Sleman – Menjalani ibadah puasa di usia lanjut memerlukan perhatian khusus agar tetap sehat dan bugar. Untuk itu, Masjid Al Falaah 1 Gejawan Wetan, Gamping, Sleman, mengadakan Kajian Tematik Ramadhan 1446 H dengan tema “Sehat dan Bugar di Usia Lanjut” pada Minggu pagi (16/3). Kajian ini menghadirkan dr. Bambang Edy Susyanto yang memberikan berbagai tips menjaga kesehatan bagi lansia selama berpuasa.
Dalam pemaparannya, dr. Bambang menekankan bahwa puasa yang dilakukan dengan pola yang tepat justru dapat memberikan banyak manfaat bagi lansia, seperti meningkatkan metabolisme, memperbaiki sistem pencernaan, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah. Namun, agar tetap bugar, lansia perlu menjaga pola makan, hidrasi, serta aktivitas fisik ringan.
Salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan lansia selama Ramadhan adalah pola makan yang seimbang. Saat sahur, lansia disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, serta protein dari ikan atau daging tanpa lemak. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, lebih disarankan karena memberikan energi yang lebih tahan lama.
“Saat berbuka, hindari makan dalam porsi besar sekaligus. Mulailah dengan air putih dan kurma, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang agar tubuh tidak kaget,” ujar dr. Bambang.
Asupan cairan juga harus diperhatikan untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi lansia dengan riwayat hipertensi atau diabetes. Air putih sebaiknya dikonsumsi secara cukup saat sahur dan berbuka, sementara minuman berkafein dan bersoda perlu dihindari karena dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh.
Selain pola makan, aktivitas fisik ringan juga penting untuk menjaga kebugaran lansia selama Ramadhan. Olahraga seperti jalan kaki, peregangan ringan, atau senam lansia dapat dilakukan setelah sahur atau menjelang berbuka untuk memperlancar sirkulasi darah dan mencegah kekakuan otot serta persendian.
“Aktivitas ini membantu menjaga kelenturan tubuh dan mencegah lansia merasa lemas selama berpuasa,” tambah dr. Bambang.
Selain kesehatan fisik, aspek mental dan spiritual juga harus diperhatikan. Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi lansia untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rutin membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta mengikuti kajian keagamaan dapat memberikan ketenangan jiwa dan mengurangi stres, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.
Bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pencernaan, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa sangat dianjurkan. Dalam Islam, terdapat keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa karena alasan kesehatan, sehingga lansia yang memiliki penyakit kronis diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah.
Dr. Bambang menyimpulkan bahwa lansia tetap bisa menjalani puasa dengan sehat dan bugar asalkan menerapkan pola makan seimbang, menjaga hidrasi, melakukan aktivitas fisik ringan, serta memperhatikan kesehatan mental dan spiritual. Dengan persiapan yang baik, ibadah puasa dapat menjadi momen yang penuh keberkahan dan tetap menyenangkan bagi para lansia. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)