Penguatan DASHAT di KKB Condongcatur: Tingkatkan Kreativitas Kader dalam Olahan Bergizi

Sleman – Penguatan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur kembali dilaksanakan Kapanewon Depok, Rabu (12/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang Anglocita Kapanewon Depok itu diikuti oleh kader DASHAT, dan perwakilan kader kesehatan dari Kalurahan Condongcatur.

Perwakilan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Depok, Siti Juwariyah menuturkan bahwa aksi tersebut berada di bawah binaan PKB Kapanewon Depok. Di mana, kegiatan kali ini dimulai pada pukul WIB hingga pukul WIB.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan kader agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah makanan bergizi guna mendukung program penurunan angka stunting. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan Festival DASHAT tingkat Kabupaten Sleman yang akan digelar pada April mendatang, melibatkan 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Ketua DASHAT Condongcatur, Tatik Sukarsih menyambut baik kegiatan ini karena memberikan banyak ilmu dan keterampilan bagi kader DASHAT.  “Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan agar kader dapat semakin kreatif dalam menyediakan makanan bergizi yang menarik dan mudah diterima oleh keluarga, terutama anak-anak sebagai upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Dalam sesi pelatihan ini, para peserta mengikuti beberapa praktik keterampilan terkait olahan makanan sehat dan bergizi yang dipandu oleh dua orang narasumber yaitu Sulasmi dan Purwanti. Adapun materi yang diajarkan pada kesempatan tersebut ialah membuat garnis dari aneka buah dan sayuran, serta membuat gadon dan bakmoy dari olahan ikan.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kader DASHAT di Condongcatur semakin mampu menciptakan menu sehat, bergizi, dan menari. Sehingga angka stunting di wilayah tersebut dapat ditekan. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Pengurus Baru TP PKK Sleman Diharapkan Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melantik pengurus baru Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) periode 2025-2030 pada Rabu (12/3) di Pendopo Parasamya, Kantor Sekretariat Daerah Sleman. Pelantikan ini sekaligus menjadi momen serah terima jabatan dari Sri Hapsari Suprobo Dewi kepada Parmilah Harda Kiswaya sebagai ketua baru.

TP PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di tingkat keluarga. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program yang lebih inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.

“PKK harus menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan masyarakat. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi, serta komitmen dari seluruh pengurus agar program-programnya benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain menjadi mitra pemerintah, PKK berfungsi sebagai fasilitator dalam berbagai program yang menyasar keluarga dan komunitas. Wakil Ketua TP PKK DIY, G.K. Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam, menekankan pentingnya kepemimpinan yang memiliki integritas, kepedulian, serta semangat gotong royong agar organisasi ini dapat berjalan efektif.

“PKK bukan hanya organisasi seremonial, tetapi wadah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Diperlukan pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakat dan memastikan program berjalan dengan baik,” katanya.

Ketua TP PKK Sleman yang baru, Parmilah Harda Kiswaya, menegaskan bahwa 10 Program Pokok PKK akan terus diperkuat dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“PKK harus selaras dengan kebijakan pemerintah agar program yang dijalankan lebih efektif. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Ketua TP PKK, Sri Hapsari Suprobo Dewi, berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan dan mengembangkan program yang sudah berjalan.

Pelantikan ini menandai langkah baru bagi TP PKK Sleman dalam menjalankan perannya sebagai penggerak pemberdayaan keluarga. Dengan pengurus baru yang memiliki semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan program PKK semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman.




Kegiatan Pesantren Kilat Pupuk Sikap Saling Menghormati bagi Peserta Didik  

Sleman – SMP Negeri 2 Berbah menyelenggaraka kegiatan pesantren kilat di ruang keterampilan SMP Negeri 2 Berbah selama dua hari, yakni pada 11 dan 12 Maret 2025.

Kepala SMPN 2 Berbah, Noor Rohmah Hidayati menyampaikan bahwa kegiatan pesantren kilat untuk siswa beragama Islam dan pemantapan kerohanian untuk siswa non Islam ditujukan untuk siswa klas VII dari A sampai D SMPN 2 Berbah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadhan.

