MWCNU Gamping Gelar Tadarus Keliling, Perkuat Cinta Al-Qur’an dan Ukhuwah Islamiyah

Sleman – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping menggelar tadarus keliling guna meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus melestarikan budaya Islam. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/3/2025) malam di kediaman Prof. H. Saliman Marsudi, Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Acara dihadiri oleh pengurus MWCNU Gamping, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Para peserta membaca Al-Qur’an secara bergantian dengan penuh khidmat, menciptakan suasana yang sejuk dan menambah kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan.

H. Saliman Marsudi, selaku Mustasyar MWCNU Gamping, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini di kediamannya. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda agar semakin mencintai kitab suci umat Islam.

Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun, mengapresiasi partisipasi aktif pengurus dan masyarakat dalam kegiatan ini. Menurutnya, tadarus keliling bukan sekadar membaca Al-Qur’an bersama, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Kapanewon Gamping.

Selain tadarus, acara juga diisi dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh KH. Ahmad Mabarun. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga sebagai upaya memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Tadarus Al-Qur’an bukan sekadar membaca, tetapi juga bentuk hubungan kita dengan Allah SWT. Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus kita pahami dan amalkan dalam keseharian,” ujarnya.

Usai tadarus dan tausiyah, acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan umat Islam serta keberkahan bagi keluarga H. Saliman Marsudi selaku shohibul hajat. KH. Ahmad Mabarun memimpin doa dengan penuh kekhusyukan, dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan sederhana.

Kegiatan tadarus keliling ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an tetap terjaga di tengah masyarakat. MWCNU Gamping berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara rutin guna memperkuat spiritualitas dan persaudaraan umat Islam. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Pemerintah Kapanewon Kalasan Gelar Bimtek Pembuatan Video Konten

Sleman – Pemerintah Kapanewon Kalasan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) mengenai tata cara pembuatan video konten, Jumat (14/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kapanewon ini diikuti oleh perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Karang Taruna, utusan dari masing-masing kalurahan, serta staf Kapanewon Kalasan. Bimtek menghadirkan narasumber Benny Yuniawan Pratama.

Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kapanewon Kalasan, Amalia Azimah, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan dasar dalam pembuatan video konten. Ia berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk menghasilkan video yang menarik dan berkualitas.

“Konten video yang dibuat dapat berisi informasi pembangunan di wilayah masing-masing, produk usaha, maupun materi edukatif dan budaya. Yang terpenting adalah tetap mengutamakan mutu, inspirasi, serta nilai edukasi bagi masyarakat,” ujar Amalia.

Dalam sesi pemaparan, Benny Yuniawan Pratama menjelaskan bahwa video konten merupakan sajian informasi berbentuk audio-visual yang lebih mudah dipahami dibandingkan media cetak.

“Video lebih menarik karena dapat mengungkapkan emosi dalam cerita dan kreativitasnya. Hal ini membuatnya lebih mudah diterima dan dibagikan di media sosial,” tandasnya.

Benny juga menjelaskan langkah-langkah pembuatan video konten berkualitas, mulai dari menemukan ide yang tepat sesuai dengan audiens, melakukan perencanaan dan persiapan (termasuk pemilihan peralatan, lokasi, dan waktu), hingga proses distribusi dan promosi konten. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang teknik pengambilan gambar, seperti pemilihan momen, pencahayaan, serta teknik editing dasar.

Bimtek ini rencananya akan berlanjut dengan sesi praktik pembuatan berbagai jenis konten yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




CSR Berkah Ramadhan: Pakuwon Mall Jogja Bersama Condongcatur Bagikan Sembako untuk Warga

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan semangat berbagi, Pakuwon Mall Jogja menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Berkah Ramadhan, Jumat (14/3/2025).

