Relawan Bolo Ngabehi Bagikan Paket Buka Puasa di Tamanmartani

Sleman – Relawan Bolo Ngabehi Kalurahan Tamanmartani menggelar aksi sosial dengan membagikan paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat, Jumat (14/3). Sasaran penerima adalah para pengguna jalan di depan kantor Kalurahan serta warga sekitar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Carik Tamanmartani, Tomi Nugraha, dan Ketua Komunitas Relawan, Wawan Purwanto.

Dalam arahannya kepada para relawan, Tomi Nugraha menekankan pentingnya memberikan pelayanan dengan adil tanpa membedakan pengendara roda dua, roda empat, atau pesepeda. “Niatkan kegiatan ini sebagai bentuk sedekah bagi masyarakat, tanpa memandang status sosial. Laksanakan dengan baik dan sopan, insyaallah berkah,” ujarnya.

Ketua Komunitas Relawan Bolo Ngabehi, Wawan Purwanto, menjelaskan bahwa bhakti sosial Ramadhan ini telah menjadi agenda tahunan yang diinisiasi para relawan dengan dukungan Pemerintah Kalurahan Tamanmartani. Kegiatan ini juga melibatkan Karang Taruna, Linmas, serta perangkat Kalurahan.

“Tahun ini, panitia mendapat tambahan dukungan dari salah satu produk teh. Dengan demikian, selain paket makanan berbuka yang terdiri dari air mineral dan tiga macam menu makanan, kami juga menyediakan teh panas yang banyak diminati masyarakat,” jelas Wawan.

Pembagian paket buka puasa berlangsung tertib dan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas. Kegiatan dimulai pukul WIB dan selesai pada WIB. Para relawan berharap kegiatan ini dapat terus berjalan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. (Tri Joko – KIM Kalasan)




Tips Sehat dan Bugar bagi Lansia Saat Berpuasa

Sleman – Menjalani ibadah puasa di usia lanjut memerlukan perhatian khusus agar tetap sehat dan bugar. Untuk itu, Masjid Al Falaah 1 Gejawan Wetan, Gamping, Sleman, mengadakan Kajian Tematik Ramadhan 1446 H dengan tema “Sehat dan Bugar di Usia Lanjut” pada Minggu pagi (16/3). Kajian ini menghadirkan dr. Bambang Edy Susyanto yang memberikan berbagai tips menjaga kesehatan bagi lansia selama berpuasa.

Dalam pemaparannya, dr. Bambang menekankan bahwa puasa yang dilakukan dengan pola yang tepat justru dapat memberikan banyak manfaat bagi lansia, seperti meningkatkan metabolisme, memperbaiki sistem pencernaan, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah. Namun, agar tetap bugar, lansia perlu menjaga pola makan, hidrasi, serta aktivitas fisik ringan.

Salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan lansia selama Ramadhan adalah pola makan yang seimbang. Saat sahur, lansia disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, serta protein dari ikan atau daging tanpa lemak. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, lebih disarankan karena memberikan energi yang lebih tahan lama.

“Saat berbuka, hindari makan dalam porsi besar sekaligus. Mulailah dengan air putih dan kurma, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang agar tubuh tidak kaget,” ujar dr. Bambang.

Asupan cairan juga harus diperhatikan untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi lansia dengan riwayat hipertensi atau diabetes. Air putih sebaiknya dikonsumsi secara cukup saat sahur dan berbuka, sementara minuman berkafein dan bersoda perlu dihindari karena dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh.

Selain pola makan, aktivitas fisik ringan juga penting untuk menjaga kebugaran lansia selama Ramadhan. Olahraga seperti jalan kaki, peregangan ringan, atau senam lansia dapat dilakukan setelah sahur atau menjelang berbuka untuk memperlancar sirkulasi darah dan mencegah kekakuan otot serta persendian.

“Aktivitas ini membantu menjaga kelenturan tubuh dan mencegah lansia merasa lemas selama berpuasa,” tambah dr. Bambang.