“Kenapa hanya melibatkan kelas VII, dikarenakan jelas VIII dan IX sudah mengikuti pesantren kilat ditahun tahun yang lalu” jelas Noor, Rabu (12/3/2025).

Kegiatan kerohanian bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada siswa untuk memiliki sopan santun dalam pergaulan sehari-hari. Pasalnya, terdapat aturan pembelajaran dan etika yang harus diikuti oleh peserta didik, contohnya etika berbicara dengan guru atau dengan teman sebaya. Perilaku tersebut merupakan cerminan visi SMPN 2 Berbah yakni KILAU BERLIAN.

“Yang dimaksud KILAU BERLIAN adalah Kreatif berbudaya Pancasila Unggul dalam Prestasi Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berkebinekaan Global,” jelas Noor.

Ia pun menambahkan bahwa dalam pemantapan kerohanian siswa diberikan pengertian untuk saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. Dimana, sikap saling menjaga merupakan bentuk kerukunan antar umat beragama.

“Bisa dicontohkan ketika bulan Rhamadan kantin libur. Siswa non muslim ketika makan mencari tempat tersembunyi tidak dihadapan teman yang sedang menjalankan ibadah puasa. Perilaku seperti sebagai wujud toleransi saling menghormati antar umat beragama,” jelas Noor.

“Diberikan kesempatan untuk pengurus OSlS untuk belajar berorganisasi dan memupuk jiwa kepemimpinan bagi siswa,” sambungnya.

Pengampu Pesantren Kilat sekaligus guru Agama Islam, Siti Ngaisah dan Muhadi menyampaikan bahwa kegiatan kerohanian untuk siswa beragama Islam dalam pesantren kilat adalah salat Dhuha dan tadarus bersama. Di sela-sela acara juga disampaikan sejumlah materi keagamaan kepada peserta didik.  

“Adapun pemberitahuan materi keagamaan disampaikan oleh guru pengasuh SMPN 2 Berbah,” jelas Muhadi

Ia menyampaikan bahwa dalam bidang keagamaan, siswa SMPN 2 Berbah memilik banyak prestasi yang membanggakan.

“Diantaranya mendapatkan juara umum Lomba MTQ Pelajar Umum tingkat SMP se-Kabupaten Sleman tahun 2024 berlangsung di hotel Prima Sleman,” jelasnya. (Kusnadi / KIM Berbah)




Pasar Lebaran Sleman 2025 Resmi Dibuka, Diharapkan Dorong Perekonomian UMKM

Sleman – Pasar Lebaran Tahun 2025 di Kabupaten Sleman resmi dibuka pada Selasa (11/3/2025) di Lapangan Pemda Sleman. Acara tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Sleman ini bertujuan untuk meningkatkan daya jual produk lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara langsung membuka acara yang mengusung tema “Borong Bareng Produk Sleman, Lebaran Makin Berkesan.” Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Sleman serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim.

Dalam sambutannya, Harda mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum Pasar Lebaran sebagai wadah memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas.

“Dengan lokasi yang strategis di area Pemda Sleman, saya berharap ASN dan masyarakat umum bisa turut berbelanja di sini. Ini adalah langkah yang baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Ke depan, kami akan terus mengevaluasi agar kegiatan ini semakin efektif,” ujar Harda.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Tina Hastani, menjelaskan bahwa Pasar Lebaran tahun ini berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Maret 2025, dan diikuti oleh 143 UMKM serta 30 mitra, yang terdiri dari koperasi, BUMD, asosiasi, dan UMKM mandiri.

Selain menjadi ajang promosi dan penjualan produk lokal, Pasar Lebaran 2025 juga menghadirkan beragam kegiatan pendukung yang menambah daya tarik bagi pengunjung. Salah satunya adalah festival kuliner halal, yang menyajikan berbagai hidangan khas daerah serta makanan dan minuman yang telah terjamin kehalalannya.

Bagi para pelaku usaha kecil, bazar produk UMKM menjadi kesempatan emas untuk memasarkan dan memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Sementara itu, dalam upaya membantu warga kurang mampu, panitia juga menyelenggarakan pembagian sembako dan pasar murah, yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, acara ini juga mengakomodasi kebutuhan kesehatan masyarakat dengan cek kesehatan gratis, yang memungkinkan pengunjung memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa biaya. Selain itu, tersedia pula perpustakaan keliling, yang memberikan akses bacaan berkualitas bagi warga, terutama anak-anak dan pelajar yang ingin memperluas wawasan mereka.

