Estafet Kepemimpinan untuk Dorong Pelayanan Publik Lebih Prima

Sleman – Tongkat estafet kepemimpinan di Kapanewon Gamping resmi berganti. Tamzis Sarwana, menyerahkan jabatan Panewu Gamping kepada Suyanto, dalam acara pisah sambut yang digelar di Pendhapa Kapanewon Gamping, Sabtu malam (24/5/2025). Momen ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan kualitas layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kapanewon Gamping merupakan wilayah strategis yang tengah berkembang pesat di Kabupaten Sleman. Kedekatannya dengan Kota Yogyakarta menjadikan Gamping sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi, pertumbuhan penduduk cepat, dan munculnya pusat-pusat ekonomi baru. Kondisi ini menuntut pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga ramah dan mudah diakses.

“Pergantian kepemimpinan bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi dan pembaruan dalam sistem pelayanan,” ujar Tamzis Sarwana dalam sambutannya.

Panewu baru, Suyanto, diharapkan mampu membawa semangat inovasi dalam memimpin. Tantangan digitalisasi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat menjadi tugas utama kepemimpinan baru untuk mendorong pelayanan administrasi, perizinan, pengaduan warga, serta fasilitasi program sosial yang lebih efisien dan berbasis teknologi.

Suyanto menyampaikan komitmennya untuk memperluas kanal layanan daring agar masyarakat, khususnya generasi muda dan warga yang bekerja di luar wilayah, dapat mengakses layanan secara fleksibel dari mana saja. “Kami ingin menjadikan Kapanewon Gamping sebagai model pelayanan publik yang modern dan inklusif,” katanya.

Di sisi internal, panewu juga berperan sebagai penggerak utama dalam menjaga iklim kerja yang profesional dan sehat. Peningkatan kapasitas aparatur sipil negara melalui pelatihan, evaluasi rutin, dan pembinaan pelayanan prima akan menjadi prioritas guna memastikan mutu layanan tetap terjaga.

Selain aspek administratif, kepemimpinan di tingkat kapanewon juga menyentuh sektor strategis lain seperti penanggulangan bencana, pembinaan pemuda, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian budaya. Peran panewu sebagai manajer wilayah sekaligus pemimpin lapangan sangat krusial untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Salah satu indikator penting keberhasilan kepemimpinan adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Survei berkala perlu dilakukan untuk menilai kualitas layanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Pelayanan yang bebas pungutan liar, cepat, dan adil menjadi target utama yang harus diwujudkan.

Transisi kepemimpinan ini juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pejabat lama dan baru. Proses pengalihan program, pemetaan masalah, hingga pelestarian nilai-nilai kerja harus dilakukan secara terbuka dan profesional demi kelangsungan pelayanan publik yang optimal.

Lebih jauh, kerja sama lintas sektor dengan lembaga vertikal, dunia usaha, komunitas lokal, dan institusi pendidikan diharapkan semakin diperkuat untuk menciptakan ekosistem pelayanan yang solid dan berkelanjutan.

“Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang keteladanan dalam membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada masyarakat sebagai mitra, bukan beban,” tutup Suyanto. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Menuju Sekolah Digital, Inklusif, dan Mencerahkan

Sleman — SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman sukses menggelar jalan sehat sebagai puncak peringatan Milad ke-44 pada Sabtu (24/5). Acara ini diikuti lebih dari 560 peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar, wali murid, alumni, siswa, serta simpatisan persyarikatan Muhammadiyah.

Start dan finish kegiatan diambil di halaman SMP Muhammadiyah 3 Depok yang beralamat di Jalan Rajawali 10, Demangan Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, dimulai pukul WIB.

Dukuh Papringan, Nur Hamid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, SMP Muhammadiyah 3 Depok telah berhasil menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi positif dalam pendidikan.

“Ini patut dicontoh banyak sekolah, bahwa pendidikan yang baik tidak hanya tentang apa yang diajarkan di kelas, tetapi juga bagaimana sekolah berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya. Nur Hamid turut mendoakan agar sekolah terus maju dan berjaya ke depannya.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, Hasanudin, menegaskan bahwa tema Milad tahun ini, “digital, inklusif, dan mencerahkan,” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan peserta didik yang semakin beragam,” jelas Hasanudin.

Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, Ary Gunawan, menambahkan, dalam menghadapi era digital, sekolah berupaya mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sambil tetap mengutamakan aspek inklusivitas.

“Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi, sehingga penting bagi sekolah memastikan setiap siswa bisa merasakan manfaatnya tanpa terkecuali,” kata Ary.

Selain sebagai kegiatan sehat, jalan sehat ini juga menjadi ruang interaksi antara siswa, orang tua, alumni, dan masyarakat, sebagai cerminan pendidikan inklusif yang tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Keterlibatan berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan nyata semangat inklusivitas dan kepedulian bersama,” pungkas Ary. (Athiful/KIM Depok)




Ketua UMKM Berbah Terpilih Dorong UMKM Berdaya Saing Global

Berbah — Sri Andayani, pemilik Mandes Snack & Food, resmi terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kapanewon Berbah periode 2025–2028. Ia menggantikan H. Ardi Sehami, ketua sebelumnya, dalam rapat formatur yang digelar di Pendopo Kepanewon Berbah, Sleman, pada Sabtu (24/5).

Sri Andayani sebelumnya menjabat sebagai sekretaris dalam kepengurusan terdahulu. Dikenal ramah dan aktif, ia juga berprofesi sebagai tour leader wisata yang telah banyak mendampingi wisatawan ke berbagai destinasi.

“Menjadi pengurus UMKM adalah bentuk pengabdian sosial yang membutuhkan keikhlasan, waktu, dan tenaga. Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dan berharap adanya dukungan dari seluruh anggota demi kemajuan UMKM Berbah yang mampu bersaing secara global,” ujar Sri dalam sambutannya.

Rangkaian acara dimulai pukul hingga WIB dan berlangsung lancar. Selain pengurus lama dan peserta rapat, hadir pula Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, Kepala Jawatan Kemakmuran, para lurah, ulu-ulu, serta kepala BPD se-Kapanewon Berbah.

Sebagai bentuk apresiasi, pengurus Forkom UMKM menyerahkan cinderamata berupa kain batik kepada Panewu dan Kepala Jawatan Kemakmuran yang hadir.

Dalam sambutannya, Panewu Tri Akhmeriyadi mengucapkan selamat kepada ketua terpilih serta mengapresiasi kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan pencapaian yang telah diraih.

“Semoga dengan kepemimpinan baru, UMKM Berbah semakin berkembang. Pencapaian yang baik perlu dipertahankan, sedangkan kekurangan menjadi bahan evaluasi ke depan. Saya juga mohon pamit karena per 19 Mei mendapat penugasan baru sebagai Panewu Pakem,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forkom UMKM periode 2022–2025, H. Ardi Sehami, menyampaikan laporan kegiatan dan aset yang dimiliki, seperti tenda, meja, kursi, dan rak pameran hasil hibah dari BPD.

“Meski awalnya serba terbatas, kita berhasil menjadi kapanewon pertama di Sleman yang memiliki kepengurusan Forkom UMKM. Semoga ini menjadi amal jariyah dan pondasi bagi kemajuan bersama,” tutup Ardi. (Kusnadi/KIM Berbah)




ARBAS 22 Tahun: Menjawab Tantangan untuk Terus Tumbuh di Wilayah Sendiri

Sleman — Perjalanan 22 tahun Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ARBAS dirayakan secara khidmat dan penuh syukur, Sabtu (24/5), di Aula Kantor ARBAS yang berlokasi di Padukuhan Bantarjo, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Suhono Harso Supangkat, Komisaris Utama CV Telaga Mulya—perusahaan di balik produk ARBAS. Momentum ini sekaligus menjadi peluncuran produk baru ARBAS dalam kemasan botol 220 mililiter, menambah ragam varian produk yang telah hadir di pasaran.

