Optimalisasi Pemanfaatan Energi TERBARUKAN, DPRD DIY Diseminasikan RUED DIY 2020-2050

Sleman – Guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai rencana dan strategi pengelolaan energi di Yogyakarta, DPRD DIY menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 06 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah Istimewa Yogyakarta (RUED DIY) 2020-2050. Diseminasi tersebut berlangsung di Rumah Amanat Aspirasi Jl. KRT Pringgodiningrat, Kebonagung, Tridadi, Sleman, Senin (24/3/2025).  Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, dan menghadirkan dua orang narasumber dari DPRD Sleman.

Salah satu anggota DPRD DIY, Raden Inoki AP selaku narasumber pertama dalam sambutannya menekankan pentingnya transisi menuju energi berkelanjutan.

“Perda ini bukan hanya sekadar regulasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Pasalnya, dalam konteks global yang semakin mengkhawatirkan terkait perubahan iklim, Yogyakarta berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan beralih ke sumber energi terbarukan.

Terkait hal itu, Respati Agus Sasangka selaku narasumber menjelaskan bahwa RUED DIY 2020-2050 mencakup berbagai aspek yang sangat penting dalam pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa.

“Hal tersebut tentunya memastikan Yogyakarta tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga contoh dalam pengelolaan energi yang berkelanjutan,” ungkap Respati.

Acara ini pun diwarnai dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Masyarakat nampak antusias mengajukan pertanyaan seputar implementasi, tantangan yang dihadapi, dan peran serta masyarakat dalam mendukung program-program energi terbarukan. Dengan adanya Perda ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan energi yang bijak dan berkelanjutan. (Arif Hartanto / Kim Turi)




Libur Lebaran, Wisata Agro Sardonoharjo Tawarkan Pengalaman Edukatif dan Rekreatif untuk Keluarga

Sleman – Menyambut libur Lebaran, Wisata Agro Sardonoharjo yang terletak di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, menghadirkan beragam aktivitas wisata berbasis pertanian dan peternakan. Dengan konsep edukatif, wisata ini menawarkan pengalaman langsung dalam proses bercocok tanam, beternak, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Pengunjung dapat mencoba beberapa aktivitas unggulan, seperti wisata petik melon Inthanon, yang terkenal dengan rasa manis dan teksturnya yang renyah. Selain itu, terdapat pula wisata petik selada hidroponik, yang memperkenalkan metode bertani modern tanpa tanah, dan panen telur ayam kampung Kuntara. Di mana, pengunjung dapat mengambil langsung telur ayam kampung berkualitas dari kandangnya.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa melihat langsung kambing Merino, jenis kambing yang memiliki bulu tebal dan sering dimanfaatkan untuk industri wol. Bagi yang tertarik dengan isu lingkungan, tersedia pula wisata panen air hujan Banyu Bening, sebuah program edukasi tentang pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih yang berkelanjutan.

Direktur Bumkal Sardonoharjo, Cahyo Binarto mengatakan bahwa wisata ini tidak hanya memberikan hiburan bagi keluarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pertanian dan lingkungan.

“Kami ingin mengenalkan cara bertani modern dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Harapannya, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan sekaligus menambah wawasan,” ujarnya, Rabu (26/03/2025).

Wisata ini pun diharapkan menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati libur lebaran dengan cara yang lebih bermanfaat dan menyenangkan. (Eka Sastra Kurniawan- KIM DSN Ngaglik)




Upaya Kuatkan Iman Umat Katolik, Kemenag Sleman Serahkan Bantuan Kitab Suci

Sleman – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman melalui Gara Katolik menyerahkan Bantuan Kitab Suci kepada Lembaga Agama dan Keagamaan Katolik, di Smartroom kantor setempat, Selasa (25/3/2025).

Kepala Kankemenag Sleman, Sidik Pramono menyerahkan bantuan berupa 70 kitab suci kepada Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Gereja Stasi Santo Thomas Seyegan, Paroki Santo Yosep Medari Sleman Theresia Kus Margaritawati.

Dalam sambutannya Sidik Pramono berharap kitab suci ini mampu menguatkan dan memajukan iman umat Katolik. Kitab Suci memiliki peran penting, utamanya dalam pengamalan ajaran agama. 

“Semoga adanya bantuan kitab suci ini semakin menumbuhkan iman di hati anak-anak dan umat Katolik.  Semoga kitab suci ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Theresia Kus Margaritawati atau yang akrab disapa Rita menyambut baik bantuan dalam bentuk kitab suci. “Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah melalui Kemenag Kabupaten Sleman,” ujarnya.

“Kitab suci ini akan mendukung program Formatio Iman Berjenjang Berkelanjutan (FIBB) di Gereja Stasi St Thomas Seyegan, secara khusus bagi jenjang PIA (pendampingan iman anak),“ tambahnya.

Penyelenggara Katolik Ismulyadi CB. Ismulyadi, seraya berharap bantuan tersebut dapat mendukung kegiatan peribadatan umat.

“Semoga bantuan kitab suci mendukung peribadatan dan tradisi baca kitab suci bagi umat Stasi Santo Thomas Seyegan,” ujarnya.  Kegiatan juga diikuti seluruh pegawai di unit Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman.

Usai penyerahan bantuan kitab suci, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima barang.  Kedua belah pihak yang menandatangani yakni KanKemenag Sleman sebagai pihak pertama dan Gereja Stasi Santo Thomas sebagai pihak kedua.  (Edy – KIM Moyudan)




Satgas Kebencanaan Condongcatur Gelar Rapat Koordinasi Jelang Idul Fitri 1446 H

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan kegiatan rapat koordinasi bagi Satgas Kebencanaan Condongcatur yang terdiri dari anggota Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB), Satlinmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Rapat koordinasi tersebut berlangsung di selasar posko bersama kebencanaan Condongcatur, Selasa (25/3/2025) sore.

