Pemkab Sleman Ziarahi Makam Mantan Bupati dan Wakil Bupati, Kenang Jasa Para Pendahulu

Sleman – Menyambut Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar ziarah ke makam para mantan Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada Rabu (7/5). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama jajaran pejabat Pemkab.

Ziarah dilakukan di enam lokasi makam yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu Makam Rejodani Ngaglik, Makam Candran Sidoarum, Makam Pakuncen Wirobrajan, Makam Hastorenggo Kotagede, Makam Karongan Jogotirto, serta Makam Bugel Bayat Klaten.

Beberapa tokoh yang diziarahi dalam kegiatan ini antara lain KRT Pringgodiningrat, KRT Projodiningrat, KRT Tejodiningrat, KRT Murdodiningrat, KRT Projosuyoto Hadiningrat, KRT Dipodiningrat, KRT Prawirodiningrat, Buchori S. Pranotohadi, H. Zaelani, dan Drs. Samirin.

Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan bahwa ziarah makam ini bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini menjadi momen penting bagi kami untuk mengenang perjuangan para pemimpin masa lalu sekaligus menjalin silaturahmi dengan keluarga almarhum,” ujar Danang.

Ia juga berharap, kegiatan ziarah ini dapat memperkuat semangat seluruh jajaran Pemkab Sleman dalam melanjutkan pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sleman. (Humas Sleman)




Resmi Lulus, 191 Siswa MAN 4 Sleman Siap Melangkah ke Masa Depan

Sleman – MAN 4 Sleman secara resmi melepas siswa-siswi kelas XII Tahun Ajaran 2024/2025 Rabu (07/5/2025) pagi, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir Universitas Islam Indonesia (UII), Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh nuansa haru sekaligus kebanggaan atas pencapaian para siswa.

Rangkaian acara dimulai penayangan video sosialisasi dan promosi beberapa perguruan tinggi mitra seperti Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Universitas Respati Indonesia Yogyakarta (UNRIYO), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dan lainnya.  Kemudian disusul dengan penampilan hadroh, dan atraksi pencak silat dari siswa peraih prestasi POPDA. 

Setelah pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MANESA, serta lagu “Terima Kasihku” sebagai bentuk penghormatan kepada guru.

Momen paling ditunggu adalah secara simbolis penyerahan ijazah kepada siswa berprestasi dan lulusan terbaik oleh Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf. Penyerahan dilanjutkan untuk semua kelas, dimulai dari XII MIPA 1, XII MIPA 2, dan XII IPS 1, XII IPS 2, XII IPS 3, dan XII PK, dengan iringan lagu instrumental “Padamu Negeri”.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua/wali siswa atas kepercayaan dan kerja samanya selama ini. “Terima kasih kepada orang tua wali siswa atas kerja sama dan kepercayaannya selama ini, dalam rangka mendampingi putra-putri mereka selama mengenyam pendidikan dan pengajaran di madrasah ini,” ujarnya.

Arif berpesan kepada para siswa agar tetap menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan selama di madrasah. “Berbakti kepada orang tua, dan jaga sholat lima waktu,” pintanya.

Sebanyak 191 siswa telah tumbuh dan berkembang, siap melangkah menuju masa depan mereka dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak. Arif mengatakankan lulusan 2024, ada 25 siswa diterima PTN lewat jalur SNBT dan mandiri. Sementara tahun 2025 ada delapan siswa diterima PTN lewat jalur SNBP.  

Selain itu, antara tahun 2020 hingga 2025 ada 10 alumni berkarier di TNI/POLRI.  Sebagai madrasah riset, tim MAN 4 Sleman telah meraih prestasi penelitian tingkat nasional hingga internasional.

Hadir sejumlah tamu kehormatan, antara lain Ketua Tim Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Jauhar Mukhlis Salistyanta, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Sidik Pramono, Pengawas Madrasah, Daryono, Komite Madrasah, Tuyahmin dan Asmaji, Muspika Kapanewon Pakem, serta seluruh orang tua/wali siswa kelas XII.

Kependidikan Madrasah Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Jauhar Mukhlis Salistyanta mengapresiasi kinerja MAN 4 Sleman yang ditunjukkan dengan berbagai raihan prestasi yang diraih untuk tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. 

“Seluruh civitas akademik diharapkan terus meningkatkan prestasi, prestasi siswa, guru, pegawai, kepala serta lembaga.   (Edy – KIM Moyudan)




Dinas Perpusarsip Sosialisasikan Transformasi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Sleman – Dalam upaya meningkatkan manfaat perpustakaan bagi masyarakat maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada Rabu (7/5/2025), di Kopi Jongke, Sinduadi, Mlati, Sleman. Acara ini menghadirkan 40 pengelola perpustakaan kalurahan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpusarsip Kabupaten Sleman, Kristiana Puspitasari menjelaskan bahwa kegiatan ditujukan agar para peserta mengetahui dan paham tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Transformasi merupakan hal yang baik pada perpustakaan yang semula dimaknai hanya sebagai tempat meminjam buku tapi kini diharapkan kegiatan lebih menarik dan lebih dinamis,” jelas Kristiana.

