Pemerintah Kalurahan Girikerto Gelar Safari Tarawih di Tritis

Sleman – Kalurahan Girikerto menjadi lokasi safari tarawih Panewu Turi beserta jajaran Forkompim, pada Rabu (5/3/2025). Malam tu, nampak jamaah salat isya dan tarawih memenuhi Masjid As Salam untuk menjalankan ibadah salat bersama.

Selain masyarakat setempat, safari tarawih kali ini diikuti oleh Kepala KUA, H. Sudibyo, Pemuda Muhammadiyah, Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama Turi, LDII, dan sejumlah perangkat desa.

Plt Panewu Turi, Agung Endarta menuturkan bahwa safari tarawih merupakan momen penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari tarawih juga menjadi momentum penting dalam membangun kedekatan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan kondusif sepanjang Ramadhan 1446 H kali ini,” ujarnya.

Selain itu, agenda Pemerintah Kabupaten Sleman di wilayah Kapanewon Turi dalam waktu dekat, untuk menjamin ketersediaan barang pokok menjelang perayaan Idul Fitri, akan diadakan pasar murah di Kalurahan Donokerto dan Girikerto.

Sementara, menurut Ketua Muhammadiyah Cabang Turi, Bambang Rahmanto, puasa merupakan salah satu ibadah yang dikerjakan umat Islam di seluruh dunia.

“Puasa adalah ibadah yang memiliki keunikan tersendiri, terutama ketika kita melihat bagaimana pelaksanaannya di berbagai belahan dunia,” jelasnya.

“Bersyukur rasanya kita di Indonesia durasi puasa berkisar antara 13 hingga 13,5 jam, sementara di negara-negara seperti Norwegia dan Swedia, puasa bisa mencapai 20 jam lebih,” tandas Bambang.

Namun, terlepas dari lamanya durasi berpuasa, namun esensi puasa tetap sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya. Dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 7, Allah berfirman bahwa jika kita bersyukur, Dia akan menambah nikmat-Nya.

“Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak ibadah, seperti yang dicontohkan Rasulullah yang sering membaca surat-surat pendek dalam shalat tarawih. Semoga kita semua dapat meraih keberkahan di bulan Ramadhan ini,” ujar Bambang. (Arief Hartanto / KIM Turi Kertomandiri)




Pemkab Sleman Pastikan Keamanan dan Ketersediaan BBM, LPG, serta Beras Jelang Idulfitri

Sleman – Dalam rangka memastikan kualitas dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta beras bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan serangkaian pengawasan dan pemantauan di berbagai sektor.

Pengawasan dilakukan terhadap Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pemantauan terhadap Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE), serta ketersediaan beras di Gudang Bulog.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan dan kualitas komoditas yang dibutuhkan selama bulan Ramadan dan Idulfitri.

Pengawasan yang dilakukan pada Kamis (6/3/2025) ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, dan didukung oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman serta TPID Provinsi DIY. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pengawasan adalah SPBU di Jalan Magelang Km 15, Ngangkruk, Caturharjo, Sleman, guna memastikan bahwa alat ukur yang digunakan sesuai standar dan memberikan takaran yang tepat bagi konsumen.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan di SPPBE PT. Jatirata Mitra Mulya, Jalan Magelang Km 15,2, Medari, Sleman, untuk memastikan kelancaran distribusi LPG. Dalam pemantauan tersebut, dijelaskan bahwa alur distribusi LPG dari Pertamina ke SPBE berjalan normal, dengan proses pengemasan dan distribusi ke masyarakat dilakukan sesuai standar keamanan yang ditetapkan.

“Kami memastikan stok LPG cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Susmiarto.

Kabupaten Sleman mendapat alokasi tabung LPG untuk tahun 2025, dengan alokasi tabung pada bulan Maret 2025 guna mendukung kebutuhan masyarakat menghadapi bulan suci. Selain itu, pemantauan juga mencakup aspek keamanan tabung LPG, mulai dari pengecekan kualitas hingga proses sortir bagi tabung yang bocor atau kedaluwarsa, sehingga masyarakat mendapatkan LPG yang aman dan berkualitas.

Di sektor BBM, Pemkab Sleman juga melakukan pengawasan terhadap 10 SPBU yang berada di jalur strategis arus mudik, seperti jalur utama Yogyakarta-Magelang, Yogyakarta-Wates, Yogyakarta-Klaten, serta jalur alternatif di wilayah Turi, Pakem, Cangkringan, dan Prambanan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat serta ketepatan ukuran takaran BBM yang dijual di SPBU, terutama untuk mengantisipasi atus mudik dan libur hari raya Idul Fitri.

