Edukasi Bertani ala Bumkal Oerip: Petik Melon Sambil Belajar di Sleman

Sleman — Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Oerip Soemohardjo kembali menyelenggarakan wisata edukasi petik melon yang telah lama dinantikan masyarakat. Bekerja sama dengan Uni Java Farm sebagai mitra, kegiatan ini menawarkan pengalaman bertani yang menyenangkan dan edukatif bagi semua kalangan.

Mengusung konsep pertanian modern, wisata ini menampilkan budidaya melon hidroponik dengan dua varietas unggulan: Inthanon Golden Emerald dari Belanda dan Sweet Hami yang dikenal dengan rasa manis dan segarnya.

Wisata petik melon ini menjadi spesial karena merupakan yang pertama kali digelar sejak Bumkal Oerip Soemohardjo berpindah ke lokasi baru, Halo Bumdes Farm, yang berlokasi di Plumbon, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Kegiatan ini sekaligus menjadi edisi keenam dari rangkaian wisata petik melon yang rutin diselenggarakan oleh Bumkal.

Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas secara gratis, seperti tiket masuk tanpa biaya, kesempatan mencicipi melon unggulan sebagai tester, serta akses bebas berfoto di area kebun. Selain itu, pengunjung dapat langsung memetik melon pilihan mereka, menimbang hasil panen, dan membayar sesuai berat yang dipetik.

Direktur Bumkal Oerip Soemohardjo, Cahyo Binarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama pada momen libur pasca-Lebaran. Ia menjelaskan bahwa wisata edukasi ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai dunia pertanian. Ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap program ketahanan pangan nasional,” ujar Cahyo, Selasa (8/4/2025).

Dengan pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan bernilai manfaat, Bumkal Oerip Soemohardjo bersama Uni Java Farm terus berkomitmen menjadi motor penggerak pertanian modern di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda. (Andy Ahmad AZ – KIM DSN Sardonoharjo, Ngaglik)




Pordam Sleman Gelar Syawalan dan Rapat Koordinasi, Fokus pada Program Anti-Perundungan Tahun 2025

Sleman – Pelopor Perdamaian (Pordam) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Syawalan sekaligus Rapat Koordinasi (Rakoor) perdana tahun 2025 pada Senin (7/4/2025) di Griya Sastro, Candi Karang, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Acara ini dihadiri hampir seluruh pengurus baru hasil Musyawarah Daerah (Musda) Februari lalu.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan antaranggota, sekaligus menandai dimulainya semangat baru dalam menjalankan roda organisasi. Suasana kekeluargaan dan semangat Syawal sangat terasa sepanjang acara berlangsung.

Dalam Rakoor tersebut, para pengurus membahas sejumlah agenda strategis, terutama penyusunan program kerja tahun 2025. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah Sosialisasi Anti-Perundungan (Anti-Bullying), yang menyasar anak-anak dan pelajar di berbagai sekolah di Sleman.

Ketua Pordam Sleman, Suwanto, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar seremonial, tetapi bertujuan mengatasi akar persoalan sosial di kalangan anak dan remaja.

“Program ini tidak hanya menjadi kegiatan simbolik, tapi benar-benar menyasar pada akar permasalahan sosial di kalangan anak. Edukasi akan dilakukan secara langsung dan humanis, tentunya dengan tetap mengikuti arahan serta koordinasi dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman,” ujar Suwanto.

Selain program unggulan, Pordam Sleman juga berkomitmen untuk terus menjalankan program rutin yang bersifat responsif terhadap kondisi sosial masyarakat. Para relawan diharapkan siaga dan terlibat aktif dalam merespons konflik sosial atau persoalan kemasyarakatan di tingkat kalurahan dan kapanewon.

Suwanto juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor demi kelancaran program.

“Setiap pengurus dan relawan harus aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah kalurahan, kepolisian, maupun tokoh masyarakat agar setiap program bisa berjalan optimal,” tambahnya.

Untuk menjaga dinamika organisasi, Rakoor akan dilaksanakan secara rutin dan bergilir di rumah para pengurus. Namun, jika ada kebutuhan mendesak, pertemuan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai situasi.

Syawalan dan Rakoor kali ini menjadi simbol dimulainya langkah baru Pordam Sleman untuk bergerak lebih aktif, solid, dan peka terhadap persoalan sosial. Diharapkan, seluruh program yang telah disusun dapat memberi dampak nyata dalam menciptakan ruang sosial yang aman, damai, dan ramah, khususnya bagi anak-anak. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN)




Komunitas Jumat Berkah Salurkan 3.750 Kg Beras ZIS untuk 14 Panti Asuhan dan Pondok Pesantren

Sleman – Komunitas Jumat Berkah (KJB) menyalurkan kilogram beras dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada 14 panti asuhan dan pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyaluran ini dilakukan dalam rangka menyambut Idulfitri 1446 H dan digelar pada Minggu, 6 April 2025 (5 Syawal 1446 H) di Sekretariat KJB, Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Acara dimulai pukul hingga WIB dan menjadi bagian dari program tahunan KJB yang bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menyalurkan amanah dari para donatur kepada yang berhak menerima.

Ketua Panitia, Bejo Waluyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya soal pembagian sembako, tetapi merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial masyarakat.

“Pentasarufan ZIS ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama. Kami berharap kehadiran Bapak/Ibu dapat memberikan dukungan moral dan sinergi dalam misi sosial ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KJB, Taugah Budiyono, menegaskan bahwa komunitas ini bukan sekadar kumpulan relawan, melainkan gerakan sosial yang mengajak masyarakat luas untuk ikut berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Setiap butir beras yang kami salurkan adalah harapan bagi mereka yang menerima. Kami percaya bahwa dengan berbagi, kita dapat menciptakan perubahan yang lebih baik,” katanya.

