DLH Sleman Tinjau dan Dampingi Kerberlanjutan Program PROKLIM di Berbah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan tinjau lokasi dan pendampingan Program Kampung Iklim di Padukuhan Kranggan 2, Selasa (18/3/2025), bertempat di rumah Dukuh Sukamto Kotengan Jogotirto, Berbah.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman, Eni Yuliani menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan dan pendampingan PROKLIM berdasarkan Surat Keputusan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia LHK RI Nomor 893 Tahun 2924 tanggal 29 Juli tahun 2024 tentang Penerima Penghargaan Kampung Iklim tahun 2024. Berdasarkan surat keputusan tersebut, Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi memperoleh penghargaan Trophy Proklim Utama dari Mentri KLHK RI.

“Maka dalam keberlanjutan Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang sudah dilaksanakan, Padukuhan Sangurejo dipersiapkan menjadi PROKLIM Lestari pada tahun 2026 dengan beberapa kewajiban melakukan pembinaan minimal 10 lokasi PROKLIM,” jelas Eni.

Berkaitan dengan perihal tersebut DLH Kabupaten Sleman akan melaksanakan peninjauan melalui pendamping PROKLIM Sangurejo sebagai bentuk kewajiban pembinaan terhadap proklim di sepuluh lokasi.

“Yang akan mendapatkan pendampingan adalah padukuhan yang akan maju evaluasi PROKLIM tingkat Kabupaten Sleman tahun 2025 maupun yang akan melakukan input data melalui Sistem Registrasi Nasional (SRN),” ungkapnya.

“Peninjauan dan pendampingan PROKLIM dilaksanakan mulai hari Rabu, 12 Maret sampai dengan Kamis, 20 Maret 2025 pada hari kerja. Adapun pelaksanaan dari jam WIB sampai jam WIB dan jam WIB sampai selesai,” tandas Eni.

Ia menjelaskan, proses pendampingan dilakukan di dua lokasi dalam satu hari. DLH Kabupaten Sleman juga akan menghadirkan perwakilan dari masing-masing PROKLIM.

“Untuk Kapanewon Berbah lokasi yang mendapatkan pendampingan padukuhan Berbah dan padukuhan Kranggan 2,” pungkas Eni.

Sementara, Pembina PROKLIM dari Sangurejo, Agus Kurniawan menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pencapaian sampai saat ini, dirinya dan warga setempat melakukan semua tahapan dengan berbagai rintangan dengan ikhlas. Kerja keras tersebut akhirnya berhasil menuntun Padukuhan Sangurejo mendapatkan trofi PROKLIM dari Kementrian LHK.

“Ketika kelompok kita mendapatkan pengakuan dari pemerintah atas apa yang kita lakukan, niscaya kepercayaan dari pihak ketiga akan datang dengan sendirinya seperti CSR dari Perusahaan,” ujarnya.

Agus juga menjelaskan tentang pelaporan data PROKLIM baik data perubahan iklim, bencana alam akibat perubahan iklim, penyakit akibat perubahan iklim, hingga mitigasi bencana. Data-data tersebut harus dimasukkan sistem SRN.

“Sekecil apapun perubahan atau tambahan mitigasi bencana yang dilakukan harus dicatat dan dilaporkan melalui SRN,” jelasnya.

Ahli Muda Pengendali Dampak Lingkungan DLH Sleman, Dewi Setyowati mengingatkan tentang pelengkapan profil PROKLIM yang sudah ada. Dewi menegaskan semua kegiatan harus dilengkapi dengan dokumentasi.

“Sebaiknya ada narasi yang menguatkan foto kegiatan yang dilaporkan. Narasi tersebut akan lebih memberi nilai tambah,” ujarnya. (Kusnadi / KIM Berbah)




Sebanyak 80 Kader KB Kesehatan Condongcatur Ikuti Pengajian dan Buka Bersama

Sleman – Sebanyak 80 kader KB Kesehatan dari 40 posyandu se-Kalurahan Condongcatur dan pengurus Pokjanal posyandu menghadiri acara pengajian dan buka bersama, di Warung Lor Sawah, Selasa (18/3/2025). Acara ini dihadiri oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, yang didampingi oleh Carik, Pangripta, Tata Laksana, Ulu-Ulu, Kamituwa, dan jajaran staf lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi atas dedikasi para kader dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur, Al Taufik Sofisalam menyampaikan rasa terima kasih kepada para kader yang selama ini menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah kalurahan memberikan insentif rutin setiap tahunnya untuk kader yang aktif dalam Rakordasi Kader KB Kesehatan,” ujarnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji juga menyampaikan bahwa dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada Posyandu di wilayah Condongcatur. Ia menegaskan bahwa kader KB Kesehatan Condongcatur adalah kader yang handal dan militant.

“Tidak diragukan lagi kiprah Kader KB Kesehatan Condongcatur dalam membantu masyarakat,” terangnya.

Acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Aminudin Aziz, selaku Carik Kalurahan Caturtunggal. Pada kesempatan itu, Aminudin mengulas hikmah berpuasa dan pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat para kader kesehatan semakin meningkat dalam menjalankan tugas, dan mempererat tali silaturahmi di antara mereka. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Safari Tarawih di Kertodadi, Pemkal Pakembinangun Ingatkan Keamanan dan Moral Anak Muda

Sleman – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Pakembinangun menggelar Safari Tarawih di Masjid Nurul Iman Kertodadi, Pakembinangun, pada Senin (17/3/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perangkat kalurahan yang turut menunaikan salat Isya dan Tarawih bersama warga.

