Aisyiyah Daerah Sleman Peduli Lansia, Bagikan 17 Paket Ramadan

Sleman – Dalam upaya mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap lansia, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar pertemuan antar cabang di Masjid Mrincingan, Seyegan, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan ini juga diisi dengan pentasyarufan (penyaluran) 17 paket Ramadan untuk lansia dhuafa dan yatim, dengan nilai bantuan sebesar per cabang.

Selain mempertemukan MKS dari berbagai cabang, acara ini juga menjadi momentum untuk mengunjungi Griya Lansia Al-Kautsar Seyegan, sebuah lembaga yang berfokus pada kesejahteraan lansia. Acara dimulai pukul WIB dan berlangsung hingga WIB, dihadiri oleh Ketua PDA Sleman Hanik Rosyada, serta Wakil Ketua Bidang Majelis kesejahteraan Sosial, Aminah Masykur. Hadir pula perwakilan dari LAZISMU Sleman, takmir masjid setempat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah pemaparan program Griya Lansia oleh Fajar Retnowati. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Aisyiyah tidak hanya berfokus pada kesehatan lansia, tetapi juga bagaimana mereka tetap aktif, produktif, dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebagai puncak acara, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Aminah Masykur. Bantuan yang diberikan meliputi dana stimulan untuk 17 cabang, masing-masing sebesar , serta kegiatan bedah buku panduan daycare lansia Aisyiyah bersama Sri Handayani.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan dan harapan baru, terutama bagi lansia yang membutuhkan, menjelang bulan Ramadan yang penuh berkah,” ujar Aminah Masykur.

Melalui kegiatan ini, Aisyiyah berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan lansia, baik dari sisi kesehatan maupun kualitas hidup mereka. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat program sosial ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Parcel Cinta #8: Karang Taruna DSN Sardonoharjo Tebarkan Kebahagiaan Jelang Idulfitri

Sardonoharjo – Menyambut Hari Raya Idulfitri, Karang Taruna Dharma Satria Nusantara (DSN) Kalurahan Sardonoharjo kembali menggelar program tahunan Parcel Cinta, yang tahun ini memasuki edisi kedelapan. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu di wilayah Sardonoharjo melalui pemberian paket kue Lebaran, agar mereka dapat merasakan suka cita di hari kemenangan.

Peluncuran Parcel Cinta #8 berlangsung pada Minggu (9/3/2025) dengan dihadiri oleh pengurus Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta Lurah Sardonoharjo. Imam, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda rutin Unit Kesejahteraan Sosial (UKS) Karang Taruna DSN.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim piatu di Sardonoharjo bisa merasakan kebahagiaan yang sama saat Lebaran, seperti anak-anak lainnya. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan kami dan alhamdulillah selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat,” ujar Imam.

Ketua Karang Taruna DSN, M. Nur Setyo, menambahkan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak lebih banyak donatur untuk berkontribusi.

“Semakin banyak donasi yang terkumpul, semakin banyak anak-anak yang bisa merasakan kebahagiaan di hari raya nanti. Kami mengajak seluruh warga Sardonoharjo dan para dermawan lainnya untuk ikut serta dalam program ini,” katanya.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Karang Taruna DSN yang telah berlangsung selama delapan tahun ini.

“Kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian sosial masyarakat Sardonoharjo terhadap anak-anak yatim piatu. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Selain memberikan paket kue Lebaran, Parcel Cinta juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat dan anak-anak yatim piatu. Para relawan dari Karang Taruna DSN akan turun langsung untuk mengumpulkan donasi, membeli kue, hingga mendistribusikan paket kepada penerima manfaat.

Menjelang Idulfitri, Karang Taruna DSN berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan semakin banyak pihak yang turut serta. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, donasi dapat disalurkan langsung melalui Karang Taruna DSN Sardonoharjo atau melalui rekening yang telah disediakan.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Parcel Cinta #8 diharapkan dapat kembali menjadi momen berbagi kebahagiaan dan membawa senyum bagi anak-anak yatim piatu di Sardonoharjo menjelang perayaan Idulfitri tahun ini. (Eka Sastra Kurniawan | KIM DSN Sardonoharjo)




PKK Banyuraden Gelar Lomba Memasak Kreasi Ramadhan, Gali Kreativitas Kuliner Ibu-Ibu

Gamping – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah, Tim Penggerak PKK Banyuraden bekerja sama dengan Perusahaan Wings Food menggelar lomba memasak kreasi Ramadhan di Gedung Serbaguna Banyuraden, Jumat (7/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas para ibu dalam menciptakan hidangan khas Ramadhan yang lezat, bergizi, dan inovatif.

