Ratusan Santri MBS Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Turi, Bagikan Sembako dan Bersihkan Masjid

Sleman – Ratusan santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta menggelar Bakti Sosial Akhirussanah Angkatan 12 JEJAK DUA BELAS #2 pada Sabtu (22/3/2025) bertepatan dengan 22 Ramadan 1446 H. Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Solidaritas Alumni dengan Menyalurkan Simpati” ini diselenggarakan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Sleman.

Sebanyak 164 santri berpartisipasi dalam bakti sosial yang berlangsung di dua lokasi. Santri putri melaksanakan kegiatan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi dan SMK Muhammadiyah 2 Turi, sementara santri putra berada di Masjid Al-Muttaqin Dadapan (PRM Wonokerto 1).

Berbagai kegiatan dilakukan dalam bakti sosial ini, di antaranya Tabligh Akbar dan buka puasa bersama pada Sabtu sore di Gedung Dakwah. Sebelumnya, para santri juga mengadakan aksi bersih-bersih di 10 masjid dan musala, seperti Masjid Al-Husna Ngablak, Masjid Taqwa Kawedan, Masjid At-Taqwa Sidoharjo, Masjid Ganggong, Musala Ganggong, Masjid Baiturrahim Ledoknongko, Masjid Ngentak, Musala Al-Huda Ngentak, Masjid Al-Iman Tepan, dan Gedung Dakwah.

Selain itu, digelar pemeriksaan kesehatan setelah salat Asar, bekerja sama dengan tim medis PCA dan SMK Muhammadiyah 2 Turi. Kegiatan ini juga diisi dengan pembagian 250 paket sembako, 75 paket alat tulis untuk TPA, serta bantuan alat kebersihan bagi masjid dan musala, termasuk Musala Ganggong dan Gedung Dakwah Muhammadiyah.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami, PCM dan PCA Turi, menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan MBS Prambanan yang telah mempercayakan tempat ini sebagai lokasi Bakti Sosial Akhirussanah santri MBS Prambanan,” ujarnya.

Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara MBS Yogyakarta, PCM dan PCA Turi, serta organisasi otonom Muhammadiyah seperti KOKAM, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah (PM), SMK Muhammadiyah 2 Turi, dan berbagai takmir masjid di Turi.

Bakti sosial ini semakin menyemarakkan Ramadan di etape ketiga, dengan harapan seluruh peserta dapat meraih keberkahan dan mendapatkan malam Lailatulqadar di Ramadan 1446 H. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Bhakti Muda Caturtunggal Gelar Bakti Sosial, Santuni 100 Anak Yatim Piatu

Caturtunggal – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Karang Taruna Bhakti Muda Caturtunggal menggelar bakti sosial pada Sabtu (22/3) di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu dan mempererat solidaritas sosial di masyarakat.

Sebanyak 100 anak yatim piatu menerima santunan dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Caturtunggal, yakni Kamituwa, serta jajaran Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua Karang Taruna. Total peserta yang hadir mencapai 250 orang, termasuk penerima santunan dan tamu undangan.

Ketua Karang Taruna Bhakti Muda, Chaidir Sofwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

“Acara bakti sosial ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita, khususnya anak-anak yatim piatu. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan dan memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya acara ini,” ujarnya.

Selain pemberian santunan, acara juga diisi dengan tausiyah oleh Ustad Wawan, yang menyampaikan pesan moral dengan cara interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak. Hiburan pantomim yang dibawakan oleh anggota Karang Taruna turut menambah keceriaan suasana.

Dengan mengusung tema “Merajut Asa, Berbagi Rasa”, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. (Oktaviana/KIM Depok)




Kapolsek Ngaglik Tekankan Kesadaran Hukum dan Perlindungan Anak di Pesantren Kilat MTsN 10 Sleman

Sleman – Pesantren Kilat Ramadhan di MTsN 10 Sleman tidak hanya menjadi ajang pembelajaran agama, tetapi juga wadah edukasi hukum bagi para siswa. Dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Jihad, Dayu, Kalurahan Sinduharjo, Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, memberikan penyuluhan hukum mengenai hak anak dan bahaya kenakalan remaja, Rabu (20/3).

Dalam kesempatan tersebut, AKP Yuliyanto menyoroti berbagai permasalahan yang sering terjadi di kalangan remaja, seperti perundungan (bullying), pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga potensi keterlibatan dalam tindak kriminal. Ia menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Namun, mereka juga perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum. Jangan sampai masa depan yang cerah rusak karena kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar Kapolsek.

Ia menambahkan bahwa Polsek Ngaglik aktif melakukan sosialisasi hukum kepada masyarakat, terutama pelajar, agar kesadaran hukum tidak hanya sebatas teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman sejak dini tentang aturan hukum dapat membantu mencegah perilaku menyimpang di kalangan remaja.

Kepala MTsN 10 Sleman, Etyk Nurhayati, mengapresiasi dukungan dari pihak kepolisian dalam memberikan wawasan hukum kepada siswa. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat dalam membentuk karakter serta sikap disiplin siswa.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membentuk generasi yang lebih sadar hukum, berakhlak baik, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Pesantren Kilat di MTsN 10 Sleman merupakan program tahunan yang bekerja sama dengan Pengurus Masjid Al Jihad Dayu. Selain penyuluhan hukum, rangkaian kegiatan mencakup kajian keagamaan, tadarus Al-Qur’an, serta pelatihan ibadah yang bertujuan memperkuat akhlak dan spiritualitas siswa selama bulan Ramadhan.