“Kami ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kualitas dan kuantitas BBM yang mereka beli sudah sesuai standar. Oleh karena itu, pengawasan ini akan terus kami lakukan demi melindungi hak konsumen,” tambah Susmiarto.

Selain BBM dan LPG, Pemkab Sleman juga melakukan pemantauan ketersediaan beras bersama Perum Bulog Kanwil Yogyakarta. Berdasarkan data yang diperoleh, stok beras di Bulog Yogyakarta saat ini mencapai ton, dengan gudang terbesar berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, yang menyimpan ton.

Menurut Suudi Mut’im, Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dimulai sejak 3 Maret 2025, dengan kuota distribusi untuk wilayah Yogyakarta mencapai ton.

“Harga beras di Bulog ditetapkan sebesar per kilogram, sedangkan untuk operasi pasar melalui Pos Indonesia sebesar per kilogram. Sementara itu, harga di luar skema tersebut mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu per kilogram,” jelas Suudi Mut’im.

Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik. Pengawasan dan pemantauan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, memastikan distribusi yang lancar, serta menjaga stabilitas harga di pasaran.




Pemkab Sleman Mulai Operasi Pasar Murah Ramadan, Jaga Stabilisasi Harga Bahan Pokok

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menggelar pasar murah Ramadan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan puasa hingga Hari Raya Idulfitri 1446 H.  Peluncuran operasi pasar murah dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto di GOR Bimoseno Pandowoharjo, Kamis (6/3/2025).

Pada kesempatan itu, Susmiarto menuturkan bahwa pasar murah kali ini diadakan di 36 kalurahan. Hal itu bertujuan agar masyarakat tidak lagi terhalang oleh jarak untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. 

“Dulu itu perkecamatan, nah ini kita buat di kalurahan tapi tidak 86 kalurahan. Tapi 36 kalurahan, maksudnya biar masyarakat tidak terlalu jauh dengan lokasi penjualan,” ujarnya.

Pasar murah tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 6 Maret sampai dengan 21 Maret 2025, pukul WIB. Program tersebut menyasar seluruh masyarakat umum yang berdomisili atau ber-KTP Sleman, dan diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan lintas instansi terkait, seperti PERUM BULOG Wilayah DIY, PPN (Pinsar Petelur Nasional) Sleman, GAPOKTAN Sleman, PT Saliman Riyanto Raharjo, dan petani horti binaan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Susmiarto pun menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk operasi pasar murah bersumber dari APBD Kabupaten Sleman sebesar ,00 dan subsidi dari Bank Indonesia DIY, sebesar ,00.

“Terus hari ini melakukan pasar murah. Sebagian anggaran belanja kita dibantu dari dana Bank Indonesia yang memberi subsidi, sehingga nanti harga yang dibeli masyarakat di situ lebih murah,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan gelaran pasar murah 2025 menyediakan komoditas bahan pokok dengan harga yang relatif murah. Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan reduksi biaya distribusi sebesar per kilo atau per liter untuk masing-masing komoditas.

“Seluruh komoditas diberikan reduksi biaya distribusi sebesar per kilo atau per liter. Jadi Bapak/Ibu nanti bisa membeli lebih murah dari hari pasar,” ungkap Mae.

“Komoditas yang disediakan total untuk 36 titik, beras premium ini 40,8 ton, beras medium 35,5 ton, minyak goreng liter, gula pasir 10,65 ton, telur ayam 7,2 ton, daging ayam sebanyak 2,9 ton,” terangnya.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa pemerintah daerah telah menetapkan pembatasan kuota untuk tiap-tiap komoditas. Adapun ketentuan limitasi tersebut ialah beras medium 10 kilogram per orang, beras premium 10 kilogram per orang, minyak goreng 2 liter per orang, gula pasir 2 kilogram per orang, telur ayam 2 kilogram per orang, dan daging ayam maksimal 2 kilogram per orang.

“Bapak/Ibu, pembatasan ini kami harapkan agar nantinya masyarakat dapat lebih banyak yang kita jangkau,” jelas Mae.




