Tingkatkan Kompetensi, Kwarran Pakem Gelar Diklatsar Saka Bakti Husada

Sleman — Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan pemahaman anggota Pramuka, Kwartir Ranting (Kwarran) Kapanewon Pakem menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Saka Bakti Husada. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (3–4/5/2025), bertempat di Kantor Kapanewon Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Diklatsar ini diikuti oleh siswa-siswi anggota Pramuka dari SMA/MA/SMK se-Kapanewon Pakem. Sebagai ekstrakurikuler wajib, Kepramukaan dinilai penting untuk membentuk karakter, disiplin, dan keterampilan dasar generasi muda, termasuk dalam bidang kesehatan.

Salah satu narasumber, Azmi, mahasiswa magang dari Puskesmas Pakem, memaparkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi remaja. “Masa SMA adalah masa pencarian jati diri. Mereka perlu memahami perubahan diri, termasuk potensi gangguan kesehatan mental yang sering kali tidak disadari,” jelasnya.

Materi lain disampaikan oleh A. Fanani M, yang membahas struktur organisasi Saka Bakti Husada, peran pamong, serta pedoman kegiatan sesuai dengan peraturan Kepramukaan. Paparan ini bertujuan memberi gambaran menyeluruh mengenai peran aktif anggota dalam kegiatan Saka.

Kegiatan Diklatsar dikemas dalam beragam agenda seperti giat materi, praktik lapangan, dinamika kelompok, ibadah, malam adat, hingga api unggun. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kepribadian tangguh dan kolaboratif.

Menurut Satria Pradana, Pembina Pramuka dari MAN 4 Sleman, kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana pelatihan, tetapi juga upaya regenerasi dewan ambalan di sekolah. “Kami berharap peserta memiliki bekal pengetahuan dan nilai dasar Saka Bakti Husada, sehingga dapat berperan aktif di sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Melalui Diklatsar ini, Kwarran Pakem berharap akan lahir kader-kader muda Pramuka yang tidak hanya terampil, tetapi juga peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya. (Edy – KIM Moyudan)




Lomba Sambung Lagu Satukan Pelaku UMKM Sleman dalam Harmoni dan Kolaborasi

Sleman— Suasana riuh menyelimuti Pendhapa Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (3/5/2025), saat ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai kapanewon se-Kabupaten Sleman mengikuti Lomba Sambung Lagu UMKM Sembada. Tak sekadar unjuk kebolehan menyambung lirik lagu, ajang ini menjadi ruang pertemuan yang sarat keakraban dan semangat kolaborasi antar pelaku usaha lokal.

Kegiatan yang diinisiasi oleh para konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman ini bertujuan menghadirkan suasana belajar dan berbagi yang santai namun bermakna. “Lomba sambung lagu ini kami gagas agar pelaku UMKM tidak hanya bertemu dalam forum formal, tapi juga bisa saling mengenal dan tertawa bersama dalam suasana cair,” ujar Edy Santosa, salah satu konsultan PLUT.

Berbagai lagu populer lintas generasi diputar sebagai tantangan, dan para peserta dari berbagai tim berlomba menyambung bait lagu dengan tepat. Suasana hangat dan penuh tawa menggantikan kecanggungan awal. Penonton dan tamu undangan pun ikut larut dalam kemeriahan.

“Awalnya kami cuma coba-coba, ternyata seru banget! Bisa kenal teman baru dan ternyata banyak yang selera lagunya sama,” ujar Yuni, peserta dari grup Cobo Melu.

Lebih dari sekadar hiburan, momen ini juga dimanfaatkan peserta untuk saling berbagi cerita, bertukar kontak, hingga menjajaki potensi kerja sama antar pelaku usaha. Di sela perlombaan, tampak interaksi hangat dan diskusi ringan tentang peluang promosi bersama.

Dewan juri yang terdiri dari Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, ST, MT (Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sleman), Edy Santoso, ., CCP (Konsultan PLUT), dan Hastho Subagyo (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman) akhirnya memutuskan Cengkok Centil sebagai Juara Terdahsyat dengan skor 815, Ramen Anagata sebagai Juara Terenak (790), dan Cenul sebagai Juara Terkompak (760). Penilaian didasarkan pada ketepatan lirik, kesesuaian nada, serta kekompakan tim.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Tina Hastani, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas inisiatif kreatif ini. Ia menilai kegiatan seperti ini dapat memperkuat jejaring antar pelaku usaha dan membangun semangat kolektif yang positif. “Kami akan terus mendukung kegiatan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga mempererat solidaritas,” ujarnya.

Acara juga dimeriahkan dengan stan-stan produk UMKM yang menampilkan aneka kuliner, kerajinan tangan, hingga produk herbal lokal. Pengunjung bebas mencicipi dan membeli produk sambil menikmati nuansa santai acara.

Meski hanya berlangsung sehari, lomba sambung lagu ini menghadirkan getaran harmoni yang dapat menjadi awal kolaborasi berkelanjutan. Melalui nada dan tawa yang mengalun, UMKM Sembada Sleman menegaskan jati dirinya sebagai komunitas yang solid, kreatif, dan saling menguatkan dalam membangun ekonomi lokal. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Kemenag Kukuhkan 644 Guru Profesional, Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan

Sleman — Kementerian Agama (Kemenag) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia melalui pengukuhan 644 guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam jabatan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Prof. Dr. Amin Abdullah (Multi Purpose), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (3/5/2025).

Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan dan Keislaman (Pakis) Kantor Wilayah Kemenag DIY, Aidi Johansyah, menyatakan bahwa program PPG bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. “Pengukuhan ini tidak hanya sebagai pengakuan formal, tetapi juga sebagai momentum peningkatan karier. Guru yang telah mengikuti PPG berpotensi menjadi pemimpin pendidikan dan pengembang kurikulum,” ujarnya.

Sebanyak 644 guru dikukuhkan dalam PPG Dalam Jabatan Batch 2 Tahun 2024. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yakni DIY (72 peserta), Jawa Barat (584 peserta), Jawa Tengah (3 peserta), Kalimantan Timur (2 peserta), Sumatera Barat (2 peserta), dan Aceh (1 peserta).

Selain itu, untuk pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2025, tercatat sebanyak peserta telah resmi terdaftar. Para peserta ini berasal dari berbagai bidang studi yang mencerminkan keragaman kompetensi guru di lingkungan Kementerian Agama. Mayoritas peserta berasal dari bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 946 orang. Disusul oleh 400 guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 300 guru kelas Raudhatul Athfal (RA).

Bidang studi lain yang juga tercakup meliputi guru Aqidah Akhlak sebanyak 200 peserta, guru Al-Qur’an Hadis sebanyak 198 peserta, guru Bahasa Arab dan Fikih masing-masing 100 peserta, serta guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sebanyak 99 peserta. Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme tenaga pendidik untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran melalui program PPG.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata upaya Kemenag dalam membina tenaga pendidik agar memiliki kualitas unggul dan siap menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. (Edy/KIM Moyudan)




Belajar Fotografi Sambil Sarapan di Tugu Jogja: Cara Unik KIM Sembada Tingkatkan Literasi Visual

Sleman — Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman menggelar kegiatan bertajuk Sarapan Sambil Belajar Fotografi di kawasan Tugu Jogja, Minggu pagi (4/5/2025). Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat literasi digital dan visual para pegiat KIM di ruang publik yang inspiratif.

Menggabungkan suasana santai dengan pembelajaran praktis, peserta mendapat materi fotografi dasar dari Dita Hendri Irawan, fotografer jurnalisme asal Sleman. Peserta diajak memahami teknik dasar seperti komposisi gambar, pencahayaan alami, hingga menangkap momen spontan. Dita menekankan pentingnya perspektif lokal dalam setiap bidikan foto agar setiap gambar mengandung cerita bermakna.

Setelah pembekalan teori, peserta langsung praktik memotret aktivitas pagi di sekitar Tugu Golong Gilig. Mereka mendokumentasikan berbagai momen, seperti pedagang gudeg yang sibuk, pesepeda melintas, penari edan-edanan, hingga peserta Fun Run Malioboro 5K. Kegiatan ini sekaligus melatih kepekaan visual terhadap dinamika sosial di ruang publik.

Sesi berlanjut dengan diskusi sambil menyantap sarapan khas Jogja. Peserta saling menilai dan memberi masukan terhadap hasil foto, menciptakan suasana belajar yang ringan namun produktif. Kebersamaan ini juga mempererat jejaring antar anggota KIM dari berbagai kapanewon.

Ketua Forum KIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis fotografi, tetapi juga sebagai refleksi peran strategis KIM dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Foto yang baik bisa menjadi alat advokasi, promosi potensi lokal, bahkan kampanye sosial,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dengan tema yang lebih luas, seperti videografi, konten kreatif, atau storytelling visual. “Kegiatan luar ruang seperti ini lebih membumi, dan menjadi cara efektif meningkatkan kapasitas anggota KIM sambil tetap mempromosikan kearifan lokal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, Agastya Dedy Kusuma, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh konkret bahwa literasi digital tidak harus dilakukan di ruang tertutup dan tak selalu berbasis gawai.

“Dengan pendekatan yang membumi, ini membuktikan bahwa pengembangan kapasitas masyarakat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna,” tutup Agastya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Wijaya Pratita SMP Negeri 3 Ngaglik Raih Juara I Lomba Tonti DIY di STEMBAYO

Sleman — Tim Pasukan Baris-Berbaris (Tonti) Wijaya Pratita dari SMP Negeri 3 Ngaglik berhasil meraih Juara I dalam Lomba Tonti Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di SMK Negeri 2 Depok Sleman (STEMBAYO) pada Minggu (4/5/2025).

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh warga sekolah. Kepala SMP Negeri 3 Ngaglik, Sri Shuarti, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari seluruh pihak, anak-anak kami dapat tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara,” ujarnya.

Lomba Tonti ini merupakan ajang kompetisi bergengsi yang mempertemukan pelajar tingkat SMP dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY. Penilaian lomba mencakup kedisiplinan, kekompakan, teknik baris-berbaris, serta semangat juang tim.

Kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan intensif dari pembina Leo Oscar, serta dukungan guru dan orang tua. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. (ESK-KIM DSN)