Kapanewon Depok Gelar Pembinaan Tenaga Lini Lapangan, Soroti Program GENTING dan GATI

Depok — Kapanewon Depok menggelar kegiatan pembinaan tenaga lini lapangan pada Jumat (23/5/2025) bertempat di ruang Anglocita Tama. Kegiatan yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh kader dari Kalurahan Condongcatur dan Caturtunggal, serta difasilitasi oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB–PLKB) Kapanewon Depok.
Pertemuan dibuka oleh Penyuluh KB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas antusiasme para kader dalam mengikuti kegiatan pembinaan tersebut.
Materi pembinaan disampaikan oleh Indrawati, PLKB Kapanewon Depok, yang memaparkan sejumlah program unggulan dari Kemendagri melalui inisiatif Program QUICK WIN. Di antara program tersebut, dua yang menjadi fokus utama pembinaan kali ini adalah GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
“Program GENTING merupakan gerakan nasional berbasis gotong royong yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari BUMN/BUMD, LSM, akademisi, media, dunia usaha, hingga masyarakat umum,” jelas Indrawati.
Sasaran program ini adalah keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, serta anak bawah dua tahun (baduta) yang berisiko stunting, khususnya dari keluarga kurang sejahtera (Dasil 1–3). Bentuk bantuan mencakup bantuan nutrisi, non-nutrisi, dan pendampingan berkelanjutan. Di Kabupaten Sleman, program ini menyasar lebih dari keluarga ibu hamil, 323 keluarga baduta, serta 324 keluarga baru.
Indrawati menekankan pentingnya peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pencatatan dan pelaporan untuk penguatan data dan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Program GATI bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, berdasarkan konsep Fathers Involvement. Konsep ini mengacu pada tiga komponen utama sebagaimana dikemukakan oleh Lamb (1985) yaitu Interaksi (Paternal Engagement) – keterlibatan langsung ayah dalam aktivitas anak, Aksesibilitas (Accessibility) – kehadiran dan ketersediaan ayah, dan Tanggung Jawab (Responsibility) – komitmen dalam memenuhi kebutuhan anak.
Melalui pembinaan ini, para kader diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam pencatatan program, pendampingan keluarga, serta mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Tujuannya adalah menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan bebas stunting di wilayah Kapanewon Depok. (Tri Suhartati/KIM Depok)