Pasar Murah Digelar di Sardonoharjo, Sediakan 5,5 Ton Kebutuhan Pokok

Sleman – Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo dan beberapa instansi lainnya menggelar pasar murah. Acara ini berlangsung pada Kamis, (06/03/2026), di Pendopo Kalurahan Sardonoharjo.

Pasar murah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung di 36 lokasi se-Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 6 hingga 21 Maret 2025. Kalurahan Sardonoharjo menjadi salah satu titik pertama penyelenggaraan kegiatan ini. Di mana, program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Terdapat enam komoditas utama yang dijual di pasar murah ini, yakni beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, serta daging ayam. Untuk wilayah Sardonoharjo dan sekitarnya, kuota yang disediakan mencapai 5,5 ton, dengan rincian beras medium 2 ton, beras premium 2 ton, minyak goreng 800 liter, gula pasir 400 kg, telur ayam 250 kg, dan daging ayam 100 kg.

Kuota ini diprioritaskan bagi masyarakat Kapanewon Ngaglik, Sementara di Kapanewon Ngaglik sendiri terdapat dua titik pasar murah yaitu di Kalurahan Donoharjo yang digelar pada hari yang sama. Pasar murah ini terbuka untuk masyarakat umum, yang memiliki KTP atau berdomisili di Sleman. Masyarakat yang ingin berbelanja cukup menunjukkan identitas atau dokumen sah lainnya, dan dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun non-tunai.

Panewu Ngaglik, Agung Endarta beserta jajarannya melakukan peninjauan kegiatan pasar murah ini.

“Harapannya bisa membantu masyarakat untuk membeli sembako dengan harga murah,” ujarnya usai melakukan peninjauan.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho pun mengajak warga untuk memanfaatkan kesempatan ini.

“Pasar murah ini diadakan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah di tengah kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadhan. Kami harap ini bisa meringankan beban warga,” ujarnya.

“Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan tetap terjaga kesejahteraannya selama bulan Ramadhan,” lanjutnya. (Eka Sastra – KIM Ngaglik)




Lazisnu Sleman Salurkan Bantuan Peralatan Dapur bagi Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa

Sleman – Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan operasional panti dalam menyediakan makanan bagi anak-anak asuhnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan berupa peralatan dapur untuk Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Al Barokah, yang berlokasi di Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (6/3/2025).

Ketua Lazisnu Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin menuturkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam membantu kesejahteraan anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Menurutnya, keberadaan fasilitas dapur yang memadai sangat penting untuk memastikan anak-anak di panti asuhan mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi.

“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan bantuan peralatan dapur untuk Panti Asuhan Al Barokah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pengelola panti serta membantu anak-anak mendapatkan makanan yang layak setiap harinya,” tutur Hani.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi berbagai peralatan dapur seperti kompor gas 2 tungku lengkap dengan selang dan regulatornya, penanak nasi elektrik, panci besar, penggorengan, dan perlengkapan makan. Seluruh peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan dapur panti sehingga dapat melayani kebutuhan anak-anak asuh dengan lebih baik.

Disela-sela penerimaan bantuan, Pengasuh Panti Asuhan Al Barokah, Ustazah Inawati mewakili Pimpinan Yayasan Al Barokah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Lazisnu Kabupaten Sleman atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, peralatan dapur yang baru ini sangat membantu dalam proses memasak dan penyajian makanan untuk anak-anak penghuni panti.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan Lazisnu Sleman. Dengan adanya peralatan dapur ini, kami bisa lebih mudah dalam menyiapkan makanan bagi anak-anak di panti. Semoga kebaikan ini dibalas dengan berkah oleh Allah SWT,” kata Ustazah Inawati.

Selain menyalurkan bantuan, tim Lazisnu Sleman juga menyempatkan diri untuk berbincang dan berinteraksi dengan anak-anak asuh. Suasana penuh kehangatan terlihat saat para relawan NU Care-Lazisnu Sleman mengajak anak-anak bercengkerama dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan menuntut ilmu.

Lebih lanjut, Sekretaris Lazisnu Kabupaten Sleman, Luthfy Avian Ananda menambahkan kegiatan sosial seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian masyarakat terhadap sesama. Pihaknya berharap program bantuan ini dapat terus berjalan dan semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi guna membantu panti asuhan serta masyarakat kurang mampu lainnya.

Ke depan, Lazisnu Sleman berencana untuk terus menyalurkan berbagai bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat, baik dalam bentuk peralatan, kebutuhan pokok, maupun program pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan kesejahteraan mereka dapat terus meningkat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)