Perluas Wawasan Siswa, MAN 4 Sleman Hadirkan Native Speaker dari Australia

Sleman – Menguasai bahasa asing memiliki peran penting bagi karier seseorang di dunia kerja baik di sektor pemerintah maupun swasta.  Mengerti hingga menguasai lebih dari satu bahasa asing sangat mendukung karier.  Demikian antara lain yang disampaikan Katherine Mc Elrea saat berbincang dengan murid-murid Kelas X F MAN 4 Sleman Kamis (15/5/2025).

“Saya senang tinggal dan belajar di Jogja.  Saya belajar untuk meningkatkan bahasa Indonesia saya,” imbuhnya. 

Katherine Mc Elrea bukanlah turis tetapi seorang pegawai negeri di Australia yang sedang meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia, yang menurutnya sangat mendukung kariernya sebagai seorang professional. Catherine juga menguasai Bahasa Spanyol dan Bahasa Jerman.

Katherine banyak berbicara di Bahasa Indonesia, para siswa pun merespon dengan Bahasa Inggris, sehingga kegiatan ini saling menguntungkan.   

Saat berada di Kelas X F, salah satu topik yang dibicarakan Katherine Mc Elrea dengan murid-murid adalah riset (penelitian).  Kathy menganggap riset suatu kegiatan yang sulit dan berat, serta dikerjakan oleh professor di Laboratorium. 

Sementara di MAN 4 Sleman, Riset sebagai mata pelajaran untuk semua kelas X, dengan tujuan para siswa sudah kenal dengan penelitian sehingga sangat membantu untuk kuliah apa bila sudah lulus.  

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyambut baik hadirnya native speaker di madrasahnya.  Arif menegaskan penelitian (riset) merupakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasikkan. 

“Kami menekankan kepada guru mapel riset untuk menyederhanakan konsep. Riset yang dianggap sulit, dan berat menjadi kegiatan menyenangkan,” tegas Ahmad. 

“Saat mengajar para guru bertugas menemani, dan mendampingi murid mulai dari mencari topik unik tapi menarik, menyusun proposal, menyusun laporan, hingga menyiapkan presentasi. Tim Riset MAN 4 Sleman telah beberapa kali meraih kejuaran nasional hingga internasional,” tambahnya.

Menurut Rafa Najda Ali siswa Kelas X, yang bersama timnya pernah meraih Medali Emas Malaysia Young Scientists Organisation, mengatakan penelitian bersama professor untuk menemukan teori baru, sedangkan riset tingkat SMA masih taraf mengumpulkan data, menganalisa, menyusun laporan serta presentasi

Selama berada di MAN 4 Sleman, selain berbincang dengan siswa, Kathy juga mempraktekkan Bahasa Indonesia, mewawancari Triono wakil kepala madrasah bidang kurikulum, diskusi dengan para guru serta melihat fasilitas sekolah seperti ruang Bimbingan Konseling (BK), ruang wakil kepala hingga PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).  (Edy – KIM Moyudan)




Penyerahan Gedogo Pusoko Upacara Bedol Praja; Peringati Hari Jadi ke-109 Sleman

Sleman – Prosesi penyerahan Gedogo Pusoko Upacara Bedhol Praja dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman berlangsung di Pendopo Agung Royal Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, pada Kamis (15/5/2025).

Gedung Pendopo Royal Ambarukmo atau Pesanggrahan Ambarukmo dipilih karena dulu merupakan pusat pemerintahan pertama Sulaiman, yang kemudian disebut Kabupaten Sleman.

General Manager (GM) Ambarukmo, Gedhe Sujana dalam sambutannya merasa bangga karena Pemerintah Kabupaten Sleman berkenan menggunakan Pendopo Agung Royal Ambarukmo sebagai tempat rangkaian peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman.

“Itu disebabkan karena memang awal mula Pemerintah Kabupaten Sleman berawal dari sini,” ungkapnya.

Sujana menambahkan, Pemerintahan Sleman pindah dari Ambarukmo pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

“Pindah karena dilakukan melalui penataan wilayah Kasultanan Yogyakarta pada tanggal 8 April 1945. Pemerintah Sleman awalnya berpindah dari Ambarukmo karena adanya reorganisasi wilayah oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX,” tegasnya.

Kemudian pada tahun 1947, KRT Pringgodiningrat, Bupati Sleman saat itu, memindahkan pusat pelayanan kabupaten kembali ke Ambarukmo.

Sementara Asisten Administrasi Umum, Setda Sleman, Eka Suryo Prihantara dalam bahasa Jawa, menyampaikan kepada Pemangku Wilayah Ambarukmo yang masuk dalam Kapanewon Depok untuk diijinkan meminjam pusaka berupa Dwaja Gula Klopo, Sleman sebagai pelengkap dalam perayaan uparaca Bedhol Praja.

Sementara Pemangku Wilayah Depok, Wawan Widiantoro memberikan jawaban atas permintaan Eka Surya yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman. Panewu Depok memberikan ijin untuk membawa pusaka seperti yang diminta, dengan harapan akan bisa melengkapi upacara peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman.

“Peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman kali ini mengambil tema Gumolong Hanggayuh Mukti yang bisa diartikan ‘Bersatu Meraih Kejayaan’,” ujar Wawan.

Acara ini dihadiri, Setda Sleman, Panewu Depok, Kapolsek Depok Raya, Danramil 11 Depok, GM Ambarukmo, Lurah Kalurahan se-Depok dan tamu undangan dari instansi di Kabupaten Sleman.

Acara diakhiri dengan kotak pusaka dari Pendopo Agung Royal Ambarukmo dikirab menuju Gedung Parasamya Kabupaten Sleman untuk selanjutnya dibawa bersama pusaka yang lainnya menuju lapangan Alun Alun Pemda Sleman tempat upacara peringatan berlangsung. (Adi Yananta/AY, KIM Depok)




Edukasi Sejarah Sleman Melalui Pameran Arsip

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-54 yang jatuh setiap 18 Mei 2025 sekaligus menyambut Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menggelar pameran arsip dan foto sejarah di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (16/5). Kegiatan ini menjadi sarana edukatif yang membuka wawasan masyarakat tentang sejarah pembangunan dan perkembangan Kabupaten Sleman dari masa ke masa.

Pameran sendiri menampilkan total 24 koleksi foto dan arsip sejarah, mulai dari masa sebelum kemerdekaan, era awal kemerdekaan, hingga masa Orde Baru. Salah satu koleksi tertua berasal dari tahun 1930-an, yakni dokumentasi bekas pabrik gula di Beran. Koleksi lainnya seperti pembangunan Selokan Mataram dan aktivitas sosial masyarakat Sleman zaman dulu.

Kepala Bidang Pengembangan Sistem dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Yuni Prasetyo Budi Ilmawan, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat.

“Harapannya, masyarakat bisa memahami proses pembangunan Sleman dari waktu ke waktu. Kalau pembangunan ke depan berbasis sejarah, maka akan lebih mengena bagi masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya arsip fisik, lanjutnya, Dinas Perpus Arsip juga telah menyediakan pameran virtual yang dapat diakses melalui laman . Dengan ini, masyarakat dapat melihat koleksi digital arsip Sleman kapan saja dan dari mana saja.

Prasetya menambahkan, Dinas Perpus Arsip membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki dokumentasi sejarah untuk menyumbangkan atau menitipkan arsip mereka agar dapat disimpan secara aman dan profesional.

“Kami menyediakan lemari tahan api untuk penyimpanan dan layanan digitalisasi agar dokumentasi sejarah lebih awet dan dapat diakses generasi mendatang,” tambah Yuni.

Ke depan, Pemkab Sleman berkomitmen menyelenggarakan pameran arsip secara rutin. Selain itu, akan dilakukan pelatihan dan penataan arsip hingga ke tingkat kalurahan, sebagai bagian dari target lima tahun ke depan untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang baik, tidak rusak, mudah dicari, dan terawat.

