UNY Matangkan Persiapan Hadapi MTQ Mahasiswa Nasional 2025

Sleman— Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional 2025 yang akan digelar di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 14–16 Oktober 2025.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pembinaan intensif bagi para peserta dilakukan secara rutin di Islamic Education Center (IEC) UNY, Karangmalang, Depok, Sleman. Pada sesi Sabtu (24/5/2025), fokus pembinaan tertuju pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Pembina MTQ UNY, Dr. Tsania Nur Diyana, menyampaikan bahwa pembinaan ini tidak hanya menyiapkan peserta secara teknis, tetapi juga membekali mereka secara mental dan spiritual. “Kami ingin kafilah UNY tampil maksimal dan kompetitif. Pembinaan ini dirancang komprehensif, tidak hanya pada aspek tilawah, tetapi juga pemahaman dan pengalaman,” ujar dosen Departemen Pendidikan Fisika ini.

Tsania menambahkan, seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi ketat di tingkat jurusan dan fakultas sebelum mengikuti pelatihan. Materi pembinaan disesuaikan dengan standar perlombaan nasional, dan difasilitasi penuh oleh UNY.

“MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga forum intelektual dan spiritual. Melalui cabang KTIQ, kami berharap mahasiswa bisa menggali potensi keilmuan, serta melahirkan karya yang mencerminkan pemikiran Qur’ani secara kontekstual,” paparnya.

MTQ Mahasiswa Nasional menjadi ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemediktisaintek) Republik Indonesia, serta menjadi barometer kualitas pembinaan keislaman di perguruan tinggi.

Tsania optimistis, kafilah UNY akan menunjukkan peningkatan prestasi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Ini akan memperkuat posisi UNY sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat luas,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)




Sarasehan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggul Tingkat Daerah Muhammadiyah Sleman: Menguatkan Sinergi Dakwah di Akar Rumput

Sleman— Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menggelar acara “Sarasehan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggul Tingkat Daerah” pada Sabtu (24/5) di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh PDM, PDA, Majelis dan Lembaga PDM, serta perwakilan 17 Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Daerah Sleman.

Acara dibuka oleh Ketua LPCRPM PDM Sleman, Ustaz Prawoto, ., MKM, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar cabang, ranting, dan masjid untuk menciptakan program-program unggulan. “Kita berkumpul di sini untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun cabang, ranting, dan masjid yang unggul,” ujarnya.

Ketua PDM Sleman, diwakili H. Nasirun selaku Wakil Ketua yang membidangi LPCRPM, secara resmi membuka sarasehan. Dalam arahannya, ia menyampaikan capaian prestasi sebelumnya seperti PCM Minggir yang meraih Juara II LPCRPM Nasional, serta keikutsertaan PRM Nogotirto dan Masjid Baiturrahman Depok dalam program unggulan. “Ke depan, kita terus berlomba dalam kebaikan untuk memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Sesi utama diisi oleh H. Muhammad Jamaluddin Ahmad, ., Psikolog, Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027, dengan materi bertajuk “Menghidupkan Masjid, Menguatkan Cabang dan Ranting”. Ia menegaskan bahwa cabang, ranting, dan masjid merupakan “The Real Muhammadiyah” yang menjadi ujung tombak dakwah persyarikatan.

“Ranting Muhammadiyah adalah ruhnya persyarikatan. Pengajian yang subur, masjid yang makmur, budaya rapat yang terstruktur dengan evaluasi jelas, dan semangat tajdid harus menjadi ciri khasnya,” tegasnya.

Ia juga mengajak cabang dan ranting untuk menginisiasi masjid percontohan dengan mengirimkan perwakilan mengikuti program pelatihan Marbotmu. “Kita harus menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan menjadikan masjid sebagai ruang inklusif bagi semua kalangan,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi testimoni inspiratif bertajuk “Kiat-Kiat Menuju PCM, PRM, dan Masjid Unggul” yang disampaikan oleh H. Ngadimin (Ketua PCM Minggir), Heru Prasetyo (Ketua PRM Nogotirto Gamping), dan Ir. Budi Prasetyo (Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Condongcatur).

Mereka membagikan praktik baik dalam pengembangan masjid, penguatan kaderisasi, dan pelibatan aktif jamaah dalam kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, PDM Sleman berharap akan muncul lebih banyak cabang, ranting, dan masjid unggulan sebagai poros penggerak dakwah Muhammadiyah yang progresif, berdaya, dan berkelanjutan. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Pra Konferensi GP Ansor Gamping: Menata Kader Menuju Organisasi Berdaya dan Berkelanjutan

Sleman — Menjelang Konferensi Anak Cabang, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kapanewon Gamping menggelar Pra Konferensi Anak Cabang pada Jumat malam (23/5), bertempat di Masjid Al-Firdaus Nogotirto, Gamping, Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka konsolidasi kader, evaluasi kinerja organisasi, serta perumusan arah strategis GP Ansor Gamping ke depan.

Acara dibuka secara resmi oleh KH. Syukron Amin, Dewan Penasehat Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman, didampingi oleh Taufiq Arif Mulyadi, Sekretaris Pimpinan Cabang.

Dalam sambutannya, Taufiq menegaskan bahwa pra konferensi bukan sekadar persiapan teknis menjelang konferensi, melainkan fondasi strategis menuju organisasi yang lebih solid dan responsif terhadap tantangan zaman. “Forum ini menjadi bukti bahwa GP Ansor Gamping menjunjung tinggi tradisi musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Pra konferensi juga menjadi wadah evaluasi dan pembenahan pola kaderisasi, termasuk penguatan kualitas sumber daya manusia dan sinergi dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan peran GP Ansor sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama yang hadir memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kapanewon Gamping, Addin Sidiq Purnomo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif para Ketua dan anggota Ranting dalam forum ini. Ia menekankan pentingnya tema yang diusung, yakni “Menata Kader Menuju Organisasi Berdaya dan Berkelanjutan”, sebagai bentuk kesungguhan dalam membangun kesepahaman dan komitmen bersama.

