8th Anniversary ALGOJO Gelar Gowes Bareng, Penghijauan, dan Bhakti Sosial di Condongcatur

Condongcatur — Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (ALGOJO) merayakan ulang tahun yang ke-8 (sewindu) dengan gelaran acara Gowes Bareng (GOBAR), penghijauan, dan bhakti sosial di Condongcatur, Depok, Sleman. Acara ini juga sekaligus menjadi syawalan 1446 H, dihadiri oleh 800 peserta yang berasal dari berbagai komunitas sepeda di Yogyakarta dan sekitarnya.

Start dimulai di Halaman Kalurahan Condongcatur, dan finish di destinasi wisata Green Kayen Condongcatur. Rute yang ditempuh sejauh 18 kilometer dipandu oleh tim marshal yang memastikan perjalanan berjalan aman dan lancar. Selain gowes, para peserta juga berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, seperti sepeda, mesin cuci, kompor gas, serta doorprize lainnya yang disponsori oleh berbagai pihak. Para peserta juga dihibur oleh Miwita Production.

Ketua ALGOJO, Gianto, mengungkapkan bahwa tema ulang tahun kali ini adalah “Goweser Bersahabat Dengan Alam”. Dalam acara tersebut, ALGOJO mengganti tradisi pemberian cinderamata ulang tahun dengan sebuah inisiatif penghijauan. Setiap komunitas sepeda yang hadir memberikan satu bibit pohon untuk ditanam di area Green Kayen yang masih luas. Selain itu, dilakukan pula pelepasan burung sebagai simbol kebebasan dan kelestarian alam.

Gianto juga menambahkan bahwa ALGOJO kembali menggelar kegiatan bhakti sosial, dengan memberikan santunan berupa paket sembako dan uang tali asih kepada 20 anak yatim yang berasal dari warga sekitar, khususnya di Kayen dan Krikilan.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa kebersamaan dan kepedulian kami terhadap sesama, serta dukungan kami terhadap pengelola Green Kayen,” ujarnya.

Pembina ALGOJO, Reno Candra Sangaji, yang juga menjabat sebagai Lurah Condongcatur, berharap bahwa peringatan ulang tahun ke-8 ini semakin mempererat tali persaudaraan antar komunitas sepeda di Yogyakarta.

“Gowes Bareng ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pecinta sepeda, dan saya berharap semangat Ayo Gowes Bareng semakin menggema, tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar sesama,” ungkap Reno.

Sesepuh Goweser DIY, Heru Rasya, yang juga Ketua GOBAR, memberikan ucapan selamat ulang tahun dan berharap ALGOJO terus menjaga kekompakan dan berkolaborasi dengan komunitas sepeda lainnya.

“Semoga ALGOJO tetap solid, terus mengadakan kegiatan Gowes Bareng yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga memperkenalkan destinasi wisata, mendukung penghijauan, dan tentunya melaksanakan bakti sosial,” kata Heru.

Hesti Retnowati, Ketua Komunitas Sepeda G4S Jogja, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti perayaan ulang tahun ke-8 ALGOJO. “Biasanya, acara dengan hadiah seperti ini berbayar, tapi kali ini gratis, dan saya masih bisa menikmati bakso gratis dan banyak doorprize. Terima kasih, ALGOJO, semoga terus jaya,” ujarnya.

Sebagai tambahan, dalam acara ini, para peserta juga dapat menikmati 800 mangkuk bakso gratis, aneka jajanan pasar, serta doorprize menarik lainnya. Setiap komunitas yang hadir mendapatkan Piagam Penghargaan atas partisipasinya, dan baliho dengan nama komunitas yang hadir juga dipasang sepanjang acara. Tidak ketinggalan, UMKM lokal warga Kayen dan sekitarnya turut berpartisipasi dengan membuka stand makanan, minuman, dan aksesori sepeda. Salah satu stand menarik dihadirkan oleh Captain Jiru dari Magelang, yang menawarkan berbagai perlengkapan sepeda, seperti helm, kacamata, dan jersey.

Acara ini berhasil membangun kekompakan di antara para goweser dan memperkenalkan destinasi wisata lokal, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama. (Wasana/KIM Depok)




Silaturahmi Syawal Muhammadiyah Sleman: Mangayubagyo untuk 210 Calon Jamaah Haji

Sleman — Warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman memadati kompleks Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo, pada gelaran acara Silaturahmi Syawal dan Mangayubagyo Calon Jamaah Haji Muhammadiyah Sleman 1446 H, yang berlangsung pada Sabtu (26/4/2025). Kepadatan ini sempat mengakibatkan kemacetan di sepanjang Jalan Parasamya Beran Sleman, serta memenuhi sejumlah kantong parkir di sekitar komplek DPRD Sleman, Pemda Sleman, Pengadilan Agama, dan Balai Diklat Transmigrasi.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen organisasi Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Ortom, termasuk anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman. Hadir pula Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, Forkopimda Sleman, Jajaran Polresta Sleman, Dandim, serta sejumlah anggota DPRD Sleman, termasuk Respati A. Sasangka yang juga calon jamaah haji bimbingan KBIHU Aisyiyah Sleman.