Selain kesehatan fisik, aspek mental dan spiritual juga harus diperhatikan. Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi lansia untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rutin membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta mengikuti kajian keagamaan dapat memberikan ketenangan jiwa dan mengurangi stres, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.

Bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pencernaan, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa sangat dianjurkan. Dalam Islam, terdapat keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa karena alasan kesehatan, sehingga lansia yang memiliki penyakit kronis diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah.

Dr. Bambang menyimpulkan bahwa lansia tetap bisa menjalani puasa dengan sehat dan bugar asalkan menerapkan pola makan seimbang, menjaga hidrasi, melakukan aktivitas fisik ringan, serta memperhatikan kesehatan mental dan spiritual. Dengan persiapan yang baik, ibadah puasa dapat menjadi momen yang penuh keberkahan dan tetap menyenangkan bagi para lansia. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




PCM Berbah Gelar Tarawih dan Silaturahmi di Masjid Al Mujab

Berbah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah menggelar silaturahmi sekaligus salat tarawih bersama di Masjid Al Mujab, Jogomangsan, Jogotirto, Berbah, Sleman, pada Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCM Berbah beserta pengurus, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Berbah, takmir masjid, serta jamaah setempat.

Salat tarawih dipimpin oleh Wahab sebagai imam. Dalam kesempatan tersebut, Lazismu PCM Berbah menyerahkan pentasyarufan pembinaan yang diterima langsung oleh Ketua Takmir Masjid Al Mujab, Ahmad Zainudin.

Ahmad Zainudin menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi dari PCM Berbah. Ia berharap kegiatan ini semakin meningkatkan semangat jamaah dalam beribadah.

“Semoga syiar Muhammadiyah terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Ketua PCM Berbah, Muhajir Hanifi, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Ia menyampaikan bahwa silaturahmi tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga dapat memperpanjang umur dan menambah rezeki.

“Umat Muhammadiyah dianjurkan untuk selalu menjaga silaturahmi, baik dengan saudara, teman, maupun sesama muslim,” pesannya.

Selain itu, Muhajir mengingatkan bahwa manusia harus selalu bersyukur dan menjauhi sifat sombong. Ia mengutip Surat Al-Insan ayat 1-2 yang mengingatkan tentang asal-usul manusia yang diciptakan dari setetes mani dan diuji oleh Allah.

Menurutnya, proses penciptaan manusia merupakan perjalanan panjang yang penuh ujian. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan.

“Selalu bersyukur dan berprasangka baik kepada Allah. Apa yang diberikan-Nya pasti yang terbaik, dan setiap ujian tidak akan melampaui kemampuan hamba-Nya,” pungkas Muhajir.

Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan PCM Berbah serta meningkatkan semangat beribadah dan bersyukur di bulan suci Ramadan. (Kusnadi | KIM Berbah)




Tingkatkan Kedisiplinan, Siswa SMK Muhammadiyah Cangkringan Dibekali Metode HEART

Sleman – Menjelang kelulusan, siswa SMK Muhammadiyah Cangkringan mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kedisiplinan melalui program Healthy Emotions Anchored in Rasulullah’s Teaching (HEART). Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang bertujuan membentuk karakter disiplin siswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (14/3/2025) ini diikuti oleh 175 siswa kelas XII. Tim pengabdian UAD yang diketuai oleh Sutipyo R., bersama anggota Yusron Masduki dan Arif Budi Prasetya, memberikan materi terkait peran kedisiplinan dalam meraih kesuksesan.

“Seorang entrepreneur harus memiliki sikap mental yang kuat dan disiplin tinggi. Begitu pula di dunia kerja, kedisiplinan menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Sutipyo R.