Acara ini berlangsung dengan penuh kebersamaan, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk manajemen Pakuwon Mall Jogja, Jajaran Pemerintah Condongcatur, Lurah, Dukuh Kaliwaru, Dukuh Sanggrahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Condongcatur yang turut serta dalam memastikan kelancaran serta keamanan jalannya acara serta warga penerima manfaat

General Manager Pakuwon Mall Jogja, Vicky Ratih dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menciptakan manfaat sosial, khususnya di bulan penuh berkah ini

“Pakuwon Mall Jogja kedepan berkomitmen untuk terus melaksanakan program serupa guna mempererat hubungan antara dunia usaha dan masyarakat” ucapnya

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mewakili Pemerintah Kalurahan Condongcatur memberikan apresiasi atas inisiatif Pakuwon Mall Jogja dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan

“Dengan adanya kegiatan CSR Berkah Ramadhan dari Pakuwon Mall Jogja ini diharapkan semakin banyak dunia usaha yang terinspirasi untuk berbagi dan mendukung kesejahteraan sosial di wilayahnya masing masing khususnya di Kabupaten Sleman” tuturnya

Puncak kegiatan adalah penyerahan sembako secara simbolis kepada perwakilan warga, yang diwakili oleh beberapa Ketua RW sekitar lokasi Pakuwon Mall Jogja. (Wasana / Kim Depok)




Pemkab Sleman Evaluasi Kinerja Kapanewon Ngaglik Tahun 2024  

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar evaluasi kinerja Kapanewon Ngaglik pada Jumat (14/03/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menilai efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Kapanewon Ngaglik selama tahun 2024, dan mengukur peningkatan kinerja dalam berbagai aspek, termasuk pelayanan publik, pelaksanaan kebijakan daerah, serta sinergi dengan berbagai pihak.

Acara ini dibuka dengan sambutan sekaligus paparan dari Panewu Anom Ngaglik, Bambang Entri, yang mewakili Kapanewon dalam menjelaskan struktur organisasi, kondisi geografis, serta berbagai permasalahan yang dihadapi selama tahun 2024 dan upaya penyelesaiannya.

“Tantangan utama yang dihadapi Kapanewon Ngaglik, termasuk dalam bidang infrastruktur, pelayanan publik, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan sektor swasta. Kemudian program-program unggulan yang telah dijalankan serta inovasi dalam pelayanan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Tim Bagian Pemerintahan Kabupaten Sleman, yang diwakili oleh Hana Melita Ekasari pada kesempatan itu turut memberikan paparan mengenai indikator evaluasi yang digunakan dalam proses monitoring ini. Evaluasi tidak hanya berfokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga pada efektivitas pelayanan publik, dan implementasi kebijakan kepala daerah yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.

“Asesmen dan survei sebelumnya telah dilakukan untuk melihat perkembangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga evaluasi ini menjadi ajang penilaian apakah terjadi peningkatan dalam berbagai sektor,” jelas Hana.

Adapun kriteria penilaian yang dilakukan ialah kualitas pelayanan publik, efisiensi dalam penanganan administrasi kependudukan, sinergi kapanewon dengan kalurahan, hubungan dengan sektor swasta dan masyarakat, partisipasi aktif masyarakat dalam program pemeritah, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah.

Penilaian tersebut dilakukan oleh tim juri independen yang berasal dari akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kehadiran akademisi dari kedua perguruan tinggi ternama ini diharapkan dapat memberikan perspektif objektif serta masukan yang konstruktif dalam upaya peningkatan kinerja Kapanewon Ngaglik ke depan.

Dengan begitu, evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Pemerintah Kapanewon Ngaglik. Selain itu, hasil dari monitoring ini akan menjadi bahan rekomendasi untuk penyusunan program kerja ke depan, sehingga Pemerintahan Kapanewon Ngaglik semakin responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (Eka Sastra Kurniawan -KIM DSN)




Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Sleman Dorong Akses Pendidikan yang Lebih Baik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penanggulangan kemiskinan di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, pada Kamis (13/3).

Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Sepeda Mas (Sekretariat Pemberdayaan Masyarakat) Sleman ini, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa pendidikan menjadi faktor utama dalam memutus rantai kemiskinan. Ia menyoroti pentingnya akses pendidikan yang baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat memperoleh keterampilan dan pekerjaan yang layak di masa depan.

“Kita punya program beasiswa Sleman Pintar yang terus kita evaluasi hasilnya. Dengan pendidikan yang baik, anak-anak Sleman bisa terampil, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Danang.

Selain menyoroti pendidikan, monev ini juga bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan di kapanewon-kapanewon, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi serta mendapatkan informasi mengenai program-program pemerintah yang dapat diakses.

“Forum ini penting karena selain pemerintah bisa melihat langsung progres program yang dijalankan, masyarakat juga bisa menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Mustadi.

Melalui monev ini, Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus memperbaiki strategi dalam penanggulangan kemiskinan, dengan menekankan pada aspek pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta kemudahan akses terhadap berbagai program sosial.