakup skrining kekurangan hormon tiroid sejak lahir, skrining penyakit jantung bawaan kritis, skrining kelainan saluran empedu, serta skrining pertumbuhan atau berat badan.

Sedangkan jenis skrining balita dan anak pra sekolah yaitu skrining pertumbuhan (berat badan, tinggi badan, dan lingkar Kepala), skrining perkembangan (motorik, sensorik, kognitif), skrining tuberculosis, skrining telinga, skrining mata, skrining gigi, skrining talasemia, dan skrining diabetes melitus.

“Untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat bisa mendaftar, sekaligus mendapatkan notifikasi dan hasil pemeriksaan kesehatannya lewat aplikasi SATUSEHAT Mobile,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Informasimdan Komunikasi Publik Dinas Kominfo DIY, Riris Puspita Wijaya mengatakan sebagai bagian dari strategi komunikasi publik, pihaknya mengoptimalkan diseminasi konten positif melalui berbagai platform digital dan media massa. Menurutnya, peran teknologi dalam penyebaran informasi menjadi sangat krusial lewat media sosial, situs web resmi, serta aplikasi layanan publik untuk menjangkau masyarakat secara luas dan efektif.

Adanya informasi yang jelas, akurat, dan terpercaya maka masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat program cek kesehatan gratis, sehingga tidak ragu untuk memanfaatkannya. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran informasi yang efektif memiliki dampak besar terhadap perilaku masyarakat.

Ke depan, Diskominfo DIY berencana untuk terus meningkatkan strategi komunikasi publik guna menjangkau lebih banyak warga. Evaluasi dan pengembangan konten positif akan terus dilakukan agar program kesehatan serupa dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Dengan penyebaran informasi yang tepat dan efektif, kesadaran akan pentingnya kesehatan dapat semakin meningkat dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” pungkas Riris. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Operasi Ketupat 2025: Sleman Siapkan Pengamanan Mudik dan Lebaran

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Polri, TNI, dan sejumlah instansi terkait bersiap mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1446 Hijriah. Melalui Operasi Ketupat 2025, pengamanan akan difokuskan pada kelancaran lalu lintas, pencegahan kecelakaan, serta keamanan lingkungan selama masa libur Lebaran.

Operasi ini akan berlangsung pada 23 Maret–8 April 2025 di delapan Polda prioritas dan 26 Maret–8 April 2025 di 28 Polda lainnya. Berdasarkan prediksi pemerintah, puncak arus mudik terjadi pada 28–30 Maret, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 5–7 April.

Selain pengamanan lalu lintas, personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait akan disiagakan di titik-titik rawan kepadatan dan daerah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan. Pemantauan dilakukan di jalur utama mudik, pusat keramaian, dan tempat ibadah.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan pentingnya kesiapan semua pihak untuk memastikan masyarakat dapat menjalani mudik dan Lebaran dengan aman dan nyaman.

“Di saat masyarakat menikmati libur Lebaran, tim pengamanan tetap bekerja agar perjalanan mudik berjalan lancar dan masyarakat merasa aman,” ujarnya saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2025 di halaman Mapolresta Sleman, Kamis (20/3/2025).

Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga keamanan sosial. Personel akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan tindak kriminalitas selama masa Lebaran.

Dengan persiapan ini, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam perjalanan, mengikuti aturan lalu lintas, serta memanfaatkan layanan yang disediakan jika mengalami kendala selama mudik.