H-1 Lebaran, Pasar Kolombo Padat Pengunjung: Warga Berburu Selongsong Ketupat, Bumbu Giling, dan Daging

Sleman — Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Kolombo yang terletak di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, tampak padat oleh pengunjung. Sejak pagi, warga memadati pasar untuk membeli berbagai kebutuhan Lebaran seperti selongsong ketupat, bumbu giling, daging, dan perlengkapan lainnya.

Suasana pasar terlihat ramai dan meriah. Antrean panjang tampak di lapak-lapak bumbu giling serta pedagang daging sapi dan ayam. Para pengunjung rela mengantre demi mendapatkan bahan masakan untuk sajian Lebaran.

Salah satu yang menjadi daya tarik tersendiri adalah hadirnya pedagang musiman selongsong ketupat dari berbagai daerah, seperti Godean, Prambanan, Magelang, Klaten, bahkan Manisrenggo. Beberapa di antaranya telah tiba sejak Sabtu (29/3/2025) dan menginap di sekitar pasar untuk mempersiapkan dagangan mereka.

Para pedagang menawarkan harga selongsong ketupat mulai dari per 10 biji. Ada pula ketupat matang siap saji yang dijual dengan harga untuk ukuran sedang dan untuk ukuran besar per 10 biji.

Koidin, salah satu penjual asal Klidon, Ngaglik, mengatakan bahwa usaha musiman ini telah dijalani selama beberapa tahun. “Alhamdulillah, setiap tahun ada keuntungan lumayan. Ini sudah jadi tradisi kami,” ujarnya.

Wasana, staf Kalurahan Condongcatur yang turut memantau kondisi pasar, menjelaskan bahwa banyaknya pedagang selongsong ketupat sudah menjadi pemandangan rutin menjelang Lebaran. “Ketupat dan opor ayam sudah seperti simbol Idulfitri. Pasar Kolombo juga menyediakan kebutuhan harian dengan harga terjangkau. Kondisinya bersih dan aman karena petugas keamanan rutin patroli dan memantau lewat CCTV,” ungkapnya.

Pihak pengelola pasar juga aktif memberikan imbauan melalui pengeras suara kepada para pengunjung agar tetap waspada terhadap tindak kriminal seperti pencopetan. Masyarakat diminta menjaga barang pribadi seperti tas dan dompet selama berbelanja di tengah keramaian pasar. (Wasana/KIM Depok)




Puluhan Relawan dan Polisi Siaga Amankan Arus Mudik di Ngaglik

Ngaglik— Polsek Ngaglik bersama para relawan menggelar apel pengamanan Lebaran di Posko Relawan Pedak, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Apel yang dimulai pukul WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini diikuti sekitar 70 personel gabungan, terdiri atas 20 anggota Polsek Ngaglik dan 50 relawan dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya berasal dari North Sleman Escorting Ambulance (), Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), Panda Ambulan, serta anggota Linmas. Sinergi antarelemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama momentum Lebaran.

Dalam arahannya, AKP Yuliyanto menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel yang terlibat. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam menjalankan tugas, terutama untuk menjamin keamanan lingkungan dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

“Saya mengucapkan terima kasih atas semangat dan dedikasi seluruh personel. Tugas kita sangat mulia, yakni memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tetap jaga stamina, berkoordinasi secara efektif, dan utamakan keselamatan,” pesannya.

Selain memberikan pengarahan, Kapolsek juga mengingatkan seluruh peserta agar selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan, serta aktif berkoordinasi dengan masyarakat. Ia juga mengimbau agar setiap petugas sigap dalam memberikan bantuan, baik dalam kondisi darurat medis maupun keamanan lingkungan.

Kegiatan apel berjalan lancar dan aman tanpa kendala berarti. Para peserta diimbau untuk terus menjaga semangat dan kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan relawan diharapkan mampu menghadirkan pengamanan Lebaran yang optimal.

Pengamanan Lebaran di Ngaglik tahun ini difokuskan tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada kenyamanan masyarakat yang tetap berada di rumah. Dengan kolaborasi lintas sektor, wilayah Ngaglik siap menyambut Lebaran dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan. (ESK – KIM DSN)




Safari Ramadan, Babinkamtibmas Sumbersari Ajak Warga Tingkatkan Ukhuwah dan Kewaspadaan

Moyudan – Dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan kewaspadaan masyarakat selama bulan Ramadan, Babinkamtibmas Sumbersari, Aipda Endri Destanta, melakukan safari keliling ke sejumlah masjid di wilayah Sumbersari. Pada Ramadan terakhir, Sabtu (29/3/2025), ia berkunjung ke Masjid Al-Amien, Padukuhan Menulis, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Endri yang akrab disapa Desta menyampaikan pesan kepada jamaah untuk menjadikan momen Ramadan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Situasi Lebaran sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kelengahan dan kelelahan kita bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Pastikan sebelum tidur semua pintu dan jendela sudah terkunci,” pesannya kepada jamaah.