Materi yang diberikan tidak hanya membahas disiplin dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga meninjau kedisiplinan dalam perspektif Islam, merujuk pada sunnah Rasulullah SAW. Konsep disiplin dalam Islam berkaitan erat dengan nilai ketaatan dan istiqamah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Melalui kajian sirah nabawiyah, peserta diajak memahami bagaimana kedisiplinan berperan dalam sejarah Islam. Salah satu contohnya adalah Perang Uhud, di mana sebagian prajurit Muslim yang mengabaikan perintah Rasulullah SAW meninggalkan posisi mereka demi harta rampasan perang (ghanimah), sehingga menyebabkan kekalahan yang seharusnya bisa dihindari.

Metode HEART merupakan pendekatan baru yang menanamkan nilai kedisiplinan melalui ibrah (pelajaran) dari sirah nabawiyah, dipadukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis. Tujuannya adalah membangun kesadaran siswa untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) dan mengubah perilaku agar sesuai dengan tuntunan Islam.

Selama kegiatan berlangsung, meskipun bertepatan dengan bulan Ramadan, baik siswa maupun pemateri tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara. Kepala SMK Muhammadiyah Cangkringan, Titik Sunarti, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Siti Rahayu, mengapresiasi program ini dan berharap materi yang diberikan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap pembekalan ini tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar diresapi dan diimplementasikan dalam kehidupan mereka setelah lulus,” ungkap Titik Sunarti.

Dengan adanya program ini, diharapkan lulusan SMK Muhammadiyah Cangkringan dapat menjadi individu yang disiplin, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Gladi Karawitan Lansia Banyuraden: Upaya Melestarikan Kesenian Tradisional

Sleman – Di tengah gempuran modernisasi, kesenian tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah karawitan, seni musik gamelan yang kaya akan nilai budaya. Di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman, sekelompok perempuan lanjut usia (lansia) rutin menggelar gladi karawitan sebagai upaya menjaga kelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan.

Kegiatan yang diikuti oleh 12 perempuan lansia ini digelar setiap bulan di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden. Mereka berlatih memainkan gamelan di bawah bimbingan Ki Damar Asmara Sejati dari Sanggar Widya Pramana. Dengan penuh semangat, mereka memukul bonang, kendang, dan saron, menghasilkan alunan musik gamelan yang harmonis.

“Kita perlu menjaga agar seni musik gamelan tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujar Ki Damar saat membimbing pelatihan gamelan, Jumat (14/3/2025).

Selain sebagai latihan musik, gladi ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para lansia. Mereka saling berbagi cerita, mengenang masa muda ketika karawitan masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dukungan dari komunitas seni setempat turut memperkaya latihan ini, bahkan beberapa seniman muda ikut serta untuk berbagi ilmu, menciptakan interaksi lintas generasi yang memperkuat keberlanjutan seni karawitan di Banyuraden.

Kelompok karawitan lansia ini kerap tampil di berbagai acara lokal, dengan harapan dapat menumbuhkan kembali minat masyarakat terhadap budaya tradisional. Mereka ingin menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya, sekaligus menginspirasi generasi muda agar tidak melupakan warisan seni leluhur.

Selain manfaat budaya, gladi karawitan ini juga memberikan dampak positif bagi kesehatan lansia. Bermain gamelan membutuhkan koordinasi antara tangan, pendengaran, dan ingatan, sehingga dapat melatih kognisi dan motorik. Kebersamaan dalam latihan pun menciptakan suasana yang menyenangkan, membantu mengurangi stres, serta meningkatkan kesehatan mental mereka.

Menurut Ki Damar, keberadaan kelompok karawitan perempuan lansia ini membuktikan bahwa budaya dapat menjadi perekat sosial yang kuat. Mereka tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga menciptakan ruang bagi perempuan lansia untuk tetap berdaya dan dihargai dalam masyarakat.

Dengan semangat yang tak padam, kelompok ini berharap dapat terus menularkan kecintaan terhadap seni karawitan kepada generasi berikutnya.

“Gladi karawitan ini bukan sekadar latihan musik, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap budaya dan warisan leluhur yang harus dijaga sepanjang masa,” pungkas Ki Damar. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)