Sleman – Dalam upaya menjaga kelestarian sumber mata air di di kawasan Merapi, Paguyuban Cakar Merapi bersama Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman menggelar kegiatan bakti sosial penanaman pohon di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Girikerto, Turi, Sleman, Senin (3/3/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus upaya penghijauan di kawasan lereng Merapi.
Bakti Sosial dihadiri oleh Panewu Anom Turi, Azwar Effendi, Kepala Kepolisian Sektor Turi, AKP. Adhy Irawan, Komandan Koramil 03/Turi, Kapten Artileri Medan Wahyu Kuncoro, dan Lurah Girikerto, H. Sudibya. Selain itu, puluhan relawan dari berbagai komunitas, dan masyarakat sekitar pun turut serta mengikuti acara tersebut. Mereka bersama-sama menanam puluhan bibit pohon seperti trembesi, mahoni, dan beringin. Pohon tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelestarian alam.
Koordinator Umum Paguyuban Cakar Merapi, Sutopo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi tanam pohon, tetapi juga komitmen menjaga keseimbangan ekosistem. “Dengan adanya penanaman pohon ini diharapkan kawasan sekitar Lembah Merapi bisa tetap hijau dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Konservasi Komunitas Banyu Bening Sleman, Kamaludin menambahkan bahwa penanaman pohon berperan dalam konservasi sumber daya air. Menurutnya, akar pohon akan membantu menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko longsor. Hal ini sangat penting untuk daerah dengan kontur tanah yang cenderung rawan erosi.
Ia pun menyampaikan refleksi mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam. Kamaludin menekankan, bahwa krisis konservasi yang dihadapi saat ini harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.
“Jangan pernah berpikir bahwa alam membutuhkan kita. Justru kitalah yang bergantung pada alam,” kata Kamaludin.
Penanaman pohon dilakukan dengan penuh semangat berkat bantuan dari komunitas lingkungan hidup R-KomPAS, dan Jaringan Keluarga Tangan Rakyat Untuk Bumi (Jaka Tarub). Para relawan membagi tugas, mulai dari menggali lubang tanam, menanam bibit, hingga menyiram dan memberi pupuk awal agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Mereka juga memberikan edukasi tentang cara merawat pohon agar bisa bertahan hidup dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, masyarakat setempat turut mengapresiasi kegiatan ini, termasuk Dukuh Girikerto, Samijo. Pada kesempatan itu, Samijo mengungkapkan bahwa kegiatan penghijauan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan warga.
“Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam bisa tumbuh subur dan bermanfaat, baik untuk udara yang lebih bersih maupun ketersediaan air tanah,” ujar Samijo.
Selain penanaman pohon, acara tersebut juga diisi dengan sesi diskusi tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan, khususnya di kawasan lereng Merapi. Para relawan diajak untuk lebih memahami dampak deforestasi dan berbagai peran individu dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Samijo pun menyampaikan apresiasi terhadap komunitas Cakar Merapi sekaligus menekankan bahwa konservasi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang harus terus dilakukan. “Mari kita jaga alam, mari kita rawat warisan ini untuk anak cucu kita,” ajaknya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)