Jelang Lebaran, Kapanewon Seyegan Gelar Operasi Pasar di Sejumlah Tempat

Sleman – Tim gabungan yang dibentuk Kapanewon Seyegan melakukan operasi pasar pada Kamis (13/3/2025). Tim yang terdiri dari Polsek, Koramil, Polisi Pamong Praja, Ulu Ulu dari lima kalurahan puskesmas dan leading sector, melaksanakan pemeriksaan produk makanan dan bahan pokok yang kadaluarsa di lima lokasi berbeda.

Sebelum terjun ke lokasi, tim gabungan tersebut mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati.

“Tim dibagi dalam lima wilayah yang berbeda yaitu Seyegan Barat, Timur, Utara, dan Selatan ditambah dengan lokasi pasar Ngino yang letaknya di wilayah Kalurahan Margoagung,” jelas Rini saat menunjuk Ulu Ulu dari lima kalurahan yang menjadi penunjuk jalan di masing-masing lokasi.

Sedangkan teknis operasi pasar disampaikan oleh Retno selaku perwakilan Puskesmas Seyegan. Pada kesempatan itu, Retno menuturkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diamati pada makanan-makanan yang ada ditoko dan pasar, seperti nama toko, alamat, nama pangan dan temuannya.

Adapun temuan yang dimaksud meliputi: 1) Wadah makanan apakah berkarat, sobek, atau penyok; 2) label registrasi memuat jenis produk, kode produksi, komposisi, dan netto; 3) Nama Perusahaan, tanggal kadaluarsa dan izin edar; 4) Kondisi fisik makanan seperti bau ketengikan, warna, lender, kerenyahan, dan jamu kapang.

“Dalam pelaksanaannya, form atau blangko pemantauan yang sudah dibuat nanti menjadi tanggung jawab staf puskesmas dan selesai pengamatan form ditanda tangani oleh pemilik toko,” kata Retno.

Dari hasil operasi pasar yang dilakukan, tim gabungan memperoleh beberapa temuan, seperti roti atau kue dengan bungkus plastik yang rusak oleh gigitan tikus. Kemudian minuman dengan kemasan atau kaleng yang sudah penyok.

Tim juga menemukan makanan curah untuk lebaran yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa dan nomor IPRT. Barang temuan tersebut lantas disita oleh tim gabungan untuk dijadikan barang bukti.

“Tujuan operasi pasar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mendapatkan barang barang kebutuhan pokok, terutama untuk mengetahui kondisi kondisi barang, tanggal kadaluarsa, kandungan bahan berbahaya, dan kualitas daging yang ada di pasaran,” jelas Rini. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tumbuhkan Solidaritas Masyarakat, Lazisnu Sleman Bantu Korban Bencana Alam

Sleman – Untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan gotong royong dimasyarakat agar saling membantu, dan meringankan beban warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa pohon pasca angin kencang dan hujan lebat, maka pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman memberikan bantuan sosial, Kamis (13/3/2025).

Bencana alam tersebut mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, salah satunya milik Subardi, warga Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik. Menurut keterangan Subardi, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa atap rumahnya hingga mengalami kerusakan parah.

Menanggapi kejadian tersebut, pengurus Lazisnu Kabupaten Sleman segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan. Bentuk penyaluran zakat mal melalui program peduli bencana, Lazisnu Sleman memberi bantuan berupa uang tunai dan bahan bangunan yang diterima langsung oleh Subardi guna membantu proses perbaikan rumahnya. Selain itu, relawan NU Care-Lazisnu bersama warga masyarakat setempat juga ikut bergotong-royong membersihkan puing-puing serta sisa pohon yang tumbang.

Ketua Lazisnu Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin didampingi Sekretarisnya, Luthfy Avian Ananda mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap warga yang tertimpa musibah. Ia berharap santunan yang diberikan dapat meringankan beban korban dan mempercepat proses pemulihan rumah yang rusak. Pihaknya selalu berusaha hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat seperti ini.