Dengan adanya edukasi hukum dalam kegiatan keagamaan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga kesadaran sosial yang tinggi serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. (Eka Sastra/KIM DSN Ngaglik)




Gelar Safari Tarawih, Pemkal Pakembinangun Sambangi Masjid At Taqwa Labasan Pakem

Sleman – Pemerintah Kalurahan Pakembinangun menyelesaikan putaran terakhir untuk tarawih keliling, di Masjid At-Taqwa Labasan, Senin (24/3/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat Lurah, Pamong dan staf, Lembaga Kalurahan, Ketua BPKal beserta anggota, dan jama`ah At-Taqwa Labasan.

Acara diawali dengan sslat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan salat tarawih yang diimami oleh Imam Besar Masjid At-Taqwa Labasan Pakem, Ahmad Hifni.

Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Labasan, Tri Winarko dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Pakembinangun yang telah mengadakan tarawih keliling di Masjid At-Taqwa Labasan.

“Alhamdulillah setelah sekian lama kami menanti, akhirnya hari ini masjid At-Taqwa Labasan Pakem dikunjungi oleh tim Safari Tarawih Pakembinangun. Kami sangat berbangga hati dengan ini,” ungkapnya.

Sementara Penjabat Lurah Pakembinangun, Djoko Mulyono pada kesempatan yang sama sejumlah kegiatan pemerintah setempat terkait efisiensi anggaran Dana Desa dan anggaran Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK), baik reguler maupun Pokir.

“Berulang-ulang dan terus kami sampaikan bahwa mari dalam bulan Ramadhan ini kita tingkatkan kamtibmas. Pastikan rumah sudah dikunci dan kompor tidak ada yang menyala saat akan ditinggal salat tarawih di masjid sekeluarga. Di masjid mana pun yang kami kunjungi, kami menyampaikan hal ini pula,” ujar Djoko.

Adapun tausiyah diisi oleh Muhammad Zidni Adnan, yang menyampaikan tentang kerugian di bulan Ramadhan. Salah satunya ialah puasa yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga karena ghibah dan berbohong dan lain sebagainya.

“Puasa adalah amalan yang abstrak. Hanya Allah SWT yang akan membalasnya. Jika seseorang batal salatnya, bisa diulangi. Jika zakat belum sempurna, bisa disempurnakan. Jika hajinya batal, bisa diulangi pula. Tapi jika puasa rusak pahalanya, hanya lapar dahaga saja yang akan kita dapat,” jelas Adnan.

“Itu yang pertama. Kedua, tidak menjauhi maksiat. Terakhir, Tidak puasa dan tidak beramal kebaikan ketika bulan Ramadhan. Itu semua tadi jika kita tidak waspada, rusaklah amalan bulan Ramadhan kita. Akibatnya, sebulan berpuasa tidak akan ada artinya,” tandasnya.

Adnan pun mengimbau para jamaah untuk ikut berpastisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Monggo habis tarawih dan subuh, anak-anak sebaiknya jangan diperbolehkan untuk naik motor. Karena itu akan menjadikan kejadian tersendiri bagi anak tersebut dan orang tuanya. Habis subuh terutama, melakukan perang sarung. Niatnya bercanda, namun akibatnya fatal,” ungkapnya.

“Akibatnya anak tersebut di hari fitri nanti harus berurusan dengan polisi. Padahal seharusnya Idul Fitri adalah momen silaturahmi keluarga besarnya yang sangat dinanti karena hanya setahun sekali,” lanjut Adnan.

Tarawih Keliling yang menjadi program Pemerintah Kalurahan Pakembinangun melalui kegiatan Kamituwa ini diharapkan menjadi kesempatan meningkatkan amal ibadah dan menjadi ajang silaturahmi, yang mampu mempererat tali Ukhuwah Islamiyah antara Pemkal Pakembinangun dan masyarakat. (Asrori Wardan / Kim Pakem)




PWRI Turi Bagikan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat Kurang Mampu

Sleman – PWRI Persatuan Wredatama Kapanewon Turi menggelar kegiatan Amaliyah Ramadhan 1446 H, dengan membagikan 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Turi. Kegiatan tersebut berlangsung di KUD Mulya Turi, Senin (24/3/2025).

Menurut PWRI Kapanewon Turi, Suwadi acara tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini mendukung program pemerintah dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian sosial kemanusiaan sebagai rasa kesetiakawanan sosial, nembantu anggota masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menumbuhkan semangat dan jiwa bersedekah berbagi kepada sesama dan penguatan tradisi Islamiah,” jelasnya.

Acara ini pun mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Di mana, bantuan yang diberikan menyasar 500 orang terdiri dari kaum dhuafa, yatim, piatu, yatim piatu, lansia, penyandang disabilitas, buruh lepas pekerja harian, buruh bangunan dan warga kurang mampu lainnya.

Pada kesempatan itu Bupati Sleman, Harda Kiswaya hadir dan memberikan apresiasi.

“Terima kasih kasih atas kerja keras PWRI dan KUD Mulya Turi atas kerja samanya dengan Kementerian Sosial RI, sehingga bisa melaksanakan dan menyalurkan bantuan Amaliyah Ramadhan 1446 H kali ini,” tutur Bupati Sleman.

Harda juga mengimbau masyarakat agar mengikuti keanggotan KUD Mulya Turi, karena beragam manfaat yang bisa diperoleh, salah satunya ialah SHU. Untuk itu, diharapkan seluruh masyarakat Turi dan Sleman pada umumnya dapat lebih sejahtera. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)