Delegasi Palang Merah Singapura Lakukan Assessment ke PMI Sleman

Sleman – Palang Merah Singapura mengirim dua orang utusan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman untuk melakukan assessment (proses penilaian) selama dua hari. Delegasi yang terdiri dari Mr. Bain dan Mr. Jun Teck Quek, diterima pengurus PMI Sleman Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Joko Saptono, Selasa (4/3/2025) di Grand Keysa, Depok.

Tim Palang Merah Singapura didampingi Kepala Markas PMI DIY, Ahmad Zaki Ali melakukan assesment ke beberapa sekolah di Sleman. Pada hari ini tim berkunjung ke SD Muhammadiyah Condongcatur. Kemudian dilanjutkan ke SD, SMP, SMA Al Azhar dan MTs Negeri 6 Sleman. Sedangkan dihari kedua, Rabu (5/3/2025) tim akan diarahkan ke SDN Cangkringan 1, SMPN 1 Cangkringan, dan Kalurahan Pakembinangun dengan objek kesiapsiagaan berbasis keluarga.

Salah satu utusan Palang Merah Singapura, Mr. Brain menuturkan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Sleman menyasar sekolah yang telah memiliki Palang Merah Remaja (PMR) dan masuk katagori Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal itu ditujukan untuk mendapatkan informasi kegiatan Kepalangmerahan, yang dijadikan sebagai tempat belajar bersama dengan Palang Merah Remaja Singapura.

“Di samping itu, hal ini pun menjadi dukungan yang mungkin bisa diberikan berkaitan dengan sarana,” ungkap Mr. Brain.

Lebih lanjut, Palang Merah Singapura berencana kembali mengunjungi PMI Sleman selama kurang lebih dua minggu pada pertengahan bulan Juni 2025 mendatang. Kehadiranya akan membawa personil sebanyak 20 orang Palang Merah Remaja perwakilan dari sekolah pilihan.

“Selama di Sleman, kegiatan dikemas dengan pelatihan, diskusi, simulasi dan bakti sosial serta pertunjukan seni budaya. Kami akan menyertakan PMR usia 13-14 tahun sekitar 20 orang. Kami akan saling memberi dan menerima pengalaman, pengetahuan dan keterampilan,” tandasnya.

Sementara itu Tri Joko, mewakili PMI Kabupaten Sleman, memberikan apresiasi terhadap Palang Merah Singapura yang telah memilih Kabupaten Sleman sebagai tempat kunjungan.  Diharapkan, hasil dari assesment itu nantinya menjadi rujukan dan rekomendasi untuk ditindaklanjuti. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Kapanewon Ngaglik Gandeng PMI Sleman Gelar Tarawih Keliling dan Donor Darah

Sleman – Kapanewon Ngaglik bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman menggelar kegiatan donor darah dalam acara tarawih keliling, Rabu (5/3/2025), di Masjid Jami Baiturrahim, Bakalan, Donoharjo. Kegiatan itu pun sontak mendapatkan atensi yang tinggi dari masyarakat.

Panewu Anom Ngaglik, Bambang Entri Martejo dalam sambutannya menyampaikan kebahagiaannya bisa berbagi bersama masyarakat dan mendukung aksi donor darah tersebut. Ia pun berharap aksi itu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin peduli antar sesame.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama, terutama di bulan penuh berkah ini,” kata Bambang.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Ngaglik, AKP Yulianto memberikan imbauan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, serta mewaspadai berbagai tidak kejahatan yang tengah marak dimedia sosial.

“Mari bersama-sama bersikap lebih bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak terjerumus dalam penipuan atau penyebaran informasi hoaks,” tutur Yulianto.

Kegiatan itu pun diisi dengan siraman rohani oleh Kepala KUA Kapanewon Ngaglik, Handoyo. Ia mengajak para jamaah untuk meningkatkan amal ibadah dan menebarkan kebaikan selama bulan Ramadhan.

