Peduli Korban Bencana, KSB Sardonoharjo dan Tagana Ngaglik Droping Logistik di Dua Lokasi Terdampak

Sleman – Aksi cepat dan sigap kembali ditunjukkan oleh relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Sardonoharjo ‘Memayu Hayuning Bawono’ bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kapanewon Ngaglik dalam merespons kejadian bencana alam angin kencang yang melanda wilayah Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025).
Tim relawan yang bersinergi dengan Tim Kerja Bantuan Sosial dan Perlindungan Fakir Miskin (PFM) dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, melakukan dropping logistic kepada warga yang terdampak bencana. Kegiatan itu berlangsung mulai pukul WIB hingga pukul WIB.
Bantuan logistik diserahkan secara langsung kepada dua keluarga terdampak, yaitu Keluarga Nyonya Tugirah yang beralamat di Plosorejo RT 02 RW 18, Sardonoharjo, dan Keluarga Nura Prasetya yang tinggal di wilayah Selokerto, Sardonoharjo.
Rumah kedua keluarga tersebut mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang yang melanda beberapa hari sebelumnya. Dalam upaya pemulihan pasca bencana, logistik berupa bahan pokok, perlengkapan darurat, dan kebutuhan mendesak lainnya diberikan guna membantu meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan kondisi keluarga terdampak.
Kehadiran para relawan di malam hari menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk selalu siap siaga. Selain mengantarkan bantuan, relawan itu juga memberikan semangat kepada para korban agar tetap tabah dan kuat menghadapi musibah.
Menurut penuturan Ndaru Sigid Sunjono selaku perwakilan KSB Sardonoharjo, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh KSB Sardonoharjo dan para relawan Tagana Ngaglik.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para warga terdampak, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini. KSB dan Tagana akan terus hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini pun menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan bencana berbasis masyarakat, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan lokal serta kolaborasi antar lembaga dalam mengatasi dampak bencana secara cepat, tepat, dan manusiawi. (ESK – KIM DSN Ngaglik)