Sementara itu, Kamituwa Widodomartani, Susilo Widodo yang juga merupakan Kepala perpustakaan Widodomartani dan Pelatih ahli TPBIS (transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) menyampaikan materi tentang peran literasi untuk kemajuan masyarakat.

“Sekarang perpustakaan sudah digaungkan adanya transformasi dari kurang baik ke baik. Kalau jaman dulu kesannya seperti tumpukan buku, sekarang sudah bertransformasi dan mengarah ke pelibatan masyarakat. Perpustakaan dikonsep ramah dengan siapa saja yang artinya inklusi sosial yaitu ramah anak, orang tua maupun remaja. Paradigma kita harus berbeda,” tegasnya.

Susilo juga menjelaskan definisi literasi adalah kemampuan untuk memahami menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan, dan berkomunikasi tentang informasi dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga bisa berpikir kritis. Dengan kata lain membaca, memahami, mempraktekkan, sehingga kita bisa berfikir secara kritis dengan literasi tersebut.

“Dampaknya sebagai akibat membaca bisa menghasilkan dalam hal ekonomi, sosial, pendidikan maupun kebudayaan,” ujar Susilo.

“Cara yang pertama dengan meningkatkan layanan. Adanya kader perpustakaan, buku dan ruangan yang memadai.  Selanjutnya melakukan pelibatan masyarakat misal dengan menyelenggarakan pelatihan, mendongeng, membaca. Hal yang perlu ditempuh juga advokasi dengan bermitra, melakukan promosi dan lobi,” jelasnya.

Susilo pun menyebutkan peran literasi bagi masyarakat. Pertama, partisipasi masyarakat meningkat dengan pelibatan masyarakat. Kedua, peningkatan kesejahteraan ekonomi karena ketika membaca dan memahami, membuat dan menjual maka membaca menjadi karya dan menghasilkan. Ketiga, peran literasi adalah peningkatan SDM dan membentuk karakter masyarakat. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Selasasastra; Merayakan Ragam Ekspresi Sastra di Ruang Publik

Sleman – Di tengah lalu-lalang pengunjung lantai satu Sleman City Hall, Komunitas Selasasastra pada Selasa sore (6/5/2025) menyulap ruang publik menjadi panggung pertunjukan sastra yang menghidupkan puisi, geguritan, cerita pendek, bedah buku hingga lagu. Pentas sastra Jawa dan sastra Indonesia di tengah kota ini menjadi penegas bahwa karya sastra bukan hanya milik ruang akademik, melainkan juga milik masyarakat luas.

Suasana berubah syahdu saat suara pembacaan puisi mulai menggema, dilantunkan oleh sekelompok penyair muda yang masih berstatus pelajar di Sekolah Dasar Sokowaten Bantul. Puisinya bertema rindu yang melintasi waktu, membuat beberapa penonton terdiam, hanyut dalam bait-bait lirih namun tajam.

Tak lama berselang, geguritan berbahasa Jawa menyusul tampil, dibawakan oleh Yustina SW, yang merupakan anggota Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi dan aktif menulis sastra lokal.

“Geguritan itu seperti nyawa budaya kita. Membacanya di tempat umum seperti ini adalah bentuk merawat warisan sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda,” ujar Yustina seusai tampil.

Ia menyebut kegiatan seperti ini penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa ibu yang mulai jarang digunakan dalam ekspresi seni.

Pertunjukan dilanjutkan dengan pembacaan cerita pendek yang dibawakan Mika’il, seorang mahasiswa Sastra Inggris Universitas Sanatha Darma. Cerita tersebut dibacakan dengan penuh emosi, memunculkan suasana intim yang kontras dengan keramaian mall. Tepuk tangan mengiringi akhir pembacaan, sebagai tanda apresiasi terhadap narasi yang begitu dekat dengan realitas masyarakat.

Menariknya, sesi musik sastra menjadi bagian yang sangat dinanti. Lagu-lagu bertema sosial dan reflektif, yang liriknya ditulis oleh anggota komunitas Kopi Sastra Musik Penny dan Hero, mengisi panggung dengan iringan gitar akustik. Penampilan mereka sukses membuat penonton ikut menyanyi lirih sambil merekam momen dengan telepon selular.

Sementara, Tedi Kusyairi selaku Founder Komunitas Selasasastra berharap, kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa sastra bukan sekadar hiburan, melainkan wahana membentuk nurani.