Salah satu agenda utama dalam acara tersebut adalah mangayubagyo calon jamaah haji Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun 2025 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman, yang berjumlah 210 orang. Acara ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Yusuf Ramadhan, diikuti dengan pidato Iftitah dari Ketua PDM, Harjaka, yang mengajak semua peserta untuk saling memaafkan di bulan Syawal setelah sebulan berpuasa Ramadan.

Selain itu, acara juga mencakup pengumuman hasil lomba pidato “Songsong Ramadhan” melalui Channel YouTube Muhammadiyah Sleman, sebagai salah satu bentuk pendekatan dakwah melalui media. Selain itu, sosialisasi mengenai layanan kesehatan yang diberikan oleh PKU Muhammadiyah Sleman, yang kini telah beroperasi resmi dan siap membantu masyarakat Sleman, juga disampaikan oleh Syafiqulatif.

Yayan Suryana dari PWM DIY, dalam sambutannya menyampaikan bahwa misi dakwah Muhammadiyah selama ini dapat terwujud berkat kekuatan sumber daya dan kader yang menjunjung tinggi nilai ukhuwah, tasamuh, dan husnudzan. “Cabang dan ranting yang kuat pasti didukung oleh sumber daya dan kader yang kuat,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara warga Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah Sleman untuk membangun daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. “Kiprah Muhammadiyah di bidang ini sudah terbukti memberikan kontribusi besar bagi Sleman,” ujar Susmiarto.

Ustadz KH. M. Jazir ASP, dai kondang yang terkenal dengan Masjid Jogokaryan Yogyakarta, menyampaikan pengajian dengan tema keikhlasan. “Muhammadiyah didirikan oleh Ahmad Dahlan untuk menggapai surga Allah, dengan ikhlas tanpa pamrih,” katanya. Ia juga mengingatkan kepada calon jamaah haji untuk meniatkan ibadah haji hanya karena Allah semata.

Sementara itu, di sela acara, PKU Muhammadiyah Sleman mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah, serta memperkenalkan berbagai kreativitas dan karya dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Sleman. Acara ini disambut antusias oleh jamaah yang hadir. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Sinergi Antar Kader Kesehatan Penting untuk Meningkatkan Pelayanan Posyandu

Banyuraden — Menjelang lomba Posyandu Lansia dan Balita tingkat Kabupaten Sleman, Pemerintah Kalurahan Banyuraden menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi kinerja posyandu dan merumuskan langkah-langkah perbaikan. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Banyuraden pada Jumat (25/4/2025) ini dihadiri oleh para kader Keluarga Berencana (KB) dan kader kesehatan, serta Tim Penggerak PKK Banyuraden.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara kader KB dan kader kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di posyandu.

“Sinergi yang solid antar kader menjadi kunci utama dalam mendukung program kesehatan keluarga dan memastikan posyandu yang aktif, inovatif, serta responsif terhadap kebutuhan warga,” ujarnya.

Sudarisman juga mengingatkan bahwa komitmen yang kuat dari semua pihak, khususnya kader kesehatan, sangat diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita.

Dalam rapat evaluasi, Sulung Pramono Ulu-Ulu, salah seorang peserta, mengajak para kader untuk bersama-sama mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan posyandu. “Beberapa kendala yang dihadapi antara lain sarana prasarana yang kurang memadai, rendahnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan alat kesehatan,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas kader untuk menghadapi tantangan tersebut.

Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, mendorong para kader untuk menyusun rekomendasi solusi atas permasalahan yang ada. Di antaranya adalah memperkuat kegiatan sosialisasi, meningkatkan kunjungan rumah, dan mengadakan pelatihan berkala untuk meningkatkan kompetensi kader. “Kami juga perlu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan posyandu, mulai dari pencatatan data hingga promosi kesehatan,” tambah Kwintartiningsih.

Kwintartiningsih menekankan bahwa keberhasilan pelayanan posyandu tidak hanya diukur dari lomba, tetapi dari dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan dan memperkuat kolaborasi antar kader. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang baik, diharapkan posyandu di Banyuraden dapat terus berkembang, mandiri, dan berdaya saing. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Polda DIY Gelar Jumat Curhat di Minggir, Tampung Keluhan Masyarakat

Minggir — Polda DIY menggelar acara Jumat Curhat di GOR Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, pada Jumat (25/4). Kegiatan ini bertujuan untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat setempat terkait berbagai isu yang ada di wilayah mereka.