Lomba ini diikuti oleh delapan kelompok ibu-ibu PKK dari berbagai padukuhan di Banyuraden. Setiap tim diberi waktu 30 menit untuk memasak dengan tema sup ayam kampung. Panitia telah menyediakan berbagai peralatan memasak, seperti kompor gas, panci, peniris minyak goreng, spatula, dan talenan, sementara para peserta membawa sendiri bahan-bahan masakan. Setelah hidangan selesai dimasak, setiap tim menyajikan satu porsi untuk dinilai oleh juri.

Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti lomba ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana berbagi ilmu, meningkatkan kreativitas, dan mempererat silaturahmi antarwarga.

“Masing-masing tim harus menyiapkan hidangan berbuka puasa yang kreatif dan menarik. Mereka bebas berkreasi dengan bahan yang tersedia, namun tetap memperhatikan nilai gizi dan cita rasa,” ungkapnya.

Para juri yang terdiri dari perwakilan Wings Food dan PKK tingkat Kapanewon Gamping menilai hasil masakan dengan cermat berdasarkan tiga aspek utama. Inovasi resep menjadi poin pertama, di mana kreativitas peserta dalam mengolah bahan dasar menjadi hidangan berbuka yang unik dan menarik sangat diperhitungkan.

Selanjutnya, presentasi hidangan juga menjadi faktor penting dalam penilaian. Peserta diharapkan tidak hanya menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga memperhatikan estetika penyajian.

Terakhir, rasa masakan menjadi aspek utama yang menentukan kualitas hidangan. Perpaduan bumbu yang seimbang, cita rasa khas yang menggugah selera, serta tekstur yang pas menjadi indikator keunggulan dari setiap masakan yang disajikan.

Selain itu, penggunaan bahan lokal dan bumbu penyedap rasa juga menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Lomba berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap penuh keakraban. Aroma sup ayam kampung yang menggugah selera memenuhi ruangan, menambah semangat para peserta. Setelah waktu memasak habis, setiap tim memaparkan hasil kreasinya kepada juri. Beberapa peserta bahkan menyertakan kisah inspiratif di balik resep mereka, menambah daya tarik dalam penilaian.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal serta menerapkan pola makan seimbang selama Ramadhan.

“Makanan yang baik bukan hanya lezat, tetapi juga bergizi dan menyehatkan. Semoga kreasi masakan dalam lomba ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menyajikan hidangan berbuka puasa yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, baik dalam kegiatan kuliner maupun dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, melestarikan budaya kuliner khas Indonesia juga merupakan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Banyuraden.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, para juri akhirnya menetapkan pemenang dalam Lomba Memasak Kreasi Ramadhan dan Lomba Yel-Yel. Setiap tim telah menunjukkan kreativitas, keahlian, dan semangat kompetitif yang luar biasa dalam ajang ini.

Dalam Lomba Memasak Kreasi Ramadhan, Padukuhan Dowangan berhasil meraih Juara I berkat inovasi dan cita rasa masakan yang unggul. Padukuhan Sukunan menyusul sebagai Juara II, sementara Padukuhan Somodaran menempati posisi Juara III, dengan hidangan khas yang menggugah selera dan kaya akan nilai gizi.

Sementara itu, dalam Lomba Yel-Yel, tim dari Padukuhan Modinan tampil penuh semangat dan kekompakan hingga berhasil menyabet Juara I. Padukuhan Somodaran kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara II, dan Padukuhan Kaliabu melengkapi daftar pemenang sebagai Juara III.

Dengan berakhirnya lomba, seluruh peserta merasa senang dan terinspirasi oleh berbagai inovasi masakan yang disajikan. Lomba ini tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




IPNU dan IPPNU Gamping Gelar Makesta, Cetak Kader Muda Nahdlatul Ulama

Gamping – Sebagai gerbang awal bagi pelajar yang ingin bergabung dalam organisasi serta memperdalam pemahaman mengenai Nahdlatul Ulama (NU) dan kebangsaan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kapanewon Gamping menggelar kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Gedung SMP Ma’arif Gamping, Sleman, Sabtu (8/3/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 78 pelajar dan dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Sleman, Ata Fadluloh Al Mahrusy, didampingi Ketua PAC IPNU Gamping, Muhammad Roja Sa’bana. Dalam sambutannya, Ata menekankan bahwa Makesta merupakan tahapan kaderisasi wajib bagi anggota IPNU dan IPPNU sebelum mendapatkan baiat.