Salat Isya dan Tarawih dipimpin oleh Marzuki, selaku Kamituwo Pakembinangun. Usai salat Witir, acara dilanjutkan dengan penyambutan tim Safari Tarawih oleh takmir masjid, dengan pembawa acara dua mahasiswi yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kertodadi.

Dalam sambutannya, Penjabat (PJ) Lurah Pakembinangun, Djoko Mulyono, menyampaikan pesan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengingatkan warga agar memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum berangkat tarawih.

“Pastikan tidak ada kompor menyala, pintu terkunci rapat, dan lingkungan aman dari potensi pencurian maupun kebakaran,” ujarnya.

Djoko juga menyoroti maraknya aksi kejahatan remaja seperti klithih dan perang sarung yang belakangan terjadi di sekitar Kalurahan Pakembinangun. Ia mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak, terutama pada malam hari.

“Jangan biarkan anak-anak keluar tanpa izin, apalagi larut malam. Energi mereka harus disalurkan ke kegiatan positif agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” lanjutnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkal Pakembinangun juga memberikan bantuan stimulan untuk pembangunan Masjid Nurul Iman Kertodadi, yang diterima langsung oleh pengurus takmir, Nuzul Nur Afandi.

Acara ditutup dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Marzuki. Ia mengulas pentingnya akidah, syariah, dan akhlak sebagai landasan utama dalam menjalankan amal saleh.

Safari Tarawih ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat, serta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan pembinaan generasi muda. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Peringatan Hari Kedaulatan Negara, Momentum Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Bangsa

Sleman – Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara menjadi momen refleksi untuk menanamkan semangat patriotisme dan memperkuat kepribadian bangsa. Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar upacara peringatan di halaman kantor setempat pada Senin (17/3/2025), sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Upacara dipimpin oleh Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, yang menegaskan bahwa Hari Penegakan Kedaulatan Negara merupakan pengingat akan Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa ini membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia tetap tegak berdiri meski mendapat tekanan dari penjajah.

“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, serta membangun semangat kerja yang lebih profesional dan humanis,” ujar AKP Bowo dalam amanatnya.

Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera dari pamong Kalurahan Nogotirto, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian kegiatan juga mencakup pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta sejarah singkat Hari Penegakan Kedaulatan Negara, guna memperkuat nilai kebangsaan dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Dalam kesempatan yang sama, AKP Bowo menyoroti peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang kini memasuki usia ke-75. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum.

Ditegaskan pula bahwa kedaulatan negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia. Di era globalisasi, ancaman terhadap kedaulatan tidak hanya berbentuk penjajahan fisik, tetapi juga digital, ekonomi, dan budaya. Oleh karena itu, semangat perjuangan para pahlawan harus tetap hidup dalam berbagai aspek kehidupan.

“Semoga nilai-nilai perjuangan ini terus menginspirasi masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan bermartabat. Dengan persatuan dan gotong royong, bangsa ini dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup AKP Bowo. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Pemkab Sleman Dorong Kalurahan Optimalkan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan guna mendukung swasembada pangan di tingkat desa. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan yang digelar di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan, Senin (17/3/2025).

Rakor tersebut dihadiri oleh lurah dari lima kalurahan di Seyegan, didampingi ulu-ulu, pengurus Bumkalma Margo Manunggal Seyegan, Dewan Pengawas Bumkalma, pendamping desa, serta Ketua KIM Seyegan. Rakor dipimpin oleh Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, yang mewakili Panewu Seyegan.

Dalam sambutannya, Rini menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan program ketahanan pangan di kalurahan, sesuai dengan Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan. Panduan ini mengarahkan penggunaan Dana Desa untuk mendukung swasembada pangan melalui berbagai inisiatif ekonomi berbasis masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah program baru yang harus segera dipelajari dan diimplementasikan. Oleh karena itu, koordinasi seperti ini sangat penting untuk memastikan kesiapan semua pihak,” ujar Rini.

Ketua Dewan Pengawas Bumkalma Seyegan sekaligus Lurah Margodadi, Jalmo Susilodiprojo, menyatakan bahwa kalurahan di wilayahnya siap mengalokasikan 20% dari Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai penyertaan modal ke Bumkalma, yang bertugas mengelola dan mengembangkan usaha berbasis pangan.

Direktur Bumkalma Seyegan, Tri Kusuma Wardani, menjelaskan bahwa alokasi dana ketahanan pangan ini akan difokuskan pada tiga aspek utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bumkalma akan membangun dan mengelola dapur yang menyediakan bahan pangan berkualitas.

“Bumkalma akan berperan dalam menghidupkan ekonomi masyarakat dengan mengelola dapur sebagai penyedia bahan pangan yang mendukung program MBG,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Bumkalma telah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan asumsi setiap kalurahan menyertakan modal sebesar Rp200 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk persiapan produksi, pengadaan sarana dan infrastruktur, termasuk pembangunan gudang, transportasi, serta fasilitas penyimpanan dingin (cool storage). Rencananya, di Seyegan akan dibangun tiga dapur sebagai pusat pengolahan pangan.

Tri Kusuma juga meminta masukan dari para lurah terkait besaran penyertaan modal, yang nantinya akan ditentukan melalui Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus). Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) di masing-masing wilayah agar program ini dapat memberdayakan lebih banyak masyarakat.

“Bumkalma berharap pemetaan potensi segera dilakukan agar setiap kalurahan memiliki fokus tematik dalam program ketahanan pangan, baik di sektor pertanian maupun perikanan,” tambahnya.

Rakor ini menghasilkan berbagai masukan dari pihak kapanewon, pendamping desa, dan perwakilan kalurahan yang semakin memperkuat peran Bumkalma sebagai pengelola penyertaan modal. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)