Acara yang dihadiri oleh Kapolda DIY Anggoro Sukartono, bersama jajaran pejabat utama Polda DIY, Kapolresta Sleman Edy Setyanto, Panewu Minggir Djoko Muljanto, serta tokoh masyarakat dan perwakilan dari beberapa dinas di Kabupaten Sleman ini diikuti oleh masyarakat dari seluruh kalurahan di Kapanewon Minggir.

Dalam sambutannya, Panewu Minggir Djoko Muljanto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada masyarakat Minggir sebagai tempat diselenggarakannya Jumat Curhat.

“Kapanewon Minggir yang terdiri dari 5 kalurahan dan 68 padukuhan, merupakan salah satu penyangga pangan Kabupaten Sleman. Situasi Kamtibmas di wilayah ini relatif aman berkat peran serta semua pihak, termasuk polisi dan warga melalui wadah Jaga Warga,” ujar Djoko.

Kapolresta Sleman, Edy Setyanto, menjadi narasumber pertama dalam acara tersebut. Dalam paparannya, Edy menjelaskan tentang upaya Polresta Sleman untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas, termasuk langkah preventif dan represif. “Kami rutin melakukan patroli untuk menekan tindak pidana, khususnya kejahatan jalanan yang marak belakangan ini,” ujar Kapolresta.

Kapolda DIY, Anggoro Sukartono, yang baru menjabat sekitar sebulan, juga memberikan apresiasi atas sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas. Dalam kesempatan ini, Kapolda mengajak masyarakat Minggir untuk mengungkapkan keluhan dan masalah yang mereka hadapi.

“Kami akan menampung semua aspirasi dan bersama-sama dengan dinas terkait mencari solusi,” kata Kapolda.

Selama sesi curhat, sejumlah warga mengungkapkan berbagai permasalahan, di antaranya tentang masalah pertanahan, larangan anak usia sekolah mengendarai sepeda motor sebelum cukup umur, kesulitan dalam ujian SIM, pengairan yang belum maksimal, kerusakan jalan propinsi Klangon-Tempel yang sudah memakan korban, hingga kesejahteraan anggota Jaga Warga.

Kapolda DIY menanggapi keluhan tersebut dengan serius dan berkomitmen untuk menindaklanjuti bersama jajarannya. Beberapa keluhan yang tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian akan diteruskan kepada dinas terkait di Kabupaten Sleman untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)




Posbindu Disabilitas Condongcatur Tingkatkan Layanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Condongcatur — Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Disabilitas kembali digelar di Ruang Wacana Loka, Kompleks Kalurahan Condongcatur, Sabtu (26/4/2025). Kegiatan ini diikuti oleh penyandang disabilitas dari komunitas DIFA Mandiri Condongcatur bersama pendamping keluarga.

Posbindu Disabilitas, hasil kerja sama antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Puskesmas Depok II, dan kader disabilitas dari masing-masing padukuhan, bertujuan meningkatkan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta gula darah sewaktu (GDS), dan seluruh layanan ini diberikan secara gratis.

Ketua PPDI Condongcatur, Setyawati Marheni, menjelaskan bahwa kegiatan Posbindu Disabilitas dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan penyandang disabilitas agar terpantau secara berkala,” ujarnya.

Selain pemeriksaan fisik, layanan konsultasi psikologis juga tersedia. Nurul Nabila Annisa, ., psikolog dari Pudewa, memberikan konseling untuk membantu peserta mengenali dan mengelola emosi serta tekanan mental. “Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dukungan psikologis membantu menjaga kesejahteraan holistik para penyandang disabilitas,” jelasnya.

Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan tentang penyakit leptospirosis, disampaikan oleh Bernadetta dari Pudewa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui urine hewan ini. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi penyuluhan.

Staf Kamituwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Apri Nugroho, turut hadir dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia mengimbau penyandang disabilitas yang belum memiliki BPJS PBI maupun belum terdaftar dalam DTKS agar segera berkoordinasi dengan kader atau dukuh setempat untuk difasilitasi pengurusannya.

Tak hanya Posbindu, komunitas disabilitas Condongcatur juga rutin mengadakan pertemuan bulanan secara mobile di rumah penyandang disabilitas atau kader. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi informasi, membangun kebersamaan, serta memperkuat jejaring sosial di antara komunitas.

Semua kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif para kader, yang terus mendampingi dengan semangat, menjadi penghubung antara komunitas disabilitas dengan berbagai layanan yang tersedia.

Melalui berbagai upaya ini, diharapkan seluruh penyandang disabilitas di Condongcatur dapat menikmati layanan kesehatan yang lebih berkualitas, terpantau secara berkala, dan mendapatkan dukungan sosial yang berkelanjutan. (Tri Suhartati – KIM Depok)