Menjelang Idulfitri, kebutuhan akan uang pecahan baru meningkat, sehingga panitia menghadirkan layanan penukaran uang pecahan baru untuk memudahkan masyarakat dalam menyiapkan kebutuhan Lebaran. Layanan publik lainnya seperti Samsat keliling juga dihadirkan, memberikan kemudahan bagi warga yang ingin mengurus pajak kendaraan tanpa harus datang ke kantor Samsat.

Sebagai bagian dari nuansa religius Ramadhan, Pasar Lebaran ini juga diisi dengan pengajian Islami, yang menghadirkan tausiyah dari para ulama untuk memberikan siraman rohani dan menambah keimanan di bulan yang penuh berkah ini.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam acara ini Bupati Sleman dan jajarannya menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga kurang mampu. Selain itu, bantuan penguatan modal usaha bagi UMKM dan koperasi juga diberikan sebagai bagian dari upaya Pemkab Sleman dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan adanya Pasar Lebaran ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal dan mencintai produk lokal Sleman, serta UMKM dapat berkembang lebih pesat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah.




Permudah Civitas Akademika Tunaikan Zakat, Lazisnu Sleman Buka Gerai Layanan ZIS di UNU Yogyakarta

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan membuka gerai pelayanan di Gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Selasa (11/3/2025). Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat, khususnya civitas akademika dan warga sekitar, dalam menunaikan zakat, infaq dan sedekah.

Gerai pelayanan yang dibuka oleh Lazisnu Kabupaten Sleman ini menjadi salah satu wujud komitmen dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian dana umat. Dengan adanya sarana ini, diharapkan warga kampus lebih mudah dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah tanpa harus datang ke Kantor Cabang Lazisnu Sleman. Selain itu, mereka juga dapat berkonsultasi langsung mengenai pengelolaan dana zakat yang sesuai dengan syariat Islam.

Kehadiran gerai pelayanan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa dan dosen UNU Yogyakarta. Mereka menyambut baik upaya Lazisnu Sleman dalam mendekatkan layanan ZIS ke lingkungan akademik. Menurut beberapa mahasiswa, keberadaan gerai ini sangat membantu mereka dalam menyalurkan sedekah maupun infaq tanpa harus mencari lembaga lain di luar kampus.

Berdasarkan keterangan Sekretaris Lazisnu Kabupaten Sleman, Luthfy Avian Ananda yang mendampingi relawan NU Care-Lazisnu, mengatakan selain sebagai tempat penghimpunan dana, gerai pelayanan ZIS ini juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Para pengurus Lazisnu turut memberikan pemahaman kepada pengunjung mengenai manfaat zakat dan bagaimana dana yang terkumpul akan dikelola serta disalurkan kepada mustahik yang berhak.

Luthfy menambahkan, Lazisnu Sleman di era digital seperti sekarang ini menyediakan berbagai jenis pembayaran zakat, infaq dan sedekah secara tunai maupun non-tunai melalui scan barcode. Pihaknya telah menyediakan berbagai metode pembayaran digital untuk memudahkan para muzakki dalam menyalurkan dana mereka.

“Dengan kemudahan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam gerakan kebaikan melalui dana yang mereka berikan,” imbuhnya.

Selain itu, Lazisnu juga menggandeng berbagai pihak, termasuk komunitas mahasiswa dan organisasi sosial guna memperluas jangkauan distribusi dana ZIS. Melalui kolaborasi ini, dana yang terkumpul dapat lebih efektif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa.

Sementara, Hani Rochmanudin selaku Ketua Lazisnu Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa keberadaan gerai pelayanan ZIS di Gedung UNU Yogyakarta ini membuktikan sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan dapat menciptakan manfaat besar bagi umat. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam berzakat dan berbagi kepada sesama.

“Mari kita jadikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai budaya yang mengakar dalam kehidupan kita agar keberkahan senantiasa menyertai,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)