Dalam sambutanya, Kaur Tata Laksana, Andree Setiawan mewakili Lurah Condongcatur memberikan apresiasi kepada anggota Satgas Kebencanaan Condongcatur yang selama ini telah melakukan tugas kerelawanan dengan baik dan penuh tanggungjawab terkait pengamanan, pengantaran jenazah dan tugas kebencanaan lainya.

“Kami mengucapkan terima kasih terhadap apa telah dilakukan oleh anggota Destana, KSB, Linmas. Semoga menjadi amal kebaikan bagi Bapak dan Ibu semuanya, dan kami mohon maaf apabila fasilitas pendukung yang ada masih kurang maksimal dan kurang memenuhi kebutuhan Bapak Ibu. Dalam menjalankan tugas selanjutnya akan kami jadikan bahan evaluasi agar menjadi lebih baik dalam memfasilitasi kegiatan ke depan anggota kebencanaan di lapangan” ucapnya.

Sementara Plt Jagabaya, Wahyu Nurendra mengucapkan terima kasih kepada segenap anggota Satgas Kebencanaan Condongcatur.

“Saya sebagai Plt Jagabaya yang dalam bidang ketugasnya salah satunya adalah pembinaan kerelawanan selama ini telah dibantu oleh Bapak Ibu semuanya, sehingga Condongcatur tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Ditambahkan Wahyu Nurendra, bahwa ia bertugas menjabat sebagai Plt Jagabaya sejak tanggal 1 Februari 2024, dan akan berakhir pada tanggal 9 April 2025, seiring dengan akan ditetapkanya Jagabaya Difinitif hasil seleksi pamong Kalurahan Condongcatur tahun 2025.

“Dimohon anggota Satgas Kebencanaan tetap bersinergi dengan Jagabaya yang Difinitif tetap solid, nyawiji dan bersama dalam menjalankan tugas, tangguh, tanggap dan tuntas,” jelasnya.

Sementara Kepala Satuan Satlinmas Condongcatur, Rudi Antariksawan dalam rapat koordinasi ini mohon bantuan untuk mengingatkan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan keamanan lingkungan sekitar terutama pemilik kos, agar ketika anak kos mudik barang barang yang ditinggalkan untuk dijaga dengan baik.

” Saat lebaran waspadai tindak pencurian motor, laptop dan barang lainya karena ditinggal pulang kampung oleh pemiliknya. Warga agar lebih berhati hati pada menjelang dan saat hari raya Idul Fitri ini,” ungkapnya.

Adapun kegiatan mendekati Idul Fitri adalah melakukan patroli keamanan di malam takbiran keliling.

“Monggo nanti bagi anggota yang tidak bertugas patroli keamanan agar ikut membantu warga di masjid wilayahnya masing-masing, mengawal lomba takbir keliling dan kamtibmas. HT mohon selalu dihidupkan agar dapat memantau jika ada hal hal menyangkut kejadian Kamtibmas di lapangan, agar dapat segera dilakukan penanganan,” tandas Rudi.

Adapun posko mudik lebaran yang diinisiasi oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Depok mulai dibuka tanggal 27 Maret 2025 sampai dengan 3 April 2025. Posko didirikan di sebelah timur kantor Kapanewon Depok, agar anggota kebencanaan dapat ikut berpartisipasi dalam pelayanan posko mudik lebaran tersebut.

Bhabinkamtibmas Condongcatur, Bripka Bagiyo memberikan semangat kepada Satgas Kebencanaan Condongcatur, agar dalam setiap menjalankan tugas harus dilandasi jiwa kemanusiaan, kerelawanan dan iklas.

“Terapkan prinsip 5 AS, yaitu Iklas, Keras, Cerdas, Tuntas dan Berkualitas, sehingga yang dilakukan dapat membawa dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Bagiyo. (Wasana / Kim Depok)




Gelar Pangan Murah DKPP DIY Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Saat Ramadhan

Sleman – Stabilitas pasokan dan harga pangan menjadi faktor krusial dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H. Pada periode ini, permintaan terhadap bahan pangan cenderung meningkat secara signifikan. Kondisi ini dapat menyebabkan lonjakan harga jika tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai.

Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar program Gelar Pangan Murah. Kegiatan yang berlangsung di Banyuraden, Gamping, Sleman, Selasa (25/3/2025) dilakukan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Sumaryatin dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY, pasar murah ini merupakan langkah strategis lembaganya dalam menekan lonjakan harga pangan yang sering terjadi menjelang hari besar keagamaan. Dengan menghadirkan berbagai komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, tepung terigu, bawang putih, bawang merah dan telur, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil.

“Dengan harga yang stabil, semua lapisan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan mudah dan terjangkau,” tuturnya.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pelaku usaha pangan, petani, dan distributor. Dengan adanya kolaborasi ini, distribusi pangan menjadi lebih lancar, dan harga tetap terkendali sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Gelar Pangan Murah ini pun mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Warga Sukunan dan sekitarnya berbondong-bondong datang untuk membeli berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dengan meningkatkan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Sudarisman selaku Lurah Banyuraden didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri dan Bhabinkamtibmas Banyuraden, Bripka Suyanto menyampaikan apresiasi kepada warganya yang antusias berbelanja bahan pokok, sekaligus berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian inflasi dan harga pangan khususnya di Sleman. Sehingga, masyarakat tidak akan terbebani dengan kenaikan harga yang drastis saat momentum penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

“Terima kasih atas perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY, Gelar Pangan Murah ini sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya,” ucap Sudarisman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)