“Selama ini kami masih menemui kendala dalam pengelolaan arsip, maka kami menargetkan dalam lima tahun ke depan, sistem pengarsipan Sleman akan jauh lebih tertib dan profesional,” pungkas Prasetya.

Diah (54), warga Mlati, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini bisa menjadi sarana edukasi warga Sleman agar mengetahui bagaimana perkembangan Kabupaten Sleman.

Termasuk dirinya yang baru mengetahui bahwa Sleman pernah menjadi sentra produksi kain tenun. “Selama ini saya kira tenun itu identik dengan Nusa Tenggara. Ternyata Sleman juga pernah memproduksi, jadi tidak hanya batik,” ungkapnya.




Pemkab Sleman Lepas 410 Atlet Pelajar untuk Berlaga di POPDA 2025

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi melepas kontingen atlet pelajar yang akan berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2025. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (16/5).

Sebanyak 410 atlet pelajar dan 100 pelatih akan mewakili Sleman untuk bertanding dalam 33 cabang olahraga. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Heru Saptono, menjelaskan bahwa seluruh kontingen telah melalui proses seleksi dan pembinaan melalui program Pemusatan Latihan Atlet Pelajar Daerah (PLAPD).

“Kontingen Sleman telah dipersiapkan dengan baik. Mereka telah menjalani pelatihan intensif dan pembinaan yang terstruktur. Tahun ini, kami menargetkan perolehan 81 medali emas dari total 294 emas yang diperebutkan, atau sekitar 28 persen, guna mempertahankan gelar juara umum tahun lalu,” ujar Heru.

POPDA 2025 akan memperebutkan 294 medali emas, 294 perak, dan 432 perunggu, menjadi ajang penting dalam peta prestasi olahraga pelajar se-DIY.

Sementara itu, Sekda Sleman, Susmiarto, menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada para atlet muda. Ia menyebut keberangkatan kontingen sebagai simbol kepercayaan masyarakat Sleman kepada generasi muda untuk berjuang, menjunjung sportivitas, dan membawa pulang prestasi.

“POPDA bukan sekadar kompetisi, tetapi juga arena pembentukan karakter. Melalui ajang ini, kami ingin mencetak pelajar yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing tinggi,” ucap Susmiarto.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dan semangat sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya dinilai dari medali, tetapi juga dari nilai-nilai moral yang terbentuk selama proses bertanding.

“Melalui POPDA ini, kami berharap lahir bibit-bibit atlet berbakat dari Sleman yang akan dibina lebih lanjut dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.




Peringati Hari Jadi ke-109, Sleman Teguhkan Komitmen Menuju Kejayaan Bersama

Sleman – Kabupaten Sleman menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-109 pada Kamis (15/5), meskipun diguyur hujan deras. Upacara tetap berlangsung khidmat di Lapangan Pemkab Sleman, dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Danang mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

“Mengusung tema Gumolong Hanggayuh Mukti, saya mengajak kita semua bersatu dan bersinergi demi kejayaan bersama dan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Danang.

Peringatan hari jadi tahun ini juga menjadi ajang syukur atas capaian pembangunan daerah. Salah satu indikator keberhasilan ditunjukkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sleman tahun 2024 yang mencapai skor 85,71, meningkat 0,85 poin dari tahun sebelumnya. Capaian ini melampaui rata-rata IPM Provinsi DIY (81,62) maupun IPM Nasional (75,02).

Atas capaian tersebut, Danang menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab dan masyarakat Sleman. “Terima kasih atas kerja sama dan dukungan seluruh pihak. Sleman juga berhasil mempertahankan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 14 kali berturut-turut dari BPK,” ungkapnya.

Upacara diawali dengan prosesi serah terima pusaka dari Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, kepada Ketua Panitia Hari Jadi ke-109, Eka Surya Prihantoro, yang kemudian diserahkan kepada Pembawa Pusaka di Pendopo Parasamya sebelum dibawa ke lapangan upacara.

Danang menegaskan bahwa dengan semangat gotong royong, Sleman dapat terus berkembang sebagai daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya, keadilan sosial, dan keberlanjutan.