Selain memberikan santunan kepada pemilik rumah, Hani juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. Sekaligus mengimbau warga untuk memangkas pohon yang terlalu tinggi atau rawan tumbang agar kejadian serupa bisa diminimalisir di kemudian hari.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian yang dialami cukup besar,” ujarnya.

Warga sekitar turut mengapresiasi kepedulian Nahdlatul Ulama yang tanggap dalam membantu korban bencana. Mereka pun mendoakan agar Lazisnu Sleman semakin maju dan dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan langkah mitigasi bencana. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Ke depan, Lazisnu Sleman berkomitmen untuk terus hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Lembaga ini pun mengajak masyarakat yang mampu untuk berdonasi agar lebih banyak warga terdampak bencana yang dapat memperoleh bantuan.

Dengan adanya aksi sosial seperti ini, diharapkan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah kunci dalam menghadapi berbagai musibah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Dukung Kebijakan Kapolresta Sleman, Polsek Ngaglik Gencarkan Patroli Subuh dan Sosialisasi Bahaya Petasan di Sekolah

Sleman – Dalam rangka mendukung kebijakan Kapolresta Sleman terkait pencegahan peredaran dan penggunaan petasan, Polsek Ngaglik semakin gencar melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat. Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto melalui Kanit Binmas Kompol Susilo dan anggota Bhabinkamtibmas, turun langsung ke sekolah-sekolah dasar di wilayah Kapanewon Ngaglik, Kamis (13/03/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak sekolah, mengenai bahaya petasan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Selain menyampaikan edukasi secara langsung, petugas juga membagikan poster berisi larangan dan dampak negatif dari bermain petasan. Poster tersebut ditempel di berbagai titik strategis di sekolah agar pesan yang disampaikan bisa lebih efektif.

“Kami mendukung kebijakan Kapolresta Sleman melalui Kapolsek dengan terus melakukan sosialisasi di berbagai tempat, terutama sekolah-sekolah dasar. Harapannya, anak-anak lebih memahami bahwa petasan bukan hanya mainan biasa, tetapi juga berbahaya dan bisa menimbulkan cedera,” ujar Kompol Susilo.

Selain menyambangi sekolah, anggota Polsek Ngaglik juga aktif memberikan himbauan saat patroli subuh. Kegiatan ini dilakukan karena banyak anak-anak yang sering berkumpul di jalanan setelah salat subuh, yang berpotensi menjadi momen mereka untuk bermain petasan. Petugas pun dengan pendekatan persuasif memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya tersebut.

“Patroli subuh menjadi salah satu cara kami mendekati anak-anak dan memberikan edukasi secara langsung. Kami ingin memastikan bahwa mereka paham akan risiko bermain petasan, baik dari sisi keselamatan maupun hukum,” tambahnya.

Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi dan menindaklanjuti segala bentuk peredaran petasan di wilayah Ngaglik. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, untuk berperan aktif dalam mengingatkan anak-anak mengenai bahaya petasan.

“Kami membutuhkan peran serta semua pihak, terutama orang tua dan guru, dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak bermain petasan. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan adanya peredaran petasan yang mencurigakan,” tegasnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, Polsek Ngaglik berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga lingkungan tetap aman, nyaman, dan terbebas dari gangguan akibat petasan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan Kapolresta Sleman dalam menciptakan wilayah yang lebih kondusif dan tertib. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Ngaglik)




SMPN 2 Berbah Gelar Bukber Guna Tingkatkan Iman Atasi Perbedaan

Sleman – SMPN 2 Berbah menggelar buka bersama (bukber) di ruang keterampilan setempat, Rabu (12/3/2025). Kegiatan bukber diikuti oleh semua siswa kelas Vll, Vlll dan lX baik muslim dan non muslim. Kepala SMPN 2 Berbah, Noor Rohmah Hidayati menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama sudah menjadi agenda rutin tiap tahun pada bulan Ramadhan. Acara itu pun menjadi penanda penutupan kegiatan pesantren kilat yang sudah berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 11 dan 12 Maret 2025.

