Lurah Banyuraden Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Kebersamaan Masyarakat

Sleman – Dalam suasana penuh kebersamaan, Lurah Banyuraden, Sudarisman, menggelar acara buka puasa bersama dengan masyarakat di kediamannya, Modinan RW 20, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (9/3/2025). Acara ini dihadiri oleh pamong, tokoh agama, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Buka puasa bersama ini bukan sekadar ajang untuk menikmati hidangan berbuka, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah kelurahan dan warganya. Dalam sambutannya, Sudarisman mengapresiasi antusiasme masyarakat dan menekankan pentingnya gotong royong serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, saat yang tepat untuk meningkatkan keimanan, kepedulian, serta kebersamaan. Acara ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga memperkuat persaudaraan di antara kita semua,” ujar Sudarisman.

Acara ini juga diisi dengan ceramah keagamaan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gamping, Abu Hanifah, yang mengangkat tema “Mempersiapkan Generasi yang Berkualitas.” Ia menekankan bahwa generasi muda harus dibekali keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum agar menjadi individu yang cerdas dan berakhlak baik.

“Pendidikan formal sangat penting, tetapi harus didukung dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak mereka dalam membangun karakter dan menghadapi tantangan di era digital,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan tentang dampak teknologi bagi anak-anak. Menurutnya, teknologi bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak, tetapi juga bisa membawa dampak negatif jika tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam membimbing anak-anak dalam penggunaan teknologi secara positif.

Setelah ceramah, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan berbuka puasa. Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta berdoa untuk keberkahan Ramadhan serta kebaikan bagi generasi mendatang.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kebersamaan masyarakat semakin kuat, serta nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sosial semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Warga Serbu Pasar Murah di Condongcatur, 3,8 Ton Beras Ludes Terjual

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah di 38 kalurahan sebagai upaya menekan inflasi menjelang Idulfitri 1446 H. Salah satu lokasi yang mendapat antusias tinggi adalah Kalurahan Condongcatur, yang menggelar pasar murah pada Senin (11/3/2025).

Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi meskipun pasar murah baru dibuka pukul WIB. Petugas memberikan nomor antrean dengan syarat menunjukkan KTP Sleman. Prioritas diberikan kepada ibu hamil, ibu yang menggendong anak, serta lansia. Tercatat sekitar 300 kartu antrean terpakai, sementara pembeli daging ayam dan telur bisa langsung bertransaksi tanpa antrean.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sleman yang telah memilih Condongcatur sebagai salah satu lokasi pasar murah tahun ini.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas terselenggaranya pasar murah ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan membantu mereka mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar,” ujar Reno.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, menjelaskan bahwa tahun ini dua dari tiga kalurahan di Kapanewon Depok menjadi lokasi pasar murah, yakni Condongcatur dan Maguwoharjo, yang digelar secara bersamaan.

“Masyarakat bisa membeli sembako dengan syarat menunjukkan KTP atau domisili Sleman, membawa kantong belanja sendiri, dan membawa uang pas. Barang kebutuhan pokok yang tersedia didistribusikan oleh Bulog, Gapoktan, Pinsar Sleman, dan PT Saliman,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pasar murah di tingkat kalurahan memudahkan masyarakat mengakses bahan pangan berkualitas dengan harga lebih murah.

“Harapannya, kegiatan ini bisa membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan pangan untuk Ramadan dan Lebaran, terutama di tengah kenaikan harga beberapa komoditas di pasar,” pungkasnya.

Pasar murah di Kalurahan Condongcatur mencatat transaksi yang cukup tinggi dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Berdasarkan data penjualan, beras menjadi komoditas yang paling diminati, dengan total kg terjual. Rinciannya, Beras Premium dari Bulog terjual sebanyak kg, Beras SPHP 100 kg, serta Beras Premium dari Gapoktan mencapai kg.

Selain beras, minyak goreng juga menjadi salah satu produk yang banyak dibeli, dengan total 398 liter terjual. Komoditas lain yang laris di antaranya gula pasir sebanyak 600 kg, tepung terigu 20 kg, serta telur ayam dari Pinsar Sleman yang mencapai 250 kg. Sementara itu, daging ayam karkas dari PT Saliman juga cukup diminati dengan total penjualan mencapai 21 kg.

Tingginya penjualan ini menunjukkan bahwa pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menyebutkan bahwa total kuota pasar murah tahun ini mencapai 115 ton untuk enam komoditas utama.

“Komoditas yang disiapkan meliputi 40,8 ton beras medium, 35,5 ton beras premium, liter minyak goreng, kg gula pasir, kg telur ayam, dan kg daging ayam,” jelasnya.

Dengan capaian penjualan yang tinggi, pasar murah di Condongcatur terbukti menjadi solusi efektif bagi masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Pemkab Sleman berharap program ini dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (Wasana/KIM Depok)




Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp92,6 Juta untuk Korban Bencana

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyerahkan bantuan keuangan kepada 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana sepanjang Januari hingga Februari 2025. Total bantuan yang disalurkan mencapai . Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam acara yang digelar di Aula Oproom Dinas PMK Sleman, Senin (10/3/2025).

Harda menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Pemkab Sleman dengan DPRD Sleman. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara optimal untuk meringankan beban para korban bencana.

“Saya harap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan produktif, sehingga dapat membantu pemulihan kehidupan para penerima bantuan,” ujar Harda.

Kepala BPBD Sleman, Makwan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana. Bantuan diberikan kepada korban bencana tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran yang terjadi di 16 padukuhan, 12 kalurahan, dan 9 kapanewon, yaitu Minggir, Ngemplak, Sleman, Tempel, Seyegan, Moyudan, Berbah, Mlati, dan Gamping.

Makwan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih terjadi di Sleman, terutama saat peralihan musim atau pancaroba.

“Bulan Maret ini masih terjadi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sleman. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana,” ungkapnya.

Dari total bantuan yang diberikan, nominal terbesar senilai diberikan kepada Dalijo, warga Jongke Kidul, Sendangadi. Rumahnya mengalami kerusakan paling parah akibat kebakaran pada 16 Februari lalu. Setelah melalui proses verifikasi oleh BPBD Sleman, diputuskan bahwa Dalijo berhak menerima bantuan tersebut untuk mendukung pemulihan tempat tinggalnya.

Dengan penyaluran bantuan ini, Pemkab Sleman berharap dapat meringankan beban korban bencana serta mempercepat proses pemulihan mereka. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Sleman.




Condongcatur Bertadabbur dan Bersholawat: Perkuat Spiritualitas di Bulan Ramadhan

Sleman – Dalam rangka meningkatkan spiritualitas dan mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1446 H, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkolaborasi dengan Yayasan Hayfala Istimewa Yogyakarta menggelar acara Condongcatur Bertadabbur dan Bersholawat. Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Minggu (9/3/2025), dengan dukungan dari Fandiego Travel, DRW Skincare, dan Bank BPD DIY.

Kegiatan ini dihadiri oleh habaib, asatidz, kyai, serta tokoh masyarakat. Hadir pula jajaran pemerintah, seperti Panewu Depok beserta Muspika Kapanewon Depok dan Lurah Condongcatur beserta pamong kalurahan. Sebagian besar peserta merupakan anggota majelis taklim, kelompok hadroh, serta para pecinta sholawat yang memenuhi gedung acara. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube oleh Shollu Media dan Vertizone TV, sehingga dapat menjangkau lebih banyak jamaah secara daring.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini.

“Alhamdulillah, atas izin Allah, kita bisa berkumpul dalam acara Condongcatur Bertadabbur dan Bersholawat. Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga acara ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Habib Ja’far Al Jufri dari Yayasan Hayfala Istimewa Yogyakarta mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya tadabbur kisah Al-Qur’an sebagai sarana membentuk karakter dan meningkatkan keimanan.

“Kehadiran para ulama, habaib, dan tokoh agama memberikan energi spiritual yang luar biasa. Harapannya, tadabbur kisah Al-Qur’an dapat menyentuh hati, mempengaruhi jiwa, dan menjadi petunjuk dalam menghadapi permasalahan hidup. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga sumber solusi bagi umat manusia,” jelasnya.

Acara ini menjadi puncak dari rangkaian Safari Ramadhan Hayfala, sebuah program dakwah yang digagas oleh Habib Ja’far Al Jufri. Kegiatan ini mencakup berbagai agenda, seperti Ramadhan Bareng Nabi Yusuf, kelas daring yang diikuti hampir 200 peserta untuk mentadabburi kisah Nabi Yusuf selama 10 hari pertama Ramadhan. Selain itu, ada program Sidak (Syiar Dakwah Kaliurang) yang mengunjungi masjid-masjid pelosok, serta Ifthar Santri dan Tadabbur Camp.

Habib Ja’far berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin yang mempererat ukhuwah Islamiyah di Condongcatur. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama dalam mendukung saudara-saudara di Palestina.

“Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan dan kebaikan, agar Condongcatur semakin berkah dan harmonis,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Bimtek Sablon Kain di Griya Inspirasi Candi Dukuh, Bekali Pemuda dengan Keterampilan Wirausaha

Sleman – Sebanyak 20 pemuda di Sardonoharjo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sablon Media Kain yang diselenggarakan di Griya Inspirasi Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (10/3/2025). Kegiatan yang berlangsung dari 10 hingga 17 Maret 2025 ini diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman sebagai bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sleman, Yani Fathurahman.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur Gandi Kurniawan dari Recklezz Screen Printing untuk membimbing peserta dalam teknik sablon kaos dan tas kain. Bimtek ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan wirausaha, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha mandiri di bidang sablon.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa industri sablon memiliki potensi besar untuk berkembang. Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar bisa menjadi ahli di bidang ini.

Senada dengan itu, perwakilan Disperindag Sleman, Priyo Sulaksono, menegaskan bahwa dinas siap membantu peserta dalam menghadapi kendala teknis maupun pengembangan usaha. Bahkan, Panewu Ngaglik, Agung Endarta, menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Sleman memiliki program penguatan modal yang dapat dimanfaatkan peserta untuk memulai usaha.

Yani Fathurahman, anggota DPRD Sleman yang turut membuka acara, menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus seimbang dengan pembangunan fisik. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi titik awal bagi pemuda Sardonoharjo untuk beralih dari pekerja menjadi pengusaha sukses.

Dengan adanya bimtek ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan keterampilan dan menciptakan peluang usaha di bidang sablon, yang memiliki prospek menjanjikan di wilayah Yogyakarta. (Andy Ahmad/KIM DSN Sardonoharjo Ngaglik)