Dalam sambutannya, Suhono menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan usaha yang telah dirintis sejak 22 tahun lalu. “Kalau diibaratkan manusia, usia 22 tahun adalah masa matang, setara lulusan D3 atau S1. Harapannya, keberadaan ARBAS membawa keberkahan dan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia mengenang bahwa awal perjuangan ARBAS dimulai oleh almarhum Bapak Roebiyo Sigit Saputra, sosok pendiri perusahaan. Kini, ARBAS telah mempekerjakan lebih dari 50 karyawan dan berhasil memperluas jaringan distribusi hingga ke wilayah Kedu dan sekitarnya.

“Air adalah sumber kehidupan. Untuk minum, mandi, dan keperluan lain. Bahkan UNESCO menetapkan Hari Air Sedunia, karena begitu pentingnya air. Kami di ARBAS ingin terus berinovasi agar air menjadi lebih bermanfaat dan berkualitas,” jelasnya.

Namun demikian, Suhono tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi perusahaan. “Dengan meningkatnya produksi dan jumlah konsumen, tantangan pelayanan cepat dan kualitas yang terjaga menjadi fokus utama. Belum lagi tantangan sumber daya manusia dan persaingan pasar, baik dari merek lokal hingga global,” ujarnya.

Meski begitu, ARBAS berkomitmen untuk tetap bertumbuh dari dan untuk daerahnya sendiri. “Kami ingin terus berkontribusi melalui produk berbasis air, menambah lapangan kerja, dan menjawab tantangan dengan profesionalisme. Harapan kami, ARBAS dapat berkembang dan berdaya saing tanpa harus meninggalkan akar lokalnya,” tutup Suhono. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Urgensi Aset Tak Berwujud dan Keterampilan Adaptif Masa Depan

Sleman — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses menyelenggarakan sharing session bertema “Urgensi Intangible Asset dan Skill Adaptif Masa Depan”, Sabtu (24/5/2025), bertempat di Aula SMP Muhammadiyah 1 Depok, Sleman.

Kegiatan ini menghadirkan para demisioner dan alumni IMM Fishum yang kini aktif di berbagai bidang profesional. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan tentang pentingnya membangun karier yang kokoh berbasis karakter serta kompetensi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Wakil Dekan Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Akademik, dan Kemahasiswaan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, Dani Fadilah, mendorong kader IMM untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sebagai salah satu investasi penting masa depan.

“Studi lanjut, baik master maupun doktoral, menjadi salah satu jalan untuk menerangi karier. Dunia profesional saat ini banyak menghargai lulusan dengan pendidikan tinggi,” ujar Ketua PC IMM Sleman 2010 tersebut.

Dani juga menginformasikan peluang beasiswa ke luar negeri, termasuk dari pemerintah Tiongkok untuk kader Muhammadiyah. “Jika ada yang berminat studi master di Tiongkok, silakan hubungi saya. PM China untuk Indonesia, Li Qiang, baru saja menawarkan beasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Mochamad Rindho Nugroho, ASN di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Tengah, menekankan pentingnya aset tak berwujud (intangible asset) dalam menunjang karier di era digital.

Menurut Ketua IMM UIN Sunan Kalijaga 2014–2016 itu, kesuksesan masa depan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis (hard skill) atau indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga oleh soft skill seperti karakter, reputasi, sikap, komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan jaringan sosial.

“Era sekarang menuntut integritas, attitude, dan relasi sosial yang kuat. Itu lebih diperhitungkan oleh perusahaan dibanding sekadar nilai akademik,” tegasnya.

Rindho mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk penguatan kapasitas kader IMM. “Sharing seperti ini penting agar kader IMM memiliki panduan dalam merancang masa depan yang visioner dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Selain Dani dan Rindho, turut hadir pula alumni lainnya seperti Muhammad Dahlan (Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman), Muqodar Rosyadi (Konsultan Digital Politik), dan Muhammad Ibnu Majah (Staf Digitama Konsulting), yang juga membagikan pengalaman dan perspektifnya kepada para kader IMM Fishum UIN Sunan Kalijaga. (Athiful/KIM Depok)