Adapun 14 lembaga penerima manfaat terdiri atas Panti Asuhan dan Pondok Pesantren: An Nur, Al Mahabah, Al Barokah, RYK, Rumah Sejahtera, Baitul Qowwam, Ar-Rafi’u, Ibnu Fattah, Al Buruj, Ahda, Al Marina, Al Murtadlo, Baitul Qur’an, dan Omah Ngaji. Seluruhnya memiliki peran penting dalam mendidik dan merawat anak-anak yang kurang beruntung.

KJB sendiri merupakan komunitas yang lahir dari kepedulian para pedagang sayur di Pasar Prambanan, Sleman. Mereka rutin mengumpulkan dan menyalurkan bahan makanan untuk panti asuhan dan lembaga sosial lainnya di sekitar Yogyakarta.

Melalui kegiatan ini, KJB berharap dapat memperkuat tali silaturahmi antar lembaga sosial dan masyarakat, sekaligus mendorong upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak asuh. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Panitia ZIS Sumbersari Salurkan 1,7 Ton Beras dan Dana untuk Kemaslahatan Umat

Moyudan — Menyambut berakhirnya bulan Ramadan 1446 H, Panitia Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kalurahan Sumbersari menyalurkan hasil pengumpulan ZIS kepada penerima manfaat. Total zakat yang terkumpul sebanyak ,1 kilogram beras dan uang tunai.

Zakat tersebut berasal dari 20 jamaah masjid dan musala di wilayah Kalurahan Sumbersari, dua sekolah, dan empat keluarga. Kegiatan pentasyarufan dilakukan pada Minggu (30/3/2025) di Ruang Pertemuan Kalurahan Sumbersari, dihadiri perwakilan penerima dan tokoh masyarakat.

Ketua Panitia ZIS Sumbersari, Agus Iskandar, menyampaikan bahwa tahun ini terjadi peningkatan jumlah zakat yang dikelola dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Sumbersari.

“Alhamdulillah, ada peningkatan dari sisi jumlah beras dan uang yang terkumpul. Pemerintah Kalurahan Sumbersari memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ZIS ini,” ujar Agus Iskandar yang didampingi Sekretaris ZIS, Sugiyanto.

Sugiyanto menambahkan bahwa program pengelolaan ZIS di Sumbersari telah berlangsung sejak tahun 1980-an dan terus berjalan hingga sekarang.

“Barangkali Sumbersari satu-satunya kalurahan yang secara konsisten dan serius mendukung pengelolaan ZIS sejak lama,” jelasnya.

Pentasyarufan ZIS tahun ini diberikan kepada 24 penerima manfaat, yang meliputi panti asuhan, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), anak-anak yatim, jamaah masjid-musala dari berbagai daerah seperti Kalibawang, Prambanan, Sedayu, Semanu (Gunungkidul), Kulon Progo, serta kelompok Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA) di wilayah Kapanewon Moyudan.

Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Lurah Sumbersari, Sukadi, kepada salah satu perwakilan penerima dari lokasi terjauh.

“Semoga apa yang kita salurkan ini membawa manfaat, mempererat silaturahmi, dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua,” ujar Sukadi dalam sambutannya.

Salah satu penerima manfaat, Mustikawati, perwakilan dari Al-Uswah Boarding School Sidoarum Godean, menyampaikan terima kasih kepada panitia atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Panitia ZIS Sumbersari yang telah menyalurkan berasnya untuk anak-anak asuh kami. Insyaallah sangat bermanfaat dan penuh berkah,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dan lembaga sosial untuk saling membantu dan memberdayakan sesama dalam semangat Ramadan.

(Edy – KIM Moyudan)




Meriahkan Malam Lebaran, IPPS Gelar Parade Takbir Keliling di Sumbersari

Moyudan — Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H, Ikatan Pengasuh Pengajian Sumbersari (IPPS) menggelar Parade Takbir Keliling pada Minggu malam (30/3/2025). Kegiatan ini mengambil titik start dan finis di Lapangan Sumbersari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman.

Parade ini diikuti oleh 15 regu peserta dari jamaah masjid dan musala di wilayah Sumbersari. Meskipun tidak dilombakan, kegiatan tetap berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Panewu Moyudan beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka), Lurah Sumbersari beserta pamong, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia, Muhammad Fauzan Abdurrahman Yasin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta.

“Walau parade takbir tahun ini tidak dilombakan, antusiasme peserta luar biasa. Kami sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh regu yang hadir malam ini,” ujarnya.

Fauzan juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung agar acara tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Lurah Sumbersari, Sukadi, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas konsistensi IPPS yang setiap tahun menyelenggarakan parade takbir keliling, baik pada Idulfitri maupun Iduladha.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai syiar Islam, tetapi juga menjadi ajang untuk menumbuhkan kreativitas dan mempererat ukhuwah warga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai maskot dan bentuk kreativitas yang ditampilkan oleh masing-masing regu, yang mencerminkan tingginya potensi sumber daya masyarakat di Sumbersari.

“Mari kembangkan kreativitas dan budaya sebagai penunjang pembangunan. Tetap jaga kerukunan, karena itu adalah modal dasar kemajuan desa,” tambahnya.

Acara ditutup dengan pelepasan peserta parade oleh Lurah Sumbersari yang ditandai dengan pernyataan resmi pemberangkatan:

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim dan memohon ridha Allah SWT, Parade Takbir Keliling IPPS kami nyatakan diberangkatkan,” ucapnya.

Kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan, menjadi penanda semaraknya malam takbiran di Sumbersari.

(Giek/KIM Moyudan)