HIPMI Sleman Gali Potensi Ekonomi Budaya Lewat Diskusi “Tosan Aji”

Sleman — Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman berhasil menggelar diskusi bertajuk “Tosan Aji: Sejarah, Koleksi & Peluang Ekonomi” di Kopi Bukan Luwak, Pakem, Sleman, Jumat (30/5/2025). Kegiatan ini digelar untuk menggali potensi ekonomi dari warisan budaya keris, yang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2005.
Diskusi menghadirkan dua narasumber utama, yakni Salim A Fillah, penulis dan kolektor pusaka, yang membahas keris dari perspektif spiritual dan filosofis, serta Unggul Sudrajat, peneliti dan pemilik Galeri Omah Nara, yang mengulas sejarah dan nilai estetika keris sebagai karya seni.
Selain itu, dua pemantik gagasan turut memperkaya diskusi. Anjar Pamilih, Ketua Bidang 8 Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BPC HIPMI Sleman, menyoroti potensi keris dalam pengembangan industri kreatif dan pariwisata, sementara Tubagus Desta Heriawan Surya Adikusuma Azmathkan, pemilik SAKA Bumi Makmur, membahas peran keris dalam ranah spiritual dan kepercayaan masyarakat.
Acara dipandu oleh Anggit Pawitra, Diajeng DIY 2021, sebagai Master of Ceremony (MC), dengan suasana diskusi yang hangat dan interaktif.
Dalam sambutannya, Anjar Pamilih menegaskan bahwa keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi simbol identitas budaya dengan nilai ekonomi yang besar.
“Keris memiliki nilai spiritual, estetika, dan sejarah yang tinggi. Jika dikemas secara kreatif, keris dapat menjadi produk unggulan dalam industri kreatif dan pariwisata,” ujarnya.
Diskusi ini dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku UMKM, pengrajin, dan pecinta budaya. Kehangatan diskusi semakin terasa dengan sajian teh hangat dan corobikang, kudapan tradisional yang mempererat kebersamaan.
Melalui acara ini, HIPMI Sleman berharap mendorong kolaborasi antara pelaku usaha dan pelestari budaya untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis warisan budaya, khususnya keris, sebagai strategi penguatan ekonomi kreatif di Sleman dan sekitarnya. (Ilham Agus/KIM Seyegan)



