Delapan Tahun Konsisten, Karang Taruna DSN Sardonoharjo Kembali Salurkan Parcel Cinta

Ngaglik – Karang Taruna Dharma Satria Nusantara (DSN) Kalurahan Sardonoharjo kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan tahunan bertajuk Parcel Cinta Anak Yatim. Memasuki tahun ke-8 pelaksanaannya, kegiatan ini menyalurkan sebanyak 50 paket santunan kepada anak-anak yatim dan piatu berusia maksimal sekolah dasar, pada Jumat (28/3/2025) di Pendopo Kalurahan Sardonoharjo.

Meski sempat diguyur hujan deras, acara berlangsung dengan meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak penerima santunan tampak antusias mengikuti rangkaian acara, apalagi dengan kehadiran Badut Om Danil yang berhasil menghibur mereka dengan penampilan lucu dan interaktif.

Ketua panitia, Imam Syaiful, melaporkan bahwa total donasi yang berhasil dihimpun dalam kegiatan ini mencapai . Dana tersebut disalurkan dalam bentuk paket parcel dan uang tunai kepada 50 anak yatim/piatu di wilayah Sardonoharjo.

“Semoga santunan ini bermanfaat, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri agar semua anak bisa turut merasakan kebahagiaan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan donatur dari Bumkal Oerip Soemohardjo, LAZISNU Sleman, serta Bunda Ifa dari BIAS RATU yang ikut memberikan dukungan atas terselenggaranya acara.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, dalam sambutannya mengapresiasi konsistensi Karang Taruna DSN dalam menyelenggarakan kegiatan sosial ini. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. “Semoga program ini terus berjalan dan menginspirasi para penerima santunan agar kelak ketika dewasa mereka turut aktif dalam kegiatan Karang Taruna,” harapnya.

Melalui kegiatan Parcel Cinta Anak Yatim, Karang Taruna DSN Sardonoharjo kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dan berbagi bagi sesama, khususnya bagi anak-anak yatim/piatu di wilayahnya. (Andy Ahmad AZ/KIM DSN Sardonoharjo Ngaglik)




Lurah Condongcatur Berikan Motivasi saat Buka Bersama Staf dan Keluarga

Sleman — Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan Ramadan 1446 H, staf pamong Kalurahan Condongcatur bersama keluarga menggelar acara buka puasa bersama di Rumah Makan Jenengan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (27/3/2025). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Condongcatur, Carik, serta para kepala seksi (Kasi) dan kepala urusan (Kaur) Kalurahan Condongcatur.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini diikuti oleh 19 staf kalurahan beserta keluarga. Meski dikemas secara sederhana, suasana kekeluargaan sangat terasa.

Dalam sambutannya, Trisusetyanto, staf senior bagian jagabaya yang mewakili para staf, menyampaikan terima kasih atas kehadiran pimpinan dan keluarga dalam kegiatan yang rutin diadakan setiap Ramadan ini.

“Tujuan dari buka puasa bersama ini adalah mempererat keakraban antara staf dan keluarga, serta menjalin silaturahmi lebih dekat dengan para atasan yang selama 11 bulan bekerja bersama dalam suasana formal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tradisi silaturahmi juga akan dilanjutkan pada 2 Syawal mendatang, dengan berkunjung ke kediaman para Kasi dan Kaur setelah kegiatan open house di rumah Lurah Condongcatur. Tradisi “ujung” ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan dan memulai kembali tugas dengan semangat baru setelah Idulfitri.

Lurah Condongcatur dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan staf pamong yang secara rutin mengadakan kegiatan buka bersama, silaturahmi, bahkan wisata keluarga dengan dana mandiri.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan loyalitas yang telah ditunjukkan dalam pelayanan kepada masyarakat. Ramadan ini menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan semangat pelayanan,” ucapnya.

Dalam arahannya, Lurah Condongcatur menekankan pentingnya peningkatan kinerja pamong kalurahan demi pelayanan publik yang lebih optimal. Ia mengajak seluruh staf untuk memperkuat kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja, dimulai dari hal sederhana seperti hadir tepat waktu dan menyelesaikan tugas secara tuntas dan bertanggung jawab.

Selain itu, ia mendorong percepatan layanan kepada masyarakat dengan memangkas birokrasi yang rumit agar pelayanan menjadi lebih efisien dan mudah diakses warga. Koordinasi dan kolaborasi antar bagian juga dianggap krusial untuk menciptakan sinergi kerja yang solid dan harmonis.

Dalam melayani masyarakat, ia mengingatkan pentingnya menyambut warga dengan senyum, melayani dengan sepenuh hati, serta menghadirkan empati dalam setiap interaksi. Pelayanan publik, menurutnya, bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi wujud nyata dari pengabdian kepada masyarakat.

Tak kalah penting, Lurah juga menegaskan agar kekompakan dan kebersamaan antar staf terus dijaga. Menurutnya, suasana kerja yang harmonis akan berpengaruh besar terhadap kualitas pelayanan dan kenyamanan dalam bekerja sehari-hari.

 “Pelayanan publik bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bentuk pengabdian. Sambut warga dengan senyum, dengarkan keluhan dengan empati, dan bantu dengan sepenuh hati. Kita adalah wajah pemerintahan di tingkat kalurahan,” tegasnya.

Ia menutup arahannya dengan harapan agar Kalurahan Condongcatur bisa menjadi contoh kalurahan yang inovatif, profesional, dan benar-benar melayani warganya dengan sepenuh hati.

“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi kalian semua. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




LZI Salurkan Bantuan Modal Usaha Produktif untuk Pemberdayaan Warga

Sleman — Yayasan Lumbung Zakat Indonesia (LZI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui penyaluran modal usaha ekonomi produktif. Bertempat di Kantor LZI Sedogan, Tempel, Kamis (27/3/2025), LZI menyerahkan bantuan modal usaha senilai Rp15 juta kepada Sudarto, salah satu warga binaan sekaligus relawan LZI yang berdomisili di Pokoh, Banyurejo, Tempel.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris LZI, Sutardi, dan disaksikan oleh pembina Yayasan LZI, Edy Supriyanto, serta sejumlah tamu undangan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan usaha ternak kambing yang dijalankan oleh Sudarto.

Dalam keterangannya, Sutardi menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan dengan sejumlah ketentuan yang telah disepakati bersama. “Penerima bantuan harus bersedia mengelola modal usaha ini dengan penuh tanggung jawab, melaporkan perkembangan usaha secara berkala, dan jika tidak memenuhi kesepakatan, maka modal usaha dapat ditarik kembali,” ujarnya.

Program penyertaan modal usaha berbasis zakat ini merupakan salah satu upaya LZI dalam mengelola zakat secara profesional dan berdampak jangka panjang. Harapannya, mustahik (penerima zakat) dapat berkembang secara ekonomi hingga suatu saat mampu menjadi muzakki (pemberi zakat).

Penyaluran bantuan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan sosial LZI di penghujung Ramadan 1446 H, dengan semangat menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif. (Arief Hartanto/KIM Turi)