“Pra konferensi ini bukan hanya untuk menyusun program kerja, tetapi juga sebagai ruang dialektika kader untuk memperkuat komitmen ideologis dan integritas organisasi,” ungkapnya.

Addin juga mengajak seluruh elemen Ansor Gamping untuk terus menjaga semangat khidmat, loyalitas, dan dedikasi dalam berorganisasi. Momentum ini, katanya, adalah saat yang tepat untuk memperkuat struktur, membenahi sistem kaderisasi, dan memastikan keberadaan Ansor benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Anak Muda Sleman Raih Penghargaan Moderat Milenial Agent Inspiratif I di Anugerah Syiar Ramadan 2025

Jakarta — Saviera Zulykha Ajeng Fauqii Nuura, perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil meraih penghargaan Moderat Milenial Agent (MMA) Inspiratif I dalam ajang Anugerah Syiar Ramadan (ASR) 2025/1446 H yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Penghargaan diserahkan dalam malam penganugerahan yang berlangsung khidmat pada Jumat malam (23/5) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta. Saviera mengungguli dua finalis lainnya: Selamat Ariga (MMA I Aceh) dan Lusi Ayudaningsih (MMA II Jawa Barat).

Saviera dikenal luas sebagai Presenter DSN TV, Penyiar Radio Pro 4 RRI Yogyakarta, Duta Bahasa DIY, sekaligus MMA Kemenag DIY. Kiprahnya dinilai inspiratif karena mampu menyampaikan pesan moderasi beragama kepada generasi milenial melalui berbagai platform digital dan kegiatan literasi publik.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tapi juga untuk semua generasi muda yang terus menyuarakan pesan perdamaian, toleransi, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Saviera seusai menerima trofi dan piagam kehormatan.

Anugerah Syiar Ramadan merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada tokoh, lembaga penyiaran, dan figur muda yang berkontribusi dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan melalui konten siaran yang mendidik, mencerdaskan, dan menyejukkan.

Tahun ini, ASR 2025 mengusung tema “Siaran Ramadan untuk Meneguhkan Ketahanan Bangsa”, dengan harapan media dan tokoh publik dapat berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat.

Dengan prestasi ini, Saviera diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus berkarya, berdakwah, dan menyuarakan nilai-nilai kebangsaan secara bijak dan beradab. Peran generasi milenial dinilai krusial dalam menjaga ketahanan bangsa melalui penguatan narasi keagamaan yang inklusif dan damai. (ESK/KIM DSN)




Tiga Kantor Hukum Gelar Konsultasi dan Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Yogyakarta

Sleman — Tiga kantor hukum terkemuka di Yogyakarta, yakni Baladewa Law Office, Marawa Justice, dan Kantor Hukum Ikhsan Piliang S.H., menggelar program konsultasi dan bantuan hukum gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22 hingga 24 Mei 2025, bertempat di Resto Omah Dahar Mbah Wanto, Berbah, Sleman, Jumat (23/5/2025).

Program ini bertujuan memperluas akses layanan hukum kepada warga, terutama mereka yang menghadapi kendala biaya atau kurangnya informasi hukum. Melalui konsultasi gratis ini, masyarakat dapat memperoleh nasihat dan pendampingan hukum langsung dari para praktisi berpengalaman, mencakup persoalan perdata, pidana, serta isu hukum lainnya.

Alam Dikorama, ., S.H., pimpinan Baladewa Law Office, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial profesi hukum.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, terutama di Jogja, punya akses untuk memahami hak-haknya dan mendapatkan solusi dari permasalahan hukum yang mereka hadapi,” ujarnya.

Para konsultan hukum yang terlibat antara lain Alam Dikorama (Baladewa Law Office), Muhamad Ikhsan Piliang, S.H., M.H. (Kantor Hukum Ikhsan Piliang), serta Alissa Fauzia Rachman, S.H. dan Fedryansah Gea Arrysal, S.H. (Marawa Justice).

Mereka melayani konsultasi secara langsung dengan pendekatan profesional, edukatif, dan humanis, guna menjawab pertanyaan serta memberikan panduan hukum yang tepat kepada warga.

Dukungan penuh datang dari lokasi penyelenggaraan kegiatan. Fedryansah Gea Arrysal, S.H., yang juga menjabat sebagai manajer Resto Omah Dahar Mbah Wanto, menyatakan komitmennya mendukung program serupa di masa mendatang.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena bermanfaat langsung bagi masyarakat. Harapannya kegiatan semacam ini bisa digelar secara berkelanjutan,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama acara. Warga datang silih berganti, memanfaatkan kesempatan untuk mengonsultasikan berbagai permasalahan hukum mereka.

Salah satu peserta, Siti (45), warga Jalan Kaliurang KM 7, mengaku sangat terbantu. “Saya punya masalah sengketa tanah warisan, tapi takut konsultasi karena biayanya. Di sini saya bisa bertanya tanpa takut, dan langsung diberi arahan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang melek hukum, serta mampu mengambil langkah hukum secara tepat dan sadar hak-haknya sebagai warga negara. Ketiga kantor hukum berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya edukasi hukum bagi publik. (Kusnadi/KIM Berbah)