Rakordasi Puskesmas Depok II: Waspada Leptospirosis, Cek Kesehatan Gratis Kini Tersedia

Sleman – Puskesmas Depok II menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) bersama 40 kader Posyandu se-Kalurahan Condongcatur di Aula Pudewa, Senin (3/3/2025). Pertemuan ini membahas kewaspadaan terhadap Leptospirosis serta pengenalan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat.

Kepala Puskesmas Depok II, dr. Trisni Nur Andayani, dalam sambutannya menekankan urgensi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap Leptospirosis, terutama di musim hujan. Ia mengungkapkan bahwa satu kasus kematian akibat penyakit ini telah terjadi di Condongcatur, menjadikan wilayah tersebut masuk dalam kategori Respon Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang bisa menyebar melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Selain isu kesehatan terkait Leptospirosis, Rakordasi ini juga mengumumkan bahwa layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini sudah dapat diakses masyarakat. Layanan ini bertujuan untuk deteksi dini berbagai penyakit serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Sesi diskusi dilanjutkan dengan pemaparan lebih mendalam mengenai Leptospirosis oleh Ibu Bernardetta. Ia menjelaskan gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang berpotensi terkontaminasi bakteri. Para kader Posyandu diharapkan dapat menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat agar langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan secara lebih luas.

Rakordasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara Puskesmas dan kader kesehatan guna meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di musim penghujan. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Peringati Hari Kedaulatan Negara, HUT Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar, Pemkab Sleman Gelar Upacara

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara serta Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan Pemadam Kebakaran (Damkar) di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Senin (3/3/2025).

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP, Linmas, dan Damkar atas dedikasi mereka dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta perlindungan masyarakat. Ia berharap ketiga institusi ini semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Ke depan, Satpol PP harus terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat agar tugas pengamanan dan penegakan peraturan daerah semakin efektif,” ujar Harda.

Harda juga menekankan pentingnya peran Linmas dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menghadapi tantangan keamanan dan sosial di masyarakat. Sementara itu, untuk Damkar, ia menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kelengkapan peralatan agar pelayanan dalam mitigasi kebakaran dan keadaan darurat semakin optimal.

Selain itu, upacara ini juga memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara, yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949. Harda menekankan bahwa momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam menegaskan kedaulatan Indonesia di mata dunia serta menyatukan kembali semangat persatuan bangsa.

“Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta adalah bukti nyata perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan eksistensi Indonesia di kancah internasional. Sebagai generasi penerus, kita harus terus menjaga semangat perjuangan ini dengan memperkuat persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan Sleman, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk meningkatkan pelayanan publik, menjaga ketertiban, serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di Sleman.




War Takjil Sinduadi, Pasar Ramadan yang Dongkrak Ekonomi UMKM Sleman

Sleman – Ramadan tak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Salah satunya terlihat di War Takjil Ramadan Sinduadi, pasar takjil yang menghadirkan beragam kuliner khas buka puasa. Berlangsung sejak 1 hingga 23 Maret 2025 di Halaman Apartemen Taman Melati Sinduadi, Sleman, kegiatan ini menjadi pusat perputaran ekonomi bagi ratusan UMKM lokal.

Pasar takjil ini berbeda dari bazar Ramadan biasa. Selain menawarkan aneka hidangan berbuka, War Takjil Sinduadi digagas untuk memperkuat ekosistem bisnis lokal. Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan mereka.

“Di Sinduadi ada lebih dari UMKM, dan acara seperti ini membuat ekonomi lokal lebih hidup. Kami ingin ini bukan sekadar bazar tahunan, tapi bisa menjadi cikal bakal kegiatan ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Senen saat pembukaan War Takjil, Sabtu (1/3/2025)

Selain memanfaatkan momentum Ramadan, lokasi penyelenggaraan juga menjadi nilai tambah. Lahan parkir yang biasanya kosong kini disulap menjadi pusat ekonomi kreatif yang dikelola oleh BumKal Sinduadi dan RSUP Dr. Sardjito.

Masyarakat yang datang ke War Takjil tak hanya berburu makanan, tetapi juga merasakan suasana yang lebih nyaman dan tertata. Dengan beragam pilihan takjil dari pelaku usaha lokal, pengunjung dapat menikmati hidangan khas Sleman sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM setempat.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya yang membuka langsung kegiatan ini menilai pasar takjil ini sebagai contoh bagaimana Ramadan bisa menjadi momentum penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Kegiatan ini bukan hanya soal berjualan, tetapi juga membangun jejaring bisnis, memperkenalkan produk UMKM ke lebih banyak orang, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Harda.

Keberadaan War Takjil Sinduadi diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam mengelola kegiatan ekonomi selama Ramadan. Selain memperkuat daya beli masyarakat, acara ini juga membuktikan bahwa ekonomi berbasis UMKM bisa tumbuh dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan komunitas usaha kecil.




Bupati Sleman Targetkan Penuntasan Masalah Sampah dan Penerangan Jalan

Sleman – Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan pidato perdananya dalam Rapat Paripurna di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman, Jumat (28/2). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Dalam pidatonya, Harda menegaskan bahwa pelantikan dirinya dan Danang pada Kamis (20/2) lalu merupakan momen peneguhan komitmen mereka untuk menyejahterakan masyarakat Sleman. Ia menyatakan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan adalah amanah besar yang akan mereka jalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ikrar ini merupakan tanggung jawab yang akan kami pegang teguh untuk membuktikan komitmen kami kepada warga Sleman yang telah mempercayakan suaranya kepada saya dan Saudara Danang Maharsa,” ujar Harda.

Sebagai langkah awal mewujudkan visi Masyarakat Sleman yang Maju, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban, Harda dan Danang akan fokus pada dua program prioritas, yakni “Dalan Padhang lan Nyaman” untuk perbaikan penerangan jalan serta “Sleman Resik” dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Program ini menjadi langkah awal kami untuk membuktikan komitmen dalam membangun Kabupaten Sleman dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Saya mohon dukungan dari seluruh pihak agar kita bisa bekerja sama, greget, gumregah, bareng makarti demi Sleman,” tegasnya.

Harda juga menegaskan keterbukaannya untuk berdialog dengan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sleman untuk bekerja dengan hati nurani demi memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

“Dengan tangan terbuka, saya akan menyambut setiap masukan demi perbaikan Sleman,” tambahnya.

Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, turut menyampaikan selamat kepada Harda dan Danang atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menyambut baik sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi baru Kabupaten Sleman.

“Marilah kita bangun kerja sama dan komunikasi yang baik untuk menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan visi yang telah dicanangkan demi Sleman yang lebih maju,” ujar Gustan.

Ia menjelaskan bahwa penyampaian pidato perdana ini mengacu pada Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri RI No. tentang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2024. Dalam aturan tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota yang baru dilantik diwajibkan menyampaikan pidato sambutan dalam sidang paripurna DPRD setelah serah terima jabatan.

“Kami yakin, dengan semangat, kerja keras, serta dukungan masyarakat, Saudara Harda dan Danang dapat memenuhi harapan baru masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkas Gustan.




Usai Sertijab, Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tarawih Perdana Bersama Warga

Sleman – Setelah resmi menjalani serah terima jabatan (sertijab) pada Jumat (28/2) sore, Bupati dan Wakil Bupati Sleman melanjutkan agenda dengan melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menjalankan ibadah tarawih pertama Ramadan tahun ini bersama warga Sleman. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.

“Mari kita jaga ukhuwah Islamiyah, hindari perpecahan, serta senantiasa menebarkan kebaikan dan kedamaian di tengah masyarakat. Ini selaras dengan visi Kabupaten Sleman, yaitu Membangun Masyarakat yang Maju, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban,” ujar Harda.

Terkait bulan Ramadan, Harda menegaskan bahwa Pemkab Sleman berkomitmen menjaga ketersediaan bahan pokok selama bulan puasa. Ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Sleman.

Selain itu, Harda juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan. Ia mengajak masyarakat untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan positif serta menjaga lingkungan dari pengaruh negatif, seperti peredaran minuman beralkohol dan perjudian.

“Mari manfaatkan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Perbanyak ibadah, tingkatkan ketakwaan, serta jaga persatuan dan kerukunan. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi kita semua dan menjadikan Sleman semakin makmur serta sejahtera,” tutup Harda.