GP Ansor Gamping Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Lewat Konferancab 2025

Sleman — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kapanewon Gamping mendorong pentingnya kemandirian ekonomi organisasi sebagai pilar kekuatan gerakan melalui Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di Gedung PKBM Widya Usaha, Trihanggo, Sleman, Kamis (29/5/2025).

Dengan mengusung tema “Menata Kader Menuju Organisasi Berdaya dan Berkelanjutan”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor DIY, Lilik Budi Hartanto, didampingi oleh Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Sleman, Taufiq Arif Mulyadi, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Akreditasi, Muhammad Amin Ismanto.

Dalam arahannya, Lilik menekankan bahwa kemandirian ekonomi adalah syarat mutlak bagi organisasi yang ingin tumbuh kuat dan bebas dari intervensi kepentingan eksternal.

“Dengan tidak bergantung pada donatur atau pihak luar, organisasi akan lebih berani mengambil sikap dalam isu-isu strategis, baik yang bersifat keumatan maupun kebangsaan,” ujarnya di hadapan puluhan kader.

Menurutnya, organisasi seperti GP Ansor tidak bisa terus bergantung pada iuran sukarela atau bantuan dari pihak ketiga. Diperlukan ekosistem ekonomi internal yang mampu menopang berbagai program kaderisasi dan penguatan ideologi.

“Kalau kita ingin berdaya dan bermartabat, maka ekonomi harus menjadi pondasi. Kita butuh kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tapi juga mandiri secara finansial,” lanjutnya.

Langkah menuju kemandirian ekonomi, kata Lilik, harus dimulai dari bawah melalui semangat gotong royong dan jiwa kewirausahaan kader. Mulai dari diskusi warung kopi hingga forum-forum formal, ide tentang penguatan ekonomi kader harus terus didorong agar menjadi gerakan nyata.

GP Ansor melihat bahwa penguatan ekonomi tidak hanya berfungsi untuk menopang organisasi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan kader. Ketika organisasi mampu menciptakan peluang usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga akses permodalan, maka anggota akan merasakan manfaat langsung dari keberadaannya di GP Ansor.

“Dengan membangun kemandirian ekonomi, loyalitas dan militansi kader akan tumbuh secara alami. Mereka tidak hanya bangga secara ideologis, tetapi juga sejahtera secara ekonomi,” tegas Lilik.

Kemandirian ekonomi juga menjadi jawaban atas tantangan jangka panjang organisasi. Banyak program strategis seperti kaderisasi, pendidikan ideologi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang membutuhkan pembiayaan. Jika organisasi memiliki sumber daya sendiri, maka seluruh program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Konferancab PAC GP Ansor Gamping ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kemandirian ekonomi adalah kunci agar GP Ansor tetap menjadi organisasi yang tangguh, berdaya, dan bermartabat. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




PMI Sleman Gelar Pelatihan Fasilitator SPAB dan PMR Tahun 2025

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Palang Merah Remaja (PMR) Tahun 2025 di Pondok Pemuda Pesanggrahan, Ambarbinangun, Yogyakarta, selama tiga hari, Kamis–Sabtu (29–31 Mei 2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan fasilitator yang kompeten dan andal dalam pembinaan PMR dan pemberdayaan SPAB secara berkelanjutan dan terpadu di lingkungan pendidikan.

Ketua PMI Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani PMI Sleman dengan sejumlah sekolah mitra dalam program Sekolah Sahabat Palang Merah Indonesia.

“PMI Sleman bertugas membina, mendampingi, dan memberikan edukasi terkait PMR dan SPAB, sekaligus menyiapkan tenaga fasilitator serta menyosialisasikan buku-buku panduan pembinaan,” jelas Linda, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, jumlah fasilitator PMR dan SPAB di Sleman masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan dari satuan pendidikan yang tersebar luas, mengingat Sleman termasuk wilayah rawan bencana.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat menambah jumlah fasilitator yang profesional dan siap diterjunkan ke sekolah-sekolah,” tegasnya.

Linda juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan jejaring program agar pembinaan SPAB dan PMR dapat berjalan maksimal dan berdaya guna.

Pelatihan ini diikuti oleh 31 peserta, yang terdiri atas 12 anggota KSR PMI Unit UNY, 14 anggota KSR PMI Unit UIN Sunan Kalijaga, 2 anggota KSR PMI Unit UPN “Veteran” Yogyakarta, dan 3 peserta dari KSR Markas PMI Sleman.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, antara lain Arif Rianto Budi Nugroho (Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY), Sunarta (perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman), Rachmah Laksmi Ambardini (KSR PMI Unit UNY), Fredi Erwanto (KSR PMI Unit Unjaya), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dengan pelatihan ini, PMI Sleman berharap dapat memperkuat peran PMR dan SPAB sebagai ujung tombak pendidikan kebencanaan dan aksi kemanusiaan di sekolah. (Athiful/KIM Depok)




Semarak Milad ke-108 ‘Aisyiyah dan Hari Lansia, PCA Tempel Gelar Acara di Embung Mororejo

Sleman – Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-108 dan Hari Lansia Nasional, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel bekerja sama dengan Griya Lansia Riyadhul Jannah menyelenggarakan acara semarak yang penuh makna di Embung Mororejo, Kamis (29/5/2025). Acara ini mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional” dan diikuti oleh 127 lansia dari berbagai ranting di wilayah Kapanewon Tempel.

Kegiatan dimulai pukul WIB dengan jalan sehat mengelilingi embung sebanyak tiga putaran, disusul dengan senam lansia dan senam Sleman Sembada yang dipandu oleh instruktur berpengalaman. Kegiatan fisik ini bertujuan meningkatkan kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan para peserta.

