Panewu Gamping Gelar Tarling di Masjid Al Islam Patran, Perkuat Silaturahmi dan Sosialisasikan Program Kesehatan

Gamping, Sleman – Dalam upaya mempererat hubungan dengan ulama, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat, Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Islam Patran, Banyuraden, pada Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, didampingi perwakilan Polsek Gamping dan Koramil 17/Gamping, serta Lurah Banyuraden, Sudarisman.

Dalam sambutannya, Tamzis menyampaikan bahwa Tarling bukan sekadar ibadah bersama, tetapi juga menjadi ajang menyerap aspirasi masyarakat dan mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung kebutuhan mereka, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam suasana penuh berkah ini,” ujar Tamzis.

Acara dimulai dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Masyarakat Patran tampak antusias mengikuti kegiatan ini, mengingat Tarling menjadi salah satu momen istimewa yang mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Tarling juga menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kapanewon Gamping untuk menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan dalam waktu dekat. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Program Makan Bergizi Gratis, yang bertujuan untuk memberikan asupan makanan sehat kepada anak-anak sekolah. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh mereka, sehingga lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng Puskesmas Gamping I dan II dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Melalui program ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, serta konsultasi kesehatan tanpa biaya. Tak hanya itu, warga juga akan mendapatkan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit, terutama demam berdarah, yang sering meningkat selama musim hujan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti,” tambah Tamzis.

Sebagai bentuk kepedulian, Lurah Banyuraden, Sudarisman, menyerahkan bantuan operasional untuk masjid serta santunan bagi warga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pengelolaan masjid serta meringankan beban masyarakat yang membutuhkan selama bulan suci Ramadhan.

Dengan terselenggaranya Tarling di Masjid Al Islam Patran, Pemerintah Kapanewon Gamping berharap semangat kebersamaan dan keimanan semakin meningkat. Kegiatan serupa juga akan terus berlanjut di masjid-masjid lain di wilayah Gamping selama bulan Ramadhan.

“Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga momentum memperkuat hubungan sosial dan kepedulian antarwarga,” pungkas Sudarisman. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna)




Pasar Lebaran Sendangmulyo: Gebyar UMKM dan Baksos Semarakkan Ekonomi Masyarakat

Minggir – Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, menggelar Pasar Lebaran pada Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini bertepatan dengan Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman pada 6-21 Maret 2025. Menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, acara ini sukses menarik perhatian masyarakat Sendangmulyo dan sekitarnya.

Selain menjadi ajang pemberdayaan ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM, Pasar Lebaran di Sendangmulyo juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial. Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) digelar sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebanyak 224 paket sembako disalurkan dalam kegiatan ini, dengan sasaran penerima yang telah dipilih berdasarkan kebutuhan dan kondisi ekonomi mereka. Panti Asuhan At-Taqwa Dalangan menerima 10 paket, sebagai dukungan bagi anak-anak yatim dan pengasuhnya dalam menyambut bulan kemenangan. Selain itu, 10 paket lainnya diberikan kepada para mitra jasa Kapanewon Minggir, termasuk petugas cleaning service, petugas keamanan, dan pegawai harian lepas, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam mendukung pelayanan publik di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, 204 paket sembako lainnya disebar ke 68 padukuhan di lima kalurahan di Kapanewon Minggir. Setiap padukuhan menerima tiga paket, yang diperuntukkan bagi keluarga miskin yang membutuhkan tambahan dukungan pangan selama Ramadan dan Lebaran.

Panewu Minggir, Joko Mulyanto, didampingi Kawat Kemakmuran Kapanewon Minggir, Suhadi, serta Carik Sendangmulyo, menyerahkan paket sembako secara simbolis di Pendopo Kalurahan Sendangmulyo.

“Bingkisan tali kasih ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sehingga mereka dapat menikmati bulan Ramadan dan Lebaran dengan lebih baik,” ujar Joko dalam sambutannya.

