Puskesmas Ngaglik 1 Gelar Posbindu Institusi, 35 Pamong Sardonoharjo Jalani Skrining Kesehatan Lengkap

Sardonoharjo — Sebanyak 35 pamong Kalurahan Sardonoharjo menjalani skrining kesehatan dalam kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Institusi yang digelar pada Selasa (22/4/2025) di Aula Kalurahan Sardonoharjo. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Puskesmas Ngaglik 1 dan pemerintah kalurahan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan aparatur desa.

Kegiatan dimulai sejak pagi dan berlangsung tertib, dipandu oleh tim Puskesmas Ngaglik 1 yang beranggotakan enam orang. Penanggung jawab kegiatan, Febriana Nur Aini, menyampaikan bahwa skrining ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini penyakit menular maupun tidak menular pada para pamong.

“Pemeriksaan ini penting karena pamong merupakan ujung tombak pelayanan publik. Dengan kondisi kesehatan yang baik, mereka bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Febriana.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, kadar lemak tubuh, gula darah, karbon monoksida (CO), serta deteksi dini HIV, sifilis, dan malaria. Seluruh proses dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dan prosedur medis secara ketat demi kenyamanan dan keamanan peserta.

Antusiasme terlihat dari para pamong yang mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar mengaku baru pertama kali mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Carik Sardonoharjo mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini.

“Kami merasa sangat diperhatikan. Kegiatan ini membuat kami lebih sadar akan kondisi kesehatan diri sendiri dan mendorong untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat,” tuturnya.

Posbindu Institusi diharapkan menjadi agenda rutin di tingkat kalurahan. Selain menjaga kesehatan individu pamong, program ini juga berkontribusi menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan pelayanan masyarakat.

Melalui sinergi antara fasilitas kesehatan dan pemerintah desa, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap kesehatan aparatur kini menjadi prioritas penting di lingkungan pemerintahan tingkat bawah. (ESK – KIM DSN)




Masjid Nurul ‘Alamin Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Sosial Warga Majegan-Tegalrandu

Sleman— Masjid Nurul ‘Alamin di Dusun Majegan-Tegalrandu, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, resmi diresmikan pada Minggu (20/4/2025). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sebuah acara yang dihadiri sejumlah tokoh penting dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan masjid yang disebut sebagai hasil gotong royong masyarakat. Ia berharap masjid ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat ibadah, kegiatan sosial, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Semoga Masjid Nurul ‘Alamin menjadi ruang yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Bupati.

Acara peresmian turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Harjaka, ,Ketua Yayasan Al-Madinah Nusantara, Ustaz H. Irfan Rodli, serta Direktur Utama PT Nextron Technology Indonesia, Firdhos Fauzi.

Panitia pembangunan masjid, Mujiono, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi. “Kami mengucapkan jazaakumullahu khairan kepada para jamaah, warga, dan muhsinin yang telah mendukung. Semoga Allah membalas dengan pahala dan keberkahan,” ucapnya.

Ratusan jamaah dan warga hadir dalam suasana khidmat saat doa bersama dipimpin oleh Ustaz Harjaka. Dalam doa tersebut, masyarakat memohon agar masjid ini membawa keberkahan dan menjadi pemersatu umat.

Ketua Takmir Masjid, Sengganadadi, mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat masjid sebagai rumah Allah. “Mari kita rawat masjid ini dengan penuh cinta dan tanggung jawab, sebagai tempat kita beribadah dan membangun kebersamaan,” katanya.

Masjid Nurul ‘Alamin diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, serta sosial kemasyarakatan yang dapat mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama warga Majegan-Tegalrandu. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Manusia Pasca Ramadhan Harus Istiqamah dalam Ibadah

Gamping – Setelah sebulan penuh beribadah di bulan Ramadhan, umat Islam kembali menjalani rutinitas harian mereka. Namun, bekas-bekas spiritual yang ditinggalkan selama Ramadhan seharusnya menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan berserah diri kepada Allah SWT. Syawalan menjadi momen penting untuk mengingatkan bahwa ibadah tidak terbatas pada bulan Ramadhan saja, tetapi harus menjadi gaya hidup sehari-hari.

Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah kesempatan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Acara ini bertujuan untuk saling memaafkan, memperbaharui niat, dan menghidupkan kembali semangat beribadah setelah Ramadhan.