“Kami ingin sastra hadir di ruang publik, menyapa semua orang, dan perlahan menyemai nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa,” harapnya.

“Sastra itu bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk dipahami dan direnungkan,” ungkap Tedi sekaligus menjelaskan bahwa fabel merupakan media efektif untuk menyampaikan kritik sosial tanpa menimbulkan resistensi karena menggunakan simbol hewan dan metafora ringan.

Komunitas Selasasastra sendiri telah berdiri 11 tahun lalu, beranggotakan pecinta sastra yang aktif menghidupkan literasi melalui diskusi, pembacaan puisi, hingga teater mini. Kegiatan kali ini sengaja mengangkat moralitas dalam fabel karena dianggap sebagai bentuk sastra yang mudah diakses oleh semua kalangan, namun menyimpan kedalaman nilai etika dan kemanusiaan

Peserta pun diajak merenungkan pesan moral bahwa kebaikan sering kali diuji oleh naluri dasar makhluk lain. Fabel memang sederhana, tapi justru kesederhanaan itulah yang membuat pesan moralnya menghunjam. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Gunakan Thermal Decomposer Banyuraden Musnahkan Sampah Tanpa Asap

Sleman – Pemerintah Kalurahan Banyuraden melalui Badan Usah Milik Kalurahan (BUMKAL) gandeng PT Bumi Indah Berseri (BIB) dalam mengelola sampah di Banyuraden. Proses kerja sama diawali dengan pemotongan tumpeng, pada Rabu (7/6/2025) di TPS Pasar Tlogorejo, Banyuraden, Gamping, Sleman.

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Gamping Tamzis Sarwana, Komisaris BlB Afianto, Direktur BIB Ratna Dewati Hapsari, Ketua Bank Sampah Nasional Bambang Suwerda, Lurah Banyuraden Sudarisman, Direktur BUMKAL Lutfi, Sekretaris BUMKAL Riyanto, penggiat sampah Gamping, dan warga setempat.

Direktur PT BIB, Ratna Dewita Hapsari atau yang biasa disapa Nana menyampaikan bahwa PT BIB bergerak dalam bidang pemusnahan sampah tanpa asap yang paling tepat, cepat dan ramah lingkungan untuk menjadi tawaran solusi darurat sampah di Indonesia lndonersi.

“Dengan menggunakan sistem Thermal Decomposer pemusnahan sampah dilakukan secara thermal dengan pembentukan bara dari sampah itu sendiri. Tanpa api dari luar, tanpa BBM, tanpa chip kayu. Sampah akan cepat terbakar sempurna menjadi abu. Abu yang dihasilkan bisa dipergunakan sebagai campuran media tanam,” ungkap Nana.

Meskipun dalam proses thermal tidak memerlukan api, namun untuk mengawali proses diperlukan pembakaran awal untuk membentuk bara. Hanya diperlukan waktu lima sampai sepuluh menit untuk bisa membuat sistem thermal berjalan stabil membakar sampah dengan sempurna. Meski sampah basah 60 persen seperti pempes.

Pada sistem Thermal Decomposer berlangsung pada suhu 90 sampai dengan 150⁰ Celsius, sehingga tidak akan terbentuk dioxin dan furan yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Dioxin dan furan tersebut bisa memacu pertumbuhan kangker, kemandulan, bayi terlahir cacat dan lainnya” ujar Nana.

Masih menurut Nana, bahwa smover pada sistem Thermal Decomposer mampu menangkap asap dan polutan untuk kemudian diubah menjadi asap cair.

“Polutan yang ditangkap dengan smover berupa padatan diproses lebih lanjut dibuat menjadi briket arang, bisa dipergunakan seperti briket hi batu bara,” tambahnya.

Direktur PT BlB menyampaikan pihaknya bisa melakukan kerja sama dalam pengelolaan sampah baik dengan pemerintah atau swasta. “Karena alat ini sudah mendapatkan hak paten. Meskipun begitu pihaknya akan terus melakukan riset untuk pengembangan alat tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Lurah Banyuraden, Sudarisman menceritakan bahwa ide proses pembuatan alat pemusnah sampah dengan PT BIB sudah berlangsung sejak tahun 2023 lalu. Sudarisman mengaku, meskipun yang mengawali ide kerja sama adalah dirinya, namun untuk proses pengolahan sampah tetap dilaksanakan oleh BUMKAL.

Untuk itu, dirinya mengharapkan agar penangan sampah dengan alat tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Keberadaan alat pemusnah sampah tersebut tidak akan menggangu lingkungan. Tidak bising, tidak berbau dan tidak berasap.  Karena sudah melalui riset yang mendalam dari BIB,” ujar Sudarisman. (Kusnadi / KIM Berbah)