Usai penyerahan sembako, Panewu Minggir meninjau pelaksanaan Pasar Murah, yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, bekerja sama dengan sejumlah distributor, di antaranya Bulog (beras premium, beras medium SPHP, minyak goreng, tepung terigu, gula pasir), Gapoktan Sidomulyo Godean (beras medium), Pinsar Petelur Nasional (PPN) (telur broiler), dan Saliman (produk olahan ayam seperti nugget dan chicken meat).

Pasar murah di wilayah Minggir ini merupakan putaran ketujuh, dengan penyelenggaraan di tiga lokasi berbeda setiap harinya. Animo masyarakat sangat tinggi, terlihat dari lebih dari 200 warga yang mengantre untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Suhadi, pemilihan lokasi yang bersamaan dengan Pasar Lebaran bertujuan untuk mendekatkan akses ekonomi kepada masyarakat.

“Dengan menyelenggarakan pasar murah bersamaan dengan Pasar Lebaran, masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM,” jelas Suhadi.

UMKM setempat turut meramaikan acara dengan berbagai produk unggulan, seperti kue kering, minuman herbal, makanan siap saji berbahan ikan, serta produk olahan sayuran yang bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Suhadi berharap bahwa melalui event seperti ini, UMKM di Minggir dapat terus berkembang dan menjaga kualitas produknya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Keputusan untuk menyelenggarakan tiga kegiatan ini secara bersamaan merupakan strategi pemerintah Minggir untuk menghemat waktu dan biaya operasional, sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan konsep yang menyatukan Pasar Lebaran, Pasar Murah, dan Gebyar UMKM, acara ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Lazismu PCM Berbah Salurkan Santunan dan SIM C kepada Anak Asuh PA Ukwatul Aitam

Berbah – Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah menyalurkan santunan kepada anak asuh Panti Asuhan (PA) Ukwatul Aitam Babadan Berbah dalam acara buka puasa bersama yang berlangsung di Soto Mbah Doel, Padukuhan Jetak, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Jumat (14/3/2025). Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan Surat Izin Mengemudi (SIM) C kepada anak asuh dan pengasuh panti.

Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Sendangtirto Amir Junawan, perwakilan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sendangtirto, tim Lazismu Berbah, Dukuh Jetak Sigit, Babinsa Sendangtirto Tri Yulianto, serta pengasuh PA Ukwatul Aitam.

Pengurus PA Ukwatul Aitam, H. Kasmino Anhar, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan santunan yang diberikan oleh Lazismu PCM Berbah. Ia mengungkapkan bahwa Ramadhan ini menjadi berkah bagi anak asuh dan pengurus panti karena banyaknya dukungan dari para donatur. Salah satu bentuk bantuan yang diterima adalah 17 SIM C yang diberikan dengan kemudahan dan keringanan biaya dari kepolisian. Selain itu, anak-anak panti juga mendapat undangan buka bersama dari Pakuwon Mall beberapa hari sebelumnya.

Sementara itu, Babinsa Sendangtirto Tri Yulianto menyampaikan bahwa Kapolsek Berbah tidak dapat hadir dan diwakilkan olehnya untuk menyerahkan SIM C kepada penerima. Ia menyampaikan pesan dari Kapolsek agar para penerima SIM C selalu berhati-hati saat berkendara, menaati peraturan lalu lintas, dan melengkapi perlengkapan berkendara, seperti mengenakan helm.

“Kejahatan jalanan masih terjadi, jadi diharapkan untuk tidak keluar rumah pada malam hari kecuali dalam keadaan mendesak. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2020 tentang jam belajar anak,” jelas Tri Yulianto sebelum menyerahkan SIM C.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PCM Berbah, H. Ardi Sehami, dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang saleh sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Ia mengutip Surat Al-Baqarah ayat 25, yang menjelaskan bahwa surga diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

