Kajian Ramadhan PCA Berbah: Membangun Keluarga Sakinah Bersama BIKKSA

Sleman – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah bersama Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah (BIKKSA) menggelar Kajian Ramadhan 1446 H dengan tema Membentuk Keluarga Sakinah. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogotirto, Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY, Minggu (9/3/2025).
Kajian dimulai pukul WIB, setelah sesi pentasyarufan Lazismu PCM Berbah. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars Aisyiyah. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota PCA Berbah, serta perwakilan PRM se-Kapanewon Berbah.
Hadir sebagai pembicara, Siti Nurhayati, yang juga Ketua PCA Depok, menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis semata, tetapi lebih dari itu, merupakan pemenuhan kebutuhan psikologis untuk membangun keluarga sakinah.
“Keluarga sakinah adalah keluarga yang harmonis, dilandasi kasih sayang, saling menghargai, serta membawa kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujar Siti Nurhayati.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam kehidupan berumah tangga, perbedaan pendapat, masalah ekonomi, hingga kesenjangan sosial sering kali menjadi pemicu konflik. Jika tidak ditangani dengan baik, konflik tersebut dapat mengancam keharmonisan rumah tangga.
“Dalam kondisi seperti ini, keberadaan BIKKSA menjadi solusi untuk membantu keluarga yang menghadapi permasalahan rumah tangga. Namun, masih banyak masyarakat yang merasa malu untuk berkonsultasi dengan BIKKSA,” tambahnya.
Menurut Siti Nurhayati, sebuah keluarga sakinah harus dibangun di atas lima asas utama. Asas karomah, atau kemuliaan, menekankan bahwa setiap anggota keluarga harus saling menghormati dan menjaga martabat satu sama lain. Asas hubungan kekeluargaan mengajarkan pentingnya ikatan yang kuat antara suami, istri, dan anak-anak, serta keluarga besar sebagai bagian dari sistem pendukung.
Selain itu, asas keadilan menjadi prinsip penting dalam rumah tangga, di mana setiap anggota keluarga harus mendapatkan hak dan kewajiban yang seimbang sesuai perannya. Asas mawaddah wa rahmah, atau kasih sayang, mengajarkan bahwa cinta dan kepedulian menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis.
Terakhir, asas pemenuhan kebutuhan hidup menegaskan bahwa keluarga harus mampu mencukupi kebutuhan lahir dan batin, baik dalam aspek ekonomi, pendidikan, maupun spiritual, agar tercipta kesejahteraan dan ketenangan dalam rumah tangga. Dengan menerapkan kelima asas ini, diharapkan sebuah keluarga dapat menjadi tempat yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan.
Wakil Ketua I PCA Berbah, Yuyun Purwaningsih, menyampaikan terima kasih kepada Siti Nurhayati atas tausiyah yang disampaikan. Ia juga mengapresiasi PRA Jogotirto yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas untuk pelaksanaan kajian.
“Kajian Ramadhan PCA Berbah sudah berlangsung lama, tetapi sempat terhenti karena pandemi COVID-19. Semoga kajian ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi umat,” harapnya.
Kajian Ramadhan 1446 H ini ditutup pada pukul WIB dengan pembagian doorprize bagi jamaah yang hadir. (Kusnadi/KIM Berbah)