Dalam acara Syawalan yang digelar di Masjid Al Hidayah Modinan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (20/4/2025), Ustaz Prof. Dr. H. Agung Budiyanto mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, meskipun tanpa pengakuan atau pujian dari manusia. Ia menekankan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari sorotan dunia, melainkan dari kualitas ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

“Kadang kita merasa kecil karena tidak terkenal, tidak punya banyak followers, atau tidak pernah dipuji. Tapi Allah SWT tahu isi hati kita. Keikhlasan, dan amal-amal kecil yang tersembunyi itulah yang membuat kita besar di akhirat,” ujar Ustaz Agung di hadapan jamaah.

Ustaz Agung menjelaskan bahwa banyak orang berlomba-lomba mencari ketenaran di dunia, namun Islam mengajarkan hal yang berbeda. Kemuliaan seorang umat tidak diukur dari seberapa banyak ia dikenal di bumi, tetapi seberapa besar ia dikenal di langit, oleh para malaikat, dan yang paling utama, oleh Allah SWT.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk tidak mengukur nilai diri dengan popularitas atau materi dunia, karena dunia ini bersifat sementara, sedangkan akhirat kekal. Orang yang sederhana di dunia, tetapi senantiasa mendekat kepada Allah SWT dengan shalat yang khusyuk, sedekah yang ikhlas, dan akhlak yang baik, dialah yang luar biasa di akhirat.

“Hanya Allah SWT yang tahu siapa yang paling tulus dalam ibadahnya. Maka, jangan risau jika kita tidak dikenal manusia,” tegas Ustaz Agung.

Di akhir acara, Ketua Takmir Masjid Al Hidayah, Darmadi, mengajak para jamaah untuk menjadikan momen Syawalan ini sebagai awal baru dalam memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dan dengan Allah SWT. Ia mendorong jamaah untuk saling mendoakan, mendukung, dan terus meramaikan masjid dengan kegiatan bermanfaat agar menjadi hamba Allah yang sederhana di dunia, namun luar biasa di akhirat.

“Jangan sampai semangat ibadah hanya hangat saat Ramadhan, tapi padam setelahnya. Masjid kita ini harus terus menjadi tempat berkumpulnya hati-hati yang rindu Allah,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Gaya Hidup Halal: Pondasi Kehidupan Penuh Berkah

Gamping – Hidup halal lebih dari sekadar makanan dan minuman; ia mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara mencari rezeki hingga berinteraksi sosial. Di tengah arus modernisasi yang kerap mengabaikan nilai-nilai agama, penting untuk kembali mengingatkan diri pada prinsip hidup halal. Komunitas Sehat Rohani Jasmani (Seroja) menggelar pengajian tentang gaya hidup halal di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Gamping, Sleman, pada Minggu (20/4/2025), untuk memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya menjalani kehidupan yang penuh keberkahan.

Menurut dr. H. Bambang Edi Susyanto, narasumber dalam pengajian tersebut, gaya hidup halal bukan hanya soal konsumsi makanan yang sesuai dengan syariat Islam, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas kehidupan yang selaras dengan ajaran agama. “Gaya hidup halal adalah pilihan fantastis yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan,” ujarnya di hadapan puluhan jamaah Seroja.

Prinsip halal dalam kehidupan sehari-hari mencakup pemilihan makanan, pakaian, dan kegiatan yang bermanfaat serta menghindari yang haram. Bambang menjelaskan bahwa makanan halal harus pula thayyib, yaitu baik, bersih, dan menyehatkan. Oleh karena itu, kehalalan konsumsi bukan hanya soal label, tetapi juga tentang manfaat yang diberikan bagi tubuh.

Selain itu, prinsip halal juga harus diterapkan dalam cara memperoleh rezeki. Rezeki yang diperoleh melalui cara yang tidak halal, seperti korupsi, penipuan, atau riba, akan berdampak negatif bagi kehidupan seseorang. Sebaliknya, rezeki yang bersih akan membawa ketenangan batin, menghindarkan dari rasa gelisah, dan membuka pintu keberkahan.

Dalam konteks kehidupan sosial, dr. Bambang menambahkan bahwa hidup halal juga berarti menjaga etika dalam berinteraksi. Hal ini mencakup tidak menyakiti orang lain, menjaga lisan, dan menepati janji. “Di era digital seperti sekarang, menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian di media sosial jelas bertentangan dengan prinsip hidup halal,” tambahnya.