“Acara ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-lansia,” ujar Ervin Iswandayani, , Sekretaris PCA Tempel.

Setelah berolahraga, peserta beristirahat sambil menikmati minuman jahe hangat dan camilan ringan. Minuman tradisional ini diyakini bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk meningkatkan imunitas dan mengurangi peradangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan saresehan bersama dua narasumber dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni H. Arief Sulistyo, dan Hj. Siti Rofingah. Dalam paparannya, Arief Sulistyo menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan memperluas silaturahmi di usia lanjut sebagai kunci kebahagiaan dan kebermanfaatan di masa tua.

Usai saresehan, panitia juga membagikan paket sembako berisi sayuran, tempe, minyak goreng, dan telur sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan gizi para lansia.

Ervin menyebut, masing-masing ranting mengirimkan 10 peserta lansia, ditambah pengurus PCA dan Griya Lansia, sehingga tercatat 127 peserta hadir. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang memperhatikan kesejahteraan lansia.

Melalui kegiatan ini, PCA Tempel bersama Griya Lansia Riyadhul Jannah tidak hanya memperingati Milad ‘Aisyiyah, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup lansia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Cegah Komplikasi, Pasien Prolanis Harus Ruitn Lakukan Cek Lab

Sleman— Sebanyak 80 pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) mengikuti pemeriksaan laboratorium rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Mlati II pada Rabu (28/5/2025). Kegiatan ini digelar di area parkir Puskesmas dan bertujuan untuk memantau kondisi pasien penderita hipertensi dan diabetes melitus agar tetap stabil dan terkendali.

Prolanis merupakan program dari BPJS Kesehatan yang bertujuan membantu pasien penyakit kronis dalam mengelola kondisi kesehatannya serta meningkatkan kualitas hidup. Melalui pendekatan proaktif, program ini melibatkan kerja sama antara pasien, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan.

“Prolanis merupakan program yang mendorong pemeliharaan kesehatan jangka panjang, khususnya bagi penderita penyakit kronis. Program ini mencakup berbagai layanan mulai dari pemeriksaan rutin hingga edukasi,” ujar dr. Zulia Arini dari Puskesmas Mlati II.

Menurut Zulia, kegiatan cek laboratorium tahunan ini juga merupakan bentuk penghargaan bagi pasien agar tetap berkomitmen menjalani perawatan dan hidup berdampingan dengan penyakit yang diderita. Ia juga aktif memberikan edukasi melalui grup WhatsApp pasien Prolanis untuk menjawab pertanyaan serta mendampingi proses pengelolaan penyakit.

Hipertensi dan diabetes melitus tercatat sebagai dua penyakit kronis dengan prevalensi tertinggi di wilayah Sleman. Sayangnya, tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani kontrol rutin masih rendah, yakni di bawah 50 persen. Karena itu, program Prolanis diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kedisiplinan pasien melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Selain pemeriksaan laboratorium, Puskesmas Mlati II juga menyediakan layanan konsultasi medis, penyuluhan tentang gaya hidup sehat, serta kegiatan senam Prolanis setiap akhir pekan. Jenis senam yang diberikan meliputi senam jantung sehat, senam lansia, dan senam aerobik yang dirancang khusus bagi pasien dengan kondisi kronis.

Adapun jenis pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dibedakan berdasarkan kondisi pasien. Untuk pasien hipertensi, pemeriksaan meliputi profil lemak (kolesterol total, HDL, LDL), trigliserida, dan fungsi ginjal (ureum, BUN, dan kreatinin). Sementara untuk pasien diabetes, selain pemeriksaan profil lemak dan fungsi ginjal, juga dilakukan pengecekan HbA1C sebagai indikator kadar gula darah dalam jangka panjang.

Hasil pemeriksaan laboratorium dapat diambil dua minggu setelah pelaksanaan, dan selanjutnya dapat dikonsultasikan kepada dokter saat kunjungan rutin bulanan.

Melalui program ini, Puskesmas Mlati II berharap pasien Prolanis dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan penyakit secara mandiri dan berkesinambungan, sehingga komplikasi serius di kemudian hari dapat dicegah sedini mungkin. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Menumbuhkan Kreativitas Sejak Dini Lewat Lomba Mewarnai

Sleman – Sebanyak 140 anak dari jenjang PAUD hingga SD antusias mengikuti Lomba Mewarnai yang digelar di Balai Desa Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Kamis (29/5/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Bingkai Kreatif sebagai bentuk upaya menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak desa sejak dini.

“Talenta melukis tidak hanya lahir dari anak-anak kota. Anak-anak desa pun punya potensi besar,” ujar Herry Santosa, pimpinan Komunitas Bingkai Kreatif. Ia menambahkan, pemilihan lokasi di balai desa, bukan di pusat perbelanjaan, bertujuan agar anak-anak desa merasa lebih dekat dan berani menampilkan karya mereka di depan umum.

Selain sebagai ajang kompetisi sehat, lomba ini menjadi sarana anak-anak mengekspresikan imajinasi serta melatih kemampuan visual, koordinasi mata dan tangan, ketelitian, fokus, dan menyelesaikan tugas secara mandiri.

Komunitas Bingkai Kreatif secara rutin menggelar kegiatan serupa, termasuk pelatihan seni melukis, musik, dan tari. Mereka berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan minat seni dan desain, serta membangun karakter melalui interaksi sosial di antara peserta.

“Selain untuk menyalurkan kreativitas, lomba ini juga menjadi sarana hiburan positif bagi anak-anak, sekaligus melepas kepenatan dari rutinitas sekolah,” tambah Herry.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar dari satu desa saja, kegiatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap seni dan potensi besar yang perlu terus difasilitasi sejak dini. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)