Lebih lanjut, kegiatan donor darah ini mendapat respons positif dari masyarakat. PMI Kabupaten Sleman mengapresiasi antusiasme masyarakat dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk membantu ketersediaan darah bagi yang membutuhkan. Aksi sosial ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan ibadah, tetapi sebagai wujud kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Ngaglik)




Wujudkan Sardonoharjo yang Harmonis, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Pererat Hubungan dengan Masyarakat

Sleman – Keberadaan petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah-tengah masyarakat begitu penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pada acara pembinaan kemasyarakatan yang diselenggarakan Kalurahan Sardonoharjo, Rabu (5/3/2025), perwakilan Bhabinkamtibmas Aiptu Arif Rochmawan dan Babinsa Serma Mulyoto membagikan pengalamannya selama bertugas di wilayah tersebut.

Tidak hanya bertugas menjaga keamanan masyarakat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga ikut serta dalam penanganan persoalan sosial dan bencana alam. Di samping itu, mereka pun turut membantu perkembangan UMKM lokal, dan aktif diberbagai kelompok masyarakat seperti Forum Pemuda, Jagawarga, Destana, serta Kampung Siaga Bencana (KSB).

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho pada kesempatan itu mengapresiasi dedikasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa selama berada di wilayahnya. “Aiptu Arif Rochmawan dan Serma Mulyoto selalu hadir ketika warga membutuhkan. Peran mereka sangat terasa dalam menjaga keamanan dan membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Cahyo Wening, selaku Jogoboyo Sardonoharjo. Ia menuturkan peran Aiptu Arif Rochmawan dan Serma Mulyoto sangat membantu pemerintah kalurahan dan masyarakat setempat.

“Kami sangat terbantu dengan keberadaan mereka. Setiap ada masalah, mereka selalu memberikan solusi yang cepat dan tepat, juga saat bencana sosial covid 19 kemaren sangat membantu, dan juga sering sekali ikut membawa ambulans desa jika ada warga sakit atau meninggal,” ujar Cahyo.

Perwakilan SatLinmas Sardonoharjo, Didit Paryono ikut menegaskan bahwa Aiptu Arif Rochmawan dan Serma Mulyoto selalu bekerja dengan adil tanpa memihak. “Mereka bekerja profesional, cepat tanggap, dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Dengan dedikasi dan kepedulian tinggi, Aiptu Arif Rochmawan dan Serma Mulyoto menjadi contoh nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat dalam membangun Sardonoharjo yang lebih harmonis. (Eka Sastra K – KIM DSN Ngaglik)




Dekatkan Layanan, Lazisnu Sleman Buka Stand di Pusat Perbelanjaan

Sleman – Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi kepada sesama, lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman membuka stand penerimaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Masjid Al Husna Pakuwon Mall Yogyakarta, Selasa (4/3/2025).

Sekretaris Lazisnu Kabupaten Sleman, Luthfy Avian Ananda didampingi relawan NU Care-Lazisnu mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Dengan adanya stand di pusat perbelanjaan, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah dengan lebih mudah dan nyaman.

“Dengan adanya stand ini, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berzakat kapan saja, bahkan saat mereka sedang beraktivitas di mal,” ungkap Luthfy.

Ia pun mengatakan, sering kali kesibukan membuat sebagian orang lupa atau menunda menyalurkan zakat dan sedekah mereka. Harapannya, keberadaan stand Lazisnu Sleman di pusat perbelanjaan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin beramal tanpa harus datang ke kantor atau lembaga khusus.

Stand penerimaan ZIS ini pun mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung Masjid Al Husna Pakuwon Mall Yogyakarta. Banyak jamaah dan pengunjung yang antusias berpartisipasi dengan menyalurkan donasi mereka langsung ke petugas Lazisnu yang telah siaga.

