Gelar Jambore Kader Posyandu, Puskesmas Minggir Lantik Kader Madya dan Utama

Sleman – Puskesmas Minggir mengadakan kegiatan Jambore Posyandu se-Kapanewon

Minggir, Rabu (30/4/2025), di Joglo Bendungan Karangtalun, Kalibawang, Kulon

Progo. Sebanyak 276 kader posyandu antusias mengikuti jalannya kegiatan yang mengusung tema “Kader Posyandu Cerdas Wujudkan Generasi Emas” tersebut.

Kasubag Tata Usaha, Marwata mewakili Kepala Puskesmas Minggir dalam

sambutannya menyampaikan peran penting kader dalam mendukung program-program

dari Puskesmas. “Kader posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan

sampai wilayah padukuhan. Kami sangat mengapresiasi kinerja kader dan atas nama

puskesmas mengucapkan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu kader dalam kegiatan

jambore kali ini,” ujar Marwata.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan secara simbolis penyematan pin kader madya

dan utama bagi kader yang telah mengikuti uji kompetensi kader dan dinyatakan

lulus dan menguasai 25 keterampilan dasar kader posyandu. Puskesmas Minggir

menjadi puskesmas pertama yang melaksanakan pelantikan kader madya dan utama.

Acara dilanjutkan kegiatan outbond berupa pelbagai permainan yang bertujuan untuk merekatkan komunikasi dan kerja sama antar kader. Kader yang terlantik diharapkan

menjadi kader madya dan utama, yang mampu menjadi contoh bagi kader lainnya. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)




Hibah Bus Sekolah dari Kemenhub Permudah Akses Belajar Siswa TK dan SD Model Sleman

Sleman – Layanan antar-jemput siswa TK dan SD Model Kabupaten Sleman kini semakin optimal berkat hibah satu unit bus sekolah dari Kementerian Perhubungan. Bantuan diserahkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II DIY kepada Pemerintah Kabupaten Sleman pada Rabu (30/4), dan langsung diserahkan kepada pihak sekolah.

Bus sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas siswa ke sekolah secara lebih aman, nyaman, dan teratur. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyebut bahwa kehadiran bus ini menjadi solusi konkret dalam membantu siswa usia dini yang masih sangat bergantung pada orang tua untuk mobilitas sehari-hari.

“Anak-anak usia TK dan SD membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam hal transportasi. Dengan adanya bus sekolah ini, kami harap siswa bisa lebih nyaman, orang tua lebih tenang, dan proses belajar-mengajar dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Danang.

Bus hibah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program layanan Bus Sekolah Gratis Kabupaten Sleman “Si Bulan”, yang digagas untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Sleman, sekaligus mendukung program Kabupaten Layak Anak.

Kepala BPTD Kelas II DIY, Dody Arifianto, menyatakan bahwa TK dan SD Model Sleman dipilih sebagai penerima hibah karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan aman.

“Tahun lalu, Kementerian Perhubungan menghibahkan 150 unit bus ke berbagai daerah. Salah satunya kepada TK dan SD Model Sleman. Ini adalah bentuk dukungan kami agar semua siswa bisa mengakses pendidikan dengan aman dan setara,” ungkap Dody.

Kepala Sekolah SD Model Sleman, Jamin, ., mengungkapkan rasa syukurnya, terlebih karena hibah ini datang tepat saat sekolah merayakan ulang tahun ke-17. Menurutnya, keberadaan bus sekolah sangat berarti dalam meningkatkan kehadiran siswa dan mengurangi hambatan transportasi, terutama bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.

“Ini bukan sekadar fasilitas, tapi investasi jangka panjang bagi kenyamanan dan semangat belajar anak-anak kami. Kami optimistis kualitas pendidikan akan ikut terdongkrak,” ujarnya.




Hari Jadi ke-109, Pemkab Sleman Beri 641 Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan dan Keamanan

Sleman – Menyambut Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyalurkan bantuan sebanyak 641 paket sembako kepada petugas keamanan dan petugas kebersihan di lingkungan Pemkab. Penyerahan dilakukan oleh Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-109 Sleman, Eka Surya Prihantara, di Pendopo Parasamya, Rabu (30/4).

Bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas yang telah berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan kebersihan di lingkungan pemerintah daerah.

“Meski nilainya tidak besar, bantuan ini merupakan tondho tresno atau tanda kasih dari Pemkab Sleman untuk para petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,” ujar Eka. Ia juga menyampaikan terima kasih dan berharap bingkisan ini dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Eka menambahkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-109 Sleman bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momen refleksi atas perjalanan pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam membangun daerah.

“Tema peringatan tahun ini adalah Gumolong Hanggayuh Mukti yang berarti bersatu meraih kejayaan. Ini menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Sleman,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Bakti Sosial Hari Jadi ke-109 Sleman, Nur Fitri Handayani, menyampaikan bahwa Pemkab Sleman bekerja sama dengan Baznas Sleman akan menyalurkan total paket sembako kepada masyarakat di 17 kapanewon.