“Orang yang saleh memiliki beberapa ciri, di antaranya adalah mereka yang menjaga salat, gemar belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, selalu mendoakan orang tua, rajin bersedekah, menuntut ilmu, serta senantiasa berprasangka baik,” jelasnya.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antara para peserta, pengurus panti, dan pihak Lazismu PCM Berbah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus meningkat di kalangan masyarakat. (Kusnadi | KIM Berbah)




Jagongan Kalurahan, Langkah Nyata Atasi Masalah Sosial di Depok

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK Dukcapil) DIY menggelar Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan, Kamis (13/03/2025), di Pendopo Puspadenta, Kalurahan Caturtunggal. Forum yang berlangsung setelah salat Tarawih ini menjadi wadah diskusi terbuka antara pemerintah dan masyarakat guna membahas permasalahan utama yang dihadapi warga serta mencari solusi konkret.

Tiga isu utama yang menjadi sorotan dalam forum ini adalah pengelolaan tanah kas desa, pengelolaan sampah organik, dan peluang kerja bagi masyarakat.

Pengelolaan tanah kas desa menjadi perhatian utama karena perannya yang strategis dalam mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan tanah kas yang sesuai aturan dan berorientasi pada kemaslahatan warga.

Selain itu, masalah sampah organik yang terus meningkat, terutama saat musim panen, juga menjadi tantangan yang perlu segera diatasi dengan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Forum ini juga menyoroti persoalan sosial dan kesempatan kerja bagi masyarakat. Sebagai wilayah dengan banyak perusahaan barang dan jasa, Kapanewon Depok memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan berdiskusi untuk mencari solusi agar warga lebih mudah mengakses pelatihan keterampilan dan informasi lowongan kerja.

Kepala Dinas PMK Dukcapil DIY, KPH H. Yudhanegara, Ph.D., menegaskan bahwa Jagongan Kalurahan merupakan langkah nyata dalam membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah.

“Kami ingin masyarakat dapat menyampaikan langsung permasalahan yang mereka hadapi, sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan keterlibatan semua pihak, kami berharap forum ini membawa dampak positif yang nyata,” ujarnya.

Dengan adanya forum ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah semakin terbuka, serta berbagai permasalahan yang dibahas dapat segera ditindaklanjuti. Jagongan Kalurahan bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga langkah konkret dalam membangun kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga se-Kapanewon Depok. (Oktaviana/KIM Depok)




Safari Ramadhan Tarawih Keliling Kapanewon Ngaglik Berakhir di Minomartani

Sleman – Rangkaian Safari Ramadhan Tarawih Keliling (Tarling) Kapanewon Ngaglik mencapai putaran terakhirnya pada Jumat (14/03/2025). Kegiatan yang berlangsung di Mushola Darul Ma’arif, Ploso Kuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat setempat sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadhan.

Panewu Anom Kapanewon Ngaglik, Bambang Etri, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat warga Ploso Kuning. Ia berharap kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur bisa bersilaturahmi dan melaksanakan Safari Ramadhan bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan kepada Takmir Mushola Darul Ma’arif untuk mendukung berbagai kegiatan selama bulan suci Ramadhan.

Lurah Minomartani, Edi Suroto, turut mengapresiasi antusiasme warga dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Ploso Kuning menjadi bukti kuatnya kebersamaan di lingkungan tersebut.

“Saya sangat berbahagia melihat warga Ploso Kuning begitu kompak mendukung kegiatan ini. Terima kasih kepada Takmir Mushola Darul Ma’arif yang telah bekerja keras dalam menyambut Safari Ramadhan ini,” katanya.

Setelah pelaksanaan salat Tarawih, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Hamdani Yusuf. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk selalu dekat dengan para ulama sebagai pembimbing dalam kehidupan beragama.

“Ramadhan bukan sekadar ritual, tetapi juga proses pembentukan kesalehan pribadi. Apa yang kita serap selama Ramadhan (input) harus dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari (output),” paparnya.

Dengan berakhirnya Safari Ramadhan Tarling Kapanewon Ngaglik, diharapkan semangat kebersamaan dan ibadah tetap terjaga, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN)