Tim KSB Sukoharjo Evakuasi Pohon Tumbang di Dusun Ngebo

Sukoharjo – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sukoharjo pada Jumat (28/2/2025) sore menyebabkan sebuah pohon kluwih berdiameter sekitar 80 cm tumbang dan menimpa rumah milik Subardi (62) di Dusun Ngebo, RT 06/RW 22, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Akibat kejadian yang terjadi sekitar pukul WIB ini, rumah yang dihuni satu keluarga dengan empat jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Kerugian meliputi patahnya dua balok blandar utama, rusaknya sekitar 400 genteng, serta reng dan usuk baja ringan yang patah.

Menanggapi kejadian ini, Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Sukoharjo bersama Relawan Desa Sukoharjo (RDS) dan pamong kalurahan bergerak cepat melakukan evakuasi sejak pukul WIB hingga WIB. Mereka melakukan pemotongan dan pembersihan pohon yang menimpa rumah serta menyalurkan bantuan logistik bagi keluarga terdampak.

Bantuan yang diberikan meliputi terpal, makanan siap saji, perlengkapan memasak, serta perlengkapan tidur. Selain itu, warga sekitar juga turut bergotong royong membantu proses pembersihan dan pemulihan awal.

Asesor dalam kegiatan ini, Vifit Wahyu Wibowo, mengapresiasi gerak cepat tim relawan dan pemerintah kalurahan dalam menangani kejadian ini.

“Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Kami berharap warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi,” ujarnya.

Pemerintah Kalurahan Sukoharjo bersama tim relawan setempat akan terus melakukan pemantauan dan pemulihan rumah korban guna memastikan kebutuhan dasar keluarga terdampak terpenuhi. (Eka Sastra K – KIM DSN Ngaglik)




PKK Depok Gelar Cooking Class untuk Dorong Kewirausahaan

Depok – PKK Kapanewon Depok mengadakan Cooking Class yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Acara ini berlangsung di Gedung Anglicita, Jumat (28/2/2025), dengan menghadirkan perwakilan dari masing-masing kelompok.

Dalam sambutannya, Isti Fajaroh menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan memasak sekaligus mendorong kewirausahaan bagi peserta.

“Dengan adanya cooking class ini, kami berharap ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, dan anggota KWT bisa mengembangkan variasi menu, yang nantinya dapat meningkatkan penghasilan keluarga,” ujarnya.

Cooking class ini menghadirkan Chef Purnomo sebagai narasumber. Ia menekankan bahwa olahan yang diperkenalkan dibuat sesimpel mungkin agar mudah dipraktikkan dan dikembangkan sebagai menu jualan.

“Saya ingin memberikan resep yang mudah dipraktikkan, menggunakan bahan yang terjangkau, tetapi tetap memiliki nilai jual tinggi,” kata Chef Purnomo.

Pada sesi praktik, peserta diajarkan membuat Pisang Pasir, Patin Katsu, dan Sambal Kecombrang. Ketiga menu ini dipilih karena bahan-bahannya mudah didapat serta tidak memerlukan biaya produksi yang besar.

“Dengan bahan yang murah dan mudah ditemukan, ibu-ibu bisa mulai berjualan tanpa modal besar,” tambahnya.

Melalui cooking class ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan memasak tetapi juga wawasan tentang peluang usaha kuliner.

“Kami berharap resep-resep yang diberikan bisa dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu untuk memulai usaha sendiri,” ungkap Isti.

Dengan adanya kegiatan ini, PKK Depok berupaya menciptakan peluang ekonomi bagi perempuan dengan memanfaatkan keterampilan memasak sebagai modal usaha. Diharapkan, semakin banyak ibu-ibu yang terdorong untuk berwirausaha, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. (Lidya/KIM Depok)




PWM DIY Terjunkan 23 Mubaligh Hijrah ke Sleman

Sleman – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyerahkan peserta Mubaligh Hijrah (MH) Ramadan kepada Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dalam acara serah terima pada Kamis (27/3/2025) di Kantor PDM Sleman.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari PWM DIY, Eko Harianto dan Fatkhurrahim, serta perwakilan dari PDM Sleman, Sukirman, M. Wildan Wahied, dan Musa Jundana.

Eko Harianto menjelaskan bahwa program Mubaligh Hijrah merupakan kegiatan tahunan Majelis Tabligh PWM DIY selama bulan Ramadan. Selain memberikan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, program ini juga menjadi ajang pengembangan mental dan spiritual para peserta serta upaya kaderisasi mubaligh Muhammadiyah.

“Setiap tahun, kami mengirim para mubaligh ke berbagai daerah untuk membantu kebutuhan dakwah di masyarakat. Ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga pembelajaran bagi mereka agar semakin matang dalam berdakwah,” ujar Eko.

Sebelum diterjunkan, peserta mendapatkan pembekalan selama dua hari bersama sekitar 250 mubaligh lainnya yang akan disebar ke seluruh wilayah DIY. Tahun ini, PDM Sleman menerima 23 peserta Mubaligh Hijrah, terdiri dari 11 putra dan 12 putri. Mereka berasal dari berbagai pesantren seperti Al-Murtadlo Gunungkidul, Al-Manar Kulonprogo, MBS Muhiba Bantul, dan MAFAZA Bantul, serta perguruan tinggi seperti Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) dan Pondok Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

Sebagian peserta merupakan penghafal Al-Qur’an dengan hafalan mulai dari 2 juz, 5 juz, hingga 30 juz. “Ini menjadi nilai lebih bagi para mubaligh, karena mereka tidak hanya berdakwah, tetapi juga bisa membimbing masyarakat dalam membaca dan memahami Al-Qur’an,” kata Sukirman.

Ia juga berharap program ini dapat membantu panitia Ramadan di masjid-masjid tujuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan imam tarawih serta melakukan pendampingan keagamaan bagi anak-anak dan remaja.

“Dengan adanya Mubaligh Hijrah ini, kami berharap kegiatan Ramadan di masjid-masjid bisa lebih hidup dan masyarakat mendapat bimbingan keagamaan yang lebih intensif,” tambahnya.

Para peserta Mubaligh Hijrah akan diterjunkan hingga 25 Maret 2025 ke berbagai masjid di wilayah PDM Sleman, mencakup PCM Sleman, Mlati, Ngaglik, Tempel, dan Seyegan. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Tradisi Padusan dan Permainan Tradisional Meriahkan Bulak Sawahan

Sleman – Puluhan anak dan remaja mengikuti gebyar permainan tradisional serta Tradisi Padusan di kawasan Bulak Sawahan, Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kamis (27/2/2025). Kegiatan rekreatif dan edukatif ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1446 H.

Ketua Pengelola Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Mujiburochman, mengungkapkan bahwa pemilihan Bulak Sawahan dan Dam Kalikuning sebagai lokasi Tradisi Padusan bertujuan untuk mempromosikan wisata alam kepada masyarakat.

“Tempatnya luas dan representatif dengan suasana persawahan yang asri. Selain itu, adanya dam menciptakan lingkungan yang menarik untuk bermain air dan berenang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan kawasan wisata alam ini diharapkan dapat bersinergi dengan desa wisata dan kalurahan budaya, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Harapan ke depan, pariwisata berbasis budaya ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Rangkaian acara Tradisi Padusan ini dimulai dengan kenduri, kemudian dilanjutkan dengan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, egrang, dan memasukkan bola ke dalam kolom. Setelah itu, peserta melakukan sungkeman kepada orang tua masing-masing. Puncaknya, prosesi penyiraman air tujuh bunga oleh Rois, Tim Monev, dan Ketua Kalurahan Mandiri Budaya menjadi penanda dimulainya padusan di Kalikuning. (Tri Joko S – KIM Kalasan)