Gerak Cepat TRC BPBD Sleman dan Pammat Polda DIY Evakuasi Pohon Tumbang

Sleman – TRC BPBD Kabupaten Sleman bersama Pammat Polda DIY berhasil mengevakuasi pohon tumbang di Perum Pesona Merapi, Dusun Ngebel Gede, Sardonoharjo, Ngaglik, Selasa (4/3/2025). Proses evakuasi yang dilakukan pukul – WIB tersebut merupakan kolaborasi pemerintah setempat dengan Destana (Desa Tangguh Bencana) dan KSB (Kampung Siaga Bencana) Sardonoharjo.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil dalam kejadian ini. Namun proses pengerjaannya begitu sulit, hingga memerlukan bantuan peralatan yang lebih lengkap dari Pammat (Pengamanan dan Penyelamatan) Polda DIY. Di mana, proses evakuasi dilangsungkan dengan metode pemotongan batang pohon dan pembersihan area.

Menurut assessor kegiatan, Eka Sastra evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan. “Tidak ditemukan kebutuhan mendesak terkait kejadian ini. Kolaborasi antara berbagai pihak menunjukkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat yang baik dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Sleman,” ujarnya. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Ngaglik)




Bakti Sosial Penanaman Pohon Sebagai Upaya Bersama Menjaga Mata Air Lembah Merapi

Sleman – Dalam upaya menjaga kelestarian sumber mata air di di kawasan Merapi, Paguyuban Cakar Merapi bersama Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman menggelar kegiatan bakti sosial penanaman pohon di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Girikerto, Turi, Sleman, Senin (3/3/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus upaya penghijauan di kawasan lereng Merapi.

Bakti Sosial dihadiri oleh Panewu Anom Turi, Azwar Effendi, Kepala Kepolisian Sektor Turi, AKP. Adhy Irawan, Komandan Koramil 03/Turi, Kapten Artileri Medan Wahyu Kuncoro, dan Lurah Girikerto, H. Sudibya. Selain itu, puluhan relawan dari berbagai komunitas, dan masyarakat sekitar pun turut serta mengikuti acara tersebut. Mereka bersama-sama menanam puluhan bibit pohon seperti trembesi, mahoni, dan beringin. Pohon tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelestarian alam.

Koordinator Umum Paguyuban Cakar Merapi, Sutopo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi tanam pohon, tetapi juga komitmen menjaga keseimbangan ekosistem. “Dengan adanya penanaman pohon ini diharapkan kawasan sekitar Lembah Merapi bisa tetap hijau dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Konservasi Komunitas Banyu Bening Sleman, Kamaludin menambahkan bahwa penanaman pohon berperan dalam konservasi sumber daya air. Menurutnya, akar pohon akan membantu menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko longsor. Hal ini sangat penting untuk daerah dengan kontur tanah yang cenderung rawan erosi.

Ia pun menyampaikan refleksi mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam. Kamaludin menekankan, bahwa krisis konservasi yang dihadapi saat ini harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

“Jangan pernah berpikir bahwa alam membutuhkan kita. Justru kitalah yang bergantung pada alam,” kata Kamaludin.

Penanaman pohon dilakukan dengan penuh semangat berkat bantuan dari komunitas lingkungan hidup R-KomPAS, dan Jaringan Keluarga Tangan Rakyat Untuk Bumi (Jaka Tarub). Para relawan membagi tugas, mulai dari menggali lubang tanam, menanam bibit, hingga menyiram dan memberi pupuk awal agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Mereka juga memberikan edukasi tentang cara merawat pohon agar bisa bertahan hidup dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, masyarakat setempat turut mengapresiasi kegiatan ini, termasuk Dukuh Girikerto, Samijo. Pada kesempatan itu, Samijo mengungkapkan bahwa kegiatan penghijauan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan warga.

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam bisa tumbuh subur dan bermanfaat, baik untuk udara yang lebih bersih maupun ketersediaan air tanah,” ujar Samijo.

Selain penanaman pohon, acara tersebut juga diisi dengan sesi diskusi tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan, khususnya di kawasan lereng Merapi. Para relawan diajak untuk lebih memahami dampak deforestasi dan berbagai peran individu dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Samijo pun menyampaikan apresiasi terhadap komunitas Cakar Merapi sekaligus menekankan bahwa konservasi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang harus terus dilakukan. “Mari kita jaga alam, mari kita rawat warisan ini untuk anak cucu kita,” ajaknya.  (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




MAN 4 Sleman Gelar Raker Bahas Persiapan Program Unggulan Berorientasi Pelayanan dan Prestasi

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Madrasah (Raker) Tahun 2025, selama tiga hari di Aula MAN 4 Sleman. Raker tersebut diikuti seluruh guru dan pegawai serta perwakilan pengurus komite.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan pentingnya sinergi dalam tim kerja madrasah guna meningkatkan mutu layanan pendidikan. “Raker merupakan momentum strategis untuk menyusun rencana kerja yang berorientasi pada peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik,” ujarnya, Senin (3/3/2025).