Relawan NU Care-Lazisnu juga memberikan edukasi terkait manfaat zakat dan tata cara penyalurannya sesuai syariat Islam. Mereka pun mendiseminasikan  pelbagai program sosial yang sedang dijalankan, di antaranya bantuan pendidikan untuk anak yatim, santunan fakir miskin, dan program ekonomi berbasis pemberdayaan umat.

“Masyarakat yang ingin berkontribusi juga diberikan kesempatan untuk bergabung sebagai donatur tetap,” imbuh Luthfy.

Salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya mengaku senang dengan adanya stand ini karena bisa langsung berdonasi setelah menunaikan salat.  Apresiasi diberikan kepada para relawan karena tidak hanya bertugas menerima donasi, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya berzakat, dan bagaimana dana yang terkumpul akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang filantropi Islam, Lazisnu Sleman terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan zakat yang mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai lokasi strategis lainnya agar semakin banyak orang yang terdorong untuk berzakat dan berbagi.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dikembangkan oleh Lazisnu Sleman diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Seyegan Gelar Rakor Bahas Optimalisasi Dana Desa untuk Swasembada Pangan

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan di aula lantai II, Selasa (4/3/2025). Narasumber dalam rakor kali ini ialah perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, dan Tenaga Ahli (TA) Pendamping Desa.  Rakor ini dihadiri oleh pamong dari lima kalurahan di wilayah Seyegan, BPKal, Bumkal, Bumkalma, dan pendamping desa.

Plh Panewu Seyegan, Ageng Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menelaah SE Bupati Sleman tentang Ketahanan Pangan, dalam pelaksanaannya diperlukan adanya penyatuan persepsi untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaannya. Dasar yang dipakai adalah Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Dalam Mendukung Swasembada Pangan.

“Kita harus mengikuti aturan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan dasar Kepmendesa PDT tersebut,” jelas Ageng.

Sementara, perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Ratnaningsih menyampaikan bahwa menerjemahkan amanat dari Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 itu tidaklah sederhana.

“Logika yang dipakai adalah kebutuhan wilayah, sehingga masing-masing mempunyai perencanaan tersendiri,” ujarnya. 

Ratna pun menyampaikan bahwa penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan adalah upaya yang didasarkan pada Peraturan Menteri Desa, dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025. Di mana, fokus penggunaan dana desa untuk program ketahanan pangan dialokasikan paling rendah sebesar 20%, dan melibatkan Badan Usaha Milik Desa, Badan Usaha Milik Desa bersama, atau kelembagaan ekonomi masyarakat di desa.

“Menuju swasembada pangan memang sulit diwujudkan, karena impor beras masih dilakukan. Namun semua memang harus merujuk pada tema ketahanan pangan,” jelas Ratna.

Ia juga menuturkan bahwa semua kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan harus bermitra dengan Bumkal atau Bumkalma. Untuk itu, masing-masing kalurahan harus bisa mengidentifikasi potensi yang dimiliki. Kemudian menganalisa komoditi unggulan, dan jaring aspirasi dari pemangku kepentingan.

“Peran BP4 dalam mendampingi kalurahan sangat diharapkan dalam kegiatan mapping potensi sesuai kebutuhan wilayah,” tandas Ratna.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari menambahkan bahwa refocusing 20% Dana Desa diwujudkan dalam penyertaan modal ke Bumkal/Bumkalma dengan mekanisme membentuk unit ketahanan pangan dari hulu ke hilir.

“Sekaligus menempatkan Bumkal/Bumkalma sebagai mitra bisnis yang profit oriented dengan skema bisnis yang jelas,” kata Siska.

Tenaga Ahli Pendamping Desa, Tutik Tri Handayani pun menyoroti usulan RKP dari Seyegan yang banyak mengusulkan tentang infrastruktur (irigasi). Dengan kondisi yang ada perlu dilakukan penentuan tema yang mendukung ketahanan pangan.

“Tentang analisa usaha, contoh komponen di RAB yang bisa dimasukkan sebagai komponen seperti biaya modal, alat, dan juga bisa dibaca arus kasnya,” pungkasnya. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)