Pelantikan Pengurus FORKOM UMKM Ngaglik Periode 2025–2028; Sinergi Baru Menuju UMKM yang Maju

Sleman – Panewu Ngaglik, Agung Endarto melantik Pengurus Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil Menengah (FORKOM UMKM) Ngaglik periode 2025–2028, bertempat di Rumah Makan Lor Kreteg Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, pada Kamis (8/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Ngaglik beserta jajarannya, Ketua forkom UMKM Kabupaten Sleman, Ketua Koperasi dan Pemasaran UMKM Sleman, Ketua Forkom UMKM Kalurahan dan Ulu ulu se-Kapanewon Ngaglik.

Panewu Ngaglik, Agung Endarto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan pengurus FORKOM UMKM ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa keberadaan FORKOM UMKM bukan sekadar wadah komunikasi, tetapi juga sebagai jembatan strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Ngaglik.

“Dengan pengurus baru ini, saya berharap akan tumbuh semangat baru dan lahir berbagai inovasi yang mampu membawa perubahan positif bagi perkembangan UMKM di wilayah Ngaglik. FORKOM UMKM diharapkan menjadi fasilitator yang menjembatani kebutuhan dan aspirasi pelaku usaha kepada pemerintah, sekaligus menjadi media pertemuan antara produsen dan konsumen,” ujar Agung Endarto.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peran UMKM sangat krusial dalam menopang perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah kapanewon Ngaglik berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif-inisiatif pengembangan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Anifah Mei Khati selaku Ketua FORKOM UMKM Ngaglik yang baru dilantik juga menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi ini. Ia menyatakan kesiapannya untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas bersama seluruh jajaran pengurus demi kemajuan FORKOM UMKM Ngaglik.

“Kepercayaan ini adalah amanah yang besar. Saya mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi organisasi, yakni menjadikan FORKOM UMKM Ngaglik sebagai wadah yang produktif, inklusif, dan bermanfaat bagi semua pelaku UMKM. Mari kita bangun FORKOM ini dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan dedikasi tinggi,” kata Anifah.

Ia juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya, FORKOM UMKM akan mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang bersifat edukatif, promotif, dan kolaboratif.

Kegiatan pelantikan ditutup dengan acara ramah tamah antara para peserta yang hadir. Suasana keakraban dan semangat gotong royong terlihat dalam kegiatan ini, mencerminkan optimisme baru dalam membangun UMKM yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.

Dengan kepengurusan baru ini, FORKOM UMKM Ngaglik diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi lokal dan memberi kontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Ngaglik. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




Penyuluhan Kesehatan “Mengenal Lebih Dekat Sustainable Healthy Diet” di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak PKK Kalurahan Condongcatur bekerja sama dengan mahasiswa Magister dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Sustainable Healthy Diet”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kamis (8/5/2025), dan diikuti oleh 40 kader dari 40 Posyandu yang ada di wilayah kalurahan.

Ketua Pokja IV, Timtrim Tri Pamungkas dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada para kader dan narasumber dari FKKMK UGM. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menambah wawasan ibu-ibu kader dalam menerapkan pola makan sehat berkelanjutan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sambutan dari pemerintah Kalurahan Condongcatur disampaikan oleh staf Kamituwa, Apri Nugroho, yang mengapresiasi dedikasi para kader kesehatan dalam menjaga kesehatan masyarakat Condongcatur. “Terima kasih atas komitmen dan semangat ibu-ibu kader dalam mendampingi masyarakat agar tetap sehat dan sejahtera,” katanya.

Selanjutnya materi utama disampaikan oleh Gifani Rosalia, yang menjelaskan mengenai Sustainable Healthy Diet (SHD) atau pola makan sehat berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa SHD adalah pola makan yang tidak hanya baik bagi kesehatan individu, namun juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan, keterjangkauan, keamanan, keadilan, dan dapat diterima secara budaya.

“Sederhananya, pola makan sehat berkelanjutan adalah pola makan yang memberi dampak positif pada kesehatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Gifani.

Tujuan dari SHD lanjut Gifani, adalah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal, menjaga fungsi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial sepanjang siklus kehidupan, serta mencegah masalah gizi dan penyakit tidak menular (PTM), sekaligus berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati dan kesehatan planet. Adapun prinsip-prinsip SHD meliputi aspek kesehatan, dampak lingkungan dan sosial budaya.

Kegiatan ini pun melibatkan para kader dalam diskusi kelompok untuk mengidentifikasi masalah seputar pola makan, dampaknya, serta merumuskan langkah-langkah penanganannya.

“Beberapa langkah praktis yang dianjurkan untuk menerapkan makan sehat berkelanjutan antara lain konsumsi lebih banyak sayur dan buah, membatasi konsumsi protein hewani, mengurangi sampah makanan, mengutamakan pangan lokal, makan dengan kesadaran penuh (Mindful Eating), menghindari makanan olahan, mengurangi penggunaan plastik, menanam sayuran sendiri di rumah,” papar Gifani.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran kader dalam membangun pola hidup sehat yang berwawasan lingkungan di tengah masyarakat. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Belajar dari Kaduela; Sardonoharjo dan Selo Kendel Optimis Jadi Magnet Desa Wisata Baru

Sleman – Semangat kolaboratif dan tekad untuk menggali potensi lokal menjadi tema besar dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan desa wisata yang diadakan di Kalurahan Sardonoharjo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 6 hingga 8 Mei 2025 ini, diikuti oleh 25 peserta dari pengelola Desa Wisata Selo Kendel, Padukuhan Turen, dan perwakilan Kalurahan Sardonoharjo.

Acara tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara Pokdarwis dan BUMDes dalam mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Pelatihan ini menghadirkan dua orang narasumber inspiratif, yaitu Agus Sugiarto dari Desa Wisata Garongan dan Ciptaningtyas dari Desa Wisata Pentingsari. Keduanya berbagi praktik baik dan strategi pengelolaan desa wisata yang mampu menggugah semangat peserta untuk memetakan dan mengembangkan potensi di daerah masing-masing.

Menurut Ulu-Ulu Sardonoharjo, Anang Setiawan pada kesempatan itu menuturkan bahwa Sardonoharjo memang tidak memiliki kekayaan alam yang menonjol, tetapi memiliki kekuatan besar dalam kekayaan budaya.

“Yang perlu kita gali adalah potensi budaya di Selo Kendel agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Turen,” jelasnya.

Sementara, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Muhari menambahkan pentingnya sinergi antara pengelola desa wisata dengan BUMDes.

“Untuk itulah kami belajar dari Desa Wisata Kaduela, bagaimana mereka mampu membangun ekosistem wisata yang sehat dan mandiri,” ungkapnya.

Para peserta kemudian melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa ini menjadi contoh nyata pemberdayaan desa berbasis kolaborasi antara Pokdarwis dan BUMDes Arya Kamuning.

Di sana terdapat Telaga Biru Cicerem, sebuah destinasi wisata alam unggulan yang kini tengah viral di media sosial. Kemudian Sideland yang merupakan wisata buatan menawarkan kolam renang dan camping ground. Objek wisata ini menjadi daya tarik utama Kaduela. Menariknya, seluruh pengelolaan bisnis dilakukan oleh BUMDes, sementara Pokdarwis fokus pada peningkatan kapasitas dan pembinaan pelaku wisata.

Menurut Iim Ibrahim, Direktur BUMDes Arya Kamuning, pendanaan seluruh unit usaha mereka berasal dari keuntungan usaha dan pembiayaan perbankan. “Kami tidak menerima bantuan pemerintah. Kami kelola secara mandiri, dari unit wisata, simpan pinjam, PPOB, hingga agen wifi,” jelasnya.

Kisah sukses Desa Wisata Kaduela menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi penting bagi Sardonoharjo dan Selo Kendel. Dengan semangat kemandirian dan sinergi yang kuat, bukan tidak mungkin potensi budaya di Sardonoharjo akan menjadi magnet wisata baru di Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN Sardonoharjo Ngaglik)




Gelaran Kemah LT I; Sarana Tingkatkan Kedispilinan dan Tanggung Jawab Peserta Didik

Sleman – Pramuka MTsN 7 Sleman melangsungkan Gelaran Kemah LT (Latihan Tingkat) I di Desa Wisata Pancoh, Girikerto, Turi, selama dua hari, yaitu tanggal 7 sampai 8 Mei 2025. Ajang tersebut dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab para peserta didik.

Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter siswa.

“Melalui kegiatan pramuka, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab kepada siswa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar siswa,” ujarnya.

Selama dua hari, siswa akan mengikuti berbagai lomba dan kegiatan yang telah disiapkan, di antara CCA (Cerdas Cermat Agama), kompetisi hafalan Juz 30, Pildacil (Pildacara Cinta Islam), lomba adzan dan iqomah.

“Kegiatan spiritual menjadi bagian penting dari kemah ini yakni siswa melaksanakan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan tahajud yang diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka. Sehingga mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual,” ungkap Samsul.

Sementara pada malam harinya, kegiatan api unggun akan menjadi momen yang dinantikan. Di mana, peserta didik berkumpul untuk menikmati suasana kebersamaan dan pentas seni yang digelar, seperti musik, tari, dan lain-lain.

Salah satu wali murid, Sulistiyo SN menyampaikan kegiatan Kemah LT I Pramuka ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Dengan acara ini, siswa dapat menumbuhkan rasa cintanya terhadap lingkungan dan sesame.

“Dengan berbagai kegiatan dalam Kemah LT I Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Sleman diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi siswa, membentuk karakter yang kuat, melatih kemandirian serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan sesama, cerdas dan memiliki akhlak yang baik dan keterampilan yang bermanfaat,” tandasnya. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)




Anggota DPRD Fasilitasi KSM Pengelola Sampah dengan Kendaraan Roda Tiga

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi pengelolaan sampah kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Green Asri yang beralamat di Dusun Becici, RT 05, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi. Sosialisasi tersebut dilangsungkan di Balai RW Dusun Becici, Rabu (7/5/2025).

Sebelumnya, KSM Green Asri merupakan kelompok pengelolaan sampah mandiri. Kelompok ini menerapkan metode sedekah sampah di satu RT, dengan jumlah warga sebanyak 65 kepala keluarga. Kendati telah beroperasi selama empat tahun, namun KSM Green Asri belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait pengelolaan sampah.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Sleman, R. Sukaptono melalui kadernya Sumarji, memberikan hibah berupa kendaraan roda tiga yang diharapkan menjadi penyemangat KSM Green Asri dalam mengelola sampah.

“Dengan hibah roda tiga dapat dioptimalkan manfaatnya untuk kegiatan masyarakat dan bila ada kebutuhan yang mendesak mohon untuk berkoordinasi lagi dengan anggota DPRD”, jelas Sumarji, mewakili R Sukaptono yang berhalangan hadir.

Sementara salah satu narasumber, Sutarto Agus Raharjo pada kegiatan sosialisasi tersebut memberi masukan kepada pengurus KSM Green Asri mengenai pentingnya melengkapi kelembagaan dengan hal hal yang sifatnya administratif. Hal tersebut penting karena banyaknya pihak yang akan memberikan bantuan atau hibah dengan persyaratan administratif yang lengkap.

Selanjutnya, Sutarto memaparkan teknik pengelolaan sampah organik dengan teknologi tepat guna yang mudah, murah. Dipilih pengelolaan sampah organik ini, karena selama ini, sampah organik belum terkelola dengan baik. Sedekah Sampah Green Asri hanya mengelola sampah anorganik saja. Sutarto kemudian menjelaskan tentang jugangan/rolak, biopori, biopot, Losida dan komposter sebagai sarana pengelolaan sampah organik.

Sutarto menjelaskan cara membuat, fungsi dan cara memanen kompos yang dihasilkan. Bahkan dijelaskan juga tentang pemanfaatan kompos untuk kegiatan penanaman tanaman sayur, tanaman hias dan tanaman obat yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Lalu kegiatan sosialisasi ditutup dengan forum tanya jawab antara Nara sumber dengan peserta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)