PMI Kapanewon Seyegan Gelar Musyawarah Kerja Tahun 2025

Sleman— Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2025 di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan pada Selasa (25/3/2025). Musyawarah ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya serta merancang program kerja PMI Seyegan ke depan, khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain Panewu Seyegan Samino, ., ., Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, perwakilan SMA Negeri 1 Seyegan, serta Kamituwa dari masing-masing kalurahan di wilayah Seyegan.

Ketua PMI Kapanewon Seyegan, Beni Sujendro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun PMI tidak selalu hadir secara langsung di setiap kegiatan masyarakat, peran dan kontribusinya tetap dirasakan luas. Ia menegaskan bahwa PMI Seyegan selalu berkoordinasi dengan relawan di lapangan, seperti Jagawarga maupun Destana (Desa Tangguh Bencana) di setiap kalurahan.

“PMI memang tidak terlibat langsung, namun perannya bisa dirasakan sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Beni.

Beni juga mengakui bahwa sebagian besar pengurus PMI Seyegan saat ini merupakan lansia. Namun, semangat dan dedikasi mereka tetap tinggi dalam mendukung kegiatan sosial, terutama donor darah yang menjadi program utama.

PMI Seyegan secara rutin menggelar donor darah empat kali dalam setahun, dengan target 20–30 kantong darah setiap kali kegiatan. Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis di Pendopo Kapanewon Seyegan dan mendapatkan respons yang cukup baik dari masyarakat. Ke depan, PMI Seyegan diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Sleman yang mencapai kantong per bulan.

“Donor darah ini terutama ditujukan untuk membantu kasus ibu hamil. Satu hari, PMI Kabupaten Sleman bisa melayani kegiatan donor darah di tiga lokasi berbeda. Sayangnya, jumlah pendonor dari wilayah Seyegan masih terbilang kurang,” tambah Beni.

Panewu Seyegan, Samino, menilai bahwa Musker PMI ini menjadi ajang evaluasi serta pemetaan potensi pendonor di wilayah Seyegan. Ia mendorong peningkatan partisipasi masyarakat melalui strategi publikasi dan edukasi yang lebih masif.

“Keterlibatan PMI Seyegan sudah cukup baik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan ini,” ujar Samino.

Samino menyarankan agar PMI memperluas jejaring informasi melalui media sosial maupun kampanye langsung, serta menyasar sekolah-sekolah (SMA dan SMK) untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini melalui edukasi dan pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Ia juga mendorong kerja sama dengan organisasi masyarakat (ormas) untuk menjaring lebih banyak pendonor.

Selain memiliki jadwal tahunan donor darah, PMI Seyegan juga diharapkan lebih aktif melakukan pendekatan ke masyarakat, misalnya melalui sosialisasi dan layanan jemput bola agar pelaksanaan donor darah lebih dekat dengan warga. Pemberian insentif atau doorprize kepada pendonor juga dinilai dapat meningkatkan minat masyarakat.

Musyawarah kerja ditutup dengan sesi diskusi untuk merumuskan strategi peningkatan jumlah pendonor dan efektivitas kegiatan donor darah pada tahun mendatang.

(Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kelola Dana CSR bagi Masyarakat, Panewu Gamping Luncurkan Inovasi Eling Gamping  

Sleman – Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Dana CSR yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan dana CSR secara tepat sangat penting agar dampaknya bisa dirasakan secara maksimal oleh mereka yang membutuhkan.

Mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 78 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah, maka Pemerintah Kapanewon Gamping kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program ‘Eling Gamping’ yang resmi diluncurkan di Pendhapa setempat, pada Rabu (26/3/2024).

Peluncuran program dilakukan oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana disaksikan oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, Anggota Komisi C DPRD Sleman, Herman Budi Pramono dan Hj. Ismi Sutarti, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Wakil Komandan Koramil Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Tamzis menuturkan bahwa program ini merupakan terobosan dalam pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan dari pihak ketiga yang tidak mengikat. Tujuannya ialah menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan secara lebih transparan dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ia menambahkan program ini lahir sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan bersama. Melalui Eling Gamping, pihaknya ingin memastikan bahwa dana CSR dari perusahaan dapat tersalurkan dengan baik dan berdampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami ingin membangun sistem yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi agar distribusi bantuan lebih efektif,” ujarnya

Program Eling Gamping memiliki logo terdiri dari gambar mata yang memiliki arti melihat, mencermati keadaan dan lingkungan meliputi aspek kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi di wilayah Gamping. Gambar tangan memiliki arti menghimpun dana dari pihak ketiga yang tidak mengikat atau sukarela dan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan tulisan Eling Gamping dimaksudkan bahwa kegiatan ini bentuk dari kepedulian kepada masyarakat Gamping yang membutuhkan. Ditambah tulisan kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi bermakna kepedulian dibidang kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi.

