Wakili Seyegan dalam Penilaian Masjid Paripurna, DMI Sleman Beri Pembinaan pada Takmir Masjid Nurul Huda

Sleman – Masjid Nurul Huda, Krapyak menjadi wakil penilaian masjid paripurna dari kegiatan lomba inovasi kalurahan tingkat Kabupaten Sleman pada tahun 2025. Sebagai Masjid yang ditunjuk mewakili Kapanewon Seyegan, diperlukan kiranya persiapan untuk menunjang kemakmuran masjid itu sendiri. Untuk itu, Kemenag Kabupaten Sleman bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) melakukan pembinaan dan evaluasi, pada Rabu (19/3/2025).
Tim pembina didampingi Kepala KUA Kapanewon Seyegan, Kawat Sosial Kapanewon, Lurah, Kamituwo, dan Dukuh Barepan Margoagung melakukan pembinaan secara langsung di serambi masjid Al Huda.
Ketua DMI Kabupaten Sleman, Masuko Haryono melakukan pembinaan terkaitan pembagian kerja dalam mengelola masjid. Masuko menjelaskan dan memberikan indikator per bidang yang harus ada dalam pengelolaan masjid paripurna.
“Idarah meliputi bidang administrasi dan manajemen masjid yakni bidang pembinaan yang sangat diperlukan karena luasnya fungsi masjid,” jelas Masuko.
Ia memberikan contoh seperti ID Masjid, status tanah masjid, profil masjid, SK pengurus, ruang sekretariat, lemari, buku kas, kotak infak dan lain sebagainya. Sementara bidang memakmurkan masjid, meliputi kegiatan yang berkaitan dengan ibadah, pendidikan, kegiatan sosial, dan peringatan hari besar Islam.
Selain itu Masuko memberi contoh jam salat baik digital maupun manual. Kemudian jadwal imam atau muadzin, jadwal kegiatan Ramadhan, buku penerimaan zakat, perpustakaan, SK pengurus perpustakaan, dan lain-lain.
Sedangkan bidang riayah adalah bidang pemeliharaan fisik masjid. Bidang ini berkaitan dengan operasional, Kegiatan pemeliharaan bangunan, peralatan, lingkungan, kebersihan, dan keindahan masjid.
Selanjutnya perwakilan Kemenag Sleman, Zaenudin juga memberi pesan kepada ta’mir masjid bahwa kegiatan pemeliharaan masjid baik di dalam maupun di luar ruangan sangatlah diperlukan.
“Tujuan pemeliharaan masjid adalah untuk memuliakan masjid sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan jamaah. Di samping itu, memuliakan masjid merupakan suatu keharusan dan kewajiban,” jelas Zaenudin. (Sutaro Agus / KIM Seyegan)



