Perketat Kamtibmas, Pemkal Pakembinangun Gelar Sambang Kamling

Sleman – Pemerintah Kalurahan Pakembinangun melangsungkan kegiatan sambang kamling ke Kalurahan Pakembinangun, Rabu (19/3/2025). Sebelumnya, tim sambang kamling tersebut telah mengunjungi beberapa dusun lainnya, seperti Purwodadi, Sambi, Kertodadi, Paraksari, Sempu, Demen, Duwetsari, dan Pakemgede. Hadir dalam acara ini PJ Lurah Pakembinangun, Kamituwo, Jogoboyo, staf Ulu-Ulu, dan Bhabinkamtibmas Pakembinangun.
PJ Lurah Pakembinangun, Djoko Mulyono menuturkan sambaing kamling bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendekatkan diri dengan warga setempat.
“Sambang kamling ini telah kami laksanakan sebelumnya di seluruh dusun di Kalurahan Pakembinangun. Ini adalah dusun terakhir setelah sebelumnya kami menyambangi dusun Pakemtegal. Tujuannya adalah kami ingin mendekat kepada masyarakat. Saya apresiasi tinggi-tinggi upaya kegiatan kamtibmas keliling seperti ini. Semoga ini berkelanjutan,” paparnya.
Djoko pun menegaskan bahwa selama bulan Ramadhan, kamtibmas harus ditingkatkan. Pasalnya, saat ini marak terjadi kriminalitas yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Terutama menjelang hari raya Idul Fitri, di mana biasanya akan terjadi peningkatan kriminalitas karena ‘ngoyak butuh badan (berhari raya)’. Banyak pencurian dan kriminalitas lainnya, karena ada kesempatan. Maka sebelum salat Tarawih di masjid, pastikan rumah sudah terkunci secara optimal, dan jangan ada api tungku atau kompor yang menyala, agar tidak terjadi kebakaran dan pencurian,” ujarnya.
Sementara, salah satu Bhabinkamtibmas, Adnan Zidni pada kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya para orang tua untuk menjaga anak-anaknya. Hal itu diperlukan guna menghindari anak-anak dari tindak kriminalitas seperti klitih, perang sarung, dan sebagainya.
“Dahulu sehabis subuh tradisi anak-anak adalah jalan pagi bersama teman-teman. Saat ini kondisi berubah dengan adanya kendaraan bermotor yang semakin mudah menjangkau anak-anak. Tak ayal mereka sehabis subuh malah berkeliaran, nongkrong, dan ketika ada yang memancing emosi, mereka tersulut dan jadilah kriminalitas seperti perang sarung yang terjadi akhir-akhir ini. Jadi mereka demikian karena ada kesempatan dan kelebihan energi. Ini harus dicegah,” tutur Adnan.
“Jangan sampai nanti di hari fitri, kita seharusnya kumpul dengan keluarga, karena tersandung kriminalitas di luar rumah, malah harus berurusan dengan polisi,” tandasnya. (Asrori Wardan / Kim Pakem)