“Adapun slogan Eling Gamping yaitu Sehatkan, Cerdaskan, Sejahterakan, dan Makmurkan Gamping,” terang Tamzis.

Keberhasilan program ini tentunya tidak lepas dari kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah kapanewon, dunia usaha, dan masyarakat itu sendiri. Panewu Gamping menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan dengan evaluasi berkala agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.

Sementara, Gustan Ganda selaku Ketua DPRD Kabupaten Sleman sangat mendukung inovasi yang dicetuskan Panewu Gamping beserta jajarannya sekaligus bersedia menyediakan anggaran taktis untuk berpartisipasi dalam program ini.

Usai peluncuran program, dilakukan pemberian santunan berupa uang tunai dan paket berupa beras, minyak goreng, gula pasir, roti kaleng kemasan, dan mie instan kepada 12 kaum dhuafa, dua orang relawan kemanusiaan, dan lima tokoh agama atau rois sebagai realisasinya.

Dengan adanya Eling Gamping, diharapkan pemanfaatan dana CSR dari perusahaan tidak hanya menjadi kewajiban sosial semata, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola bantuan dari pihak ketiga dengan cara yang lebih transparan, efektif, dan berbasis teknologi.

Sebagai tindak lanjut dari peluncuran ini, Pemerintah Kapanewon Gamping akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan agar semakin banyak pihak yang berpartisipasi. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Eling Gamping dapat menjadi solusi inovatif dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan di wilayah Gamping. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




TRC Gamping Inisiasi Sinergi Pengamanan Dirikan Posko Gabungan PAM Siaga Lebaran

Sleman – Lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia, khususnya bagi para perantau yang ingin berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman. Namun, tingginya mobilitas masyarakat menjelang hari raya juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal keamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Posko Gabungan Pengamanan (PAM) Siaga Lebaran didirikan di berbagai titik strategis, salah satunya di Pos Pelemgurih, Jl. Wates Km. 4, Gamping, Sleman, Rabu (26/3/2025).

Pada hari pembukaan Posko Gabungan ini, suasana tampak penuh kesiapan dan semangat dari berbagai unsur yang terlibat. Acara dimulai dengan sambutan dari Kanit Lantas Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Albertus Firdiyanto yang menegaskan pentingnya koordinasi dalam menjaga keamanan selama periode mudik dan arus balik lebaran.

Iptu Firdiyanto mengatakan posko ini didirikan untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di kawasan Gamping dan sekitarnya. Sebagai jalur utama yang menghubungkan Yogyakarta dengan wilayah lain di Jawa Tengah, Jl. Wates Km. 4 sering mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

“Keberadaan posko sangat penting untuk membantu mengurai kemacetan serta memberikan bantuan cepat bagi para pemudik jika mengalami kendala di jalan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ketua TRC Gamping, Deny Hendrawan mengungkapkan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan untuk mendukung operasional pengamanan. Terdapat ruang istirahat bagi petugas, peralatan komunikasi yang terhubung dengan pusat kendali lalu lintas, dan mobil ambulans untuk merespon kondisi darurat. Selain itu, sejumlah petugas juga ditempatkan di titik-titik rawan kecelakaan guna meningkatkan kesiagaan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan pengamanan yang dilakukan di Pos Pelemgurih tidak hanya terbatas pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga melibatkan upaya pencegahan tindak kriminal. Tim gabungan melakukan patroli secara berkala untuk memastikan bahwa kawasan sekitar tetap kondusif. Para pemudik yang singgah di posko ini juga diberikan sosialisasi tentang keamanan berkendara serta imbauan agar selalu waspada terhadap kejahatan jalanan seperti pencurian dan penipuan.

“Selain berfungsi sebagai pusat pengamanan, posko ini juga menjadi tempat pelayanan bagi masyarakat,” sambung Deny.

Kegiatan pembukaan Posko Gabungan PAM Siaga Lebaran ini diapresiasi Pemerintah Kapanewon Gamping melalui Kepala Jawatan Keamanan, Bambang Nurdianto. Pada kesempatan yang sama, Bambang menyebut banyak pemudik merasa lebih tenang karena di sepanjang perjalanan mereka terdapat posko yang siap membantu kapan saja.

“Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman selama periode mudik lebaran,” ujarnya.

Keberhasilan posko tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Diharapkan, koordinasi yang terjalin di Pos Pelemgurih dapat menjadi contoh bagi posko-posko lain dalam menjalankan tugas pengamanan dengan maksimal. Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sehingga tradisi mudik tetap dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

“Semoga sinergi yang terjalin antara petugas dan masyarakat dapat terus dipertahankan. Tidak hanya selama lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari demi ciptakan lingkungan yang tertib dan aman,” pungkas Bambang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Penyuluh Agama NonASN Berperan Penting dalam Pembinaan Umat

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kinerja dan profesionalisme penyuluh agama, kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan bagi Penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) tahun 2025. Acara ini berlangsung di Aula Lantai 3 Kankemenag Sleman, pada Senin (24/3/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Sleman, Sidik Pramono, Kasi Bimas Islam, Jaenudin, Ketua IPARI Kabupaten Sleman, Ketua Pokjaluh Kankemenag Sleman, dan 68 orang penyuluh agama Islam non-PNS Kabupaten Sleman.