Hadir pula dalam kegiatan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Sidik Promono yang menyampaikan kebijakan umum dan reformasi birokrasi di lingkungan madrasah. Dalam sambutannya, Sidik menekankan pentingnya penguatan zona integritas, implementasi moderasi beragama, dan inovasi dalam pembelajaran berbasis teknologi.

“Kita harus terus berbenah dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Madrasah harus mampu menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pusat moderasi beragama yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Raker kali ini membahas berbagai program strategis termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan karakter siswa, hingga inovasi layanan berbasis teknologi. Melalui raker ini, MAN 4 Sleman diharapkan dapat terus berkembang, memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan. 

Dalam raker seluruh guru dan pegawai terbagi menjadi tujuh komisi yakni Kurikulum, Kesiswaan & Bimbingan Konseling (BK), Sarana Prasarana (Sarpras), Humas, Kerumahtanggaan, Keagamaan Pembiasaan dan Tahfidz, serta Pengembangan Ketrampilan.  Semua komisi mempresentasikan hasil sidang untuk dicermati dan dikritisi oleh seluruh peserta untuk perbaikan.

Pengawas Madrasah Kemenag Sleman, Daryono pada kesempatan itu menyampaikan program unggulan Bidang Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kemenag DIY yang harus didukung seluruh madrasah.  Program unggulan tersebut di antaranya cyber madrasah, pemanfaatan teknologi digital, dan penerapan pedagogy modern.  Pentingnya budaya mutu meliputi target tujuh madrasah masuk 1000 sekolah atau madrasah terbaik versi LTMPT.  Pelayanan harus bermutu untuk meningkatkan prestasi lembaga, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), dan prestasi para peserta didik.  “Prestasi serendah-rendahnya tingkat kabupaten atau kota madya,” tegasnya.

Program unggulan selanjutnya adalah penguatan moderasi beragama pada stakeholder madrasah.  “Semua madrasah diharapkan menjadi piloting project Zona Integitas (ZI) dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), melalui Gerakan Gemoy (Gesit, Elegan Mudah nol rupiah di Dikmad Yogyakarta),” sambung Daryono. (Edy – KIM Moyudan)




RPJMD Sleman 2025-2029 Disusun, Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 sebagai panduan arah pembangunan lima tahun ke depan. Dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Alana Hotel, pemerintah daerah menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

RPJMD berperan penting dalam menentukan prioritas pembangunan, termasuk peningkatan kesejahteraan, layanan publik, infrastruktur, hingga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dan berbagai sektor dalam proses perencanaan ini menjadi kunci agar program yang disusun lebih tepat sasaran.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa pembangunan yang dirancang harus berbasis data dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi.

“Kita perlu memastikan setiap program memiliki target yang jelas, berbasis data akurat, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan perencanaan yang selaras dari pusat hingga daerah, kita bisa mempercepat terwujudnya kesejahteraan warga Sleman,” ujarnya.

Kepala Bappeda Sleman, Dwi Anta Sudibya, menambahkan bahwa forum ini menghadirkan para ahli, termasuk Kepala Bappeda DIY dan akademisi, guna memperkuat strategi pembangunan yang inovatif dan solutif.

“Kami berharap forum ini menghasilkan ide-ide segar yang dapat diterapkan dalam RPJMD. Ini bukan hanya dokumen administratif, tetapi pedoman konkret untuk membawa Sleman ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Dengan penyusunan RPJMD yang terbuka dan partisipatif, pemerintah berharap setiap kebijakan yang diambil mampu mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan daerah.




Pemkal Pakembinangun Gelar Safari Tarawih, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Pakembinangun – Pemerintah Kalurahan Pakembinangun menggelar safari tarawih keliling (tarling) ke sejumlah masjid di wilayahnya untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan.

Tarling perdana digelar di Masjid Al Hidayah Sambirejo, Padukuhan Sempu, Senin (3/2/2025) pukul WIB. Meskipun hujan deras mengguyur, jamaah tetap antusias mengikuti salat Isya dan tarawih berjamaah. Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Lurah Pakembinangun Djoko Mulyono, pamong dan staf, Ketua BPKal H. Supriyadi, anggota BPKal, serta Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Djoko Mulyono menyampaikan harapannya agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan rumah dan lingkungan guna mengantisipasi tindak kriminal selama bulan puasa.

“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap waspada, terutama saat rumah ditinggalkan untuk tarawih atau kegiatan lainnya. Pastikan rumah dalam keadaan aman agar ibadah berjalan dengan tenang,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kalurahan Pakembinangun menyerahkan infak kepada Masjid Al Hidayah Sambirejo melalui takmir masjid.

Sementara itu, dalam kuliah tujuh menit (kultum), Supriyadi mengingatkan pentingnya kesabaran dan istighfar dalam menghadapi ujian hidup. Ia juga menyampaikan makna Surat Al-Asr, yang mengajarkan umat Islam untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

“Sabar itu karunia yang harus kita syukuri. Dengan kesabaran, kita bisa menjalankan perintah Allah dengan lebih baik dan menjauhi kemaksiatan,” katanya.

Safari tarawih ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Meski diguyur hujan, jamaah tetap antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga acara ditutup dengan doa. Diharapkan, Safari Ramadan ini dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta membawa keberkahan bagi seluruh warga Pakembinangun. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)