Pentingnya hidup halal juga sangat terkait dengan nilai spiritualitas. Ketika seseorang berusaha menjauh dari hal-hal yang meragukan dan berpegang pada yang halal, ia sedang membangun hubungan yang lebih kuat dengan Allah SWT. Kehidupan yang dijalani dengan prinsip halal akan lebih tenang karena semua yang dilakukan berada dalam kerangka yang diridhoi-Nya.

Lebih jauh, dr. Bambang menjelaskan bahwa hidup halal tidak berarti membatasi diri dari kemajuan atau kesenangan. Sebaliknya, hidup halal mengarahkan seseorang untuk menikmati hal-hal yang baik dengan bijaksana, seperti memilih produk kecantikan atau fashion yang tidak mengandung unsur haram dan memperhatikan keberlanjutan serta tanggung jawab sosial dalam konsumsinya.

Kesadaran untuk hidup halal harus ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun keluarga. Dengan menjadikan halal sebagai bagian dari gaya hidup, masyarakat akan menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi. Hal ini akan berdampak positif tidak hanya pada individu, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi secara luas.

Secara keseluruhan, hidup halal merupakan bentuk komitmen pribadi dan sosial untuk menciptakan tatanan kehidupan yang lebih baik. Dengan menjadikan halal sebagai pedoman hidup, setiap langkah kehidupan akan dipenuhi keberkahan dan kebahagiaan yang sejati. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




SD Muhammadiyah Semingin Raih 4 Trofi Kejuaraan Kompetisi Minat dan Bakat

Moyudan – Empat siswa-siswi SD Muhammadiyah Semingin baru-baru ini berhasil meraih empat trofi kejuaraan dalam ajang Kompetisi Minat dan Bakat yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, pada Sabtu (19/4/2025). Prestasi gemilang ini meliputi juara dalam lomba MHQ, adzan, pildacil, dan menyanyi, serta dua piala apresiasi untuk lomba kaligrafi.

Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eny Purwaningsih, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para siswanya. “Alhamdulillah, sekolah kita kembali mengukir prestasi dengan mendapatkan empat piala kejuaraan, serta dua piala apresiasi. Barokah untuk kita semua,” ungkap Eny saat memberikan laporan kepada Pengurus Komite Sekolah. Selain itu, Eny juga menambahkan bahwa sekolah mendapat apresiasi atas keikutsertaan dalam lomba kaligrafi dan e-sport.

Adapun rincian prestasi yang diraih oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Semingin adalah Juara 1 Lomba MHQ, Juara II Lomba Menyanyi, Juara III Lomba Adzan, dan Juara IV Lomba Pildacil. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari pengurus komite sekolah. Suhari, salah satu pengurus komite, menyampaikan ucapan selamat kepada para peraih juara. “Alhamdulillah, selamat untuk anak-anak shaleh dan shalihah. Tetap semangat,” kata Suhari.

Sebagai bentuk apresiasi, Anton Rahmat Widodo, Ketua Komite SD Muhammadiyah Semingin, menyampaikan bahwa peraih Juara 1 MHQ akan diberi kesempatan untuk tampil di berbagai acara pengajian di wilayah Moyudan. “Kami ingin menyemangati anak-anak untuk terus berprestasi,” ujar Anton, yang disetujui oleh anggota komite lainnya. Sementara itu, Aris Nugroho, anggota komite, juga berharap prestasi siswa dapat dipublikasikan di website sekolah dan diviralkan di media sosial sebagai bentuk apresiasi yang lebih luas.

Komite Sekolah mendukung penuh partisipasi siswa dalam berbagai kompetisi, termasuk kompetisi yang diikuti oleh guru-guru sekolah. Eny Purwaningsih menambahkan, “Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi ini merupakan wahana untuk mengasah prestasi, menguatkan mental dan karakter, serta membentuk pribadi juara sesuai bidang yang ditekuni.”

Dengan prestasi yang membanggakan ini, SD Muhammadiyah Semingin terus mendorong semangat berkompetisi dan berprestasi bagi seluruh siswanya, sebagai bagian dari pengembangan karakter dan kemampuan mereka. (Edy – KIM Moyudan)