Jelang Idul Fitri 1446 H, Forkopimkap Gamping Bahas Aspek Kesehatan dan Keamanan di Wilayahnya

Sleman – Upaya pencegahan kasus keracunan makanan dan pengurangan angka kecelakaan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H menjadi pokok bahasan dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Gamping, yang berlangsung di Ruang Rapat Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (24/3/2025).
Rapat yang dipimpin oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana dihadiri oleh Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP. Bowo Susilo, Wakil Komandan Koramil Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Herman Budi Pramono dan Hj. Ismi Sutarti, Anggota Komisi B, Fika Chusnul Chotimah, Kepala Puskesmas Gamping I, Kepala Puskesmas Gamping II, Lurah Banyuraden, serta perwakilan organisasi perangkat daerah di wilayah Kapanewon Gamping.
Tamzis Sarwana menyebutkan fokus utama pembahasan dalam rapat ini adalah pentingnya pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Menurutnya, peningkatan konsumsi makanan dalam jumlah besar, terutama makanan olahan dan takjil di pasar-pasar tradisional, berpotensi menimbulkan kasus keracunan makanan.
“Petugas akan melakukan inspeksi ke sejumlah pasar tradisional dan pusat jajanan untuk memastikan kebersihan serta keamanan bahan pangan yang dijual,” ucapnya.
Selain inspeksi makanan, Forkopimkap Gamping pun menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mengolah dan menyimpan makanan dengan baik agar terhindar dari kontaminasi bakteri atau zat berbahaya. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih makanan, menghindari konsumsi makanan yang sudah kedaluwarsa, dan memperhatikan kebersihan lingkungan tempat berjualan.
Di sektor keamanan, AKP. Bowo Susilo menyoroti potensi meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas akibat meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Kepadatan arus kendaraan di jalur utama Gamping menuju Yogyakarta serta peningkatan jumlah pemudik dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepolisian Sektor Gamping akan meningkatkan patroli serta menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik rawan kecelakaan.
Ia mengatakan, koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan relawan lalu lintas akan diperkuat untuk memastikan kelancaran arus mudik. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti pengalihan jalur dan pembatasan kendaraan berat akan diterapkan jika terjadi kepadatan lalu lintas yang berlebihan.
“Pengemudi kami imbau selalu mematuhi rambu lalu lintas dan beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan,” ujar AKP Bowo.
Rapat yang dipandu Panewu Anom Gamping, Hery Subagio pun membahas perlunya penertiban kendaraan yang parkir sembarangan, terutama di sekitar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Parkir liar sering kali menjadi penyebab kemacetan yang dapat memperburuk kondisi lalu lintas menjelang Idul Fitri. Karenanya, petugas akan melakukan pengawasan lebih ketat dan bekerja sama dengan juru parkir setempat untuk menertibkan area parkir.
Selain itu, perlu menekankan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara di jalan raya. Sosialisasi mengenai penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, larangan penggunaan ponsel saat berkendara, serta pentingnya pengecekan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh akan digencarkan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan spanduk di titik-titik strategis.
Akhirnya, Tamzis Sarwana selaku Panewu Gamping berharap agar seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama secara maksimal dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat selama perayaan Idul Fitri. Koordinasi antara aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta masyarakat sangat diperlukan agar potensi risiko keracunan makanan dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin.
“Evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan efektivitas program agar masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan tanpa gangguan kesehatan maupun kecelakaan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



