Puskesmas Depok II Sosialisasikan Pencegahan Leptospirosis dan TBC di Condongcatur

Sleman — Puskesmas Depok II mengadakan penyuluhan kesehatan terkait pencegahan Leptospirosis dan Tuberkulosis (TBC) di Gedung Sarpras Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Senin (5/5/2025). Kegiatan ini diikuti anggota PKK Padukuhan Gempol dan dibuka oleh Dukuh Gempol, Ari Susanti.
Dalam sesi penyuluhan, dr. Pita Pertiwi dari Puskesmas Depok II menjelaskan bahwa Leptospirosis masih menjadi ancaman kesehatan di Sleman, dengan dua kasus terakhir menyebabkan kematian. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang ditularkan lewat urin hewan seperti tikus dan anjing, dan masuk melalui luka terbuka.
“Penanganan membutuhkan sinergi lintas sektor, dan masyarakat perlu meningkatkan PHBS serta pengendalian hama,” tegas dr. Pita. Ia juga mengingatkan bahwa Leptospirosis termasuk penyakit menular yang diatur dalam UU No. 4 Tahun 1984 dan Permenkes No. 1501 Tahun 2010.
Puskesmas juga mengumumkan rencana pelaksanaan kegiatan Active Case Finding (ACF) untuk TBC pada 7 Mei 2025 di wilayah Condongcatur. Data 2024 menunjukkan wilayah ini memiliki kasus TBC tertinggi di Sleman, dipengaruhi oleh mobilitas tinggi dan banyaknya hunian tanpa induk semang.
“Dengan ACF, kami berharap angka kasus TBC bisa ditekan dan wilayah Condongcatur bisa menuju zero TB,” kata Apri Nugroho, staf Kamituwa Condongcatur.
Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular demi lingkungan yang sehat. (Tri Suhartati/KIM Depok)



