Pembaiatan Peserta PKD dan Dirosah Ula: Kader Ansor Sleman Teguhkan Janji Jaga Aswaja dan NKRI

Sleman — Sebanyak puluhan peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman resmi dibaiat sebagai kader pejuang penjaga Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu sore (18/5), di halaman Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Prosesi pembaiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Dr. Abdul Muis dan diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Satu per satu peserta melafalkan ikrar setia di hadapan para kiai, instruktur, dan pimpinan GP Ansor. Ikrar tersebut menjadi penanda sahnya mereka sebagai kader Ansor, usai menjalani proses kaderisasi selama tiga hari penuh.
Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, dalam sambutannya menekankan bahwa kaderisasi bukan sekadar proses administratif, melainkan laku spiritual dan ideologis. Ia menegaskan bahwa pembaiatan adalah ikrar suci, bukan seremoni belaka.
“Di sini kita belajar bukan untuk menjadi siapa-siapa, tapi untuk menjadi penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan keutuhan bangsa,” ujarnya di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Najib juga mengingatkan para kader agar tetap menjaga semangat perjuangan, keikhlasan, dan tidak mudah berpuas diri.
“Jangan tanya apa yang kamu dapat dari Ansor, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan untuk umat, bangsa, dan organisasi ini,” tegasnya.
Rangkaian kaderisasi tersebut memberikan materi-materi mendalam seperti ke-NU-an, manhaj Aswaja, serta wawasan kebangsaan. Seluruh proses dijalankan dengan pendekatan interaktif, fisik, dan spiritual untuk mencetak kader militan dan berintegritas.
Momen haru terjadi di akhir prosesi saat peserta mencium bendera Merah Putih, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera GP Ansor. Tangis haru pun tak terbendung dari sebagian peserta, sebagai simbol kecintaan dan kesetiaan terhadap perjuangan GP Ansor.
Salah satu peserta, Muhammad Abdurahman Mu’afa dari Kapanewon Ngemplak, mengungkapkan bahwa pembaiatan ini menjadi momen penting dalam hidupnya.
“Saya masuk Ansor bukan untuk gagah-gagahan. Saya ingin berada di jalan yang benar, di bawah panji ulama dan kiai,” ujarnya lirih.
Prosesi pembaiatan sekaligus menjadi penutup rangkaian PKD dan Dirosah Ula yang mendapat dukungan penuh dari Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Pengasuh pesantren, KH. Jauharul Alam, Lc., turut hadir dan memimpin doa untuk para kader yang telah resmi dibaiat.
Program kaderisasi GP Ansor Sleman ini menjadi bentuk nyata komitmen menjaga ajaran Aswaja an-Nahdliyah serta loyalitas terhadap NKRI, melalui pendidikan ideologis dan spiritual yang terstruktur. (Adnan Nurtjahjo/KIM Gamping)