“Setelah kegiatan hari ini, akan dilanjutkan dengan bakti sosial lainnya seperti pemberian bantuan kepada 430 anak yatim di seluruh kapanewon,” ujar Fitri.

Selain itu, rangkaian kegiatan sosial juga mencakup bantuan bedah rumah untuk 17 unit rumah tidak layak huni, khitan massal bagi 109 anak, operasi katarak bagi warga kurang mampu, serta pelaksanaan donor darah.

Fitri berharap, seluruh kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-109 ini dapat memberikan manfaat nyata dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Sleman.




Ribuan Lansia di Sleman Terima Bantuan Sosial dari Pemkab Sleman

Sleman – Sebanyak warga lanjut usia (lansia) dari tiga kapanewon di Kabupaten Sleman menerima bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui program Sembako Sleman untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (SEMANGAT). Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Parasamya, Selasa (29/4).

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan langsung bantuan secara simbolis kepada perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM). Dalam sambutannya, Danang menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan warga lansia yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Bantuan ini adalah bentuk perhatian dan tondho tresno dari Pemkab Sleman kepada warganya yang membutuhkan. Harapannya, bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Danang.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi, menjelaskan bahwa bantuan disalurkan melalui virtual account yang bekerja sama dengan Bank BPD DIY. Para penerima kemudian dapat menukarkan bantuan tersebut di Warung Lanjut Usia Yogyakarta (WALUYO), mitra penyedia sembako program sosial ini.

“Setiap KPM akan menerima bantuan senilai per bulan atau per tahun,” jelas Mustadi. Bantuan akan dicairkan secara bertahap setiap dua bulan.

Adapun komoditas yang disediakan dalam paket bantuan meliputi beras, telur, tahu, tempe, daging, ikan, sayuran, buah, serta bumbu dapur.

Program ini menyasar warga lansia di tiga kapanewon, yakni Sleman, Mlati, dan Ngaglik, yang belum pernah terdata sebagai penerima bantuan sosial lainnya.




Jemput Bola Pembayaran PBB Dekatkan Layanan Warga Banyuraden

Sleman – Program jemput bola pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang digelar oleh Pemerintah Kalurahan Banyuraden di Tegalyoso, Selasa (29/4/2025) bukan sekadar strategi teknis, tetapi bentuk nyata pelayanan publik yang adaptif dan berpihak kepada masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan warga yang semakin padat dan beragam, pendekatan ini menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi, mulai dari keterbatasan waktu, jarak, hingga kesadaran akan pentingnya membayar pajak tepat waktu.

Kalurahan Banyuraden yang memiliki 8 padukuhan, 22 RW dan 78 RT, pendekatan sentralistik dalam pembayaran pajak dirasa kurang efektif. Banyak warga, khususnya lansia, buruh harian, dan pedagang kecil, merasa kesulitan datang ke kantor kalurahan atau ke bank tempat pembayaran PBB. Alhasil, tingkat kepatuhan membayar pajak bisa tertunda atau bahkan terabaikan. Melalui program jemput bola, pemerintah secara aktif mendekatkan layanan langsung ke setiap padukuhan.

Mengingat pentingnya peranan pajak dalam pembangunan, Kepala Urusan Danarta Banyuraden, Yuyun Afnan Purnomo dibantu stafnya, Rizal Hartono melaksanakan tugas jemput bola pembayaran PBB dengan jadwal yang telah direncanakan pada masing-masing padukuhan.

“Pendekatan ini sangat membantu lansia dan warga selaku wajib pajak yang memiliki keterbatasan mobilitas,” ungkap Yuyun Afnan.

Selama ini, pembayaran PBB seringkali tertunda karena masyarakat wajib pajak enggan atau kesulitan datang ke kantor kalurahan atau bank. Melalui pendekatan jemput bola, jarak dan waktu tak lagi menjadi hambatan. Mereka dapat mendatangi rumah kepala padukuhan masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sistem ini bukan hanya efisien, namun juga membangun kedekatan antara petugas dan masyarakat.

Lebih lanjut, Dukuh Tegalyoso, Amin Achmadi mengatakan tak hanya soal pembayaran saja, program ini juga menjadi ajang edukasi perpajakan. Petugas tak sekadar mencatat dan menerima pembayaran, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai manfaat pajak serta pentingnya kepatuhan. Warga pun lebih memahami bahwa pajak yang mereka bayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan yang bisa mereka rasakan langsung.

“Edukasi ini menumbuhkan kesadaran bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban, tapi juga investasi bersama untuk kesejahteraan Banyuraden,” imbuh Amin.

Langkah ini pun berdampak langsung pada peningkatan capaian penerimaan pajak di Banyuraden. Dengan pelayanan yang mudah dijangkau, kesadaran warga untuk menunaikan kewajiban pajaknya tumbuh secara alami. Hal ini sangat penting karena pendapatan dari pajak bumi dan bangunan menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan fasilitas umum di tingkat kalurahan.

Oleh karena itu, program jemput bola ini layak dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kalurahan Banyuraden telah menunjukkan komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan warganya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)