Kasi Bimas Islam, Jaenudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama honorer yang tetap berkomitmen dalam menjalankan tugas kepenyuluhan meskipun menghadapi tantangan yang tidak mudah saat ini.

“Semagat dan keikhlasan Bapak/Ibu dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh merupakan bagian dari ibadah yang insyaallah mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT,” ujar Jaenudin.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan Surat Keputusan (SK) Penyuluh Agama Islam Honorer tahun 2025 kepada para penyuluh yang telah memenuhi syarat administrasi dan terdaftar dalam database tenaga honorer di BKN.

Kepala Kantor Kemenag Sleman, Sidik Pramono dalam arahannya memberikan apresiasi kepada para penyuluh atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh penyuluh atas penerimaan SK baru tahun ini. Peran serta Bapak/Ibu dalam mengedukasi masyarakat sangatlah penting, terutama dalam menghadapi isu-isu yang dapat mengarah pada penyimpangan ajaran agama. Dengan adanya bimbingan yang baik dari para penyuluh, kita dapat menjaga nama baik individu maupun lembaga agar tetap memiliki citra yang baik di mata masyarakat,” ungkapnya.

Menyambut musim libur lebaran Idul Fitri 1446 H, Sidik Pramono mengajak para penyuluh untuk berperan aktif membantu para pemudik.

“Mari kita manfaatkan masjid-masjid binaan Bapak/Ibu yang berada di lokasi strategis untuk memberikan fasilitas bagi para pemudik agar mereka dapat beristirahat dengan nyaman. Dengan demikian, kita turut berkontribusi kelancaran dan keselamatan arus mudik tahun ini,” imbuhnya.

Kegiatan pembinaan bertujuan memberi motivasi bagi penyuluh agama Islam honorer, dan memperkuat sinergi Kementerian Agama dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama di Sleman.  (Edy – KIM Moyudan)




Sebanyak 32 KPM di Banyuraden Terima BLT Desa Tahap I-III Tahun 2025

Sleman – Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa telah menjadi salah satu instrumen utama dalam membantu warga kurang mampu. Namun, desa juga perlu berinovasi dalam mengelola dananya agar tidak hanya digunakan untuk bantuan sosial, tetapi juga untuk membangun infrastruktur ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Di sisi lain, BLT juga memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan ini. Jika diberikan dalam jangka waktu yang lama tanpa adanya program pendampingan yang mendorong kemandirian ekonomi, maka ada kemungkinan penerima manfaat akan menjadi kurang produktif dan bergantung pada bantuan pemerintah. Sehingga dapat menghambat upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Berdasarkan musyawarah kalurahan bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan, Sudarisman selaku Lurah Banyuraden menyalurkan bantuan langsung tunai tahap I sampai III tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Banyuraden, Senin (24/3/2025). Bantuan diberikan kepada 32 keluarga penerima manfaat disaksikan Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Pangripta, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Sudarisman menuturkan, penyaluran diberikan bagi keluarga sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Penyerahan bantuan tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan nominal sebesar 900 ribu rupiah per keluarga. Ia pun berharap bantuan tunai dapat dimanfaatkan dengan baik guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Idul Fitri.

“Gunakan bantuan ini dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan anak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Panewu Gamping, Tamzis Sarwana menyampaikan pihaknya memastikan bantuan ini tersalurkan dengan tepat sasaran dan transparan. Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program ini agar tidak ada penyimpangan dan bantuan benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Jika ada kendala atau hal yang perlu disampaikan, silakan berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan,” ujar Tamzis.

Pemerintah Kalurahan Banyuraden bekerja sama dengan pendamping desa dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan bantuan tunai. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tidak disalahgunakan. Selain itu, transparansi dalam penyaluran juga menjadi prioritas agar tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Penurunan jumlah keluarga penerima manfaat di tahun 2025 ini dibandingkan dengan tahun 2024 sebanyak 52 KPM menunjukkan bahwa menurunnya angka kemiskinan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Banyuraden. Ke depan, Pemerintah Kalurahan Banyuraden akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program bantuan dan pemberdayaan ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi penerima demi meningkatkan taraf hidupnya.

Usai menerima bantuan, keluarga penerima manfaat diberi stiker untuk ditempel di rumah sebagai tanda keluarga penerima bantuan, sekaligus pengontrol bahwa penerima bantuan memang benar-benar keluarga yang memenuhi kriteria. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)