“Makesta adalah wadah pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama agar memiliki semangat perjuangan dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Manfaatkan kegiatan ini dengan baik, serap ilmu yang diberikan, dan jadilah kader yang militan serta siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan organisasi,” ujar Ata di hadapan peserta.

Ketua IPNU Gamping, Muhammad Roja Sa’bana, menambahkan bahwa IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan perjuangan dalam membangun generasi muda yang berakhlakul karimah serta memiliki semangat kebangsaan.

Dengan mengusung tema “Perkuat Kaderisasi Guna Keberlanjutan Organisasi”, para peserta Makesta dibekali berbagai materi yang disampaikan secara interaktif. Materi-materi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) sebagai landasan keislaman yang moderat, serta Sejarah dan Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam Kebangsaan, guna menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan dalam membangun bangsa.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan keorganisasian dan kepemimpinan, yang bertujuan membentuk karakter pemimpin muda yang tangguh dan bertanggung jawab. Studi gender turut menjadi bagian dari materi, membekali peserta dengan wawasan mengenai kesetaraan dan peran laki-laki serta perempuan dalam organisasi dan masyarakat.

Sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan loyalitas terhadap organisasi, peserta juga diperkenalkan dengan Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Corp Pelajar Putri (CPP), yang berperan sebagai pasukan inti dalam IPNU dan IPPNU.

Untuk mempererat solidaritas dan kerja sama, peserta juga mengikuti kegiatan outbound dengan berbagai permainan edukatif. Aktivitas ini bertujuan membangun kebersamaan dan melatih kerja tim.

“Semoga melalui Makesta ini, lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai Islam dan kebangsaan,” ujar Sa’bana.

Sementara itu, Kepala SMP Ma’arif Gamping, Retna Isti Pratiwi, menilai Makesta sebagai momentum penting bagi pelajar untuk lebih mengenal dan memahami nilai-nilai keorganisasian dalam NU.

“IPNU dan IPPNU adalah wadah belajar, berlatih kepemimpinan, dan membentuk karakter yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” katanya.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dan muhasabah diri. Suasana yang khidmat membuat banyak peserta terharu dan semakin termotivasi untuk aktif berkontribusi dalam organisasi.

“Jadilah kader-kader IPNU dan IPPNU yang aktif, kreatif, dan berintegritas tinggi,” pungkas Retna.

Dengan terselenggaranya Makesta ini, diharapkan peserta dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menjadi kader yang aktif, berdedikasi, dan siap berperan dalam organisasi maupun masyarakat. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




MMC Berbagi Takjil di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial

Tempel – Komunitas Media Margorejo Community (MMC) menggelar kegiatan berbagi takjil pada Jumat (7/3/2025) sebagai bagian dari aksi sosial di bulan suci Ramadan. Sebanyak 100 bungkus takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar Jalan Turi Km 1, depan Toko Audio W Project, Tegalrejo, Margorejo, Tempel. Kegiatan ini berlangsung lancar dengan melibatkan 15 anggota MMC.

Ketua MMC, Wahyu Herlambang, mengapresiasi kekompakan para anggota dalam menjalankan kegiatan positif ini. Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus terjaga di masa mendatang.

“Kegiatan berbagi ini adalah bentuk nyata kepedulian kami kepada sesama, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Semoga MMC bisa terus berkontribusi dalam aksi sosial lainnya,” ujar Wahyu.

MMC, yang telah berdiri selama tujuh tahun, secara rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial, termasuk pembagian sembako, santunan untuk warga kurang mampu, serta bantuan ke panti asuhan dan pondok pesantren. Selain itu, komunitas ini juga aktif menyalurkan bantuan ke daerah lain yang membutuhkan.

Meskipun beranggotakan 16 orang dari lingkup Kalurahan Margorejo, MMC telah menjangkau berbagai wilayah di luar Sleman. Beberapa tahun lalu, komunitas ini turut membantu korban banjir dan badai di Bantul serta menyalurkan bantuan ke panti asuhan di Kebumen, Jawa Tengah. MMC juga sering berkolaborasi dengan komunitas lain dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain aksi sosial, MMC mengadakan pertemuan rutin bulanan berupa arisan yang digelar secara bergilir di rumah anggota sebagai ajang mempererat silaturahmi.

Setelah selesai berbagi takjil, anggota MMC melanjutkan acara dengan arisan, musyawarah, dan buka bersama. Hidangan spesial telah disiapkan oleh tuan rumah, Mas Wawan dan Mbak Herlina, yang juga merupakan pemilik Toko Audio W Project.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan atas kegiatan yang telah terlaksana dengan baik. (Wahyu Herlambang/KIM Tempel)