SMK Muhammadiyah 2 Sleman Sinkronkan Kurikulum demi Selaraskan Kebutuhan Industri

Sleman – SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggelar kegiatan sinkronisasi kurikulum tahun ajaran 2025/2026 pada Rabu (28/5/2025) di ruang pertemuan sekolah. Kegiatan ini melibatkan tim pengembang kurikulum, guru kejuruan, serta perwakilan mitra industri.
Mengusung tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Teaching Factory dalam Pembelajaran”, kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kompetensi peserta didik dengan kebutuhan riil dunia kerja serta menyesuaikan kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan dunia industri guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global.
“Sinkronisasi kurikulum ini bukan hanya formalitas, tetapi langkah nyata untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan dunia industri,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan paparan dari masing-masing ketua program keahlian mengenai profil jurusan, struktur kurikulum, capaian pembelajaran, serta kesesuaian materi dengan kebutuhan lapangan kerja. Selanjutnya, dilakukan diskusi intensif antara guru produktif dan narasumber dari industri untuk menyusun kurikulum yang aplikatif, kontekstual, dan berbasis proyek.
Menurut Maftuhin, pendekatan deep learning dan model teaching factory akan semakin diperkuat sebagai ciri khas pembelajaran di SMK. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis siswa secara seimbang.
“Melalui sinkronisasi ini, kami menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil sinkronisasi ini akan segera diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang. SMK Muhammadiyah 2 Sleman, lanjut Maftuhin, terus berupaya memperkuat sinergi dengan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja. (Athiful/KIM Depok)