Selain memberikan imbauan kamtibmas, Aipda Endri juga menyalurkan zakat profesi dari Polresta Sleman kepada empat warga Menulis. Mereka yang menerima bantuan tersebut adalah Ngadiyem, Najwa Eka Putri, Sugiya, dan Iswanti.

“Semoga zakat yang kami salurkan ini bisa bermanfaat dan sedikit membantu memenuhi kebutuhan keluarga dalam menyambut Idulfitri,” ujar Endri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah suasana Ramadan.

(Giek/KIM Moyudan)




Jelang Lebaran, Linmas Sumbersari Sambangi Padukuhan untuk Jaga Kamtibmas

Moyudan – Menjelang akhir Ramadan, Satuan Linmas Sumbersari menggelar kegiatan sambang padukuhan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (29/3/2025) dengan menyasar seluruh padukuhan di wilayah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Jogoboyo Sumbersari, Novi Kuntansari Hadiningroem, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sambang ini difokuskan pada masjid-masjid yang menjadi pusat aktivitas remaja menjelang malam takbir.

“Menjelang malam takbiran, banyak remaja yang berkumpul di masjid untuk mempersiapkan takbir keliling. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan-pesan penting agar tetap menjaga kondusivitas lingkungan,” ujar Novi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Babinkamtibmas Sumbersari Aipda Endri Destanta dan Babinsa Sumbersari Serda Endriyanto. Dalam pengarahannya, Aipda Endri menekankan pentingnya menjaga stamina dan kewaspadaan karena tugas pengamanan masih akan berlangsung hingga malam takbiran.

“Di akhir Ramadan ini, aktivitas di masjid meningkat. Kita sambangi bersama sebagai bentuk antisipasi. Besok malam kita masih harus mengawal pelaksanaan takbir keliling,” jelas Endri.

Ia juga menambahkan harapan agar seluruh personel senantiasa diberi perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan tugasnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi Linmas, Babinsa, dan Babinkamtibmas dalam menjaga kamtibmas menjelang Hari Raya Idulfitri di wilayah Sumbersari.

(Giek/KIM Moyudan)




Antara Profit, Regulasi, dan Pemberdayaan: Curahan Hati Direktur BUMDes Sardonoharjo

Sardonoharjo – Menjadi Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bukanlah perkara mudah. Hal tersebut diungkapkan oleh Cahyo Binarto, Direktur BUMDes Sardonoharjo, saat berbincang di sela pagi, Sabtu (29/3/2025). Di tengah pemandangan sawah dan latar belakang Gunung Merapi, Cahyo mencurahkan pemikirannya tentang kompleksitas peran yang diemban—mulai dari mengejar profit, menaati regulasi, hingga memberdayakan masyarakat desa.

Menurut Cahyo, BUMDes sebagai badan usaha berbadan hukum memiliki dua tanggung jawab utama: memperoleh keuntungan (profit) sekaligus memberikan manfaat (benefit) kepada masyarakat. “Keuntungan yang didapat tidak boleh hanya dinikmati oleh entitas usaha, tetapi harus kembali ke masyarakat dalam bentuk program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.

Seorang direktur BUMDes dituntut untuk memahami secara menyeluruh ekosistem desa. Tidak cukup hanya mahir dalam strategi bisnis, tetapi juga harus mampu membaca dinamika sosial, memahami regulasi pemerintah desa, serta mengenali potensi sumber daya lokal.

“Pikiran dan tenaga harus terbagi untuk mengurus aspek teknis operasional, kebijakan, dan program sosial yang berjalan beriringan. Ini membuat peran direktur menjadi sangat kompleks,” tutur Cahyo.

Tantangan lain yang tak kalah penting adalah kepatuhan terhadap belantara regulasi. Seorang direktur BUMDes harus memahami berbagai aturan, mulai dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, hingga Peraturan Desa dan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) BUMDes.

“Ketidaktahuan terhadap regulasi bisa berakibat fatal. Salah langkah dalam administrasi bisa berujung pada permasalahan hukum,” tambahnya.

Mengutip pemikiran Howard Gardner, Cahyo menyebutkan bahwa pelaku bisnis cenderung menggunakan intuisi dalam pengambilan keputusan, sementara birokrasi pemerintah berjalan berdasarkan prosedur dan regulasi yang ketat.

“Direktur BUMDes berada di tengah dua dunia. Di satu sisi harus berpikir cepat dan mencari peluang, tapi di sisi lain tidak boleh melanggar aturan yang berlaku,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) yang tidak hanya realistis, tetapi juga berkelanjutan.

Menutup curahan hatinya, Cahyo menyampaikan harapan agar peran direktur BUMDes tidak hanya dinilai dari kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga dari upaya nyata dalam membawa perubahan di desa.

“Selama tidak ada praktik korupsi yang merugikan masyarakat, direktur BUMDes seharusnya diberi ruang belajar dan berinovasi. Diperlukan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak agar BUMDes benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya,” pungkasnya. (ESK – KIM DSN Sardonoharjo Ngaglik)