“Kegiatan keagamaan yang diikuti oleh semua siswa yang berbeda kepercayaan mengajarkan siswa toleransi antar umat beragama,” ujarnya.

“Untuk menu berbuka puasa diserahkan masing-masing kelas. Dari pihak sekolah memberikan kebebasan memilih menu sesuai kesepakatan kelas,” tambah Noor.

Pengawas Disdik SMP Sleman, Supriyana menekankan pentingnya kegiatan pesantren kilat bagi kelas VII. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan menambah ilmu pengetahuan keagamaan,” ujarnya.

Sementara Ustaz Fadli Reza selaku penceramah, pada kesempatan itu menjelaskan kepada peserta didik bahwa mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim merupakan niat dan tujuan hidup. Selanjutnya mengucapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh adalah doa untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Kemudian mengucapkan Alhamdulillah dalam segala kondisi baik suka maupun duka merupakan pola kehidupan. Sedangkan mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah sebagai prinsip hidup manusia.

“Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW itu sangat penting karena beliau sebagai teladan umat manusia,” jelas Ustadz Fadli.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran, tujuan hidup, teman, dan gaya hidup. Ustaz Fadli pun mengajak para peserta didik untuk merenungkan identitas diri sebagai manusia, warga Indonesia, dan muslim.

“Tidak usah ikut-ikutan pada hal yang tidak bermanfaat, yang membedakan manusia satu dengan yang lain adalah kesadarannya,” tandasnya. (Kusnadi / KIM Berbah)




Kajian Ramadhan Momentum IGABA Bina Guru PAUD Cabang Berbah

Sleman – Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Berbah bersama Majelis PAUD DASMEN Aisyiyah cabang Berbah dan Pengurus Harian PCA Berbah mengadakan Kajian Ramadhan 1446 H, yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Krikilan, Tegaltirto Berbah, Sleman.  Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, sejak tangal 10 hingga 12 Maret 2025.

Ketua Majelis PAUD Dasmen Aisyiyah Berbah, Hj. Esti Jumanah menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan dibulan Ramadhan sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan guru PAUD (KB-TK ABA) cabang Berbah.

“Dalam kegiatan ini guru diharapkan bisa untuk mengikuti materi-materi yang disampaikan,” ucap Esti.

Adapun materi yang dipaparkan, antara lain hafalan surat-surat pendek, praktek wudhu, salat berjamaah. Materi kajian tersebut akan disampaikan oleh Wakil Ketua MTP PDA Sleman, Sri Sumiyarsi.

“Diharapkan semua guru bisa mengikuti dari awal sampai akhir kegiatan selama tiga hari,” tambah Esti.

Wakil Ketua PCA Berbah, Yuliani Murtiningsih mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Sri Sumiyarsi atas waktu yang diberikan untuk menjadi narasumber dalam kajian kali ini.

 “Kajian ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan selama tiga hari berturut-turut dengan tema yang berbeda-beda,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga disampaikan pemberian tali asih untuk Guru Tetap Yayasan (GTY) non sertifikasi. “Semoga kegiatan ini terus berjalan dan semakin banyak ilmu yang didapatkan,” pungkas Yuliani.

Wakil ketua MTP PDA Sleman, Sri Sumiyarsi sebagai narasumber menyampaikan agar guru PAUD (KB-TK ABA) dapat mempraktekkan dengan benar dan konsisten dalam ilmu yang didapat. Terlebih dalam penyampaiannya kepada peserta didik karena sebagai dasar utama.

“Namun haruslah yang sesuai dengan tuntunan Himpunan Putusan Tarjeh (HPT) yang telah dianjurkan oleh PP Muhammadiyah,” pesan Sri Sumiarsi. (Kusnadi / KIM Berbah)